PARENTING
Kapan Bayi Bisa Mengontrol Emosinya? Kenali Perkembanganya dari Usia 0-12 Bulan
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 22 Sep 2025 14:05 WIBTangisan, gumaman, dan senyuman pertama Si Kecil selalu berhasil mencuri perhatian Bunda. Setiap gerakan kecil itu menyimpan rahasia tentang emosinya yang sedang mereka pelajari.
Sejak awal kelahirannya, bayi sudah menjadi pengamat yang sangat jeli. Gerakan, suara, dan ekspresi orang-orang di sekitarnya akan mereka perhatikan dengan saksama, lalu perlahan mulai ditanggapi.
Pertanyaannya, kapan sebenarnya bayi mulai bisa mengontrol emosinya? Mengutip dari laman Healthychildren, kemampuan Si Kecil untuk mulai mengatur emosi biasanya sudah tampak di usia sekitar dua bulan, Bunda.
Pada masa ini, bayi mulai menyadari bahwa kehadiran orang terdekat bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.
Itulah sebabnya, Bunda perlu mengenali setiap tahap perkembangan emosional Si Kecil. Dengan begitu, Bunda bisa mendampingi prosesnya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta mandiri.
Perkembangan emosional bayi dari usia 0-12 bulan
Mengutip dari laman Solihull Approach, di setiap tahap usia Si Kecil, ia akan menunjukkan perkembangan emosionalnya yang berbeda-beda, Bunda. Simak informasi lengkapnya berikut ini!
1. Usia 4 minggu
Bayi yang masih beradaptasi dengan dunia luar biasanya belum memiliki pola yang teratur, Bunda. Mereka butuh rasa tenang, aman, dan rutinitas agar bisa merasa nyaman setiap harinya.
Di usia ini, Si Kecil mulai menunjukkan ketertarikan pada wajah manusia. Bunda mungkin sering menangkap tatapan mereka saat Bunda menggendong atau menyusui.
Suara yang familier, seperti suara Bunda atau Ayah, mulai mereka kenali dan hubungkan dengan wajah yang mereka lihat.
2. Usia 2 bulan
Bunda akan melihat bayi lebih sering mengamati dan mendengarkan orang di sekitarnya. Mereka belajar bahwa orang-orang sekitar dapat menenangkan dan membuat mereka merasa nyaman.
Pada bulan pertama, gerakan yang Si Kecil tunjukkan biasanya masih berupa senyuman. Namun pada bulan kedua, tanda-tanda kegembiraan dan keramahan pun mulai terlihat jelas, Bunda.
3. Usia 3 bulan: "Percakapan" lewat senyuman
Bunda akan terpesona melihat bayi mulai melakukan "percakapan" lewat senyuman. Kadang, mereka tersenyum lebar untuk menarik perhatian, namun, tak jarang juga Si Kecil menunggu senyuman dari Bunda terlebih dahulu.
Seluruh tubuh mereka ikut mengekspresikan perasaannya, tangan terbuka lebar, lengan terangkat, dan anggota tubuh bergerak mengikuti ucapan Bunda. Gerakan wajah mereka bahkan bisa meniru ekspresi Bunda, termasuk saat Bunda menjulurkan lidah.
4. Usia 4 bulan: "Percakapan" dengan saudara
Bunda akan melihat Si Kecil semakin tertarik pada anak lain, terutama jika mereka memiliki saudara. Senyuman lebarnya akan sering muncul setiap kali kakak atau adiknya mengajaknya bicara.
Pertukaran ini penting Bunda untuk perkembangan emosional mereka. Saat Bunda cepat membalas senyumannya, mereka merasa berharga, dipercaya, dan punya kendali.
5. Usia 6-12 bulan
Bunda akan mulai melihat Si Kecil perlahan mengenali berbagai perasaannya sendiri. Mereka bisa menunjukkan kegembiraannya dengan senyuman atau tawa, dan juga memperlihatkan ketidaksenangan ketika mereka merasa tidak nyaman.
Seiring waktu, Si Kecil akan semakin sadar dengan keberadaan orang-orang di sekitarnya. Mereka bisa merasa gelisah atau tidak tenang saat terpisah dari Bunda, Ayah, atau sosok yang sudah akrab dengannya.
Ketika bertemu orang asing, biasanya muncul rasa cemas yang membuatnya merasa lebih berhati-hati. Di sisi lain, mereka juga mulai menunjukkan sikap gigih saat ingin meraih sesuatu.
Misalnya, ketika bermain, Si Kecil akan berusaha keras mengejar mainannya meskipun perlu waktu dan usaha.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Dampak Melarang Si Kecil Menangis Sejak Dini, Bisa Bikin Sulit Berempati
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Makna di Balik Bayi yang Banyak Tersenyum, Bukan Berarti Selalu Ceria Bun
Panjang & Berat Ideal Bayi Baru Lahir Menurut WHO, Bunda Wajib Tahu
Perkembangan Bayi 1 Bulan, Kemampuan Motorik hingga Emosional
4 Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt
TERPOPULER
7 Ciri Karakteristik Orang yang Menolak Pakai AI dan ChatGPT, Bukan karena Gaptek
Momen Manis Perayaan Ulang Tahun Khai Anak Gigi Hadid & Zayn Malik yang Serba Colorful
Momen Langka, Intip Potret Tsania Marwa Bersama Sang Putri yang Sudah Besar
6 Ciri Anak yang Tumbuh di Keluarga Bahagia Menurut Psikolog
Resep Piscok Kulit Lumpia Renyah dan Lumer, Cocok untuk Camilan
REKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Liner Terbaik, Rahasia Bibir Tampak Lebih Penuh dan Makin Cantik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Electric Grill untuk BBQ Rumahan, Panggang Jadi Lebih Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Karakteristik Orang yang Menolak Pakai AI dan ChatGPT, Bukan karena Gaptek
Momen Manis Perayaan Ulang Tahun Khai Anak Gigi Hadid & Zayn Malik yang Serba Colorful
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Momen Langka, Intip Potret Tsania Marwa Bersama Sang Putri yang Sudah Besar
Resep Piscok Kulit Lumpia Renyah dan Lumer, Cocok untuk Camilan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Obi Belt Batik Ini Bikin Outfit Kondangan sampai Harian Makin Terlihat Fashionable
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Anak yang Tumbuh Besar dengan Penuh Kritik Orang Tua Menurut Psikolog
-
Female Daily
Penasaran Makeup Kylie Jenner? Intip Beauty Routine-nya yang Tembus Rp10 Juta!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Potret Romantis Marion Jola Dilamar Kekasih, Mesra di Depan Candi Prambanan
-
Mommies Daily
Catat! Ini 7 Parfum Lokal dengan Aroma Green Tea yang Fresh dan Nggak Enek