PARENTING
Kapan Anak Bisa Menyebutkan Namanya? Ketahui Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Asri Ediyati | HaiBunda
Sabtu, 04 Oct 2025 22:00 WIBPerkembangan bahasa merupakan bagian penting dari perkembangan anak, Bunda. Perkembangan bahasa mendukung kemampuan anak untuk berkomunikasi. Perkembangan bahasa juga mendukung kemampuan anak untuk mengekspresikan dan memahami emosi.
Perkembangan bahasa pun membuat anak mampu berpikir dan belajar, memecahkan masalah, hingga membangun dan memelihara hubungan dengan sekitarnya di masa depan. Krusial sekali ya, Bunda?
Anak-anak belajar berbicara dengan kecepatan mereka sendiri. Perkembangan bicara, yang berarti bagaimana anak mengucapkan kata-kata, tidak terjadi dalam jadwal yang ketat. Hal ini juga berlaku untuk seberapa baik seorang anak berkomunikasi, yang disebut keterampilan berbahasa.
Penanda, yang dikenal sebagai milestone, dapat menjadi panduan untuk mengetahui seberapa baik seorang anak belajar berbicara. Milestone ini membantu kita para orang tua dan juga tenaga kesehatan mengetahui kapan seorang anak mungkin membutuhkan bantuan.
Seperti apa tahapan perkembangan bahasa anak usia dini? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel kali ini.
Tahapan perkembangan bahasa anak usia dini
Sebagai panduan, dikutip dari Mayo Clinic dan Kids Health, berikut tahapan perkembangan anak usia dini:
3 bulan
Di akhir usia tiga bulan, anak mungkin sudah bisa melakukan beberapa kemampuan baru berikut ini:
- Tersenyum ketika kita muncul
- Mengeluarkan suara-suara mendekut
- Mendiam atau tersenyum ketika diajak bicara
- Tampaknya mengenali suara orang tua
- Tangisan yang bervariasi sesuai kebutuhan
6 bulan
Di akhir usia enam bulan, anak mungkin sudah mengalami perkembangan baru berikut ini:
- Mengeluarkan suara gemericik saat bermain
- Mengoceh dan mengeluarkan berbagai macam suara
- Menggunakan suara untuk menunjukkan suka dan tidak suka
- Menggerakkan mata ke arah suara
- Merespons perubahan nada suara
- Memperhatikan bahwa beberapa mainan mengeluarkan suara
- Memperhatikan musik
12 bulan
Di akhir usia 12 bulan, anak mungkin sudah mengalami banyak perkembangan di usia satu tahun:
- Mencoba meniru bunyi-bunyi ucapan
- Mengucapkan beberapa kata, seperti "papa," "mama," dan "uh-oh"
- Mengetahui perintah-perintah sederhana, seperti "Kemarilah"
- Mengetahui kata-kata untuk benda-benda umum, seperti "sepatu"
- Berbalik dan lihat ke arah suara-suara.
18 bulan
Pada akhir usia 18 bulan, anak mungkin sudah bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Mengetahui nama orang, benda, dan bagian tubuh
- Mengikuti perintah sederhana yang diberikan dengan gerakan tangan
- Mengucapkan hingga 10 hingga 15 kata.
24 bulan
Pada akhir usia 24 bulan, balita mungkin akan mengejutkan Bunda dengan kemampuan barunya. Berikut di antaranya:
- Menggunakan frasa sederhana, seperti "susu lagi"
- Mengajukan pertanyaan satu hingga dua kata, seperti "Sampai jumpa?"
- Mengikuti perintah sederhana dan mengetahui pertanyaan sederhana
- Mengucapkan sekitar 50 kata atau lebih
- Berbicara dengan cukup baik sehingga Bunda atau pengasuh lain dapat memahami setidaknya separuh waktu.
36 bulan atau 3 tahun
Pada usia 3 tahun, sebagian besar balita sudah bisa melakukan beberapa hal berukut:
- Mengucapkan setidaknya 50 kata (pada usia 30 bulan)
- Menyebutkan nama benda-benda di dalam buku ketika menunjuk dan bertanya (pada usia 30 bulan)
- Menyebutkan tindakan apa yang terjadi dalam gambar, seperti berlari
- Menanyakan pertanyaan siapa, apa, di mana, atau mengapa
- Menyebutkan nama depan mereka ketika ditanya
- Dipahami oleh orang lain hampir sepanjang waktu
Kapan anak bisa menyebutkan namanya?
Dilansir Healthline, selama tahun pertama bayi, mereka kemungkinan besar akan mengenali namanya sendiri sebelum mereka bisa mengucapkannya. Ini karena memahami ucapan dan berbicara adalah keterampilan yang berbeda yang berkembang seiring waktu.
Meskipun bayi mungkin mengenali namanya sendiri sejak usia 4 hingga 6 bulan, mengucapkan nama mereka dan nama orang lain mungkin membutuhkan waktu antara usia 18 bulan dan 24 bulan.
Bayi yang menyebutkan nama lengkapnya atas permintaan orang tua merupakan tonggak penting yang kemungkinan akan mereka capai antara usia 2 dan 3 tahun.
Membantu bayi mengenali namanya
Bunda dapat membantu anak mempelajari namanya dengan beberapa cara. Jangan khawatir jika metode ini tidak langsung berhasil. Sekali lagi, setiap bayi mencapai tonggak penting pada waktu yang berbeda. Bayi bergerak dengan kecepatannya sendiri, Bunda.
Strategi yang dapat dilakukan antara lain:
Cobalah pengulangan. Saat berinteraksi dengan anak , sebutkan namanya sesering mungkin. Katakan hal-hal seperti "(Nama anak), kamu mau botol susumu?" atau "Sudah waktunya ganti popok, (nama anak)!" Menyebutkan nama bayi secara teratur dalam percakapan dapat membantunya menyatu seiring waktu.
Singkirkan gangguan. Mungkin ada banyak hal yang terjadi dan bayi tidak fokus. Cobalah pindah ke ruangan yang tenang. Berikan bayi mainan untuk dimainkan dan diperhatikan sebentar. Kemudian, lihat apakah bayi merespons ketika orang tua menyebut namanya.
Ubah nada bicara. Ahli patologi wicara dan bahasa anak, Laura Mize, menyarankan untuk mengubah nada suara saat memanggil bayi. Cobalah suara nyanyian atau bisikan nama mereka dengan gembira untuk melihat apakah itu lebih menarik perhatian bayi daripada suara bicara yang standar.
Gunakan foto. Pertimbangkan untuk membuat buku foto atau sekadar melihat-lihat foto bersama bayi. Tunjuk orang-orang yang lihat dan sebutkan nama mereka. Lakukan hal yang sama ketika melihat foto anak.
Demikian ulasan mengenai kapan anak mulai bisa menyebutkan namanya sendiri, dan bagaimana stimulasi yang dapat diberikan orang tua untuk membantu mereka melakukan hal itu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Pahami Bun, 8 Tanda Anak Terlambat Bicara di Usia 2 Tahun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun, Sudah Bisa Bicara Apa?
Studi Ungkap Ortu Terlalu Banyak Main Gadget Bikin Perkembangan Bahasa Anak Rendah
7 Kebiasaan Ini Bikin Anak Speech Delay, Termasuk Terlalu Banyak Screentime
Ketahui Fase Usia Bayi Mulai Mengoceh dan Cara Menstimulus agar Cepat Bicara
TERPOPULER
10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?
9 Ciri Kepribadian Perempuan yang Punya Teman Laki-laki Lebih Banyak
Zendaya & Tom Holland Dikabarkan Resmi Menikah, Stylist Ungkap Fakta Mengejutkan
Alasan Banyak Anak Kesulitan Mengerjakan Matematika Meski Sudah Berusaha Keras
Terinspirasi Sahabat Rasul, Ini Arti Nama Anak Ketiga Zaskia Sungkar dan Irwansyah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pelembap Wajah untuk Kulit Kering, Harga Sekitar Rp100 Ribuan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga, Indonesia Termasuk?
Perut Ibu Hamil Mulas atau Kontraksi? Ini Cara Membedakannya
Alasan Banyak Anak Kesulitan Mengerjakan Matematika Meski Sudah Berusaha Keras
7 Tradisi Buka Puasa Paling Unik di Dunia, Ada yang Santap Sup Legendaris
9 Ciri Kepribadian Perempuan yang Punya Teman Laki-laki Lebih Banyak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Fariz RM Tobat, Ngaku Trauma Pakai HP Usai Terseret Kasus Narkoba
-
Beautynesia
3 Resep Makanan Praktis yang Bisa Dimasak di Rice Cooker
-
Female Daily
Populer di Turki, Pumpkin Soup Ini Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
8 Drama Korea Seru Tayang Maret 2026, Ada Jisoo BLACKPINK & Park Min Young
-
Mommies Daily
10 Pelajaran Penting yang Didapat Anak saat Puasa Ramadan, Bukan Sekadar Menahan Lapar