PARENTING
Ini Kebiasaan Makan yang Bisa Tingkatkan Risiko Asma pada Anak
Azhar Hanifah | HaiBunda
Minggu, 19 Oct 2025 08:00 WIBKebiasaan makan anak tidak hanya memengaruhi berat badan atau pertumbuhan, tetapi juga bisa berdampak pada risiko munculnya berbagai penyakit.
Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu sejak usia dini dapat meningkatkan risiko terjadinya asma pada anak.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kasus asma pada anak terus meningkat di berbagai negara, termasuk di Asia. Dalam penelitian yang dilakukan di Shanghai, para ilmuwan menemukan hubungan antara kebiasaan makan anak dengan risiko gangguan pernapasan.
Nah, untuk memahami lebih dalam mengenai hasil penelitian ini dan jenis makanan apa saja yang sebaiknya dihindari, simak penjelasannya berikut ini ya, Bunda.
Hubungan antara Pola Makan dan Risiko Asma pada Anak
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric Investigation pada 4 September 2025 ini melibatkan 8.412 anak berusia rata-rata 6,6 tahun dari 42 sekolah dasar di Shanghai. Para peneliti meminta orang tua melaporkan kebiasaan makan anak, riwayat medis, serta melakukan pemeriksaan fisik.
Hasilnya cukup mengejutkan, anak-anak yang menyukai makanan asin seperti acar (pickled) dan asap (smoked food) memiliki risiko hampir dua kali lipat lebih tinggi mengalami asma dibandingkan yang tidak menyukainya.
Penulis studi, Dr. Zangliang Ruan, menjelaskan bahwa makanan yang diasap dan diasinkan mengandung senyawa seperti nitrit dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs) yang dapat memicu stres oksidatif serta peradangan pada saluran pernapasan.
"Makanan jenis ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan, sementara makanan laut dapat memberikan efek perlindungan karena mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin D," ujan Dr. Ruan yang dikutip dari laman News Medical Life Sciences.
Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan yang menarik antara anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan yang gemar mengonsumsi makanan gorengan memiliki risiko asma lebih tinggi, sedangkan anak laki-laki lebih rentan jika sering mengonsumsi makanan yang asin atau diasap.
Sebaliknya, anak dengan berat badan normal yang lebih menyukai makanan laut justru menunjukkan risiko asma lebih rendah.
Pentingnya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini
Temuan ini menunjukkan bahwa gaya hidup modern, yang banyak dipengaruhi oleh makanan cepat saji dan olahan, bisa menjadi faktor penting meningkatnya kasus asma pada anak.
Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, jumlah asma anak di Tiongkok meningkat tajam dari 0,9 persen pada 1990 menjadi lebih dari 3 persen pada tahun 2010. Di wilayah penelitian, bahkan tercatat angka 4,6 persen di kalangan anak kelas satu sekolah dasar.
Para peneliti menjelaskan bahwa kandungan garam yang tinggi dalam makanan asin dapat memengaruhi saluran pernapasan dengan cara mengaktifkan saluran natrium epitel, yang menyebabkan dehidrasi pada permukaan saluran udara dan memicu penyempitan bronkus.
Sementara, senyawa berbahaya dalam makanan asap dan gorengan dapat merusak lapisan pelindung saluran pernapasan, sehingga memicu reaksi alergi.
Bunda bisa membiasakan memberi makanan laut kepada anak karena memiliki nutrisi yang membantu melindungi tubuh dari peradangan, terutama kandungan asam lemak omega-3 dan vitamin D yang mendukung sistem kekebalan tubuh.
Para peneliti juga menyarankan agar orang tua dan pihak sekolah memperhatikan pola makan anak sejak dini. Membiasakan makanan sehat bukan hanya untuk mencegah obesitas atau penyakit jantung tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan pernapasan anak di masa depan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Makanan yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita ISPA
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Review HaiBunda: Apa Itu Nebulizer? Kenali Fungsi dan Cara Pemakaiannya Yuk Bun
5 Cara Membiasakan Anak Makan Sehat, Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Anak Belajar di Rumah jadi Banyak Makan, Haruskah Dibatasi?
Tips Penting buat Orang Tua agar Anak Punya Kebiasaan Makan Sehat
TERPOPULER
7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bersyukur
Batas Usia Masuk SD yang Ideal Berapa Tahun? Ini Syarat SPMB 2026 & Saran Psikolog
Leshia Anak Lesti Kejora & Rizky Billar Ultah Pertama, Intip 5 Potret Perayaannya
Resep Kulit Pastel Renyah Walaupun Sudah Dingin
Demi Putra Sulung, Artis China Ini Rela Promil dan Lahirkan Anak Kedua di Usia 57 & 53 Th
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum Vitamin C, Cerahkan Wajah Kusam dan Bikin Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Ubun-ubun Kepala yang Dialami Bayi Cantik Rana Asal Jatim
Pertama Kali Umrah Setelah Mualaf, Marcell Darwin Gugup saat Belajar Pakai Baju Ihram
7 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bersyukur
Batas Usia Masuk SD yang Ideal Berapa Tahun? Ini Syarat SPMB 2026 & Saran Psikolog
Resep Kulit Pastel Renyah Walaupun Sudah Dingin
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
8 Drama Korea Orisinal Disney+ Tayang 2026 Dibintangi Lee Dong Wook hingga IU
-
Beautynesia
Sweet! Jacquemus Kenalkan Neneknya Sendiri sebagai Brand Ambassador Pertama
-
Female Daily
Berkolaborasi dengan DPR Ian, Alchemist Hadirkan 2 Wewangian yang Ikonis!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Veronique Nichanian Pamit dari Hermes, Peragaan Terakhir Bertabur Bintang
-
Mommies Daily
Lula Lahfah Meninggal: Fakta-fakta hingga Penyebab Kematian