PARENTING
Ini yang Terjadi pada Tubuh Anak Jika Emosinya Sering Diabaikan Sejak Kecil
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 24 Nov 2025 09:10 WIBSetiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, baik itu dari cara ia berbicara maupun saat diamnya. Sering kali, ada momen ketika anak sangat ingin didengar dan dipahami oleh orang tuanya.
Mereka membutuhkan tempat aman untuk menyandarkan perasaannya yang belum bisa ia jelaskan, Bunda. Ketika ruang itu tidak ia temukan, anak akan mulai belajar menyimpan semuanya sendiri.
Lambat laun, kebiasaan ini perlahan membentuk cara ia merespons orang di sekitarnya. Ketika anak terbiasa menahan emosinya, tubuhnya pun akan ikut berusaha menyesuaikan diri.
Dilansir dari laman Neuroscience News, sebuah analisis terbaru meneliti bagaimana pengabaian emosional di masa kanak-kanak berpengaruh pada cara mereka merasakan tubuhnya sendiri.
Hasilnya, ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh anak jika emosinya sering kali diabaikan. Simak selengkapnya berikut ini.
Peneliti ungkap dampak jika anak emosinya sering diabaikan
Pengalaman masa kecil anak sangat berpengaruh pada bagaimana ia memahami dirinya sendiri. Tim di Ketua Psikologi Klinis Anak dan Remaja di Technische Universitat Dresden, Prof. Anna-Lena Zietlow, meneliti tentang pengaruh pengabaian terhadap anak.
Lebih lanjut, tim peneliti menganalisis data dari 17 studi dengan total 3.705 partisipan. Ketika melihat dari hasilnya, bahwa anak yang sering diabaikan di masa kecilnya memiliki rasa percaya diri yang rendah.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa orang-orang yang pernah mengalami pengabaian emosional di masa kecil sering kali muncul kurangnya kepercayaan pada tubuh mereka sendiri. Kondisi ini membuat mereka sulit mengenali sinyal tubuh dan menafsirkan kebutuhan emosional maupun fisik dengan tepat," ungkap penulis utama studi, peneliti pascasarjana di Stanford University dan mahasiswa psikologi di Technical University of Dresden, Julia Ditzer.
Ini yang terjadi pada tubuh anak jika emosinya diabaikan sejak kecil
Setelah Bunda melihat penelitian sebelumnya, ada beberapa kondisi yang bisa terjadi pada tubuh anak bila di masa kecil emosinya sering diabaikan, seperti dikutip dari Neuroscience News:
1. Kepercayaan tubuh anak bisa terkikis
Baik itu kekerasan ataupun pengabaian emosional bisa membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya sendiri. Anak mungkin akan ragu untuk mengenali tubuhnya dan sulit memahami perasaannya sendiri.
Kondisi ini bisa bikin anak lebih takut atau enggan untuk bereksperimen dengan kegiatan fisik dan sosialnya. Akibatnya, anak dapat kehilangan kesempatan untuk mengelola emosinya secara sehat.
2. Risiko kesehatan mental anak meningkat
Ketika anak tidak percaya pada tubuhnya, mereka bisa saja merasakan kecemasan, depresi, bahkan gangguan makan. Lebih dari itu, anak juga lebih rentan merasa tidak aman dalam berbagai situasi sosialnya.
"Hal ini dapat berdampak luas pada kesehatan mental, karena dapat mengganggu pengaturan emosi, persepsi kebutuhan diri sendiri, dan pengelolaan stres, misalnya," kata penulis utama Julia.
Kesehatan mental yang terganggu akan berpengaruh pada cara anak berinteraksi dengan teman dan keluarganya. Tanpa adanya dukungan, efeknya pun bisa berlanjut hingga mereka remaja dan dewasa nanti.
Itulah ulasan mengenai apa yang bisa terjadi pada tubuh anak bila emosinya sering diabaikan sejak kecil. Oleh karena itu, penting sekali Bunda untuk selalu mendengarkan perasaannya sejak dini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Kalimat Sederhana yang Ingin Didengar Anak Dewasa dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ternyata Bulan Lahir Anak Bisa Berpengaruh Besar pada Kesehatan Mentalnya
Anak yang Lahir Akhir Tahun Lebih Sering Didiagnosis Gangguan Mental, Ternyata Ini Pemicunya
Dampak Isolasi Pandemi Corona bagi Perkembangan Anak, Haruskah Bunda Cemas?
7 Kesalahan Orang Tua yang Dapat Merusak Mental Anak
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Emas Menurut Psikologi, Benarkah Identik dengan Kesuksesan?
10 Kebiasaan Bumil yang Baik untuk Dukung Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas
Terpopuler: Potret Bahagia Yuanita Christiani Bareng Suami & Anak
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Rekomendasi Alat Rajut Otomatis yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Rambut, Menutrisi dari Akar hingga Cegah Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Bunda 5 Anak Terus Menyusui selama 15 Th, Akui Jalani Extended Breastfeeding
7 Drama Korea Yang Se Jong Terbaik Rating Tertinggi
10 Kebiasaan Bumil yang Baik untuk Dukung Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Emas Menurut Psikologi, Benarkah Identik dengan Kesuksesan?
Terpopuler: Potret Bahagia Yuanita Christiani Bareng Suami & Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bebas Mikroplastik? Ini Alasan Botol Susu PPSU Jadi Pilihan Banyak Ibu
-
Beautynesia
Ariana Grande Luncurkan Yayasan Brighter Days Ahead, Salah Satu Aksi Awalnya Bantu Anak-anak di Gaza
-
Female Daily
Fresh Flawless dan Natural, Intip Makeup Athina di Prosesi Mitoni Anak Pertamanya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Cardi B Makan Malam dengan Pemain Bola, Tuduhan Mantan Pacar Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Punya Wajah Bulat? Hindari 7 Model Rambut Ini agar Wajah Tidak Terlihat Lebih Tembem