HaiBunda

PARENTING

Terkait Larangan Susu Formula untuk Anak Korban Bencana di Sumatera, Ini Penjelasan Kemenkes

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 08 Dec 2025 14:43 WIB
Ilustrasi Susu Formula Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991
Jakarta -

Bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia telah memakan ratusan korban jiwa. Banyak dari mereka yang selamat juga mesti mengungsi karena kehilangan rumah. Tak sedikit di antaranya adalah pengungsi anak-anak kecil atau balita, Bunda.

Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat dukungan layanan kesehatan melalui pemenuhan obat-obatan dan perbekalan medis di wilayah terdampak bencana. Selain itu, Kemenkes juga berusaha memenuhi kebutuhan balita melalui pemenuhan nutrisi.

Komentar Kemenkes terkait larangan penyaluran susu formula

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, dr. Lovely Daisy, menekankan pentingnya perlindungan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menegaskan bahwa Kemenkes tidak merekomendasikan penyaluran susu formula secara bebas di lingkungan bencana karena tingginya risiko kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.


"Di Aceh, telah diterbitkan surat edaran resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepada seluruh kabupaten/kota untuk tidak menyalurkan susu formula tanpa prosedur. Jika memang diperlukan dalam kondisi kegawatdaruratan, penyaluran susu formula wajib melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat dinilai kelayakannya dan dipantau penggunaannya," kata Lovely, dilansir laman resmi Kemenkes, Sabtu (6/12/25).

Untuk memastikan kebutuhan gizi pada kelompok rentan, tenaga gizi dari Puskesmas telah diturunkan untuk melakukan supervisi dapur umum dan memastikan tersedianya makanan yang sesuai bagi kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kemenkes juga mendistribusikan Makanan Tambahan (PMT) sejak 28 November melalui jalur udara dan darat untuk menjangkau wilayah terisolasi. Sebagian bantuan telah tiba dan distribusi lanjutan terus dilakukan.

Melalui dukungan logistik kesehatan yang terjamin, perlindungan nutrisi kelompok rentan, serta pengaturan distribusi bantuan yang berbasis prosedur, Kemenkes memastikan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana tetap berjalan aman, efektif, dan sesuai standar.

Ketersediaan perlengkapan medis hingga layanan untuk pasien

Dalam keterangannya, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dr. Rizka Andalucia menjelaskan bahwa meskipun komunikasi di lapangan sering terputus, koordinasi antara pusat dan tim daerah tetap berjalan efektif untuk menjaga ketersediaan obat-obatan dasar, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Suplai obat dipastikan aman dan tidak mengalami kekosongan, terutama saat di lokasi pengungsian mulai muncul penyakit umum pasca bencana seperti batuk, pilek, demam, diare, dan penyakit kulit.

"Beberapa wilayah terdampak mengalami kerusakan gudang farmasi yang menyebabkan stok obat dan vaksin rusak atau tidak dapat digunakan. Untuk mempercepat penyaluran, distribusi logistik dipusatkan melalui Medan sehingga pengiriman dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terhambat jarak," ujar Rizka.

Selain pemenuhan obat dasar, Kemenkes juga memastikan layanan bagi pasien penyakit kronis yang tidak boleh menunda terapi, termasuk pasien hemodialisis. Pasien dari fasilitas terdampak telah dialihkan ke rumah sakit terdekat yang aman, sementara Kemenkes menjamin ketersediaan obat, alat kesehatan, tabung oksigen, dan logistik lainnya.

Kemenkes juga mengirimkan Anti Tetanus Serum (ATS) untuk mencegah infeksi luka akibat seng, paku, atau reruntuhan. Hingga kini, seluruh perbekalan kesehatan dalam kategori obat, alat medis, dan bahan habis pakai masih mencukupi dan dapat terdistribusi dengan baik.

"Pemantauan secara intensif akan dilakukan dalam satu minggu ke depan untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat di pengungsian dan fasilitas kesehatan tetap terpenuhi tanpa hambatan," ungkap Rizka dalam laporan yang disampaikan dalam temu media di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jumat (5/12/25).

Demikian informasi terbaru terkait bantuan untuk korban bencana banjir di beberapa wilayah di Indonesia.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dampak Memberikan Susu Formula pada Anak, Begini Penjelasan Dokter

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

125 Ucapan Minal Aidin Wal Faizin untuk Lebaran Idul Fitri 2026 yang Benar Menyentuh Hati

Mom's Life Natasha Ardiah

10 Tipe Kepribadian Orang di Acara Kumpul Keluarga, Ada yang Hobi Flexing Harta

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Hidangan Lebaran Ini Bisa Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil

Kehamilan Melly Febrida

Cuaca Panas Terik, Bunda Bisa Beli AC Diskon di Transmart Full Day Sale

Mom's Life Tim HaiBunda

Mengenal Kondisi PABC, Kanker Payudara yang Dapat Terjadi Selama atau Setahun Pasca Hamil

Menyusui Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

3 Resep Es Kuwut Segar dan Praktis, Minuman Favorit Saat Lebaran

Mengenal Kondisi PABC, Kanker Payudara yang Dapat Terjadi Selama atau Setahun Pasca Hamil

5 Hidangan Lebaran Ini Bisa Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil

10 Tipe Kepribadian Orang di Acara Kumpul Keluarga, Ada yang Hobi Flexing Harta

Cuaca Panas Terik, Bunda Bisa Beli AC Diskon di Transmart Full Day Sale

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK