PARENTING
Tak Lagi Satu Spektrum, Ini 4 Tipe Autisme Berdasarkan Genetika & Perilaku Menurut Studi Terbaru
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 06 Jan 2026 16:00 WIBSelama ini kita mungkin berpikir anak dengan autisme hanya berasal dari satu spektrum alias satu gejala saja. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenyataannya jauh lebih kompleks, lho.
Biasanya, anak dengan autisme dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari level 1 hingga level 3. Klasifikasi ini biasanya menilai dua hal, yakni kesulitan dalam komunikasi sosial dan perilaku terbatas atau berulang.
Namun, pembagian itu sering kali melewatkan banyak perbedaan yang penting, Bunda. Peneliti pun terus mencari cara untuk mengelompokkan spektrum autisme dengan lebih rinci.
Nah, salah satu pendekatan terbaru menggunakan genetika dan karakteristik perilaku untuk membagi autisme menjadi subtipe. Tujuannya ialah agar penanganan bisa lebih tepat dan tentunya sesuai dengan kebutuhan anak.
"Apabila keluarga tahu tipe autisme spesifik anaknya, mereka bisa lebih paham kondisinya dan lebih mudah mendapatkan perawatan, dukungan, serta membangun hubungan yang lebih dekat," ungkap salah satu penulis utama Nature Genetics di Flatiron Institute, New York City, Natalie Sauerwald, dikutip dari Scientific American.
Maka dari itu, mari kita pelajari bersama berbagai tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku anak sesuai dengan temuan studi terbaru.
4 Tipe autisme berdasarkan genetika & perilaku menurut studi baru
Menilik dari laman Princeton University, penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature Genetics mengungkapkan bahwa setiap tipe memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari perkembangan, perilaku, hingga aspek kejiwaan anak.
Masing-masing tipe ini juga menunjukkan pola variasi genetik yang berbeda. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Tantangan sosial dan perilaku
Kelompok ini merupakan bagian dari spektrum autisme di mana anak-anak tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan cara yang hampir sama seperti teman sebaya mereka, Bunda.
Meski mereka memiliki ciri khas autisme seperti kesulitan berinteraksi sosial atau suka melakukan hal yang berulang, kemampuan dasar mereka biasanya tetap sesuai dengan usianya.
Hal yang perlu Bunda perhatikan adalah mereka kerap memiliki tantangan tambahan lainnya, seperti kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), rasa cemas yang tinggi, hingga depresi. Karena kelompok ini mencakup sekitar 37 persen dari peserta penelitian, jadi kondisi ini cukup umum terjadi.
Intinya, walaupun mereka memerlukan perhatian lebih dalam hal sosial dan emosional, secara umum perkembangan fisik dan kecerdasan mereka tetap berjalan dengan baik seperti anak-anak pada umumnya, Bunda.
2. ASD campuran dengan keterlambatan perkembangan
Anak-anak dalam kelompok Autism Spectrum Disorder (ASD) campuran dengan keterlambatan perkembangan biasanya memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk bisa berjalan atau berbicara dibandingkan dengan teman-temannya, Bunda.
Meskipun ada keterlambatan dalam perkembangan, kabar baiknya adalah mereka cenderung lebih tenang karena biasanya tidak mengalami masalah kecemasan, depresi, atau perilaku yang mengganggu.
Disebut sebagai kelompok "campuran" karena setiap anak memiliki tingkat kesulitan interaksi sosial dan kebiasaan berulang yang berbeda-beda. Kelompok ini mencakup sekitar 19 persen dari anak-anak yang diteliti.
Jadi, Bunda bisa lebih mengerti bahwa meski perkembangan fisiknya sedikit terlambat, mereka memiliki kepribadian yang cenderung lebih stabil secara emosional.
3. Tantangan sedang (Autisme dengan gejala ringan)
Kelompok ketiga ini, yang disebut juga sebagai "tantangan sedang", adalah anak-anak dengan gejala autisme yang tergolong ringan. Mereka menunjukkan perilaku khas autisme, tetapi tidak seintensif kelompok lainnya.
Anak-anak dalam kelompok ini umumnya mencapai tonggak perkembangan pentingnya, Bunda. Misalnya saja berjalan dan berbicara pada waktu yang normal, sama seperti anak-anak tanpa autisme.
Menariknya lagi, sebagian besar dari mereka tidak memiliki kondisi kejiwaan tambahan seperti kecemasan atau ADHD. Kelompok ini cukup umum, mencakup sekitar 34 persen peserta penelitian.
4. Terdampak secara luas (Autisme dengan tantangan berat dan beragam)
Anak-anak dalam kelompok ini merupakan mereka yang paling terdampak, karena tantangan yang dihadapi biasanya lebih berat dan beragam. Mereka juga kerap menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi serta memiliki kebiasaan berulang yang sangat kuat, Bunda.
Enggak cuma itu, suasana hati mereka sering berubah-ubah dan mereka lebih rentan merasa cemas atau sedih. Meskipun kelompok ini jumlahnya paling sedikit, yaitu hanya sekitar 10 persen, Bunda perlu memahaminya supaya mereka mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.
Memahami perbedaan genetik di balik berbagai tipe autisme
Setelah Bunda mengetahui empat tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku, mari kita pelajari lebih jauh terkait alasan di baliknya.
Perlu kita ketahui bersama bahwa sudah puluhan tahun para ahli berupaya mencari pengelompokan autisme agar bisa memberikan penanganan yang tepat untuk anak. Meskipun autisme biasanya diturunkan dari orang tua, faktanya, ada banyak jenis gen yang berperan di dalamnya, Bunda.
Penelitian kali ini menggunakan metode baru dengan melihat bagaimana mutasi genetik memengaruhi jalur biologis dalam tubuh Si Kecil. Hasilnya, ditemukan bahwa perbedaan perilaku pada setiap tipe autisme ditentukan oleh jenis perubahan genetik di dalam tubuh anak, Bunda.
Sebagai contoh, anak-anak dalam kelompok yang "terdampak secara luas" biasanya memiliki mutasi gen yang muncul secara tiba-tiba dan bukan turunan orang tua. Sementara itu, pada "kelompok ASD campuran dengan keterlambatan perkembangan" justru lebih sering membawa variasi genetik yang diwariskan dari keluarga.
Walaupun kedua kelompok ini sekilas tampak mirip, tetapi penyebabnya sebenarnya berbeda. Nah, perbedaan asal-usul genetik inilah yang menjelaskan mengapa gejala pada setiap anak tidaklah sama.
Itulah ulasan mengenai berbagai tipe autisme berdasarkan genetika dan perilaku menurut studi terbaru.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kisah Bunda Ajak Anaknya Pengidap Autis Lakukan Terapi Alam, Ini Perubahan yang Terlihat
5 Perlakuan Orang Tua Bikin Anak Jadi Pelaku Silent Treatment, Hati-hati Bun
5 Tips Mengatasi Anak yang Suka Cari Perhatian pada Orang Tua
Bisa Dicoba Nih, Bun, Tips Membesarkan Anak dengan Autisme
TERPOPULER
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
PIM 5 Sudah Dibuka, Tapi Kenapa Tidak Ada PIM 4? Ini Fakta Menariknya
Kisah Artis dan Public Figure yang Pernah Alami Dinding Rahim Robek, Ruptur Uteri yang Bahayakan Nyawa
Ilmuwan Ungkap Diet yang Bisa Memicu Pertumbuhan Tumor Lebih Cepat
7 Resep Telur Puyuh untuk MPASI Bayi, Tinggi Kalori & Gampang Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Skincare Anak Travel Size, Wajib Dibawa saat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Snack Diet Lezat yang Bantu Turunkan Berat Badan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Tanaman Hias Populer untuk Dekorasi Lebaran, Ada Bunga Sedap Malam
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
Kisah Artis dan Public Figure yang Pernah Alami Dinding Rahim Robek, Ruptur Uteri yang Bahayakan Nyawa
7 Resep Telur Puyuh untuk MPASI Bayi, Tinggi Kalori & Gampang Dibuat
PIM 5 Sudah Dibuka, Tapi Kenapa Tidak Ada PIM 4? Ini Fakta Menariknya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Youngeun Putuskan Hengkang dari Kep1er usai Hiatus karena Sakit
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Kupu-Kupu atau Harimau yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Guardian Hadirkan Inspirasi ‘Raya for Every You’ yang Personal Bagi Konsumen!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan Maknanya, Yuk Pakai Baju Ungu
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Ritual Pijat Bayi dari Vicks hingga Kampanye “Pejuang Berat Badan Anak” Sarihusada