PARENTING
Kenali Tanda Overstimulasi pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Asri Ediyati | HaiBunda
Kamis, 15 Jan 2026 09:30 WIBSaat bayi lahir, mereka menyerap sejumlah besar informasi melalui semua indra mereka, dan belajar setiap kali mereka menyentuh, mencium, melihat, dan mendengar. Saat lahir, sistem saraf pusat belum sepenuhnya berkembang, Bunda.
Jika bayi menerima terlalu banyak stimulasi atau aktivitas, hal itu dapat menyebabkan sistem sensorik mereka kelebihan beban atau dikenal sebagai overstimulasi.
Overstimulasi dapat membuat si kecil merasa hiperaktif, gelisah, resah, mudah tersinggung, cemas, terlalu bersemangat, terlalu sensitif, dan terlalu terangsang, yang dapat menyulitkan mereka untuk tertidur atau tetap tidur.
Misalnya, bayi baru lahir mungkin menjadi sangat gelisah setelah pesta di mana mereka dipeluk oleh banyak orang dewasa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, penting untuk mengenali tanda-tanda overstimulasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya.
Apa itu overstimulasi?
Dalam istilah klinis, overstimulasi atau kelebihan rangsangan sensorik yang berarti otak tidak mampu memproses semua informasi sensorik yang diterimanya. Itu bisa termasuk suara keras, cahaya terang, bau yang kuat, kontak fisik yang tidak terduga, atau berada di sekitar terlalu banyak orang di ruang kecil.
“Anda mengalami sensasi, dan merasakannya lebih dari yang sebenarnya,” kata psikolog di Rumah Sakit Lenox Hill di New York City dan kepala penelitian di organisasi nirlaba Mental Health Coalition, Naomi Torres-Mackie dilansir Time.
Sama seperti orang dewasa, bayi dapat mengalami overstimulasi. Dilansir The Bump, menurut Alexis Phillips-Walker, DO, seorang dokter anak di Memorial Hermann Medical Group Pediatrics di Atascocita, Texas, bayi yang mengalami overstimulasi, mereka kewalahan dengan lebih banyak aktivitas, suara, dan sensasi daripada yang mampu mereka tangani.
Seringkali aktivitas sepele pun bisa terlalu merangsang bayi, termasuk kegiatan sehari-hari seperti berbelanja bahan makanan atau kegiatan sosial seperti pertemuan keluarga, pesta ulang tahun, dan makan malam di luar. Berada di ruangan yang penuh dengan orang asing juga mungkin terlalu berat untuk ditangani Si Kecil.
7 Penyebab Overstimulasi pada Bayi
Ada beberapa penyebab bayi mengalami overstimulasi. Berikut penyebabnya, Bunda.
1. Lingkungan
Beberapa bayi mungkin kewalahan oleh tempat yang berisik, ramai, terang benderang, atau berwarna-warni. Beberapa bayi mungkin senang bertemu banyak orang, sementara yang lain akan cepat kewalahan oleh wajah atau keramaian baru. Lalu, faktor suhu, terlalu dingin atau terlalu panas dapat berperan dalam stimulasi berlebihan.
2. Screentime yang berlebihan
Televisi, telepon, dan perangkat lain dapat terlalu berlebihan bagi otak bayi untuk diproses sebelum mereka berusia setidaknya 18 bulan. Itulah mengapa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk menghindari screentime pada bayi.
3. Terlalu banyak aktivitas
Ada alasan mengapa bayi terkadang mengalami tantrum seharian bermain di luar di taman. Terlalu banyak aktivitas dapat membebani indra mereka.
4. Melewatkan tidur siang atau tidur larut malam
Terlalu lelah dapat dengan cepat membuat bayi kewalahan. Bayi memiliki jam tidur yang lebih panjang, jadi hindari memaksakan jadwal atau rutinitas orang dewasa pada bayi ya, Bunda.
5. Gangguan rutinitas
Bayi adalah makhluk yang terbiasa dengan rutinitas. Gangguan rutinitas seperti perubahan jadwal dapat membuat mereka rewel.
6. Tumbuh Gigi
Meskipun sementara, tumbuh gigi dapat mengiritasi bayi. Tumbuh gigi dapat membuat mereka kurang toleran terhadap rangsangan lain. Ini lah yang menyebabkan mereka mengalami overstimulasi.
7. Kondisi medis tertentu
Misalnya, anak autis memiliki sistem sensorik yang lebih sensitif, sehingga penglihatan, suara, sentuhan, bau, atau rasa lebih mudah membuat mereka kewalahan. Anak yang sedang sakit juga mungkin lebih mudah mengalami stimulasi berlebihan.
Tanda Bayi Mengalami Overstimulasi
Dilansir Healthline, overstimulasi terlihat sedikit berbeda pada setiap anak, tetapi orang tua mungkin memperhatikan beberapa tanda umum pada bayi, termasuk:
- Menangis, biasanya lebih keras dari biasanya
- Menarik diri dari sentuhan atau memalingkan kepala dari orang tua
- Ingin digendong
- Ingin menyusu lebih sering
- Sangat rewel atau mudah marah
- Mengepalkan tinju atau melambaikan tangan dan kaki
- Bertingkah ketakutan
- Mengalami tantrum
- Bergerak dengan panik atau tersentak-sentak
- Bertingkah sangat lelah
- Melakukan tindakan menenangkan diri, seperti mengisap tangan atau tinju
Cara mengatasi overstimulasi pada bayi
Dengan memperhatikan sinyal-sinyal tersebut, dapat mencegah situasi yang dapat menyebabkan kelebihan beban. Jika Bunda melihat tanda-tanda kesulitan, Bunda dapat membantu mereka pulih dengan:
- Menghentikan aktivitas dan memberi bayi waktu untuk pulih
- Memberikan tekanan kuat pada kulit; Hindari sentuhan ringan yang dapat menggelitik atau merangsang
- Mengayun bayi berulang kali dan perlahan
- Membedong bayi
- Membiarkan bayi mengisap dot atau jari
Cara menghindari overstimulasi pada bayi
Untuk membantu mencegah overstimulasi pada bayi, direkomendasikan:
- Cobalah untuk tetap mengikuti jadwal makan yang teratur
- Jaga agar aktivitas sehari-hari sesingkat mungkin
- Atur agar bayi memiliki sedikit waktu tenang
- Hindari waktu screen time untuk anak di bawah dua tahun (dan batasi waktu menonton layar untuk balita yang lebih besar)
- Sesuaikan jadwal dengan waktu tidur siang bayi
Mana yang lebih bahaya antara overstimulasi dan kurang stimulasi?
Overstimulasi memang membuat anak rewel, namun pada dasarnya overstimulasi dapat diatasi dengan cepat. Yang berdampak panjang adalah kurang stimulasi, Bunda.
Untuk pertumbuhan bayi yang sehat, responsivitas dari pengasuh sangat penting. Namun, jika responsivitas seperti interaksi timbal balik yang membantu membentuk otak jarang dilatih, hal ini dapat menyebabkan keterlambatan biologis serta gangguan perkembangan yang berbahaya.
Kenapa berbahaya? Mengutip laman Harvard Graduate School of Education, tidak hanya otak tidak menerima stimulasi positif yang dibutuhkannya, tetapi respons stres tubuh juga diaktifkan, membanjiri otak yang sedang berkembang dengan hormon stres yang berpotensi berbahaya.
Bayi yang kurang stimulasi dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan lingkar kepala dan ukuran tubuh secara keseluruhan. Anak-anak yang perkembangannya kurang stimulasi atau diabaikan ditemukan memiliki korteks prefrontal yang lebih kecil, area otak yang mendukung fungsi eksekutif.
Anak-anak yang mengalami pengabaian di lingkungan institusional menunjukkan penurunan aktivitas listrik saraf, penurunan metabolisme otak, dan perbedaan reaksi saraf saat memproses informasi, seperti mengidentifikasi ekspresi wajah orang lain.
Demikian ulasan mengenai overstimulasi pada bayi dan cara penangannya. Semoga informasi ini membantu bunda mengasih Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
9 Tanda Bayi sedang Kelelahan, Mulai dari Rewel Hingga Menolak Menyusu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
11 Tanda Bayi Overstimulasi dan Cara Mengatasinya, Awas Bisa Berbahaya Bun!
5 Tanda Anak Usia 1-3 Tahun Alami Overstimulasi, Rewel Salah Satunya Bun
Ciri-Ciri Anak Overstimulasi karena Terlalu Banyak Screen Time, Jangan Diabaikan Bun
5 Mitos & Fakta Tanda Lahir Bayi, Salah Satunya Bisa Tunjukkan Karakter
TERPOPULER
Viral Aksi Siti Nurhaliza Loncat ke Atas Panggung saat Konser, Energik di Usia 47 Th
5 Tanda Rumah Memiliki Energi Negatif Menurut Pakar
Buah dan Sayuran Ini Banyak Terkontaminasi Mikroplastik, Hati-hati Bun!
Angka Kelahiran Turun, Bunda yang Melahirkan di Desa Ini Dapat Bonus Rp27 Juta
Jenis Sushi yang Boleh Dimakan Ibu Hamil Menurut Dokter, Ketahui Aturan Amannya!
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Diet Marshanda dan Citra Kirana Turunkan BB hingga 20 Kg, Mana yang Mudah Dicoba Tahun 2026?
Buah dan Sayuran Ini Banyak Terkontaminasi Mikroplastik, Hati-hati Bun!
Viral Aksi Siti Nurhaliza Loncat ke Atas Panggung saat Konser, Energik di Usia 47 Th
Jenis Sushi yang Boleh Dimakan Ibu Hamil Menurut Dokter, Ketahui Aturan Amannya!
5 Tanda Rumah Memiliki Energi Negatif Menurut Pakar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apa Arti Plenger? Bahasa Gaul yang Lagi Viral
-
Beautynesia
5 Kalimat Diucap Orang Manipulatif untuk Dapatkan Keinginannya dan Mengontrol Korban
-
Female Daily
Ramai Digunakan EXO, Ini Fakta Menarik Karakter Twinkle Twinkle di Pop Mart!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Menambah Penghasilan Digital, Dimulai dari Ponsel dan Bisa dari Rumah
-
Mommies Daily
Tempat Pelatihan dan Kelas Parenting Untuk Membantu Orang Tua Menjalani Peran dengan Lebih Sadar