HaiBunda

PARENTING

Global Developmental Delay: Gejala, Penyebab & Cara Mengobati Perkembangan Terlambat Anak

Kinan   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 14:40 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/staticnak1983
Jakarta -

Apakah Bunda khawatir Si Kecil mengalami keterlambatan yang signifikan pada seluruh aspek perkembangannya? Kondisi ini dikenal sebagai Global Developmental Delay atau GDD. 

Melalui pemeriksaan dan intervensi dini, ketertinggalan anak bisa dikejar dengan lebih optimal, Bunda. Begitu pun jika keterlambatan perkembangan dengan kasus tertentu, mungkin benar-benar memerlukan intervensi dari profesional. Termasuk dari dokter anak, dokter saraf anak, dokter rehabilitasi medik, psikolog, hingga terapis. 

Pada kasus anak dengan GDD, mereka sering kali baru mencapai tonggak perkembangan tersebut pada usia yang jauh lebih lambat dari yang diharapkan.


Dikutip dari laman Southampton City Council, aspek perkembangan anak dapat dikelompokkan ke dalam empat area utama:

1. Keterampilan motorik 

Hal ini mencakup keterampilan motorik kasar, seperti duduk atau berguling, serta keterampilan motorik halus seperti mengambil benda kecil menggunakan jari-jemari.

2. Bicara dan bahasa 

Termasuk di antaranya kemampuan untuk mengoceh, meniru ucapan, dan mengenali suara. Juga termasuk kemampuan memahami apa yang ingin dikomunikasikan orang lain kepada mereka.

3. Keterampilan kognitif 

Kemampuan untuk mempelajari hal baru, memproses informasi, mengatur pikiran, dan mengingat sesuatu.

4. Keterampilan sosial dan emosional

Kemampuan berinteraksi dengan orang lain, serta mengembangkan sifat dan perasaan pribadi. Dengan keterampilan anak, anak mulai memahami, merespons kebutuhan, serta perasaan orang lain.

Mengenal apa itu Global Developmental Delay (GDD)

Global Developmental Delay (GDD) merupakan kondisi di mana anak mengalami keterlambatan yang signifikan pada seluruh area perkembangan.

Setiap area perkembangan memiliki tonggak perkembangan (milestone) yang diharapkan dapat dicapai anak pada usia tertentu. Termasuk seperti kemampuan untuk duduk, berjalan, berbicara, dan toilet training

Anak dapat diklasifikasikan mengalami GDD jika mereka tidak mencapai dua atau lebih milestone pada keempat area perkembangan yang disebutkan di atas.

Pada beberapa anak, keterlambatan sering kali sudah dicurigai segera setelah lahir karena adanya kesulitan menyusu atau masalah tonus otot. 

Namun pada anak lainnya, keterlambatan mungkin baru ditemukan kemudian. Misalnya saat muncul kesulitan belajar atau masalah perilaku di sekolah.

Apakah Global Developmental Delay (GDD) bisa sembuh?

Dengan pemeriksaan dan intervensi dini, anak dapat mengejar ketertinggalan dari teman sebaya dan mencapai kemampuan terbaiknya.

Sebaliknya, jika intervensi ditunda terus-menerus, ada kemungkinan keterlambatan perkembangan berlanjut menjadi masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera melakukan konsultasi dengan profesional jika Bunda mencurigai adanya keterlambatan pada anak.

Intervensi untuk keterlambatan perkembangan anak dapat dilakukan melalui terapi okupasi, terapi wicara, fisioterapis, serta dukungan yang memadai dari sekolah.

Dengan dukungan yang tepat, baik dari tenaga profesional maupun keluarga, anak dengan global developmental delay dapat berkembang dengan baik dan mencapai potensi maksimalnya.

Gejala keterlambatan perkembangan anak

Dikutip dari Cleveland Clinic, gejala keterlambatan perkembangan sesuai dengan area perkembangan anak meliputi:

1. Sulit memahami instruksi

Jika anak memiliki keterlambatan di aspek kognitif, mereka cenderung kesulitan mengikuti instruksi atau memecahkan masalah. Hal ini karena kognitif mencakup kemampuan berpikir, belajar, dan memahami informasi. 

2. Sulit memahami kondisi sosial

Pada anak dengan keterlambatan di aspek sosial dan emosional, mereka biasanya jadi sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, mengekspresikan perasaan, dan mengomunikasikan kebutuhannya sendiri. 

Mereka juga dapat mengalami kesulitan memahami isyarat sosial, melakukan percakapan, atau menghadapi perubahan rutinitas.

3. Sulit mengucapkan kata-kata

Keterampilan ini mencakup penggunaan dan pemahaman bahasa. Anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa mungkin mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata, termasuk juga untuk memahami apa yang dikatakan orang lain.

4. Sulit memegang benda atau berguling

Saat anak memiliki keterlambatan di bidang motorik, mereka cenderung sulit dalam mengoordinasikan gerakan tubuhnya.

Pada motorik kasar, anak sulit mengoordikasikan otot besar sehingga enggan berguling, duduk atau berjalan. Sementara pada motorik halus, mereka mungkin kesulitan memegang benda, mewarnai, serta menulis.

Penyebab global developmental delay

Ilustrasi bayi/Foto: Getty Images/Kannika Paison

Penyebab paling umum dari global developmental delay diduga kuat adalah kelainan kromosom dan/atau genetik, atau kelainan pada struktur atau perkembangan otak maupun sumsum tulang belakang.

Selain itu, penyebab lain juga mungkin meliputi kelahiran prematur atau infeksi, seperti rubella kongenital atau meningitis. 

Namun, sering kali penyebab pastinya tidak dapat diidentifikasi secara menyeluruh.

Selain itu, beberapa bayi dan anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan akibat faktor lingkungan, termasuk:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Kekurangan oksigen saat lahir
  • Asupan gizi yang buruk
  • Kondisi kesehatan seperti infeksi telinga kronis dan gangguan penglihatan
  • Trauma berat, termasuk kekerasan pada anak

Diagnosis global developmental delay

Skrining perkembangan secara menyeluruh dapat dilakukan untuk mengetahui apakah anak mempelajari keterampilan dasar sesuai usianya, atau justru sedang mengalami masalah. 

Dokter atau psikolog akan mengajukan pertanyaan, lalu bermain atau berinteraksi langsung dengan anak selama pemeriksaan. Aktivitas ini membantu menilai bagaimana anak belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak.

Orang tua juga bisa diminta untuk menjawab pertanyaan atau mengisi kuesioner. Dari hasil pemeriksaan ini, tenaga kesehatan profesional dapat memberi diagnosis apakah anak berada pada jalur perkembangan yang sesuai atau memerlukan evaluasi atau terapi tambahan. 

Namun perlu diketahui bahwa terdapat rentang pertumbuhan dan perilaku yang luas pada setiap usia, jadi wajar jika anak mencapai suatu milestone lebih cepat atau lebih lambat dari anak-anak seusianya. 

Secara spesifik, dokter atau psikolog dapat memberikan gambaran pada orang tua kondisi capaian perkembangan anak secara menyeluruh.

Jika keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi sejak dini, berarti anak tidak mendapatkan intervensi yang dibutuhkan dengan segera. 

Nah, hal ini dapat menyulitkan proses belajar dan memperburuk keterlambatan perkembangan. Semakin cepat anak mendapatkan tindakan sesuai kebutuhan, semakin baik hasilnya dalam jangka panjang.

Cara mengobati global developmental delay

Tergantung pada masalah yang ditemukan, mengatasi global development delay dapat dilakukan pada satu atau lebih tenaga profesional. Termasuk seperti dokter, psikolog, dan terapis.   

Selain itu, layanan intervensi dini juga penting untuk bayi dan balita dengan kondisi tertentu, seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu
  • Keterlambatan berbicara, berpikir, bermain, atau bergerak
  • Kesulitan melihat atau mendengar

Beberapa contoh tindakan yang bisa diberikan pada anak dengan GDD seperti konseling, terapi wicara, fisioterapi, serta terapi okupasi.

Jika secara spesifik ditemukan masalah kesehatan tertentu pada anak, seperti gangguan pendengaran, masalah nutrisi, serta gangguan psikologis, pengobatan sesuai kebutuhan juga bisa diberikan. 

Itulah ulasan tentang global development delay atau GDD. Segera lakukan konsultasi ke tenaga kesehatan profesional jika curiga anak mengalami keterlambatan perkembangan ya, Bunda. 

Terapi yang tepat dapat membantu anak dengan keterlambatan perkembangan untuk berfungsi dengan baik atau mengejar ketertinggalan dari teman sebaya seoptimal mungkin.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Jelang Isra Miraj, Ini 7 Amalan Penuh Berkah untuk Si Kecil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Greysia Polii Kenang Pertemuan Pertama dengan Suami, Berawal dari Kaki Bengkak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng? Ini Kata Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

7 Rekomendasi Film Monster Terbaik, Cocok Ditonton Bareng Si Kecil

Parenting Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

Ilmuwan Klaim Bisa 'Meremajakan' Sel Telur Manusia untuk Sukseskan Promil via IVF

Kehamilan Indah Ramadhani

Ternyata Minum Teh Saat Hamil Bisa Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Kehamilan Annisa Karnesyia & Ratih Wulan Pinandu

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Nasi Goreng ala Solaria yang Simpel dan Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

Greysia Polii Kenang Pertemuan Pertama dengan Suami, Berawal dari Kaki Bengkak

7 Rekomendasi Film Monster Terbaik, Cocok Ditonton Bareng Si Kecil

Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng? Ini Kata Pakar

Ilmuwan Klaim Bisa 'Meremajakan' Sel Telur Manusia untuk Sukseskan Promil via IVF

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK