Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

13 Dongeng Princess Sebelum Tidur dari Kisah Jasmine, Sofia, Aurora hingga Moana

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 21 Jan 2026 20:20 WIB

13 Dongeng Princess Sebelum Tidur dari Kisah Jasmine, Sofia, Aurora hingga Moana
Ilustrasi Dongeng Princess Sebelum Tidur dari Kisah Jasmine, Sofia, Aurora hingga Moana/Foto: Getty Images/pondsaksit
Daftar Isi
Jakarta -

Sebelum Si Kecil tidur, memang paling cocok kalau Bunda atau Ayah membacakan dongeng untuknya. Salah satu yang bisa dibacakan adalah cerita dongeng tentang princess.

Di saat lampu mulai diredupkan, cerita dongeng bisa jadi teman yang pas untuk menutup hari Si Kecil. Bunda pun punya waktu sejenak untuk benar-benar fokus menemani anak sebelum ia terlelap.

Seperti yang kita ketahui bahwa dongeng dapat membantu pikiran anak beralih dari aktivitas seharian. Suara Bunda yang membacakan cerita kerap kali membuatnya merasa lebih nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, kalau lagi bingung mau mengangkat tema apa, dongeng princess seperti dari kisah Jasmine, Sofia, Aurora hingga Moana bisa jadi pilihan yang cocok. Selain menghibur, kisah tentang princess ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian.

13 Dongeng princess sebelum tidur dari kisah Jasmine, Sofia, Aurora hingga Moana

Menilik dari laman Sleepy Stories, Read The Tale, detikcom, dan dari buku 18 Dongeng Princess oleh Watiek Ideo & Fitri Kurniawan, simak kumpulan cerita dongeng tentang princess sebelum Si Kecil tidur.

1. Dongeng Princess Sofia dan Taman Ajaibnya

Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan yang indah yang dipenuhi bunga-bunga berwarna-warni dan padang rumput hijau, hiduplah seorang putri kecil yang baik hati dan ingin tahu bernama Sofia. Tempat favoritnya di seluruh istana adalah taman kerajaan, tempat kupu-kupu berterbangan dan burung-burung bernyanyi dengan merdu.

Pada suatu pagi yang cerah, Putri Sofia terbangun dengan sebuah ide cemerlang.

"Hari ini, aku ingin membuat taman ini lebih ajaib lagi!" katanya sambil tersenyum lebar.

Dia mengenakan gaun favoritnya yang bermotif bunga kecil dan berlari kecil keluar sambil membawa peralatan berkebun kecilnya.

Taman kerajaan sudah dipenuhi bunga-bunga indah, burung-burung riang, dan kupu-kupu yang bahagia. Tetapi Putri Sofia ingin menambahkan sesuatu yang sangat istimewa. Dia ingat pernah membaca di buku ceritanya tentang bunga ajaib-bunga yang berkilauan dalam berbagai warna dan membuat taman bersinar.

"Aku akan menanam bunga ajaib!" putusnya dengan penuh semangat.

Dengan sekop kecil dan penyiramnya, Putri Sofia menemukan tempat yang cerah di taman. Ia dengan hati-hati menggali lubang kecil, menempatkan benih ajaib di dalamnya, menutupinya dengan tanah yang lembut, dan menyiraminya dengan lembut.

"Semoga kau tumbuh menjadi bunga yang indah," bisiknya dengan lembut.

Setiap hari, Putri Sofia mengunjungi benih itu. Dia menyiraminya, menyanyikan lagu-lagu kecil, dan menceritakan kisah-kisah tentang petualangannya. Perlahan, tunas hijau kecil muncul dari tanah.

Suatu pagi yang cerah, Putri Sofia tersentak kegembiraan-tunas itu telah tumbuh menjadi bunga paling mempesona yang pernah dilihatnya! Kelopaknya berkilauan dalam semua warna pelangi, gemerlap di bawah sinar matahari.

"Oh, betapa cantiknya dirimu!" seru Putri Sofia dengan gembira.

Saat ia mengagumi bunga ajaib itu, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Seluruh taman mulai berkilauan! Bunga-bunga lain mulai bergoyang dan menari, kupu-kupu berputar-putar dengan gembira di udara, dan burung-burung bernyanyi dengan lebih merdu.

Tak lama kemudian, seluruh negeri mendengar tentang taman ajaib itu. Pengunjung datang dari dekat dan jauh untuk melihat bunga yang bersinar. Orang-orang tersenyum, tertawa, dan merasakan sukacita hanya dengan berada di sana. Putri Sofia sangat senang dapat berbagi keajaiban itu dengan semua orang.

Malam itu, saat bintang-bintang berkelap-kelip di langit, Putri Sofia duduk di samping bunga ajaib itu. Ia merasa bangga dan tenang, karena tahu bahwa sedikit cinta dan perhatian telah menciptakan sesuatu yang benar-benar indah.

Sejak hari itu, ia terus merawat kebunnya, menjadikannya tempat ajaib di mana mimpi-mimpi bersemi dan setiap orang merasa diterima. Demikianlah, kebun Putri Sofia tetap penuh dengan keindahan, kebahagiaan, dan keajaiban selamanya.

2. Dongeng Princess Jasmine dan Lampu Ajaibnya

Dahulu kala, di negeri yang jauh bernama Agrabah, hiduplah seorang putri cantik bernama Princess Jasmine.

Ia adalah anak dari Sultan, penguasa Agrabah. Jasmine tumbuh menjadi gadis yang cerdas, pemberani, dan sangat mandiri. Namun, karena aturan kerajaan, Jasmine merasa terkungkung. Ia dilarang keluar dari istana dan dijodohkan dengan pangeran pilihan sang Ayah.

Padahal, Jasmine ingin menikah atas dasar cinta, bukan karena kewajiban kerajaan. Suatu hari, Jasmine memutuskan untuk menyamar sebagai rakyat biasa dan melarikan diri ke pasar Agrabah.

Di sanalah ia bertemu seorang pemuda miskin bernama Aladdin. Aladdin hidup sebatang kara, namun ia berhati baik dan memiliki impian besar.

Ketika melihat Jasmine dalam kesulitan, Aladdin membantunya tanpa tahu bahwa gadis itu adalah seorang putri.

Setelah pertemuan pertama itu, Aladdin jatuh cinta pada Jasmine. Namun, karena statusnya yang bukan bangsawan, ia merasa tidak pantas untuk mencintai sang putri.

Nasib pun mempertemukan Aladdin dengan sebuah lampu ajaib yang ternyata dihuni oleh jin kuat bernama Genie.

Genie dapat mengabulkan tiga permintaan apa saja. Aladdin pun menggunakan salah satu permintaannya untuk menjadi seorang pangeran agar bisa mendekati Jasmine secara layak.

Sebagai Pangeran Ali, Aladdin kembali ke istana dan berusaha memikat hati Jasmine. Namun, Jasmine merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak percaya sepenuhnya pada Pangeran Ali. Ia menginginkan kejujuran dan kebebasan, bukan kemewahan dan kepalsuan.

Di sisi lain, ada penjahat licik bernama Jafar, penasehat kerajaan yang ingin merebut tahta Sultan. Ia mengetahui kekuatan lampu ajaib dan berusaha mencurinya dari tangan Aladdin.

Jafar hampir berhasil menguasai Agrabah, namun dengan keberanian dan bantuan Jasmine, Aladdin berhasil menggagalkannya.

Pada akhirnya, Aladdin jujur pada Jasmine bahwa ia bukanlah pangeran, melainkan hanya pemuda biasa. Jasmine tersentuh oleh kejujuran dan kebaikan hatinya.

Sang Sultan, yang menyaksikan keberanian Aladdin dan cinta tulus antara mereka, memutuskan untuk mengubah hukum kerajaan.

Jasmine pun diperbolehkan menikah dengan siapa saja yang ia cintai.

Aladdin dan Jasmine pun menikah dan hidup bahagia bersama, membuktikan bahwa cinta sejati tidak memandang status, melainkan ketulusan hati dan keberanian dalam memperjuangkan kebaikan.

3. Dongeng Princess Elnora dan Keju Rempah

Suatu hari, penasihatnya menghampirinya. "Putri, bagaimana jika kita mencoba ternak sapi perah? Kita bisa menjual susu sapi ke negeri tetangga," ucapnya. 

Putri Elnora setuju. Dia dengan senang hati meminjamkan uang kas kerajaan sebagai modal. Seluruh rakyat menyambut ide itu dengan gembira.

Sapi-sapi perah terbaik pun didatangkan. Setiap hari, para penduduk merawatnya dengan sungguh-sungguh. Benar saja, berliter-liter susu sapi pun dihasilkan. 

"Sekarang, saatnya kita berjualan. Siapa tahu banyak penduduk kerajaan tetangga mau berlangganan pada kita," kata Putri Elnora.

Para penduduk pun membawa botol- botol.susu itu ke dalam gerobak. Matahari mulai terbenam. Putri Elnora menunggu dengan tak sabar.

Tiba-tiba, terdengar suara, "Putri Elnoraaaaaa! Celaka!".

Para penduduk tampak sedih, bahkan menangis tersedu. Alangkah terkejutnya Putri Elnora. Semua susu yang mereka bawa menjadi basi!

"Perjalanan yang jauh membuat semua susu rusak, Putri," kata seorang penduduk. Putri Elnora sedih bukan main. Dia pun meminta waktu untuk berpikir.

Putri pun merasa Elnora bingung sekali.

"Apa yang harus aku Lakukan?" kata Putri Elnora putus asa. Tiba-tiba, dia teringat perpustakaan milik kedua orang tuanya.

Dia bergegas ke sana. Ditelusurinya seluruh buku. Dan..."Aha! Ini dia!"

Dia menemukan buku berisi sejarah pengolahan makanan. Dibacanya buku itu dengan teliti.

"Jika seluruh susu diolah menjadi keju, tentu tak akan cepat rusak di perjalanan. Tapi, aku harus mencari cara agar kejuku spesial dibandingkan yang lainnya," gumamnya.

Putri Elnora mengajak para penduduk berkumpul untuk membicarakan rencananya. Mereka terbelalak mendengarnya.

"Keju? Bagaimana jika kita tak berhasil?" ujarnya.

"Kita tak pernah tahu jika tak mencoba. Keju buatan kita akan dicampur dengan rempah-rempah. yang ada di negeri ini. Jadi, keju kita menjadi lebih istimewa!" kata Putri Elnora. Semua pun kembali bersemangat.

Hari demi hari para penduduk bekerja keras untuk mengolah susu dan mencampur rempah. Akhirnya, keju-keju pun siap dijual. "Semoga ini membawa kebaikan bagi negeri kita," kata Putri Elnora.

Para penduduk pun berangkat, menaiki rangkaian gerobak. Malam pun menjelang. Gerobak-gerobak telah pulang.

"Putriii! Kita berhasil! Seluruh keju habis terjual!" teriak penasihatnya. Putri Elnora amat bahagia.

Kini, negeri mereka menjadi negeri penghasil keju rempah yang kaya raya. Namun, Putri Elnora tak pernah lupa dengan perjuangan penduduknya. Dia tetap dermawan, membantu negeri lain yang butuh bantuan.

4. Dongeng Princess Moana

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis kecil yang cantik bernama Moana di Pulau Motunui . Bahkan sejak kecil, ia mencintai lautan. Ia juga senang mendengarkan cerita Nenek Tala. Cerita favorit Moana adalah tentang dewa setengah manusia yang licik, Maui, yang mencuri jantung pulau induk, Te Fiti. Menurut Nenek, Maui mengganggu keseimbangan alam dengan mencuri jantung tersebut.

Ayah Moana, Kepala Suku Tui, percaya bahwa laut itu berbahaya. Penduduk pulau dilarang berlayar melewati terumbu karang! Tetapi Moana kecil merasakan ikatan yang mendalam dengan laut dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. Dia selalu ingin membantu. Dan laut menyadarinya dan memberi Moana hadiah istimewa.

Ketika Kepala Suku Tui mengangkat Moana, dia menjatuhkan hadiah itu. Untungnya, orang lain mengambilnya. Itu adalah Nenek Tala! Dia percaya bahwa hadiah dari laut itu adalah jantung Te Fiti.

Saat Moana tumbuh dewasa, ia bekerja keras untuk membantu memimpin bangsanya dan mengikuti aturan ayahnya. Tetapi ketika Moana berusia enam belas tahun, Nenek Tala memanggilnya.

"Sudah waktunya untuk belajar siapa dirimu sebenarnya," kata Nenek.

Ia membawa Moana ke sebuah gua tersembunyi yang penuh dengan perahu kuno, dan ketika Moana mulai menabuh gendang, BAM! BAM! BAM! Ia bisa merasakan roh leluhurnya. Mereka adalah penjelajah-pengembara di lautan.

Permintaan terakhir Nenek Tala adalah agar Moana melakukan perjalanan menyeberangi samudra, menemukan Maui, dan mengembalikan jantung Te Fiti. Maka, dengan jantung yang aman di dalam kalungnya, Moana berlayar. Tetapi berlayar di lautan lepas sangat sulit bagi Moana-terutama ketika badai menerjang!

Moana dan perahunya terdampar di sebuah pulau terpencil, dan di sana ia bertemu dengan Maui, sang setengah dewa! Maui bukanlah seperti yang Moana duga. Maui mencuri perahu Moana. Namun, ketika ia mencoba berlayar pergi, lautan memastikan Moana ikut bersamanya. Lautan menginginkan mereka untuk bekerja sama.

Maui berjanji akan membantunya mengembalikan jantung Te Fiti hanya jika Moana membantunya menemukan kail ajaibnya. Tetapi pertama-tama, mereka harus melewati Kakamora, pasukan bandit liar yang mengenakan tempurung kelapa. Kemudian, mereka harus menyelam ke Lalotai, alam para monster. Dengan cepat berpikir, Moana menipu Tamatoa, monster kepiting, dan dia serta Maui berhasil menemukan kail yang hilang.

Di sepanjang perjalanan, Maui mengajari Moana cara menemukan jalan, yaitu dengan menggunakan matahari, bintang, bulan, dan arus laut untuk bernavigasi. Dan ketika perjalanan menjadi terlalu sulit, roh Nenek Tala kembali.

"Ketahuilah siapa dirimu sebenarnya," kata roh Nenek kepada Moana.

Ketika Moana dan Maui akhirnya sampai di Te Fiti, ibu dari pulau itu telah lenyap. Sebagai gantinya, ada monster lava bernama Te Ka. Maui dan Moana mencoba segala cara, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan Te Ka.

Kemudian Moana mendapat ide. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Moana memberikan jantung itu kepada Te Ka dan Te Ka mengingat siapa dirinya sebenarnya... Dia adalah Te Fiti! Dengan jantungnya yang telah dipulihkan, Te Fiti mekar kembali. Dunia kembali seimbang.

Moana dan Maui mengucapkan selamat tinggal. Perjalanan mereka bersama telah berakhir. Maui berubah menjadi elang dan terbang pergi. Sudah waktunya bagi Moana untuk kembali kepada bangsanya.

Gadis muda dari Pulau Motunui itu kini tahu persis siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah seorang anak perempuan, seorang pemimpin, dan seorang penunjuk jalan. Dia adalah Putri Moana.

5. Dongeng Princess Aurora

Dahulu kala, di negeri sihir, hiduplah seorang putri cantik bernama Aurora. Ia dikenal di seluruh kerajaan karena kebaikan, keanggunan, dan senyumnya yang menghangatkan hati. Rambutnya seindah matahari, matanya sebiru langit, dan tawanya semanis kicauan burung.

Kisah Aurora dimulai di sebuah istana megah, tempat ia dilahirkan dari seorang raja dan ratu yang penuh kasih sayang. Kedatangannya membawa sukacita besar bagi kerajaan, dan raja serta ratu merayakan kelahirannya dengan pesta besar. Saat kerajaan bersukacita, tiga peri baik hati, Flora, Fauna, dan Merryweather, memberikan berkat mereka kepada putri kecil itu.

Flora, dengan gaun merah dan tongkat sihirnya, memberi Aurora hadiah kecantikan. Fauna, dengan gaun hijaunya, memberinya hadiah nyanyian. Merryweather, dengan gaun birunya, juga ingin memberi Aurora hadiah, tetapi sebelum dia selesai, seorang penyihir jahat bernama Maleficent muncul. Marah karena tidak diundang ke perayaan itu, dia mengutuk putri muda tersebut.

Maleficent menyatakan bahwa pada ulang tahun Aurora yang keenam belas, ia akan menusuk jarinya pada poros roda pemintal dan jatuh ke dalam tidur lelap yang hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati. Kerajaan dipenuhi kesedihan, dan para peri baik bertekad untuk melindungi sang putri dari kutukan tersebut.

Untuk menjaga Aurora tetap aman, mereka membawanya ke sebuah pondok tersembunyi di hutan, di mana dia diberi nama baru, Briar Rose. Di sana, dia menjalani kehidupan sederhana dengan para peri sebagai pelindungnya, dan dia tidak diberi tahu apa pun tentang identitas aslinya atau kutukan yang menghantuinya.

Bertahun-tahun berlalu, dan Aurora tumbuh menjadi gadis muda yang cantik. Ia sangat mencintai hutan dan semua makhluknya. Ia akan bernyanyi dan menari bersama hewan-hewan, dan hewan-hewan itu pun menjadi sahabat terdekatnya.

Pada malam sebelum ulang tahunnya yang keenam belas, para peri memutuskan sudah waktunya untuk memberi tahu Aurora kebenaran. Mereka membawanya kembali ke istana, di mana senyumnya yang hangat dan kecantikannya membuat semua orang bahagia. Tetapi seiring berjalannya malam, Aurora tertarik pada sebuah roda pemintal tua yang ia temukan di sebuah ruangan gelap dan tersembunyi.

Meskipun para peri telah memperingatkan, ia menusuk jarinya pada alat pemintal dan jatuh ke dalam tidur nyenyak yang penuh sihir, persis seperti yang dikatakan Maleficent. Raja dan ratu, diliputi kesedihan, meletakkan Aurora di atas hamparan bunga dan menangisi putri kesayangan mereka.

Para peri baik tahu bahwa Aurora hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati, dan mereka berangkat untuk menemukan pangeran yang dapat mematahkan kutukan tersebut. Pangeran Phillip, seorang pemuda pemberani dan baik hati, adalah orang yang bertemu Aurora di hutan dan jatuh cinta padanya sebagai Briar Rose.

Dengan bantuan para peri, Pangeran Phillip berjuang melewati duri, mengalahkan Maleficent dalam wujud naganya yang menakutkan, dan sampai di sisi Aurora. Dengan ciuman lembut, ia membangunkan sang putri dari tidurnya yang nyenyak, dan matanya berbinar penuh cinta saat ia menatap sang pangeran.

Kerajaan bersukacita, dan Aurora serta Pangeran Phillip menikah dalam upacara yang megah dan penuh sukacita. Sang pangeran telah membuktikan bahwa cinta sejati dapat menaklukkan kutukan apa pun, dan keduanya memerintah kerajaan dengan kebaikan dan keanggunan.

Dan begitulah, anakku sayang, inilah akhir dari kisah Putri Tidur. Kisah ini mengingatkan kita bahwa cinta dan keberanian dapat mengatasi bahkan kutukan tergelap sekalipun. Sekarang, pejamkan matamu dan biarkan mimpimu membawamu ke dunia sihir dan pesona. Selamat malam, dan semoga mimpimu seindah hati Aurora.

6. Dongeng Princess Ariel

Jauh di bawah laut, di mana airnya jernih dan biru, hiduplah seorang putri duyung kecil bernama Ariel. Ariel adalah putri duyung yang baik hati dan ingin tahu, dengan rambut panjang terurai dan suara seindah nyanyian ombak. Dia tinggal bersama ayahnya, Raja Laut, dan kelima kakak perempuannya di sebuah istana bawah laut yang megah.

Ariel senang mendengarkan cerita saudaranya tentang dunia di atas laut. Mereka bercerita tentang kapal, hutan, dan matahari yang cerah. Ia sangat ingin melihat semuanya sendiri. Tetapi ayahnya memperingatkannya bahwa putri duyung tidak diperbolehkan mengunjungi dunia manusia.

Pada suatu hari yang istimewa, Ariel akhirnya cukup besar untuk berenang ke permukaan. Dia tak sabar! Ketika sampai di permukaan air, dia melihat sebuah kapal megah dengan para pelaut yang menari dan tertawa. Di geladak berdiri seorang pangeran tampan. Ariel tak bisa mengalihkan pandangannya dari pangeran itu.

Tiba-tiba, awan gelap bergulir masuk, dan badai dahsyat pun terjadi. Ombak menghantam kapal, dan sang pangeran terlempar ke laut. Ariel berenang dengan cepat untuk menyelamatkannya. Dia membawanya ke pantai dan bernyanyi untuknya sampai sang pangeran membuka matanya. Tetapi sebelum sang pangeran dapat melihatnya, Ariel mendengar orang-orang datang dan menyelinap kembali ke laut.

Ariel tak henti-hentinya memikirkan sang pangeran. Ia ingin bersama pangeran, tetapi ia tahu manusia tidak bisa hidup di bawah air. Suatu hari, ia mengunjungi Penyihir Laut, yang terkenal dengan sihir gelapnya. Ariel meminta penyihir itu untuk mengubahnya menjadi manusia agar ia bisa bersama sang pangeran.

Penyihir Laut setuju, tetapi dengan satu syarat. Dia akan memberi Ariel kaki, tetapi Ariel harus menyerahkan suaranya. Jika pangeran tidak jatuh cinta padanya dan menikahinya, Ariel akan kembali menjadi putri duyung dan menjadi milik Penyihir Laut selamanya.

Meskipun itu pilihan yang sulit, Ariel setuju. Penyihir itu mengucapkan mantranya, dan Ariel berenang ke permukaan. Ketika dia mencapai pantai, ekornya berubah menjadi kaki. Pangeran menemukannya dan membantunya berdiri. Meskipun dia tidak bisa berbicara, pangeran itu baik dan penasaran padanya.

Ariel menghabiskan hari-harinya bersama pangeran, berjalan-jalan di taman dan tertawa bersama. Namun sang pangeran percaya bahwa orang lain telah menyelamatkannya selama badai karena dia tidak melihat wajah Ariel.

Saat matahari semakin tinggi, putri duyung kecil berdiri di atas kapal, hatinya dipenuhi tekad. Dia melirik sang pangeran, yang menatapnya dengan rasa terima kasih dan kehangatan, dan sesuatu di matanya mengatakan padanya bahwa dia benar-benar melihatnya sekarang.

Mantra penyihir laut itu tak lagi berkuasa atas dirinya, karena kebaikan dan keberaniannya telah mematahkannya. Suaranya kembali, lebih indah dari sebelumnya, dan dia menyanyikan sebuah lagu yang memenuhi kapal dengan sukacita. Sang pangeran, mendengar suaranya, menyadari bahwa dialah yang telah menyelamatkannya.

"Aku telah mencarimu!" serunya, hatinya berbinar.

"Kaulah penyelamatku yang sebenarnya, cintaku yang sejati," katanya.

Dengan penuh sukacita, mereka berpelukan, dan putri duyung kecil itu merasa seolah seluruh lautan ikut merayakannya. Keluarganya muncul dari ombak, bersorak atas kebahagiaannya. Bahkan penyihir laut, yang menyaksikan dari jauh, tak kuasa menahan senyum melihat cinta dan keberanian yang telah mengubah takdir putri duyung kecil itu.

Sang pangeran dan putri duyung kecil menikah dalam sebuah perayaan besar, dan sang putri duyung menemukan cara untuk tetap terhubung dengan laut yang dicintainya. Bersama-sama, mereka membangun jembatan antara daratan dan lautan, memungkinkan kedua dunia untuk hidup harmonis.

Sejak hari itu, putri duyung kecil menjalani hidup yang penuh dengan cinta, persahabatan, dan keindahan dari kedua dunia. Dan setiap kali dia berenang kembali untuk mengunjungi keluarganya di laut, air laut berkilauan dengan kebahagiaan, seperti halnya hatinya.

7. Dongeng Princess Cinderella

Dahulu kala, di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah seorang gadis muda bernama Cinderella. Ia memiliki hati yang lembut dan senyum yang menawan, tetapi nasibnya tidak seindah hatinya.

Setelah ibunya meninggal, ia tinggal bersama ibu tiri yang jahat dan dua saudara tiri yang sombong. Mereka memperlakukannya dengan kejam dan memaksa Cinderella bekerja tanpa henti mengenakan pakaian lusuh setiap hari.

Meski diperlakukan buruk, Cinderella tetap baik hati. Ia sering berbicara dengan burung dan binatang di taman, satu-satunya teman yang menemaninya. Suatu hari, kerajaan mengumumkan pesta dansa besar di istana. Semua gadis diundang, termasuk saudara tirinya yang langsung bersemangat menyiapkan gaun indah. Cinderella hanya bisa bermimpi bisa ikut, namun ibu tirinya melarang.

Malam pesta tiba, dan Cinderella ditinggalkan sendirian di rumah. Saat ia menangis di dekat perapian, muncul peri baik hati yang menenangkannya.

"Jangan sedih, kau akan pergi ke pesta," kata sang peri.

Dengan sihirnya, ia mengubah pakaian lusuh Cinderella menjadi gaun menakjubkan dan memberinya sepatu kaca berkilau. Sebuah labu berubah menjadi kereta indah, dan tikus-tikus kecil menjadi kuda.

Sebelum pergi, sang peri berpesan, "Ingat, sihir ini hanya berlaku sampai tengah malam." Cinderella pun berangkat ke istana. Saat tiba, semua mata tertuju padanya, termasuk sang pangeran yang langsung mengajaknya berdansa.

Mereka pun menari sepanjang malam hingga lonceng istana berdentang dua belas kali. Cinderella panik, berlari meninggalkan istana, dan salah satu sepatu kacanya tertinggal di tangga.

Keesokan harinya, pangeran mencari pemilik sepatu kaca itu ke seluruh negeri. Banyak gadis mencoba mengenakannya, termasuk dua saudara tiri Cinderella, tetapi tak satu pun cocok. Saat Cinderella meminta izin mencoba, sepatu itu pas sempurna di kakinya. Pangeran tahu bahwa dialah gadis yang ia cari.

Cinderella diundang ke istana dan hidup bahagia bersama sang pangeran. Ia tetap rendah hati dan bahkan memaafkan ibu tiri serta saudara tirinya. Dari kisahnya, semua orang belajar bahwa kebaikan dan ketulusan hati selalu membawa kebahagiaan sejati.

8. Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Dahulu kala, di sebuah kerajaan jauh, hiduplah seorang putri cantik bernama Putri Salju. Kulitnya seputih salju, bibirnya semerah mawar, dan rambutnya berwarna hitam bak arang. Ia tinggal bersama ibu tirinya, sang ratu, yang cantik tetapi berhati jahat dan penuh iri.

Setiap hari sang ratu bertanya pada cermin ajaib, "Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik di dunia ini?" dan cermin selalu menjawab, "Engkau, wahai ratu,". Namun saat Putri Salju tumbuh dewasa, kecantikannya melampaui sang ratu. Suatu hari cermin menjawab, "Putri Salju yang paling cantik di dunia,".

Ratu marah besar dan memerintahkan pemburu untuk membawa Putri Salju ke hutan dan tidak kembali. Namun, pemburu itu tidak tega.

"Larilah dan jangan kembali ke istana," katanya pelan.

Putri Salju pun berlari hingga menemukan pondok kecil di dalam hutan. Di dalamnya ada tujuh kursi, tujuh mangkuk, dan tujuh tempat tidur. Karena lelah, ia tertidur di sana.

Saat malam tiba, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok itu pulang dari tambang. Mereka heran melihat gadis cantik tidur di tempat mereka. Ketika Putri Salju terbangun, ia menceritakan segalanya. Kurcaci merasa iba dan mengizinkannya tinggal bersama mereka.

Sementara itu, sang ratu kembali bertanya pada cermin. Jawabannya tetap sama, yakni "Putri Salju, yang kini tinggal dengan tujuh kurcaci,". Dengan marah, sang ratu menyamar sebagai nenek tua dan membawa apel beracun ke pondok. Putri Salju yang polos tergoda untuk mencicipinya, dan begitu menggigit, ia jatuh pingsan.

Kurcaci yang pulang menemukan Putri Salju tak bernyawa. Mereka berduka dan menaruhnya di peti kaca di tengah hutan. Hingga suatu hari, seorang pangeran datang dan terpesona melihatnya. Ia mencium dahi Putri Salju, dan ajaibnya, sang putri terbangun. Kutukan pun lenyap.

Putri Salju akhirnya hidup bahagia bersama sang pangeran, namun ia tak pernah melupakan tujuh kurcaci yang telah menolongnya. Adapun ratu jahat kehilangan sihirnya dan lenyap selamanya.

Sejak itu, Putri Salju hidup damai, membuktikan bahwa kebaikan dan cinta sejati adalah sihir paling kuat di dunia.

9. Dongeng Princess Rapunzel

Dahulu kala, di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah seorang gadis bernama Rapunzel. Rambutnya panjang dan berwarna keemasan, mengalir seperti air dari menara tinggi tempat ia dikurung. Ia dibesarkan oleh seorang penyihir jahat yang menculiknya sejak bayi dan menamainya Rapunzel, diambil dari nama tanaman kesukaan ibunya.

Menara tempat Rapunzel tinggal tidak memiliki pintu maupun tangga, hanya jendela di puncak. Setiap kali penyihir ingin masuk, ia akan berseru, "Rapunzel, Rapunzel, turunkan rambutmu!" dan gadis itu akan menjulurkan rambutnya agar sang penyihir bisa memanjat.

Rapunzel tumbuh menjadi gadis cantik dan baik hati, namun kesepian. Ia menghabiskan hari-harinya bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan hewan hutan yang menjadi temannya. Suatu hari, seorang pangeran yang sedang berkuda di hutan mendengar suaranya yang indah. Ia mengikuti nyanyian itu hingga menemukan menara Rapunzel.

Mereka saling memperkenalkan diri dan berbincang dari jendela menara. Sejak hari itu, pangeran datang setiap hari untuk menemuinya. Mereka pun jatuh cinta dan berencana melarikan diri. Setiap kali datang, sang pangeran membawa sehelai kain sutra agar Rapunzel bisa membuat tangga.

Namun suatu hari, tanpa sengaja Rapunzel menyebut nama pangeran di depan penyihir. Sang penyihir marah besar, memotong rambut Rapunzel, dan membuangnya jauh ke hutan. Saat pangeran datang malam itu, penyihir menjulurkan rambut palsu Rapunzel. Begitu pangeran memanjat, ia terkejut melihat penyihir dan terjatuh ke semak berduri. Matanya terluka dan ia menjadi buta.

Selama bertahun-tahun, pangeran berkelana mencari Rapunzel. Hingga suatu hari, ia mendengar suara nyanyian yang tak asing. Ia mengikuti suara itu dan menemukan Rapunzel. Gadis itu meneteskan air mata bahagia, dan ajaibnya, air matanya menyembuhkan mata sang pangeran.

Mereka pun kembali ke kerajaan dan hidup bahagia bersama. Cinta mereka menjadi kisah abadi, mengajarkan bahwa harapan dan kasih yang tulus mampu mengalahkan segala kejahatan.

10. Dongeng Princess Coral dan Si Bajak Laut

Dahulu, di sebuah istana indah di tepi laut biru berkilau, hiduplah seorang putri bernama Princess Coral. Setiap pagi, ia menyapa laut dari jendela kamarnya.

"Selamat pagi, laut!" katanya ceria.

Ombak menjawab dengan "Byur, byur, byur!" dan camar berteriak "Kaa, kaa, kaa!"

Suatu hari, badai besar datang. Langit gelap, petir menyambar, dan angin berhembus kencang. Dari jendelanya, Princess Coral melihat sebuah kapal bajak laut terdampar di bebatuan. Ia mendengar seseorang berteriak, "Tolong! Tolong kami!"

Coral melihat seorang anak laki-laki dengan penutup mata dan bandana merah. Ia takut, tapi ketika mendengar, "Temanku sakit! Tolong dia!" hatinya berdebar kuat. "Aku harus berani," katanya.

Ia mengambil tali panjang dan berlari ke pantai. "Pegang talinya!" teriaknya. Anak itu menangkap tali sambil memeluk burung beo hijaunya yang lemah. Dengan susah payah, mereka menarik bersama sampai akhirnya sang bajak laut berhasil sampai ke darat.

"Aku Sam," katanya lembut.

"Ini Polly, sahabatku. Dia sudah sakit tiga hari," lanjutnya.

Princess Coral melihat Sam merawat burung itu dengan penuh kasih.

"Aku pikir bajak laut itu jahat," katanya pelan.

"Tapi kamu baik sekali," ujarnya.

Ia tersenyum.

"Aku Princess Coral. Ayo, kita ke dapur istana. Koki kami tahu cara menyembuhkan hewan," tuturnya.

Sang koki menatap Polly dan berkata, "Ia hanya butuh biji khusus dan sup hangat." Mereka memberi makan burung itu. Tak lama, Polly mulai berkicau, "SQUAWK! Aku sembuh! Terima kasih, Princess!"

Sam tersenyum lega. "Kau menyelamatkan sahabatku. Terima kasih!" Coral pun tertawa. "Aku juga belajar kalau bajak laut tak selalu menakutkan,". Sam membalas, "Dan ternyata putri juga bisa berani dan baik hati!"

Setelah itu, Coral membantu Sam memperbaiki kapalnya. "Ketuk, ketuk, ketuk!" bunyi palu mereka. "Byur, byur!" bunyi cat yang mereka sapukan.

Akhirnya kapal siap berlayar lagi. "Terima kasih, Princess Coral," kata Sam.

"Sampai jumpa!"

"Selamat berlayar, Pirate Sam!" balas Coral sambil melambaikan tangan.

"SQUAWK! Sampai jumpa!" seru Polly gembira.

Princess Coral tersenyum melihat kapal itu menghilang di cakrawala. Ia tahu, keberanian dan kebaikan bisa melahirkan persahabatan yang indah.

11. Dongeng Princess Penelope dan Si Raksasa Hutan

Princess Penelope tinggal di istana indah dengan taman bunga dan menara tinggi. Ia punya gaun berkilau, sepatu cantik, dan banyak mainan. Tapi setiap hari terasa sama dan membosankan. Ia harus duduk tegak, makan dengan sendok kecil, dan berjalan hati-hati.

"Andai aku punya teman," keluhnya sambil menatap burung-burung di langit.

Suatu pagi yang cerah, Penelope memutuskan menjelajah hutan di belakang istana. Daun kering berderak di bawah langkahnya, dan udara terasa segar. Di tengah hutan, ia mendengar suara tangis. Setelah mengikuti suara itu, ia menemukan seekor raksasa lembut duduk di tepi sungai kecil.

"Halo," sapa Penelope lembut.

"Kenapa kamu sedih?" tanyanya.

"Aku Bertram," jawab si raksasa.

"Aku kesepian. Semua orang takut padaku," ujarnya.

Penelope pun tersenyum.

"Aku juga kesepian. Hidup di istana tak selalu menyenangkan," ujarnya.

Mereka pun bercerita. Bertram menceritakan pagi yang ia habiskan bermain di sungai dan memetik buah beri, sementara Penelope bercerita tentang aturan makan dengan sendok emas dan duduk tegak di kursi besar. Mereka tertawa bersama. Lalu Penelope mendapat ide.

"Bagaimana kalau kita bertukar tempat sehari saja?" katanya.

Mereka pun mencoba. Penelope melepas gaunnya dan bermain di hutan, memanjat pohon dan melompat ke sungai. Ia tertawa senang meski tubuhnya penuh lumpur. Sementara itu, Bertram berusaha bersikap seperti putri di istana. Ia berjalan perlahan, makan dengan sendok kecil, dan mencoba menunduk sopan, tapi semuanya terasa canggung dan melelahkan.

Saat sore tiba, mereka bertemu lagi di sungai. Penelope kotor dan lelah, sementara Bertram tampak jenuh dengan aturan istana. Mereka saling tertawa.

"Menjadi diriku sendiri ternyata yang paling menyenangkan," kata Penelope.

"Dan rumah adalah tempat di mana kita merasa bahagia," lanjutnya.

Bertram pun mengangguk.

"Yang terbaik hari ini adalah punya teman baru," ungkapnya.

Sejak saat itu, Princess Penelope sering datang ke hutan untuk bermain dengan Bertram. Mereka memanjat pohon, bercerita, dan tertawa bersama. Kadang, Bertram datang ke taman istana untuk minum teh di bawah pohon apel. Mereka belajar bahwa petualangan terbaik adalah yang dijalani bersama sahabat sejati.

12. Dongeng Princess Maris dan Jembatan Pelangi yang Patah

Di sebuah kerajaan di antara pegunungan tinggi dan danau berkilau, hiduplah Princess Maris, seorang putri pemberani dan penuh rasa ingin tahu. Suatu senja, dari balkonnya, ia melihat sesuatu aneh di langit, yaitu jembatan pelangi yang menghubungkan dunia manusia dan negeri langit tampak retak dan pudar warnanya.

Maris merasa ada yang salah. Tanpa jembatan itu, kedamaian antara dua dunia bisa hilang. Maka, saat fajar menyingsing, ia membawa bekal kecil dan ditemani burung birunya, Lila, memulai perjalanan untuk memperbaikinya.

Mereka menembus Hutan Berbisik, tempat pepohonan bisa berbicara. Pohon ek tua memberi tahu bahwa untuk menyatukan jembatan, Maris harus menemukan tiga pecahan pelangi: Batu Ruby Merah, Cahaya Emas, dan Air Mata Biru.

Di padang rumput, penjaga pertama, seekor rusa megah, menguji kebaikan hatinya. Maris menolong seekor tikus kecil yang terjebak, dan tanah berkilau, menampakkan Batu Ruby Merah. Di danau berkilau, penjaga kedua, seekor angsa putih, menguji keberaniannya.

Saat badai datang, Maris menyelamatkan anak bebek yang hampir tenggelam dan menerima Cahaya Emas. Terakhir, di puncak gunung, burung elang besar meminta Maris menunjukkan kerendahan hati. Saat hampir menyerah, Lila datang menolongnya, membuat Maris sadar bahwa menerima bantuan juga bentuk kebijaksanaan. Ia pun memperoleh Air Mata Biru.

Dengan ketiga pecahan itu, Maris berdiri di bawah pelangi yang retak. Ia menggabungkannya sambil berdoa tulus. Warna-warna kembali bersinar, membentuk pelangi utuh di langit. Dunia manusia dan langit bersatu kembali dalam damai.

Maris pulang sebagai pahlawan. Ia belajar bahwa keberanian, kebaikan, dan kebijaksanaan bisa memperbaiki apa pun yang rusak. Dan setiap kali pelangi muncul di langit, rakyatnya mengingat kisah sang putri yang menjahit langit dengan hatinya yang penuh dengan harapan.

13. Dongeng Princess Liora dan Cahaya Luminara

Dahulu kala, di sebuah negeri bernama Luminara, cahaya berkilau menari di udara seperti peri-peri mungil. Negeri itu makmur dan indah, dipenuhi taman bunga berwarna-warni. Di tengahnya berdiri istana megah tempat tinggal Princess Liora, gadis berhati lembut dengan rambut keemasan seperti sinar mentari dan mata sebening langit pagi.

Suatu pagi, Liora terbangun dan mendapati kerajaan sunyi. Ia segera mencari sahabat setianya, seekor rubah bijak bernama Zephyr.

"Ada yang tidak beres," katanya cemas.

Zephyr pun mengangguk.

"Cahaya Luminara mulai memudar," ujarnya.

Untuk menyelamatkan kerajaannya, mereka pergi mencari tahu penyebabnya. Di tengah hutan, mereka bertemu burung hantu tua bernama Eldric, yang berkata, "Cahaya itu dicuri oleh Shadow Sorceress yang tinggal di gua bawah tanah. Ia ingin menenggelamkan Luminara dalam kegelapan,".

Dengan peta pemberian Eldric, Liora dan Zephyr menempuh perjalanan berbahaya menuju gua. Di sana, mereka menolong peri kecil yang terjebak dan mendapat hadiah kristal bercahaya sebagai penerang jalan.

"Ingat, bahkan cahaya kecil bisa menembus kegelapan terdalam," ujar sang peri.

Di dalam ruang terdalam gua, mereka berhadapan dengan Shadow Sorceress.

"Kau takkan bisa mengalahkanku, anak kecil," ucapnya.

Namun Princess Liora mengangkat kristal tinggi-tinggi.

"Cahaya selalu menemukan jalannya," katanya tegas.

Seketika, cahaya memancar, mengusir bayangan dan memusnahkan kegelapan. Liora menemukan kembali jantung cahaya Luminara, lalu pulang bersama Zephyr. Saat mereka tiba, sinar terang memenuhi langit. Bunga-bunga bermekaran, burung-burung bernyanyi, dan seluruh rakyat bersorak gembira.

Di hadapan rakyatnya, Liora berkata, "Cahaya Luminara hidup di dalam hati kita semua, cahaya harapan dan kasih yang tak akan padam,".

Sejak hari itu, kerajaan Luminara bersinar lebih indah dari sebelumnya. Princess Liora dan Zephyr terus menjelajah negeri mereka dengan hati penuh cinta dan keberanian, menjaga cahaya agar tetap menyala untuk selamanya.

Itulah kumpulan dongeng princess yang bisa dibacakan sebelum anak tidur dari kisah Jasmine, Sofia, Aurora, hingga Moana. Semoga bisa menjadi inspirasi ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda