parenting
3 Dongeng Gajah dan Semut untuk Diceritakan Sebelum Tidur
HaiBunda
Sabtu, 17 Jan 2026 18:30 WIB
Daftar Isi
Gajah dan semut menjadi karakter yang banyak dibuat menjadi dongeng untuk anak-anak. Si Kecil suka dibacakan dongeng gajah dan semut juga, Bunda?
Selain meningkatkan bonding, beberapa cerita diketahui juga memiliki pesan moral yang baik untuk anak.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua berinteraksi secara verbal dengan anak-anak, termasuk dengan membacakan cerita sebelum tidur, ini juga bermanfaat bagi perkembangan otaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, Bethesda, G. Reid Lyon, Ph.D, manfaat lain seperti peningkatan keterampilan logika dan menurunkan stres juga signifikan.
"Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon, seperti dikutip dari Parents.
Dongeng gajah dan semut untuk anak-anak
Berikut beberapa pilihan dongeng gajah dan semut untuk dibacakan sebelum tidur seperti dikutip berbagai sumber:
1. Dongeng Gajah dan Semut #1
Dongeng pengantar tidur ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Gajah oleh Yoyok Rahayu Basuki:
Di masa lalu, ada lebih banyak hutan daripada sekarang, dan gajah liar sangat banyak. Pada suatu ketika, semut merah dan semut hitam sedang menggali tanah ketika seekor gajah liar muncul.
Gajah itu berkata, "Mengapa kamu menggali di sini? Aku akan menginjak-injak semua pekerjaanmu."
Jawab semut, "Mengapa kamu berbicara seperti ini? Jangan memandang rendah kami karena kami kecil. Mungkin kami lebih baik darimu dalam beberapa hal."
Gajah itu berkata, "Jangan bicara omong kosong, tidak ada yang bisa mengalahkanku. Aku dalam segala hal adalah hewan terbesar dan terkuat di muka bumi."
Kemudian semut berkata, "Baiklah, mari kita berlomba dan siapa yang akan menang. Kecuali kamu menang, kami tidak akan mengakui bahwa kamu adalah yang tertinggi."
Mendengar hal ini, gajah menjadi marah dan berteriak, "Baiklah, ayo kita mulai sekarang juga."
Gajah itu berlari dengan sekuat tenaga dan ketika lelah, dia melihat ke bawah tanah dan ada dua semut.
Jadi dia mulai lari lagi. Ketika dia berhenti dan melihat ke bawah, ada dua semut di tanah jadi dia berlari lagi. Tetapi di mana pun dia berhenti, dia melihat semut, dan akhirnya dia berlari sejauh itu hingga mati dari kelelahan.
Ada pepatah bahwa semut lebih banyak di dunia ini daripada jenis makhluk hidup lainnya, dan yang terjadi adalah kedua semut itu tidak pernah berlari sama sekali tetapi tetap di tempatnya.
Setiap kali gajah melihat ke tanah, ia melihat beberapa semut berlarian dan berpikir bahwa mereka adalah dua semut yang pertama, dan karenanya gajah berlari sampai mati.
2. Dongeng Gajah dan Semut #2
Dikutip dari laman firstcry, simak yuk dongeng gajah dan semut untuk anak:
Pada suatu waktu, di sebuah hutan yang jauh, hiduplah seekor gajah yang sangat besar. Karena punya tubuh lebih besar daripada semua hewan lain di hutan, ia sangat bangga dengan kekuatannya.
Gajah bahkan sering mengganggu hewan-hewan lain, dan tidak ada yang berani menegurnya karena mereka semua takut akan ukuran tubuhnya.
Di hutan yang sama, hiduplah sebuah keluarga semut. Mereka adalah keluarga pekerja keras yang selalu sibuk melakukan pekerjaan sehari-hari.
Saat siang, mereka mengumpulkan makanan. Lalu pada malam hari, mereka menikmati hasil jerih payah mereka.
Suatu hari, ketika para semut sedang mencari makanan, mereka melihat gajah sedang bermain di dekat sebuah kolam air.
Begitu gajah besar yang jahat itu melihat keluarga semut, ia menyemburkan air ke arah mereka dengan belalainya.
Semua semut terkejut bukan main. Gajah pun tertawa terbahak-bahak melihat semut-semut tersebut kaget.
"Apa yang kamu lakukan?" teriak seekor semut kecil dengan marah. "Kami tidak pernah menyakitimu, lalu mengapa kamu melakukan ini kepada kami? Apakah menyenangkan bagimu untuk mengganggu yang lain?"
"Oh, diam kau semut kecil!" kata gajah itu. Menurutmu siapa dirimu sampai berani membantahku seperti itu? Satu kata lagi, dan aku akan menginjak kalian semua dalam sekejap."
Semut kecil itu tidak punya pilihan selain diam. Mereka semua lalu segera pulang menuju rumah dengan setenang mungkin.
Setelah sampai di rumah, semut kecil itu dinasihati oleh semut-semut lain agar tidak mencari masalah dengan gajah dan melupakan saja kejadian tadi.
"Gajah itu besar dan jahat. Lebih baik tidak mencari masalah dengannya dan hidup dengan damai," ucap anggota tertua keluarga semut.
Setelah berpikir dengan matang, semut kecil itu berkata, "Baiklah. Aku akan melihat apa yang bisa dilakukan," lalu ia pergi.
Malam itu, ketika gajah sedang tidur, semut kecil itu diam-diam keluar dari rumahnya dan menuju ke tempat gajah berada.
Melihat gajah tertidur pulas, semut kecil itu berpikir, "Cukup sudah perundunganmu, gajah! Sekarang lihat apa yang akan kulakukan."
Dengan pikiran itu, semut tersebut masuk ke dalam belalai gajah dan mulai menggigitnya, ia menggigit dengan sekuat tenaga.
"Aduh! Aduh! Sakit sekali!" jerit gajah itu sambil terbangun.
"Apa rasa sakit ini? Apa yang menggigitku?" teriak gajah dengan gelisah.
Gajah itu mencoba segala cara, tetapi tidak bisa mengeluarkan semut dari belalainya. Gajah sebesar itu tidak dapat berbuat apa-apa terhadap seekor semut kecil.
"Tolong berhenti! Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi. Tolong berhenti menggigitku,”" gajah tersebut memohon-mohon sambil kesakitan.
Semut itu berhenti menggigitnya dan berkata, "Nah, sekarang kamu tahu bagaimana perasaan orang lain ketika kamu menyakiti dan menindas mereka, bukan?"
"Ya, aku tahu," tangis gajah itu. "Aku tidak menyadari rasa sakit yang telah kutimbulkan pada mereka, tetapi sekarang aku mengerti. Tolong maafkan aku dan keluarlah dari belalaiku."
"Aku akan keluar, tetapi hanya dengan satu syarat," kata semut kecil itu. "Berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan pernah menindas atau mengejek hewan lain lagi."
"Aku tidak akan melakukannya, aku janji," kata gajah itu.
Begitu semut itu mendengar hal tersebut, ia segera keluar dari belalai gajah. Gajah itu pun menghela napas panjang dengan lega.
"Aku benar-benar minta maaf," kata gajah itu menyesal. "Sekarang setelah aku tahu, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
Sejak hari itu, gajah yang perkasa tidak pernah mengganggu siapa pun lagi. Ia menjadi sahabat semua hewan di hutan dan hidup dengan damai.
3. Dongeng Gajah dan Semut #3
Di masa lalu, ada lebih banyak hutan daripada sekarang, dan gajah liar sangat banyak.
Pada suatu ketika, semut merah dan semut hitam sedang menggali tanah, ketika seekor gajah liar muncul dan berkata, "Mengapa kamu menggali di sini? Aku akan menginjak-injak semua pekerjaanmu."
Semut pun menjawab, "Mengapa kamu berbicara seperti itu? Jangan memandang rendah kami karena kami kecil, mungkin kami lebih baik darimu dalam beberapa hal."
Gajah berkata lagi, "Jangan bicara omong kosong, tidak ada yang bisa mengalahkanku. Aku dalam segala hal adalah hewan terbesar dan terkuat di muka bumi."
Kemudian semut berkata, "Baiklah, mari kita berlomba dan melihat siapa yang akan menang. Kecuali kamu menang, kami tidak akan mengakui bahwa kamu yang tertinggi."
Mendengar hal ini, gajah menjadi marah dan berteriak, "Baiklah, ayo kita mulai sekarang juga," dan gajah itu berlari dengan sekuat tenaga.
Ketika lelah, dia melihat ke bawah tanah dan ada dua semut.
Jadi dia mulai lagi, dan ketika dia berhenti dan melihat ke bawah, ada dua semut. Lalu ia berlari lagi.
Tapi di mana pun dia berhenti, dia melihat semut, dan akhirnya dia berlari sejauh itu hingga jatuh mati karena kelelahan.
Ada pepatah bahwa semut lebih banyak di dunia daripada jenis makhluk hidup lainnya, dan yang terjadi adalah kedua semut itu tidak pernah berlari sama sekali tetapi tetap di tempatnya.
Tapi setiap kali gajah melihat ke tanah, ia melihat beberapa semut berlarian dan berpikir bahwa mereka adalah dua semut yang pertama, dan karenanya ia berlari sampai mati.
Kisah ini mengajarkan untuk tidak meremehkan orang, karena suatu saat ia mungkin memiliki kesempatan untuk mempermalukan kita.
Itulah beberapa tentang dongeng-dongeng gajah dan semut untuk diceritakan sebelum tidur pada Si Kecil. Mana yang jadi favoritnya?
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
5 Cerita Dongeng tentang Kejujuran, Bacakan ke Anak sebagai Pengantar Tidur
Parenting
6 Dongeng Anak Sebelum Tidur yang Mendidik
Parenting
10 Dongeng Anak Sebelum Tidur Paling Populer
Parenting
3 Manfaat Membacakan Cerita Dongeng pada Anak Sejak Masih Janin di Kandungan
Parenting
Bawang Merah Bawang Putih, Dongeng Anak yang Sarat Pesan Moral
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
15 Cerita Dongeng Nusantara Penuh Makna untuk Diceritakan ke Anak
20 Dongeng Seru Panjang dan Pendek untuk Diceritakan Anak Sebelum Tidur
7 Dongeng untuk Mengajarkan Anak Cinta dan Kasih Sayang