HaiBunda

PARENTING

Bayi Mengepal Tangan Sampai Usia Berapa? Ketahui Perkembangannya

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 22 Jan 2026 18:30 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir/Foto: iStock
Jakarta -

Pernahkah Bunda bertanya-tanya kenapa bayi suka mengepalkan tangannya? Hal ini sebenarnya normal, kok. Nah, sebenarnya bayi mengepal tangan sampai usia berapa, ya?

Dikutip dari Baby Center, kepalan tangan yang erat termasuk salah satu dari beberapa refleks yang dimiliki oleh bayi baru lahir. Hal ini akan berlangsung terutama di minggu-minggu awal setelah kelahiran Si Kecil.

Dengan kata lain, bayi mengepal tangan termasuk reaksi yang wajar. Gerakan ini bahkan dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik halus bayi seiring bertambah usia.


Kebiasaan mengepal tangan dengan erat ini disebut juga sebagai palmar grasp. Hal ini merupakan salah satu dari banyak gerakan refleks tidak disengaja yang dilakukan bayi.

Mengapa bayi suka mengepalkan tangan?

Bayi mengepalkan tangan mereka karena berbagai alasan. Menurut dokter spesialis anak Ariana Witkin, faktanya perilaku ini termasuk umum dan normal.

"Bayi baru lahir mengepalkan tangan mereka karena refleks neurologis yang disebut palmar grasp. Refleks ini aktif ketika sesuatu disentuhkan ke telapak tangan bayi baru lahir, seperti jari Ayah atau Bunda," ujar Witkin, dikutip dari Healthline.

Kepalan tangan bayi juga bersifat naluriah, karena mencerminkan posisi meringkuk yang dilalui bayi saat berada di dalam rahim Bunda. 

Selain itu, terkadang mengepalkan tangan bisa menjadi tanda Si Kecil sedang lapar atau stres.

"Ketika bayi baru lahir merasa haus atau lapar, seluruh tubuh mereka cenderung menegang, termasuk di bagian kepalan tangan. Nanti saat mereka sudah kenyang, kepalan tangan akan terbuka dan menjadi lebih rileks," imbuh Witkin.

Karena mengepalkan tangan pada bayi merupakan refleks naluriah, mereka juga dapat melakukannya saat terlalu terstimulasi, stres, lelah, atau sekadar sedang terjaga.

Perlukah kepalan tangan bayi dibuka 'paksa'?

Para ahli berpendapat bahwa meskipun Bunda bisa saja mencoba membuka kepalan tangan bayi baru lahir, tapi hal tersebut sebenarnya tidak perlu. Kepalan tangan tersebut nanti terbuka dengan sendirinya seiring waktu. 

Jika Bunda ingin mencoba membuka kepalan tangan bayi, sebaiknya dilakukan saat bayi dalam keadaan rileks. Misalnya dengan mengusap lembut tangan mereka.

"Orang tua tidak perlu melakukan apa pun untuk membantu bayi membuka kepalan tangannya," pesan dokter spesialis anak lainnya, Elizabeth Cilenti, dikutip dari The Bump.

Meski demikian, ada situasi tertentu di mana Bunda mungkin perlu membuka kepalan tangan bayi dengan lembut. Contohnya, saat mereka kebetulan melilitkan tangan mereka pada rambut mereka sendiri atau rambut Bunda.

Bayi mengepal tangan sampai usia berapa? 

Refleks palmar biasanya menghilang di usia antara 3 hingga 4 bulan. Si Kecil akan mulai merilekskan kepalan tangan seiring berkembangnya sistem saraf mereka.

Setelah itu, bayi mulai menggunakan tangannya mulai sekitar usia 5 atau 6 bulan. Hal ini tepatnya ketika bayi mulai mampu menggenggam dan melepaskan benda.

Kendati demikian, bayi mungkin akan belajar meraih benda yang mereka inginkan (seperti mainan, kerincingan, atau botol susu) sebelum mereka benar-benar mampu memegangnya.

Oleh sebab itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua untuk mulai memperkenalkan sendok dan cangkir sedotan (sippy cup) sejak usia 6 bulan. 

Tips membantu bayi merilekskan genggaman tangan

Ilustrasi bayi baru lahir/Foto: Getty Images/damircudic

Dikutip dari Web MD, ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk membantu melatih tangan bayi lebih rileks:

1. Memijat tangan

Berikan pijatan lembut pada telapak tangan bayi menggunakan ibu jari, lalu tekan perlahan dengan gerakan melingkar dari tengah ke arah luar.

Dengan bergerak perlahan ke arah luar, Bunda dapat mendorong bayi untuk membuka jari-jari mereka sendiri tanpa paksaan.

2. Berikan sentuhan dengan tekstur baru

Setelah tangan bayi terbuka, perkenalkan mereka pada sensasi sentuhan yang baru. Dengan menunjukkan bagaimana rasanya berbagai tekstur di tangan mereka, saraf dan otot Si Kecil pun akan 'terbangun'.

Bunda bisa menggunakan karpet, mainan lembut, dan benda dengan tekstur yang berbeda. 

3. Memberi tekanan

Jika bayi senang berbaring tengkurap atau duduk, letakkan tangan mereka di depan tubuh dan dorong mereka untuk menumpukan berat badan pada tangan tersebut.

Selain itu, Bunda bisa menempatkan mereka pada posisi bertumpu pada tangan dan lutut. Amati apakah mereka bisa menyeimbangkan diri dalam posisi tersebut.

4. Mengajarkan cara menggenggam

Jika Bunda ingin menawarkan mainan yang menarik kepada bayi, mereka mungkin akan membuka tangan untuk mengambil mainan tersebut. 

Pilih mainan dengan ukuran yang bervariasi agar bayi belajar menyesuaikan genggaman mereka untuk memegang masing-masing benda. Aktivitas ini dapat membantu meregangkan dan memperkuat otot-otot tangan mereka.

5. Bermain memberi dan menerima

Setelah bayi bisa menggenggam dan mengambil mainan, mintalah mereka untuk memberikan mainan tersebut kepada Bunda. 

Jika mereka tidak mau melepaskannya, gerakkan pergelangan tangan mereka dengan lembut ke belakang untuk mendorong mereka membuka tangan. Namun, jangan memaksanya. 

Gunakan perintah sederhana seperti, 'berikan mainan itu ke Bunda', nanti lama-kelamaan bayi akan memahami permintaan tersebut.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Ingat, mengepalkan tangan pada bayi sepenuhnya normal. Namun, jika kebiasaan ini tidak hilang hingga usia 6 bulan, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter. 

Mengepalkan tangan yang terus berlanjut pada bayi yang usianya lebih tua dan balita dapat menjadi tanda gangguan fungsi motorik. Contohnya seperti cerebral palsy.

Di sisi lain, jika bayi baru lahir sering kali membiarkan tangannya terbuka dan tampak tidak memiliki refleks palmar, sebaiknya segera juga lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini dapat mengindikasikan adanya masalah neurologis.

Itulah penjelasan tentang perkembangan mengepal tangan pada bayi. Hal ini merupakan bagian yang sepenuhnya wajar dari perilaku dan perkembangan bayi, tapi tak ada salahnya untuk berkonsultasi jika Bunda ragu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanda Anak Mengalami Child Grooming dan Alasan Mereka Tidak Melawan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Fakta Gaya WOT dalam Berhubungan Intim Suami Istri

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Potret Rumah Ibunda Luna Maya di Pulau Rote, Menghadap Langsung ke Pantai

Mom's Life Pritadanes & Annisa Karnesyia

Serius Lindungi Anak, Negara Ini Larang Iklan Junk Food Sebelum Jam 9 Malam

Parenting Indah Ramadhani

Bukan Mandul, Kisah Bunda Sulit Hamil karena Ternyata 'Alergi Suami'

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kumpulan Resep dr. Zaidul Akbar untuk Obati Semua Penyakit dari Asam Urat-Kolesterol

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Intip Potret Diar Putri Danang DA & Istri Dokter, Usia 5 Bulan Sudah Diajak Syuting

6 Fakta Gaya WOT dalam Berhubungan Intim Suami Istri

Serius Lindungi Anak, Negara Ini Larang Iklan Junk Food Sebelum Jam 9 Malam

Cha Eun Woo Dituding Penggelapan Pajak Rp230 Miliar, Simak Detailnya!

Potret Rumah Ibunda Luna Maya di Pulau Rote, Menghadap Langsung ke Pantai

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK