PARENTING
YouTube Resmi Hadirkan Fitur Blokir Shorts untuk Anak, Ini Cara Setting di Handphone
Indah Ramadhani | HaiBunda
Rabu, 21 Jan 2026 13:00 WIBTahukah Bunda, baru-baru ini YouTube mengumumkan bahwa mereka resmi hadirkan fitur untuk memblokir Shorts, atau video pendek YouTube. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan kecanduan anak terhadap video-video pendek.
Pada Rabu (14/1/2026), dalam pengumuman resmi YouTube, disampaikan bahwa orang tua kini sudah bisa mengatur batas waktu serta membatasi penggunaan Shorts pada anak dengan rentang waktu yang dapat dikustomisasi.
“Orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol ketika mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus mengerjakan pekerjaan rumah, dan mengubahnya menjadi 60 menit selama perjalanan panjang di dalam mobil untuk hiburan,” jelas YouTube, mengutip dari CNN.
Selain fitur tersebut, orang tua juga bisa menggunakan fitur “Take a Break” dan “Bedtime Reminder” sebagai pengingat waktu tidur dan beristirahat. Namun, diketahui pada akun yang pemiliknya berusia di bawah 18 tahun, fitur ini sudah terpasang otomatis dan akan terus berjalan, Bunda.
Upaya YouTube membantu orang tua mengawasi anak-anak mereka
Selain fitur pembatasan, YouTube juga mempersembahkan fitur berupa pendaftaran baru untuk memudahkan orang tua dalam membuat akun yang digunakan untuk mengawasi anak-anak mereka.
Fitur ini juga akan memudahkan proses peralihan akun anak yang di bawah umur dengan akun orang dewasa, di satu perangkat yang digunakan bersama. Ini akan membuat para orang tua lebih mudah dalam mengawasi riwayat tontonan anak mereka.
YouTube berkomitmen untuk menjadi platform yang ramah bagi seluruh penggunanya. Mereka juga memperbarui pedoman untuk jenis konten yang direkomendasikan dan dapat diakses oleh pengguna berusia remaja.
YouTube akan memprioritaskan video yang melibatkan unsur pengetahuan dan kredibilitas, seperti video yang membangun rasa ingin tahu dan inspirasi, membangun keterampilan dan pengalaman hidup, serta video yang berisi informasi kredibel yang mendukung kesejahteraan.
Sebagai bentuk pencegahan, YouTube juga akan menghentikan secara otomatis video yang sudah ditonton berulang kali, mengarah kepada konten yang berbahaya, hingga konten yang membuat penggunanya insecure, seperti video yang mengidealkan tipe tubuh tertentu.
Pengoptimalan pengamanan yang dilakukan YouTube dan platform online lainnya
Pembaruan ini diketahui mengikuti rencana YouTube sejak tahun lalu, Bunda. Mereka sampaikan bahwa AI akan membantu memperkirakan usia pengguna dan menempatkan pengguna yang di bawah 18 tahun untuk diperlakukan lebih protektif, terlepas dari tanggal lahir yang mereka berikan saat mendaftar.
Selain YouTube, juga terdapat beberapa platform online yang meluncurkan kebijakan keamanan terhadap penggunanya. Induk perusahaan YouTube, Google juga menjadi sorotan setelah memperbarui kebijakan yang mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna yang berusia 13 tahun dapat menghapus pengawasan orang tua dari akun mereka.
Cara setting di handphone atau perangkat Bunda
Dengan demikian, pembaruan-pembaruan tersebut merupakan langkah nyata bagi platform online yang mengedepankan pengawasan dan perlindungan pada pengguna mereka, terutama anak-anak di bawah umur dan remaja. Berikut ini cara mengaktifkan kontrol orang tua dalam membatasi penggunaan Shorts pada anak.
- Buka aplikasi YouTube di ponsel orang tua.
- Masuk ke menu Profil, kemudian klik Family Center.
- Pilih Supervised Account, yaitu akun anak yang ingin diawasi.
- Masuk ke Controls atau Pengaturan Konten.
- Pilih menu YouTube Shorts.
- Atur batas waktu harian atau pilih “Blokir” Shorts.
- Bila perlu, Bunda bisa aktifkan fitur “Take a Break” dan “Bedtime Reminder”.
Cara membatasi tayangan short atau video pendek YouTube
Berikut langkah yang bisa dicoba:
- Buka aplikasi YouTube di handphone
- Buka profile lalu klik setting
- Pilih time management
- Bunda bisa mengatur durasi penggunaan short, mulai jam pemakaian hingga jam berakhir.
Dampak negatif dari kecanduan video pendek pada anak
Seorang ahli psikiater klinis dan forensik lulusan Yale Univeristy, Dr. Jeffrey S. Barkin, MD, DLFAPA, membagikan beberapa dampak yang dihasilkan dari paparan video pendek yang berlebihan pada anak, dikutip dari Fox23.
Dalam podcast-nya yang berjudul Raising Me ini, Dr. Barkin menjelaskan bahwa paparan video pendek yang berlebih bisa membuat anak berada dalam kondisi SVA atau Short Video Addiction, sebuah kecanduan yang diakibatkan terlalu banyak terpapar video pendek.
Menurutnya, video-video pendek ini sangat adiktif karena mampu melepaskan dopamin dalam tubuh yang diperoleh dari konten yang disukai anak dengan waktu yang singkat. Hal ini akan membuat anak semakin penasaran dan ketagihan selama berjam-jam.
Platform media sosial seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels tanpa sadar membuat anak terlalu nyaman menyimak video yang berdurasi singkat. Akibatnya, anak menjadi tidak mampu menyimak informasi yang jauh lebih panjang dan lebih kompleks.
Selain itu, para ahli juga mengatakan bahwa efek dari paparan video pendek bisa mempengaruhi pengaturan emosi dan struktur otak pada anak. Konsumsi video pendek yang berlebihan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas otak di area yang terkait dengan impuls dan pengaturan emosi.
Demikian informasi ini disampaikan, Bunda. Semoga bermanfaat dan mampu memberikan update terkini mengenai pencegahan kecanduan anak terhadap video pendek.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Skibidi Toilet Tontonan di YouTube yang Populer di Kalangan Anak, Apakah Berbahaya?
5 Channel YouTube yang Mengedukasi, Cocok Ditonton Anak Sekolah Bun
5 Rekomendasi Channel YouTube yang Menghibur dan Bantu Anak Belajar
Cara Blokir Konten Porno di YouTube untuk Keamanan Anak
TERPOPULER
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
10 Ciri-ciri Kepribadian ESTJ, Bisa Diandalkan dan Percaya Diri
PIM 5 Sudah Dibuka, Tapi Kenapa Tidak Ada PIM 4? Ini Fakta Menariknya
REKOMENDASI PRODUK
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Skincare Anak Travel Size, Wajib Dibawa saat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Snack Diet Lezat yang Bantu Turunkan Berat Badan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Innalillahi, Vidi Aldiano Meninggal Dunia pada Bulan Ramadhan
Kumpulan Resep Rendang Padang 1 Kg Terenak dan Cara Membuatnya
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya
10 Ciri-ciri Kepribadian ESTJ, Bisa Diandalkan dan Percaya Diri
Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kisah Bocah 10 Tahun Jual Karya Lukisan demi Bisa Beli Beras
-
Beautynesia
5 Sisi Unik Kepribadian Introvert yang Jarang Diketahui
-
Female Daily
Guardian Hadirkan Inspirasi ‘Raya for Every You’ yang Personal Bagi Konsumen!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Produk Pencegah Stretch Mark untuk Ibu Hamil dan Menyusui