Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

7 Cara Sederhana Ubah Kebiasaan Screen Time Anak di Rumah, Sudah Lakukan Bun?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 17:10 WIB

Cara Sederhana Ubah Kebiasaan Screentime Anak di Rumah
Ilustrasi Cara Sederhana Ubah Kebiasaan Screentime Anak di Rumah/Foto: Getty Images/nathaphat
Daftar Isi
Jakarta -

Tahun baru menjadi momen yang tepat untuk menata ulang kebiasaan di rumah. Salah satu hal yang kerap jadi perhatian banyak orang tua adalah screen time anak yang terasa semakin sulit dikendalikan.

Seperti yang kita ketahui, layar sudah menjadi bagian dari keseharian anak. Bicara soal ini, banyak Bunda yang ingin tahu tentang batas aman dan pilihan tontonan yang tepat untuk anak bermain gadget.

Hal ini wajar saja membuat Bunda cemas, apalagi banyak pemberitaan yang mengaitkan screen time dengan 'kecanduan'. Belum lagi isu soal kesehatan mental pada anak yang kerap dikaitkan dengan penggunaan layar berlebihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kalau Bunda termasuk orang tua yang masih mengandalkan gadget dalam keseharian anak, tidak perlu merasa bersalah, ya. Lewat pendekatan yang tepat, kebiasaan screen time tetap bisa diarahkan ke pola yang lebih sehat.

Seorang pakar parenting dan penulis buku tentang pola pengasuhan, Titania Jordan, menyebut terdapat berbagai cara untuk mengubah kebiasaan screen time anak. Simak selengkapnya, yuk.

Cara mengubah kebiasaan screen time anak di rumah

Menilik laman Parents, pakar pengasuhan anak Titania Jordan membagikan kebiasaan sederhana untuk membantu mengubah pola screen time anak di rumah.

1. Utamakan waktu bermain tanpa layar

Mengurangi screen time bisa dimulai dengan mengajak anak menjauh sejenak dari layar. Bunda bisa mendorong anak untuk bermain, terutama di luar ruangan jika memungkinkan.

Bermain di luar memberikan ruang bagi anak untuk bergerak, Bunda. Kegiatan seperti ini juga membantu mereka menikmati waktu bermainnya tanpa harus terpaku pada gadget.

"Tidak ada jadwal. Tidak ada layar. Hanya sinar matahari, alam, dan kebebasan atau hujan. Biarkan mereka bermain," kata Jordan.

2. Dukung anak membangun pertemanan

Interaksi sosial anak kini semakin berkurang karena minimnya pertemuan tatap muka. Melihat dari data Monitoring the Future menunjukkan bahwa siswa SMA kelas akhir yang bergaul secara langsung hampir setiap harinya menurun dari 44 persen menjadi 32 persen, pada tahun 2022.

Kondisi ini membuat sebagian anak kesulitan mengembangkan keterampilan sosialnya, Bunda. Padahal, kemampuan berinteraksi penting ya untuk membangun rasa percaya diri anak.

"Anak-anak membutuhkan interaksi tatap muka tanpa layar untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosialnya," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Jordan menyarankan orang tua untuk mengatur waktu anak bermain bersama teman-temannya. Bunda bisa menjadwalkan playdate supaya mereka terbiasa berinteraksi tanpa bergantung pada gadget.

3. Lindungi waktu tidur anak

Kurang tidur kini menjadi masalah di berbagai usia, termasuk anak dan remaja. Bahkan, banyak remaja yang belum memenuhi kebutuhan tidur selama sembilan jam setiap malamnya.

Bahkan, berdasarkan laporan dari American Academy of Pediatrics (AAP) tahun 2019, banyak anak yang mengalami kesulitan tidur, yakni hanya setengah dari anak di Amerika Serikat berusia 6 hingga 17 tahun yang mendapatkan tidur yang cukup.

Salah satu penyebab yang kerap tidak disadari ialah penggunaan teknologi. Paparan cahaya biru dari gadget bisa mengganggu produksi hormon melatonin, ditambah notifikasi atau getaran yang bikin anak sulit untuk tidur nyenyak.

"Mohon jangan izinkan perangkat teknologi apa pun di kamar tidur. Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik yang optimal," tegas Jordan.

4. Tunjukkan penggunaan teknologi yang sehat

Ilustrasi Anak Main GadgetIlustrasi Anak Main Gadget/ Foto: iStock

Anak-anak adalah peniru ulung yang selalu memperhatikan kebiasaan orang di sekitarnya. Apa yang sering mereka lihat di rumah, itu akan menjadi kebiasaan yang mereka tiru, Bunda.

Karena itu, perubahan sebaiknya dimulai dari orang tua terlebih dahulu. Saat Bunda bisa menggunakan teknologi dengan bijak, anak pun akan belajar bahwa gadget tidak harus selalu digunakan setiap waktu.

"Jika kita selalu menggunakan gadget, anak-anak kita juga akan begitu. Apa yang sering kita lakukan dengan layar, mereka juga akan pelajari dan mengikuti polanya," ungkapnya.

Lantas, bagaimana ya cara menguranginya? Bunda bisa mulai membatasi penggunaan gadget saat bersama anak, misalnya saat makan atau berbincang. Fokuskan waktu tersebut untuk berinteraksi supaya mereka tidak bergantung pada layar.

5. Tetapkan 'ritual' tanpa gadget di rumah

Menerapkan penggunaan gadget yang sehat bisa dimulai dengan aturan yang sederhana di rumah. Dalam hal ini, Bunda bisa menentukan waktu atau tempat tertentu yang bebas dari gadget

"Tetapkan zona bebas teknologi seperti di kamar tidur atau waktu-waktu tertentu di rumah seperti sarapan, makan malam, atau perjalanan di dalam mobil," saran Jordan.

6. Buat kesepakatan penggunaan teknologi keluarga

Supaya aturan screen time lebih jelas, Bunda dapat membuat kesepakatan penggunaan teknologi bersama anak. Cara ini agar keluarga punya pemahaman yang sama tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Kesepakatan ini sebaiknya dibuat secara bersama ya, bukan sepihak. Aturan ini bisa mencakup dengan siapa anak boleh berinteraksi secara online, serta kegiatan apa saja yang tidak diizinkan.

Selain itu, sertakan juga aturan meminta izin kepada orang tua sebelum anak mengunduh aplikasi atau mengakses konten tertentu.

7. Terus bangun obrolan dengan anak

Mengubah kebiasaan screen time bukan pekerjaan sekali selesai ya, Bunda. Orang tua perlu terus membuka percakapan dengan anak, terutama kebiasaan mereka saat menggunakan gadget.

Dalam obrolan ini, cobalah lebih banyak mendengar daripada memberi nasihat yang panjang. Bunda bisa menanyakan bagaimana gadget membuat mereka merasa, apakah menyenangkan, melelahkan, atau justru bikin tidak nyaman.

Nah, yang tak kalah penting, Bunda tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri. Perubahan yang konsisten jauh lebih berarti daripada harus menuntut semuanya 'sempurna' saat itu juga.

"Ini bukan tentang kesempurnaan, ini tentang kehadiran. Bunda tidak perlu melakukan semuanya sekaligus, tetapi perlu memulai dengan salah satu langkah ini untuk hubungan yang lebih sehat dengan anak," pungkas Jordan.

Nah, sekarang sudah tahu ya terkait berbagai cara untuk mulai mengubah kebiasaan screen time anak di rumah. Semoga penjelasannya bisa membantu Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda