Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak-anak di Inggris Disebut Paling Tidak Sehat di Eropa, Kenapa?

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 02 Feb 2026 17:30 WIB

Anak di Inggris paling tidak sehat di Eropa
Anak di Inggris paling tidak sehat di Eropa/ Foto: Getty Images/Fly View Productions
Daftar Isi

Baru-baru ini tersebar kabar bahwa Inggris mengalami krisis penanganan kesehatan anak, Bunda. Inilah yang membuat anak-anak di Inggris disebut sebagai anak paling tidak sehat di Eropa.

Menurut Komite Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat setempat, anak-anak di Inggris diketahui memiliki tingkat obesitas yang tinggi. Selain itu, kesehatan gigi, pernapasan, dan mental mereka tercatat semakin memburuk tiap tahunnya.

“Anak-anak yang tumbuh di Inggris kini memiliki peluang besar mengalami kelebihan berat badan, asma, kerusakan gigi, hingga tertular penyakit yang mengancam nyawa,” tutur Anggota Parlemen Birmingham, Paulette Hamilton, dikutip dari laman The Sun.

Kondisi ini membuat pemerintah semakin ditekan untuk memberikan pembaharuan terkait layanan dan upaya penanganan kesehatan pada anak. Mereka berharap bahwa tindakan dari pemerintah bisa membantu memperbaiki krisis tersebut.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Dalam laporan 1.000 Hari Pertama dikatakan bahwa banyak anak yang tidak mendapatkan vaksin lengkap sejak dini. Maka dari itu, mereka lebih berisiko terkena penyakit berbahaya yang seharusnya bisa dicegah, seperti polio dan campak.

Selain vaksinasi, fasilitas kesehatan untuk ibu dan bayi dinilai semakin menurun dari segi kualitasnya. Banyak pusat bantuan keluarga yang tutup serta jumlah tenaga kesehatan yang rutin melakukan pemeriksaan ke rumah masyarakat menurun drastis.

Diketahui perawat atau bidan yang bertugas mengunjungi rumah warga hilang sekitar 5.000 petugas dalam 10 tahun terakhir. Anggota parlemen pun mendesak pemerintah untuk merekrut 1.000 tenaga medis tambahan untuk membantu mengembalikan fasilitas tersebut.

Para orang tua juga mengungkapkan keluhan terkait sulitnya mengatur janji temu dengan dokter. Padahal, janji temu yang terhambat bisa membuat penanganan anak sering terlambat dan membuat kondisi kesehatan mereka semakin memburuk.

Apa saja upaya yang didorong untuk memperbaiki krisis tersebut?

Berikut ulasan selengkapnya:

1. Vaksinasi

Berdasarkan laporan tersebut, anggota parlemen mendesak komitmen pemerintah dalam mencapai target vaksinasi lengkap (imunisasi) hingga 95 persen, pada tahun 2029. Upaya ini bertujuan untuk mencegah campak, polio, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya melalui pemberian vaksin 6-in-1.

Adapun beberapa jenis vaksin yang disarankan oleh ahli untuk diberikan kepada bayi hingga usianya satu tahun, sebagai berikut:

Bayi usia 8 minggu

  • Vaksin 6-in-1
  • Vaksin Rotavirus
  • Vaksin MenB

Bayi usia 12 minggu

  • Vaksin 6-in-1 (dosis ke-2)
  • Vaksin Pneumokokus
  • Vaksin Rotavirus (dosis ke-2)

Bayi usia 16 minggu

  • Vaksin 6-in-1 (dosis ke-3)
  • Vaksin MenB (dosis ke-2)

Anak berusia satu tahun

  • Vaksin Hib/MenC (dosis ke-1)
  • Vaksin MMR (dosis ke-1)
  • Vaksin Pneumokokus (dosis ke-2)
  • Vaksin MenB (dosis ke-3)

2. Tenaga kesehatan

Selain itu, pemerintah diharapkan untuk mengembalikan jumlah petugas kesehatan ke angka yang memadai, sehingga kunjungan pemeriksaan rutin, seperti memberikan saran dan penyuluhan kesehatan, memantau perkembangan anak, serta membantu proses vaksinasi dapat terlaksana kembali.

3. Kesehatan mental

Dari sisi ibu hamil, diharapkan mereka akan mendapatkan bantuan khusus penanganan kesehatan mental setelah melahirkan (prenatal). Tak hanya itu, diharapkan juga disediakan treatment untuk membantu orang tua yang kesulitan menjalin ikatan batin dengan bayi mereka.

4. Realisasi janji pemerintah

Secara garis besar, para ahli dan anggota parlemen mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan janji “Rencana Kesehatan 10 Tahun” tanpa menunda-nunda lagi. Mengingat, bayi yang tumbuh kini tidak bisa menunggu lebih lama untuk mendapat layanan kesehatan yang memadai.

Nah, demikian informasi mengenai penyebab anak-anak di Inggris disebut paling tidak sehat di Eropa, Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat dan mampu memberikan wawasan dan kesadaran tentang betapa pentingnya faktor penunjang demi mewujudkan kesehatan anak-anak yang optimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda