PARENTING
Jangan Beli Mainan AI untuk Anak di Bawah 5 Tahun, Pakar Ungkap Risikonya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 30 Jan 2026 09:30 WIBKini, banyak mainan untuk anak yang sudah dilengkapi dengan teknologi, Bunda. Teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI) mulai masuk ke ruang bermain anak-anak.
Meski terdengar seru, penggunaan AI di mainan anak ini ternyata perlu diperhatikan lebih teliti. Dikutip dari Parents, sebuah studi terbaru dari organisasi nirlaba Common Sense Media memberikan catatan penting bagi para orang tua.
Mereka merekomendasikan agar Bunda menghindari mainan AI untuk anak di bawah usia 5 tahun. Untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, mainan ini harus diberikan dengan sangat hati-hati.
Kalau Bunda masih belum terlalu familier dengan mainan AI, mainan ini biasanya berupa boneka, robot, atau hewan mainan yang bisa diaktifkan dengan suara. Mainan ini tersambung ke internet dan menggunakan AI untuk berinteraksi dengan anak-anak.
Namun, keamanan tetap jadi hal utama yang harus Bunda perhatikan. Seorang pendiri sekaligus CEO Common Sense Media, James P. Steyer, mengatakan bahwa mainan anak harus melalui pengujian keamanan yang memadai.
"Sebagian besar mainan diharuskan menjalani pengujian keamanan yang ketat sebelum dipasarkan, tetapi kita masih kekurangan perlindungan anak yang memadai untuk AI," kata Steyer, dikutip dari Parents.
"Orang tua harus berhati-hati dan memastikan mereka mengetahui semua fakta sebelum membuat pilihan yang tepat untuk anak-anak mereka," tambahnya.
Kenali risiko mainan AI menurut pakar
Menilik penjelasan dari Parents, para pakar menguji tiga mainan AI yang kini sedang populer di pasaran. Mereka kemudian menyoroti adanya risiko yang sebaiknya perlu dikenali oleh orang tua. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Memicu konten yang tidak pantas
Hasil riset menunjukkan bahwa sekitar 27 persen jawaban dari mainan AI ternyata tidak layak untuk anak-anak, Bunda. Tak jarang, teknologi ini bisa menembus batas atau keamanan yang sudah kita atur untuk menyaring hal-hal yang berbahaya.
Kepala AI & Penilaian Digital di Common Sense Media, Robbie Torney, menyampaikan bahwa cukup banyak ditemukan hasil interaksi mainan yang tidak sesuai dengan usia mereka.
"Lebih dari seperempat hasil yang diperoleh mencakup konten yang tidak pantas seperti penyebutan tentang menyakiti diri sendiri, narkoba, dan perilaku berisiko," ungkap Torney.
2. Risiko privasi dan kelemahan keamanan
Mainan pintar ini diketahui bisa merekam suara, percakapan, hingga kebiasaan sehari-hari anak saat mereka tengah asyik bermain di dalam rumah.
Sayangnya, Si Kecil belum sepenuhnya paham tentang cara memberikan izin akses data, dan kita sebagai orang tua pun sering kali tidak menyadari seberapa banyak informasi yang sudah diterima dari mainan tersebut.
Masalahnya bukan hanya soal privasi saja, tetapi mainan ini juga memiliki celah keamanan. Sekitar 83 persen orang tua merasa khawatir data pribadi anak mereka bisa tiba-tiba tersebar atau disalahgunakan.
3. Bahaya pada perkembangan anak
Mainan AI didesain untuk membangun keterikatan emosional dengan anak-anak. Mereka menggunakan cara-cara khusus agar anak merasa seperti punya 'teman' yang bisa diajak berinteraksi.
Meski sebagian orang tua tidak bermaksud mainan AI dipakai untuk tujuan itu, cara ini tetap bisa berpengaruh pada otak anak yang masih dalam tahap berkembang, Bunda. Anak-anak bisa jadi terlalu terpaku pada mainannya dibandingkan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
4. Menjadi teknologi yang tidak andal
Bunda perlu waspada, karena riset terbaru menunjukkan bahwa banyak mainan AI yang masih sering mengalami gangguan teknis. Mulai dari jawaban yang keliru, fitur pengenalan suara yang tak selalu bekerja, bahkan mainan ini bisa memicu konten tidak sesuai, Bunda.
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Melihat dari berbagai risikonya, Bunda perlu hati-hati memilih mainan untuk Si Kecil. Para pakar menyarankan agar mainan AI dihindari untuk anak-anak di bawah 5 tahun dan lebih baik pilih mainan tradisional saja.
Untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, pikirkan terlebih dahulu apakah mainan AI ini benar-benar bermanfaat untuk perkembangan mereka. Pastikan mainan itu bisa menambah pengalaman belajar dan interaksi yang positif.
Bunda juga bisa tetap menyediakan mainan tradisional di rumah. Hal ini supaya ruang bermain anak tidak hanya dari mainan AI saja, tapi tetap seimbang dengan mainan yang kreatif.
Kalau Bunda memutuskan untuk memberi mainan AI, sebaiknya buat aturan dan pengawasan yang jelas, ya. Periksa juga aturan tentang privasi dan nonaktifkan fitur yang membuat mainan selalu mendengarkan saat tidak digunakan.
Lebih lanjut, perhatikan bagaimana anak berinteraksi dengan mainannya, Bunda. Kalau terlihat terlalu menempel atau sedih saat dipisahkan, itu tanda mereka terlalu tergantung pada mainan.
Pastikan juga Si Kecil tetap punya waktu bermain di luar, ya. Bisa dengan mainan lain atau bermain bersama teman-temannya supaya interaksi sosial mereka tetap terjaga.
Nah yang paling penting, Bunda harus percaya pada insting sebagai orang tua. Kalau merasa mainan AI ini berisiko, sebaiknya jangan dibeli ya, atau singkirkan kalau sudah ada tanda bahayanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)