parenting
35 Ekstrakurikuler di Sekolah yang Bisa Dikuti Anak SD, SMP & SMA
HaiBunda
Senin, 23 Feb 2026 18:40 WIB
Daftar Isi
Memiliki ekstrakurikuler di sekolah yang tepat berperan besar untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Hal ini juga bermanfaat untuk kemampuan bersosialisasi, serta pembentukan karakter positif.
Selain itu, ekstrakurikuler atau ekskul yang sesuai minat anak dapat membantunya mengenali potensi diri sejak dini.
Dikutip dari Parents, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif yang signifikan terhadap prestasi belajar di sekolah.
Bahkan manfaatnya bisa memengaruhi kesejahteraan mental lho, Bunda. Anak yang aktif mengikuti kegiatan di luar jam pelajaran cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dan kemampuan mengatur emosi yang lebih matang.
Manfaat ekstrakurikuler di sekolah
Manfaat ekstrakurikuler sangat beragam, bergantung pada jenis kegiatan yang dipilih. Ada ekskul yang bersifat fisik, intelektual, atau kreatif.
Secara umum beberapa contoh manfaat ekstrakurikuler di sekolah termasuk seperti:
- Membangun keterampilan kerja sama tim
- Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
- Menumbuhkan rasa percaya diri
- Mendorong prestasi akademik yang lebih baik
- Membantu pengembangan regulasi emosi
Selain membantu anak membangun pola pikir berkembang (growth mindset), menekuni minat di luar kurikulum akademik juga dapat membantu mengajarkan anak cara menciptakan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan ketika dewasa nanti.
Dikutip dari Web MD, berikut beberapa manfaat ekskul secara lebih dalam, sesuai dengan jenis kegiatannya:
1. Memotivasi anak untuk berolahraga
Pada jenis ekstrakurikuler olahraga dan kegiatan fisik, memberikan motivasi tersendiri bagi anak untuk berolahraga rutin.Â
Hal yang termasuk ekskul di lingkup fisik misalnya seperti olahraga tim, olahraga individu, seni bela diri, tari, serta ekskul dengan kegiatan eksplorasi alam terbuka.
Seperti diketahui, aktivitas fisik dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan anak. Mereka yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah terhadap berbagai kondisi, seperti:
- Depresi
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Kepadatan tulang rendah
- Masalah sindrom metabolik
- Obesitas
Namun hal perlu diingat, penting untuk memilih aktivitas fisik yang tepat bagi setiap anak. Tidak semua anak memiliki minat pada ekskul olahraga, sehingga hal ini tidak perlu terlalu dipaksakan ya, Bunda.
2. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi
Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, yang sangat dibutuhkan seiring bertambah usia. Dalam lingkup ekskul, tersedia banyak kesempatan untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan interaksi dengan teman sebaya.
Di sisi lain, kegiatan ekstrakurikuler juga memungkinkan anak berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dari dirinya, sehingga memperluas sudut pandang mereka.
Dalam sebuah penelitian, anak-anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memiliki kemampuan berteman dengan teman sebaya yang lebih baik.Â
3. Meningkatkan harga diri
Saat ini di sekolah tersedia banyak jenis kegiatan ekstrakurikuler, sehingga memungkinkan anak menemukan minat dan bakat mereka sejak dini.
Jika anak sudah tampak memiliki minat dan kemampuan pada bidang tertentu lewat ekskul, Bunda bisa membantu mengoptimalkan dengan memilihkan kegiatan lain yang serupa.
4. Menjaga kesehatan mental
Remaja yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menunjukkan tingkat kepuasan hidup dan optimisme yang lebih tinggi, serta tingkat kecemasan dan gejala depresi yang lebih rendah.
Salah satu alasan di balik manfaat ini adalah dengan 'sibuk' di kegiatan ekskul, screentime anak menjadi berkurang sedikit demi sedikit.
Seperti diketahui, saat anak terlalu sering bermain ponsel atau gadget lainnya, mereka cenderung lebih mudah cemas dan lebih berisiko mengalami depresi.Â
5. Menanamkan kebiasaan positif
Ekstrakurikuler membantu anak mengembangkan kebiasaan positif yang bermanfaat sepanjang hidup mereka. Termasuk di antaranya seperti:
- Keterampilan manajemen waktu
- Keterlibatan dalam lingkup sosial
- Ketekunan dan kemampuan menyelesaikan sesuatu
35 Ekstrakurikuler di sekolah yang bisa diikuti anak SD, SMP & SMA
Ilustrasi Anak Belajar Menari/Foto: iStock |
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh 35 ekstrakurikuler di sekolah yang bisa diikuti oleh siswa:Â
- Pramuka
- Paskibra
- Palang Merah Remaja (PMR)
- Karya Ilmiah Remaja (KIR)
- Patroli Keamanan Sekolah (PKS)
- Seni teater
- Seni musik/band
- Seni tari modern
- Seni tari tradisional
- Seni lukis
- Marching band
- Paduan suara
- Karawitan
- Pencinta alam
- Rohani Islam (Rohis)
- Rohani Kristen
- English club
- Robotik
- Klub Bahasa Jepang
- Klub Bahasa Korea
- Klub matematika
- Klub sains
- Pencak silat
- Taekwondo
- Karate
- Futsal
- Klub basket
- Klub voli
- Atletik
- Badminton
- Renang
- Tenis meja
- Kewirausahaan
- Jurnalistik
- Sinematografi
Cara menentukan ekstrakurikuler anak di sekolah yang tepat
Untuk menentukan ekstrakurikuler anak di sekolah yang tepat, Bunda perlu memperhatikan usia anak terlebih dahulu. Pada anak yang usianya lebih muda, Bunda mungkin bisa memberi arahan secara langsung.
Sementara itu, pada anak di jenjang SMA, mereka mungkin akan mulai punya andil untuk menemukan kegiatan yang tepat sesuai minatnya masing-masing.
Bunda mungkin cukup memberi masukan beberapa pilihan, lalu membiarkan mereka memilih aktivitas yang menurut mereka paling menarik.
Hal yang terpenting, berhati-hatilah supaya tidak sampai menjadwalkan terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler untuk anak. Sesuaikan dengan kondisi kesehatan, minat dan kebutuhan anak.
Cobalah untuk menyusun sistem yang lebih sehat, supaya anak memiliki waktu istirahat cukup setiap hari.Â
Evaluasi kembali kegiatan ekskul anak jika sampai timbul keluhan seperti kesulitan menyelesaikan pekerjaan rumah, tidak bisa tidur setidaknya 8 jam setiap malam, atau kesulitan menjaga hubungan sosial dengan keluarga dan teman lain.
Itulah penjelasan tentang macam-macam ekstrakurikuler di sekolah yang bisa diikuti anak SD, SMP dan SMA. Ingat, jangan paksakan kehendak dan pahami minat serta bakat anak ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
20 Curhatan para Bunda soal Persiapkan Sekolah Anak: Khawatirkan Zonasi, Kurikulum hingga Batas Usia
Parenting
5 Cara Membujuk Anak agar Mau Sekolah, Coba Dampingi Bun
Parenting
Mengenal Fungsi POMG, Tugas dan Perbedaannya dengan Komite Sekolah
Parenting
Merencanakan Pendidikan Anak Sebaiknya sejak Si Kecil Lahir, Simak Alasannya Bun
Parenting
Risiko Tersembunyi bila Si Kecil Sekolah Terlalu Dini, ADHD dan Gangguan Mental
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Anak Belajar Menari/Foto: iStock
Kisah Anak Usia 10 Th Punya IQ Lebih Tinggi dari Einstein, Begini Tingkahnya di Sekolah
11 Rekomendasi Les untuk Asah Bakat Anak, Lengkap dengan Biayanya
Benarkah Bayi yang Diperkenalkan Musik Sejak Lahir Lebih Cepat Bicara?