HaiBunda

PARENTING

Kenali Karakter Anak Gen Beta Lahir Tahun 2025 & Cara Mendidik

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 06 Feb 2026 15:20 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/travelism
Jakarta -

Karakter anak Generasi Beta atau Gen Beta perlu dipahami oleh orang tua, tujuannya agar bisa mendidik dan membimbing dengan tepat. Nah, siapa Gen Beta dan seperti apa karakternya?

Gen Beta didefinisikan sebagai individu yang lahir antara tahun 2025 hingga 2039. Menurut peneliti sosial dan futuris Mark McCrindle, sebagian besar dari generasi ini diperkirakan akan hidup hingga jauh memasuki abad ke-22.

Selain itu, Gen Beta mencakup anak-anak dari Gen Y yang lebih muda (milenial) dan Gen Z yang lebih tua.


"Mereka juga diperkirakan akan mencapai 16 persen dari populasi global pada tahun 2035," kata McCrindle, dikutip dari ABC News.

Mengapa disebut Gen Beta?

Nama Gen Beta diambil dari alfabet Yunani, mengikuti Gen Alpha, yang menandai dimulainya cara penamaan generasi yang baru.

Menurut McCrindle, penamaan ini mencerminkan cara khas generasi-generasi tersebut dibentuk oleh dunia yang semakin terintegrasi dengan teknologi.

Perkembangan teknologi pada masa Gen Beta

Gen Beta akan menjadi generasi yang dicirikan oleh integrasi teknologi yang signifikan, serta penerimaan yang lebih tinggi terhadap keberagaman.

"Dunia digital dan dunia fisik akan menyatu secara mulus bagi Generasi Beta," imbuh McCrindle.

Jika Gen Alpha menyaksikan fase awal munculnya teknologi pintar dan kecerdasan buatan, maka Gen Beta akan tumbuh di dunia di mana inovasi-inovasi tersebut telah sepenuhnya terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari pendidikan, layanan kesehatan dan hiburan, Artificial Intelligence (AI) akan memainkan peran lebih banyak. 

"Membantu anak-anak di generasi ini membangun identitas digital yang aman dan bijaksana menjadi tugas penting orang tua. Termasuk mendorong mereka untuk mengembangkan rasa individualitas yang kuat, baik secara daring maupun dalam kehidupan nyata," pesan McCrindle.

Prediksi karakter anak Gen Beta 

Dengan banyaknya perubahan besar yang terjadi di dunia saat ini, terutama dalam dunia teknologi, sebagian pakar berpendapat Generasi Beta akan berbeda dari generasi mana pun sebelumnya.

"Sebagai permulaan, mereka akan tumbuh di dunia yang dibentuk oleh kemajuan pesat teknologi, kecerdasan buatan, serta tantangan lingkungan," ungkap psikiater anak di California, Zishan Khan, MD, dikutip dari Parents.

Generasi Beta diperkirakan akan memiliki karakteristik berikut di masa depan: 

1. Punya hubungan sosial lebih luas

Menurut Khan, dengan media sosial dan berbagai alat komunikasi canggih lainnya, anak-anak Gen Beta berpeluang memiliki hubungan lintas budaya dan geografis yang lebih luas.

2. Menerima keberagaman

Generasi Beta kemungkinan akan terpapar lebih banyak budaya dan pola pikir yang beragam, jika dibandingkan generasi sebelumnya. Anak-anak Gen Beta pun kemungkinan besar akan menerima perbedaan nilai dan pendapat sejak dini. 

3. Punya tanggung jawab tinggi terhadap iklim

"Tumbuh di tengah tantangan perubahan iklim dapat menanamkan rasa tanggung jawab yang kuat untuk menjalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan," tegas Khan.

4. Adaptif dan tangguh

Paparan yang terus-menerus terhadap perubahan seperti dampak iklim, masalah sosial, dan teknologi, berpeluang dapat menumbuhkan pola pikir yang fleksibel dan berorientasi pada pemecahan masalah.

5. Lebih sadar akan isu kesehatan mental

Karena Generasi Milenial dan Gen Z sudah mulai menyadari pentingnya pembahasan tentang kesehatan mental, Generasi Beta diharapkan dapat tumbuh dengan kecerdasan emosional yang lebih baik.

Selain itu, mereka juga memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber daya kesehatan mental. Khan pun berpendapat mereka bisa lebih sadar dan peduli terhadap isu ini.

Tips mendidik anak Generasi Beta

Ilustrasi/Foto: Getty Images/interstid

Gen Beta akan menjadi generasi yang dicirikan oleh integrasi teknologi yang signifikan dan apresiasi yang kuat terhadap keberagaman.

Mereka juga akan tumbuh dalam dunia di mana inovasi-inovasi ini terintegrasi sepenuhnya ke dalam kehidupan sehari-hari.

"Membantu anak-anak di generasi ini membangun identitas digital yang aman dan bijaksana menjadi tugas penting orang tua. Termasuk mendorong mereka untuk mengembangkan rasa individualitas yang kuat, baik secara daring maupun dalam kehidupan nyata," pesan McCrindle.

Berikut beberapa cara mendampingi anak Gen Beta, Bunda:

1. Sediakan waktu interaksi lebih banyak

Menurut konselor keluarga di Amerika Serikat, Michelle Beaupre, PhD, LCSW, orang tua perlu menyediakan waktu lebih banyak untuk benar-benar berinteraksi dengan anak Gen Beta.

"Jangan melupakan hal-hal sederhana. Sediakan waktu khusus untuk mematikan gadget di rumah dan benar-benar berinteraksi dengan anak," imbuh Beaupre.

Di akhir pekan juga misalnya, orang tua dan anak bisa duduk bersama untuk bermain board game atau saling bercerita. Ini bisa menjadi momen yang menyenangkan, sekaligus menyehatkan.

2. Eksplorasi ke luar rumah

Perbanyak jadwal kegiatan di luar rumah dan eksplorasi bersama anak. "Anak-anak seharusnya melihat dan merasakan dunia luar dengan mata dan hidung mereka sendiri, bukan menggantikan semuanya dengan teknologi," pesan Beaupre.

3. Tetap pantau keamanan daring

Orang tua dari anak-anak Generasi Beta perlu menumbuhkan keamanan daring di rumah. Bahkan sebisa mungkin Bunda juga perlu tetap mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini. 

Perbarui pemahaman Bunda tentang tren, media sosial, bahkan teknologi gadget yang baru. Tujuannya agar dapat melindungi serta membimbing anak-anak mereka secara efektif di dunia yang berubah dengan cepat.

"Orang tua perlu membiasakan diri dengan teknologi baru dan cara-cara baru yang diajarkan kepada anak-anak di sekolah, tapi tetap mengawasi dan memberi batasan," pesan pakar kesehatan mental, Jennifer Kelman, LCSW.

Jangan lupa untuk tetap menetapkan batasan dan aturan terkait pemakaian gadget, supaya anak mampu menggunakannya dengan bertanggung jawab sejak dini.

Itulah penjelasan tentang karakter anak Gen Beta yang lahir tahun 2025 dan cara mendidiknya. Dengan memahami hal ini, diharapkan Bunda dapat mendukung perkembangan anak Gen Beta menjadi pribadi yang berempati dan siap menghadapi tantangan hidup.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tanpa Disadari, Anak yang Kurang Menarik Bisa Kurang Diperhatikan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Kebiasaan yang Bikin Terjebak dalam Mental Miskin

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Kisah Dokter Surabaya Bantu Persalinan di Mobil saat Kerja Sampingan Jadi Driver Online

Kehamilan Annisa Karnesyia

Ini Zodiak dengan Kecerdasan Teratas Menurut Astrolog

Mom's Life Natasha Ardiah

5 Tips Sukses dalam Karier di 2026, Agar Semakin Cemerlang

Mom's Life Arina Yulistara

5 Resep Olahan Buah Naga untuk Bayi 6 Bulan, Cocok Buat Menu Selingan

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

40 Soal Pecahan Kelas 5 SD Matematika, Cara Menghitung & Kunci Jawabannya

Sekilas Mirip, Ketahui Beda Nyeri Perut karena Kista Ovarium dan Radang Usus Buntu

10 Kebiasaan yang Bikin Terjebak dalam Mental Miskin

Tetap Stylish, Ini Potret Icha Afi yang Kini Jadi Dokter Gigi dan Instruktur Zumba

5 Tips Sukses dalam Karier di 2026, Agar Semakin Cemerlang

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK