HaiBunda

PARENTING

Ekstrakurikuler Anak: Berapa Biaya Ideal yang Perlu Dibayarkan Orang Tua?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 03 Feb 2026 18:50 WIB
Ilustrasi Anak Ikut Ekstrakurikuler/Foto: Getty Images/Phynart Studio
Jakarta -

Ada banyak ekstrakurikuler yang bisa diikuti oleh anak-anak di sekolah, Bunda. Sebenarnya, berapa ya biaya ideal yang perlu dibayarkan orang tua?

Mulai dari olahraga, musik, hingga seni, semua kegiatan itu punya manfaat tersendiri bagi perkembangan anak. Mereka bisa belajar disiplin, kerja sama, dan menyalurkan bakatnya.

Tentu saja, setiap kegiatan memiliki biaya yang berbeda-beda. Ada yang relatif murah, tapi ada juga yang memerlukan pengeluaran lebih besar untuk peralatan atau latihan tambahan.


Sebagai orang tua, wajar saja kita ingin anak mendapatkan yang terbaik tanpa membuat kondisi keuangan keluarga terganggu. Maka dari itu, Bunda sebaiknya mulai memikirkan biayanya sejak awal.

Yuk, kita simak bersama terkait biaya ideal ekstrakurikuler anak yang perlu dibayarkan orang tua.

Biaya ideal ekstrakurikuler anak

Dikutip dari CNBC Make It, seorang Ayah dari atlet Olimpiade dan juara dunia seluncur es 2025, Arthur Liu, memperkirakan dirinya telah menghabiskan total sekitar Rp8 miliar hanya untuk pelatihan putrinya.

"Saya tidak pelit mengeluarkan uang maupun waktu," kata Arthur Liu.

Tentu saja, tidak semua orang akan mengeluarkan uang sebanyak Liu, Bunda. Rata-rata keluarga di Amerika Serikat menghabiskan sekitar Rp15 juta per tahunnya untuk ekstrakurikuler anak mereka.

Membayar kegiatan ekstrakurikuler bisa menjadi pengeluaran besar, terutama untuk biaya perlengkapan, transportasi, atau kegiatan tambahan. Perencana Keuangan Bersertifikat dan Pendiri Washington Family Wealth di Washington DC, Amerika Serikat, Joe Piszczor, menekankan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan tujuan dan kondisi keuangan keluarga.

"Saya hanya ingin menekankan bahwa jika orang tua ingin melakukannya dengan benar, pastikan terlebih dahulu keuangan keluarga sudah tertata dengan baik," ungkap Piszczor.

Jadi, kita bisa memperkirakan bahwa biaya ekstrakurikuler anak cukup bervariasi, ya. Idealnya, Bunda bisa menyesuaikan biaya dengan kemampuan finansial keluarga.

Kalau kita lihat, banyak keluarga di Amerika Serikat mengeluarkan uangnya untuk kegiatan ekstrakurikuler anak sekitar Rp15 juta per tahun atau Rp1,25 juta setiap bulannya.

Manfaat kegiatan ekstrakurikuler anak

Kegiatan ekstrakurikuler membuat anak belajar banyak hal baru sekaligus menyalurkan bakatnya, Bunda. Selain itu, manfaatnya juga bisa akan berlanjut ke masa depannya.

Mengikuti suatu kegiatan di sekolah bisa menjadi nilai tambah saat mendaftar ke perguruan tinggi. Hal ini penting ya karena banyak siswa memiliki nilai dan skor ujian yang bagus.

Namun, jika Bunda mengeluarkan banyak uang untuk ekstrakurikuler anak, pastikan tidak berharap imbalan finansial apa pun, misalnya beasiswa atletik di perguruan tinggi.

Faktanya, peluang untuk mendapatkan beasiswa atau menjadi atlet profesional sangatlah kecil, Bunda. Berdasarkan informasi dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) atau Badan Pengatur Utama untuk Olahraga perguruan tinggi di AS, hanya sekitar 2 persen atlet sekolah menengah yang mendapatkan beasiswa atletik.

Selain itu, terdapat risiko anak mengalami cedera atau memutuskan berhenti dari kegiatan tertentu. Mereka mungkin saja memilih berhenti atau mengganti kegiatan sesuai dengan minatnya.

Tips mengatur biaya ekstrakurikuler anak

Saat ingin mengeluarkan uang untuk kegiatan anak, sebaiknya Bunda hanya mengeluarkan sesuai dengan kemampuan tanpa mengganggu kebutuhan lain.

Joe Piszczor menyarankan orang tua untuk menyimpan cukup uang untuk menutupi pengeluaran bulanan seperti makanan dan tempat tinggal, serta cadangan uang tunai untuk menghadapi keadaan darurat.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi pengeluaran, misalnya lebih hemat saat makan di luar atau menunda liburan tahunan. Cara ini bisa tetap mendukung anak tanpa bikin keuangan keluarga terbebani.

Meskipun begitu, jangan pernah menggunakan tabungan pensiun atau berutang untuk membiayai kegiatan anak, ya. Hal ini supaya Bunda bisa tetap tenang dan tidak menanggung risiko keuangan di masa depan.

Piszczor menyampaikan bahwa orang tua pasti ingin melihat anak-anak tumbuh bahagia, tapi yang paling penting adalah tetap menjaga keseimbangan finansial dalam mendukung kegiatan anak.

"Orang tua ingin melihat anak-anak mereka bahagia dan tidak ada yang salah dengan itu, yang terpenting adalah memiliki keseimbangan itu," pungkas Piszczor.

Itulah penjelasan seputar ekstrakurikuler anak dan perkiraan biaya ideal yang perlu dibayarkan orang tua. Semoga Bunda bisa lebih siap dalam mengatur kegiatan anak dan keuangan, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Pernah TK, Apakah Anak Tetap Bisa Daftar SD?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Anak Artis Jadi Model Runaway, Pakai Koleksi Baju Lebaran Shireen-Zaskia Sungkar

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Tanaman Pengusir Ular saat Musim Hujan, Tanam di Halaman Rumah

Mom's Life Arina Yulistara

Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Cerita Bahagia Bunda Alyssa Daguise di Setiap Momen Kehamilan Sang Putri

Kehamilan Annisa Karnesyia

14 Jenis Bintik Merah pada Bayi: Penyebab, Cara Menghilangkan & Tanda Bahayanya

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hidup di Kanada, Intip 5 Potret Cut Memey Ikut Latihan Karate Bareng Anak

5 Potret Anak Artis Jadi Model Runaway, Pakai Koleksi Baju Lebaran Shireen-Zaskia Sungkar

10 Tanaman Pengusir Ular saat Musim Hujan, Tanam di Halaman Rumah

14 Jenis Bintik Merah pada Bayi: Penyebab, Cara Menghilangkan & Tanda Bahayanya

Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK