HaiBunda

PARENTING

7 Ide Stimulasi Anak untuk Cegah Speech Delay, Baca Buku hingga Nyanyi Bareng

Kinan   |   HaiBunda

Jumat, 20 Feb 2026 07:40 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Keterlambatan bicara atau speech delay sering kali menimbulkan kekhawatiran orang tua, karena bisa berdampak pada perkembangan sosial anak. Lalu apa saja ide stimulasi anak untuk cegah speech delay?

Menurut data dalam laman Kemenkes RI, fenomena saat ini menunjukkan banyak anak di Indonesia yang mengalami keterlambatan bicara atau speech delay

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa terdapat 5-8 persen anak prasekolah yang mengalami gangguan keterlambatan bicara. 


Penelitian lain menyebutkan gangguan bicara menempati urutan kedua gangguan perkembangan anak. Lebih dari 750.000 anak di Amerika Serikat usia 3-5 tahun mengalami keterlambatan bicara, sehingga memerlukan pendidikan khusus.

Sebaiknya keterlambatan bicara tak disepelekan, karena rentan berpengaruh pada kemampuan kognitif anak di usia 1-3 tahun.

Perbedaan perkembangan bicara dan bahasa

Dikutip dari Kids Health, bicara adalah ekspresi verbal dari bahasa dan mencakup artikulasi (cara anak membentuk bunyi dan kata).

Sementara itu, bahasa adalah proses memberi dan menerima informasi. Bahasa berkaitan dengan memahami dan dipahami melalui komunikasi (baik secara verbal, nonverbal, maupun tertulis).

Masalah bicara dan bahasa sebenarnya berbeda, tetapi sering kali saling tumpang tindih. Contohnya:

  • Anak dengan keterlambatan bahasa (language delay) mungkin dapat mengucapkan kata dengan jelas, tetapi hanya mampu menggabungkan dua kata.
  • Seorang anak dengan keterlambatan bicara (speech delay) mungkin menggunakan kata dan frasa untuk mengekspresikan ide, tetapi sulit dipahami.

Tanda-tanda speech delay pada anak

Anak dengan keterlambatan yang lebih serius mungkin mengalami kesulitan memahami instruksi sederhana atau mengenali kata-kata yang familiar, tidak menggunakan gerakan untuk menunjukkan ketertarikan pada sesuatu atau sedikit tertinggal dalam keterampilan motorik maupun sosial.

"Anak yang terlambat bicara biasanya berusia di bawah 3 tahun dan berkembang normal dalam aspek lainnya. Hanya saja lebih lambat untuk mulai menggunakan kata-kata dan berkomunikasi," ujar terapis wicara dan bahasa, Jori Harris, MS, CCC-SLP, dikutip dari laman University of Utah Health.

Sering kali orang tua sulit membedakan apakah anak hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tonggak perkembangan bicara atau bahasa, atau memang ada masalah lain yang mendasari.

Hubungi dokter atau tenaga profesional lainnya jika anak memiliki ciri-ciri :

  • Di usia 12 bulan: tidak menggunakan gerakan, seperti menunjuk atau melambaikan tangan untuk berpamitan
  • Di usia 18 bulan: lebih memilih menggunakan gerakan daripada suara untuk berkomunikasi, kesulitan menirukan suara, mengalami kesulitan memahami permintaan verbal sederhana
  • Di usia 2 tahun: hanya dapat menirukan ucapan atau tindakan, tapi tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan, hanya mengucapkan beberapa bunyi atau kata secara berulang, tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi

Hubungi dokter juga jika ucapan anak lebih sulit dipahami dibandingkan yang seharusnya sesuai usianya:

  • Orang tua seharusnya dapat memahami sekitar 50 persen ucapan anak pada usia 2 tahun dan 75 persen pada usia 3 tahun
  • Pada usia 4 tahun, ucapan anak seharusnya sebagian besar dapat dipahami, bahkan oleh orang asing

Penyebab speech delay pada anak

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab speech delay atau keterlambatan bicara:

  • Gangguan pada organ mulut, seperti masalah pada lidah atau langit-langit mulut (palatum)
  • Frenulum yang pendek (lipatan jaringan di bawah lidah), yang dapat membatasi pergerakan lidah

Banyak anak dengan keterlambatan bicara memiliki masalah oral–motor. Hal ini terjadi ketika terdapat gangguan pada area otak yang bertanggung jawab terhadap bicara.

Kondisi ini membuat anak sulit mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi bicara. Anak-anak ini juga mungkin mengalami masalah oral–motor lainnya, seperti kesulitan makan.

Selain itu, gangguan pendengaran juga dapat memengaruhi kemampuan bicara. Oleh karena itu, jika perlu pendengaran anak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter jika ada kekhawatiran terkait bicara.

Anak yang mengalami gangguan pendengaran dapat mengalami kesulitan dalam mengucapkan, memahami, menirukan, dan menggunakan bahasa.

Diagnosis keterlambatan bicara atau bahasa

Tenaga profesional seperti dokter tumbuh kembang dapat memeriksa kemampuan bicara dan bahasa anak, dengan menilai pencapaian tonggak perkembangan mereka. 

Akan diperiksa juga tentang beberapa hal berikut, Bunda:

  • Apa yang dipahami anak (disebut bahasa reseptif)
  • Apa yang dapat diucapkan anak (disebut bahasa ekspresif)
  • Perkembangan bunyi dan kejelasan bicara
  • Kondisi oral–motor anak (bagaimana fungsi mulut, lidah, langit-langit mulut, dan bagian lainnya untuk berbicara, makan dan menelan)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, rekomendasi tindakan selanjutnya seperti terapi wicara dapat dilakukan, sesuai dengan kebutuhan anak. 

Ide stimulasi untuk cegah speech delay

Ilustrasi anak main/Foto: Getty Images/iStockphoto/chachamal

Lalu apa saja yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kemampuan bicara dan bahasa anak, serta mencegah speech delay:

1. Bermain bersama setiap hari

Anak-anak sebenarnya belajar paling baik melalui bermain. Bermain adalah cara yang menyenangkan untuk mengajarkan berbagai konsep, seperti warna, mainan hewan, hingga berbagai hal lainnya.

Luangkan setidaknya 30 menit hingga satu jam setiap hari tanpa gangguan. Untuk saat ini, berikan waktu dan perhatian penuh untuk berinteraksi langsung dengan anak. 

Meski terlihat sederhana, kegiatan bermain bersama dapat membantu mengembangkan kemampuan anak untuk bicara.

2. Bermain di luar rumah

Menghabiskan waktu di luar ruangan juga bisa menstimulasi kemampuan bahasa dan bicara anak, serta mendorong kreativitas dan imajinasi mereka.

Selain memberi kebebasan berpikir, aktivitas luar ruangan juga membuat anak lebih aktif bergerak. Saat berada di alam, anak dapat melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh hal-hal baru yang ditemuinya.

3. Membaca buku

Aktivitas lain yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah dan mengatasi keterlambatan bicara adalah membaca buku. 

Saat membaca bersama, Bunda bisa sambil mengajukan pertanyaan dan sengaja menghilangkan kata-kata yang mudah ditebak oleh anak, seperti suara hewan.

Buku juga dapat melatih kemampuan pemecahan masalah anak, yang meningkatkan kemampuan kognitif dan imajinasi mereka.

4. Mengajarkan tentang perasaan dan emosi

Memahami emosi anak merupakan bagian penting dari perkembangan mereka secara keseluruhan. Orang tua bisa membantu mengenalkan anak tentang emosi dan cara mengelolanya dengan lebih tepat.

Saat anak mulai belajar berkomunikasi, mereka bisa mudah merasa overstimulasi. Itulah sebabnya anak mungkin cepat merasa lelah dan jadi sering menangis. 

Mengajarkan berbagai perasaan (misalnya senang, sedih, marah, terkejut, takut, dan lain-lain) sangat penting agar anak dapat mengelolanya saat mengalami situasi serupa di kemudian hari.

5. Mengajarkan warna

Pada usia 18–29 bulan, anak mulai belajar mengenal warna. Setelah anak mengenal warna-warna dasar, perkenalkan warna lain dan lakukan pengulangan. 

Beberapa aktivitas untuk mengenal warna bisa dilakukan dengan:

  • Buku mewarnai
  • Menyanyikan lagu tentang warna, seperti lagu Pelangi atau Balonku
  • Bermain balok atau bola berwarna
  • Mengelompokkan benda-benda di rumah berdasarkan warna yang sama
  • Menggunakan plastisin atau play dough

6. Bernyanyi bersama

Cara lain untuk mengoptimalkan pembelajaran anak adalah dengan menyanyikan lagu anak-anak. Hal ini juga merupakan bagian penting dari aktivitas stimulasi bicara. 

7. Manfaatkan rutinitas setiap hari

Rutinitas harian seperti mandi, sarapan, dan berganti pakaian dapat menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mengajarkan berbagai kosa kata baru. Misalnya, saat anak sedang sarapan, ajak juga ia menyebutkan nama-nama makanan yang ada di meja makan. 

Sering-sering juga ajak Si Kecil mengobrol saat beraktivitas ya, Bunda. Semakin sering diperkenalkan dengan kegiatan baru, semakin mudah anak mengingat lebih banyak kata.

Itulah penjelasan tentang macam-macam ide stimulasi anak untuk cegah speech delay. Pastikan untuk memberikan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan Si Kecil ya, Bunda. 

Jika ragu dan khawatir ada masalah lain yang mendasari speech delay pada anak, segera lakukan konsultasi ke tenaga profesional.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Perjalanan Ratu Balqis Masuk Islam Berkat Ajakan Nabi Sulaiman AS

Mom's Life Annisa Afani

5 Momen Shandy Aulia Kompak Bareng Mantan Suami di Hari Ultah Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Conten Creator Ini Jalani Operasi dalam Kondisi Hamil, Sempat Henti Jantung 80 Menit

Kehamilan Annisa Karnesyia

100 Nama Anak Perempuan yang Penuh Filosofi dan Artinya Beserta Rangkaiannya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ternyata Mudik Itu Singkatan, Ini Kepanjangan dan Asal-usulnya

Perjalanan Ratu Balqis Masuk Islam Berkat Ajakan Nabi Sulaiman AS

Conten Creator Ini Jalani Operasi dalam Kondisi Hamil, Sempat Henti Jantung 80 Menit

100 Nama Anak Perempuan yang Penuh Filosofi dan Artinya Beserta Rangkaiannya

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 7 Tanda Tidak Dianjurkan Puasa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK