PARENTING
Anak Makin Pasif & Sering Main Gadget, Ternyata Bisa Pengaruhi Mental Orang Tua
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 09 Feb 2026 18:30 WIBMelihat banyaknya anak yang memilih menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan bermain di luar rumah, tentu membuat Bunda merasa cemas. Secara tidak langsung, fenomena ini menunjukkan adanya kaitan antara aktivitas anak dan suasana hati orang tua.
Perkembangan teknologi serta kemudahan dalam mengakses informasi dan komunikasi menjadi salah satu alasan mengapa anak sekarang lebih akrab dengan gadget. Namun, kebiasaan tersebut justru membentuk anak menjadi sedenter atau kurang gerak.
Bunda tentunya tidak mau anak semakin terpapar efek negatif penggunaan gadget hingga mereka dewasa, bukan? Maka dari itu, sangat wajar dan dapat dimengerti apabila Bunda juga merasa stres, cemas, dan overthinking melihat bagaimana anak menjalani hari-harinya.
Untuk memahami hal tersebut lebih lanjut, Bunda bisa menyimak penjelasan para peneliti berikut ini mengenai kaitan antara aktivitas anak dan suasana hati orang tua.
Bagaimana kaitan aktivitas anak dengan suasana hati orang tua?
Baru-baru ini, para pakar dari SWPS University di Polandia melakukan penelitian terkait gaya hidup sedenter yang dialami banyak anak serta dampak negatif yang ditimbulkannya.
Studi tersebut tertuang dalam jurnal Kesehatan Mental dan Aktivitas Fisik, dalam makalah "Hubungan antara gejala depresi dan perilaku menetap pada hubungan orang tua-anak: Efek longitudinal di dalam dan di antara orang."
Penelitian ini berfokus pada bagaimana gaya hidup sedenter memengaruhi kesehatan mental keluarga. Hasilnya, ditemukan bahwa anak yang aktivitasnya terbatas dan cenderung berdiam diri memiliki perubahan suasana hati yang kurang stabil.
Bahkan, dilansir laman Medical Xpress, seorang psikolog yang merupakan rekan salah satu pakar dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kondisi emosional anak dengan gaya hidup sedenter dapat memengaruhi mental dan suasana hati orang tua.
“Ini mungkin terkait dengan beban psikologis pada orang tua akibat melihat anak menarik diri dari aktivitas, yang dapat menyebabkan rasa tidak berdaya dan kekhawatiran tentang perkembangan anak, hingga membuat suasana hati dan mental orang dewasa down,” kata psikolog dari Center for Applied Research on Health Behavior and Health, Maria Siwa, Ph.D.
Apa dampak dari aktivitas anak yang begitu pasif?
Dalam penelitian tersebut ditunjukkan bahwa dampak aktivitas anak yang begitu pasif sangatlah luas, mencakup aspek fisik hingga psikologis keluarga. Maka dari itu, para peneliti menekankan pentingnya anak untuk mengubah gaya hidup demi masa depan mereka.
1. Terhadap kesehatan mental dan otak anak
Semakin lama anak dibiarkan memiliki screen time berlebihan, maka diketahui semakin tinggi pula gejala depresi yang menghampirinya. Meskipun alasannya belum ditemukan secara pasti, mungkin hal ini berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik, minimnya interaksi sosial, serta paparan konten digital yang berlebihan.
Selain itu, kurangnya aktivitas bergerak juga bisa menghambat optimalisasi struktur otak. Terbukti dalam studi tersebut bahwa volume hipokampus yang berperan penting dalam memori dan mengontrol emosi menjadi terganggu.
2. Terhadap hubungan sosial
Pada umumnya, aktivitas fisik tentu melibatkan interaksi sosial yang akan melatih anak untuk berkomunikasi. Nah, pada anak yang memiliki gaya hidup sedenter, mereka cenderung memiliki kedekatan atau attachment yang lebih rendah dengan teman sebaya.
3. Terhadap kesehatan fisik
Aktivitas anak yang tidak begitu mengandalkan pergerakan justru akan meningkatkan risiko obesitas serta risiko penyakit jantung di masa depan. Selain itu, fungsi eksekutif otak dalam menyimpan memori menjadi terbatas, sebab biasanya akan meningkat melalui aktivitas fisik rutin.
Tips agar aktivitas anak menjadi lebih produktif
Menilik dari salah satu jurnal di laman PLOS One yang membahas tentang pengaruh interaksi orang tua-anak terhadap aktivitas anak, terdapat tiga tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat aktivitas anak menjadi lebih produktif dan keluar dari gaya hidup sedenter.
1. Melibatkan interaksi antara orang tua-anak secara langsung
Sebagai orang tua, Bunda tidak hanya berperan mengawasi anak, tetapi juga membangun hubungan yang sehat dengannya. Misalnya, dengan menanyakan aktivitas yang akan dilakukan anak serta mencoba ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, anak juga cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika Bunda aktif bergerak, anak akan lebih termotivasi untuk melakukan hal yang sama.
2. Mendorong anak berinteraksi dengan teman sebaya secara langsung
Bunda bisa mendorong anak untuk bergabung dalam klub, organisasi, maupun kegiatan tim yang berdasar pada hobi dan minat. Menjalin kedekatan dengan teman sebaya bisa meningkatkan hormon oksitosin yang akan menurunkan stres.
3. Mengajak anak melakukan aktivitas fisik
Bunda bisa mengajak anak untuk melakukan olahraga bersama. Aktivitas fisik yang menyenangkan ini bisa melepaskan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati Bunda dan anak sekaligus mengurangi beban kecemasan orang tua.
Nah, demikian informasi mengenai kaitan aktivitas anak dengan suasana hati orang tua, sebagaimana itu adalah hal yang wajar. Semoga informasi ini bermanfaat, ya Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Rekomendasi Sekolah Montessori Unggulan di Jakarta
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kesehatan Mental Ayah Ternyata Dapat Memengaruhi Perilaku Anak di Masa Depan
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
Jelang Ujian Semester, Ajari Si Kecil Doa Memohon Ilmu Bermanfaat
Anak Sudah Kenal Huruf, Cynthia Lamusu Bahagia tapi Bingung
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam
Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya
Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Rambut Rontok Parah? Serum Aminexil Kerastase Genesis Diklaim Ampuh dari Akar
-
Beautynesia
Younghoon THE BOYZ Lanjutkan Karier Akting Bersama Agensi Namoo Actors
-
Female Daily
Bobbi Brown Hadirkan Vitamin Enriched Face Base+, Formula Baru dengan 5x Vitamin dan 24H Makeup Priming
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Syahrini Tampil Serba Merah, Bros Unik Rp 288 Juta Bikin Salfok
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love