PARENTING
Anak dengan Kecerdasan Emosional Rentan Hadapi Kesulitan, Begini 5 Cara Mendampinginya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Minggu, 08 Feb 2026 09:30 WIBCerdas secara emosional sering kali dikaitkan dengan hal yang positif. Namun, tahukah Bunda bahwa kecerdasan emosional anak rentan membawanya hadapi kesulitan?
Menurut sejumlah terapis anak dan remaja di Amerika, kecerdasan emosional merupakan hal yang begitu kompleks. Tak semata-mata hanya melihat perilaku dan emosional anak yang begitu baik, sebagai orang dewasa perlu juga memahami berbagai risiko yang akan dihadapi mereka.
Mengapa demikian? Sebab, tak sedikit orang dewasa yang menganggap anak dengan kecerdasan emosional mampu menangani banyak hal, sehingga kerap bergantung pada mereka. Padahal, hal tersebut tidak seharusnya seperti itu, Bunda.
Lantas apa yang harus dilakukan? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini, Bunda.
Mengenal kecerdasan emosional anak
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seorang anak dalam mengelola emosi diri sendiri sekaligus memahami emosi orang lain. Umumnya, anak dengan kecerdasan emosional mampu memahami emosi dari berbagai sudut pandang dan akan menyikapinya dengan bijak.
Tak jarang, anak dengan kecerdasan emosional akan terlihat lebih dewasa dari anak-anak seusianya. Hal inilah yang bisa menjadi kabar baik sekaligus kabar buruk, apabila orang tua tidak dapat mempertanggungjawabkannya dengan benar.
Kondisi ini dapat memberi mereka peluang untuk terjun ke dalam situasi yang membuatnya rentan menghadapi kesulitan. Sebab, tak sedikit dari mereka yang memendam beban serta tekanan emosional karena terbiasa memikirkan perasaan dan orang lain.
Tanda anak memiliki kecerdasan emosional
Anak dengan kecerdasan emosional dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari, cara anak menyikapi suatu masalah, hingga kemampuan problem solving yang ditunjukkannya. Seorang terapis virtual di Amerika Serikat, Jocelyn Bibi, membagikan beberapa tanda anak memiliki kecerdasan emosional yang dapat Bunda ketahui, sebagai berikut:
- Anak kerap mengajukan pertanyaan yang mendalam dan terperinci mengenai emosi orang lain.
- Anak memiliki kepekaan terhadap isyarat emosional, tanpa perlu diberi tahu.
- Anak dapat membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh secara akurat.
- Anak cenderung mengambil peran sebagai pemecah masalah atau fixer dalam situasi sosial atau keluarga.
- Anak berusaha menyelesaikan konflik dengan orang lain .
- Anak menunjukkan empati dan kasih sayang yang lebih besar dibanding anak seusianya.
Mengapa kecerdasan emosional bisa membuat anak terbebani
Sifat-sifat yang ditunjukkan anak dengan kecerdasan emosional memang terlihat sangat positif. Mereka pun sering dianggap sebagai teman yang dewasa, penuh pengertian, dan peka oleh teman-teman seusianya.
Mereka akan merasa semua tanggung jawab ada padanya. Selain itu, mereka merasa setiap permasalahan harus diselesaikan dan menuntut keterlibatannya. Ketika tidak terlibat atau merasa tidak begitu berperan, maka akan timbul rasa menyesal dan bersalah dalam diri mereka.
Kemampuan ini pula yang tak jarang membawa mereka terlibat dalam konflik orang dewasa, bahkan hampir menggantikan peran pengasuh atau orang tua. Tak hanya di lingkungan keluarga, hal seperti ini pun bisa terjadi di sekolah, Bunda.
“Saat anak lebih cerdas secara emosional dibanding teman sebayanya, ia bisa merasa frustrasi karena masalah sehari-hari di sekolah terasa mudah baginya, tetapi tidak bagi teman-temannya,” tutur Bibi.
Ahli menegaskan, meskipun perilaku dan sifat kepekaan tersebut sangat baik, tetapi terlalu banyak membagikan detail permasalahan justru bisa menjadi beban untuk mereka. Maka dari itu, orang tua perlu memastikan anak tidak terlalu memikirkan masalah atau emosi orang dewasa di sekitarnya.
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Perasaan frustrasi, cemas, dan stres menandakan bahwa anak tidak mampu fokus pada perkembangan dan perasaan mereka sendiri. Hal ini tentunya diakibatkan dari rasa waspada yang berlebihan terhadap kondisi emosional orang dewasa.
“Mereka memikul tanggung jawab yang bukan milik mereka karena orang dewasalah yang kurang memiliki kematangan emosional untuk menanggung stres mereka sendiri tanpa memberikannya kepada sang anak," tegas seorang terapis neurodivergen, Polina Shkadron.
Agar anak yang memiliki kecerdasan emosional tetap berkembang seusianya dan tidak merasa terbebani, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mewujudkanya, dilansir dari laman Newsweek.
1. Jaga batasan emosional anak
Sebisa mungkin anak tidak merasa perlu bertanggung jawab atas kebahagiaan, emosi, atau masalah orang lain, terutama orang dewasa.
2. Hindari anak sebagai tempat curhat
Meski anak terlihat dewasa dan pengertian, orang tua sebaiknya tidak menggantungkan kenyamanan emosional, stabilitas, serta solusi permasalahan orang dewasa pada anak.
3. Saring informasi yang dibagikan kepada anak
Perlu Bunda ketahui bahwa tidak semua masalah orang tua harus diketahui secara detail oleh anak. Khawatirnya, ini akan menjadi beban emosional bagi mereka.
4. Beri ruang untuk kebutuhan anak
Meskipun mereka sudah mampu mengelola emosinya dengan baik, tetapi anak tetap perlu memiliki ruang untuk mengekspresikan perasaan, keinginan, emosi, dan kebutuhannya sendiri.
5. Biarkan anak-anak tetap menjadi anak-anak
Bunda bisa memberikan dorongan kepada mereka untuk bermain, bersenang-senang, dan berkembang sesuai usianya, tanpa tekanan untuk selalu memahami atau memperbaiki situasi di sekitarnya.
“Setinggi apapun kecerdasan emosionalnya, sejatinya mereka tetaplah anak-anak,” pungkas Bibi.
Demikian informasi mengenai apa yang membuat anak dengan kecerdasan emosional rentan hadapi kesulitan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Merasa Sesak Usai Baca Broken Strings, Ternyata Ini Penyebabnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Tingkatkan Kecerdasan Emosional Anak, Tunjukkan Empati Salah Satunya
Mengenal Kecerdasan Emosional pada Anak & Cara Mudah Mengajarkannya
Bunda, Ajarkan 5 Hal Ini pada Anak untuk Mencapai Kecerdasan Emosional
Penting! Begini Cara Melatih Kecerdasan Emosional Anak, Bun
TERPOPULER
Terpopuler: Kebiasaan yang Kerap Dilakukan Orang Cerdas
Bukan Cuma Usia, Posisi Tidur Ini Ternyata Bisa Bikin Wajah Cepat Keriput
Potret Rico Shibata, Istri Nicolas Cage asal Jepang yang Terpaut Usia 31 Th
Father Goals! 5 Potret Hangat Adrian Khalif Bareng Dua Putra Kesayangannya
9 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 8 Bulan agar Tetap Aman & Nyaman
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan Cuma Usia, Posisi Tidur Ini Ternyata Bisa Bikin Wajah Cepat Keriput
Terpopuler: Kebiasaan yang Kerap Dilakukan Orang Cerdas
Potret Rico Shibata, Istri Nicolas Cage asal Jepang yang Terpaut Usia 31 Th
Father Goals! 5 Potret Hangat Adrian Khalif Bareng Dua Putra Kesayangannya
9 Posisi Berhubungan yang Bagus saat Hamil 8 Bulan agar Tetap Aman & Nyaman
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
5 Tips Memilih Kaos Lengan Panjang Anti UV untuk Aktivitas Outdoor
-
Beautynesia
Sosok Olga Soffer, Arkeolog yang Mengubah Cara Sejarah Melihat Perempuan Prasejarah
-
Female Daily
F1 Singapore GP 2026 Dipenuhi Bintang, Ada CORTIS Hingga Kim Kardashian!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral! Pernikahan Diterjang Banjir, Pengantin Pria Gendong Istri Bikin Salfok
-
Mommies Daily
Cara Mengajarkan Anak Merawat Tubuh Tanpa Membuatnya Terobsesi dengan Penampilan