PARENTING
Fenomena 'Tung Tung Tung Sahur' Kembali di 2026? Ini Cara Orang Tua Menyikapinya Menurut Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Kamis, 05 Feb 2026 20:00 WIBBelakangan ini, tren 'Tung Tung Tung Sahur' kembali ramai diperbincangkan di kalangan anak-anak. Banyak orang tua penasaran ingin melihat bagaimana anak-anak begitu antusias menonton karakter yang satu ini.
Bagi anak-anak, 'Tung Tung Tung Sahur' lebih dari sekadar tontonan. Mereka melihatnya sebagai bentuk hiburan sekaligus cara mengekspresikan diri, bahkan kadang ikut menirukan karakter tersebut bersama teman-temannya.
Karakter dalam tontonan ini tampak seperti kentongan yang bisa berjalan dan berbicara. Sosok unik ini disebut sebagai 'anomali' karena bentuknya yang aneh dan cerita yang terkadang tidak masuk akal bagi kita orang dewasa.
Fenomena ini memunculkan reaksi yang berbeda di kalangan orang tua. Ada yang menilai tontonan ini menghibur dan kreatif, tetapi tak sedikit pula yang merasa kurang nyaman karena cerita dan karakter yang ditampilkan.
Dengan tren yang kembali naik daun ini, banyak orang tua yang bertanya bagaimana sebaiknya menyikapi tontonan tersebut. Berikut ini cara orang tua menyikapinya menurut pandangan dari psikolog.
Cara orang tua menyikapi fenomena 'Tung Tung Tung Sahur' menurut psikolog
Seorang Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Co-founder Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog, menyampaikan bahwa karakter dalam 'Tung Tung Tung Sahur' sebenarnya mirip dengan karakter kartun pada umumnya.
Untuk sebagian anak, humor yang ditampilkan bisa diterima dengan baik dan menghibur, Bunda.
"Sebenarnya kan kalau kita mau meninjau, ini memang karakter yang enggak logis. Tapi kan karakter-karakter fiksi selain 'Tung-Tung and Friends' ini sudah ada sejak kita kecil, dan hampir semuanya tuh enggak logis kalau dipikir-pikir," ujar Saskhya saat diwawancarai oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.
Menurut Saskhya, anak usia di atas 7-8 tahun sudah mulai bisa membedakan mana yang logis dan mana yang fiksi. Setiap tahap perkembangan anak juga punya selera humor yang berbeda-beda.
"Jadi menurut aku kalau ngomongin logis dan enggak logis, itu anak usia di atas 7-8 tahun sudah bisa bedain. Kalau secara teori kognitif, sebetulnya tiap tahap perkembangan usia anak itu memang punya taste humor sendiri-sendiri. Nah di usia anak-anak SD itu kebanyakan sudah mulai apresiasi sama humor yang aneh-aneh seperti rhyming dan cerita yang incoherent," tuturnya.
Selain itu, Saskhya menyarankan agar orang tua tetap mendampingi anak saat menonton tontonan ini. Ia pun menyarankan agar orang tua menonton terlebih dahulu dan memilih konten yang sesuai sebelum anak menontonnya.
"Sebelum anaknya nonton, kita memang harus nonton karena ada cerita-cerita yang sangat tidak tepat. Misalnya, yang ceritanya pacaran, jadi mungkin ada yang mengandung pornografi atau kekerasan. Tapi, ada juga yang kayak cuma turnamen enggak jelas dan itu enggak ada pengaruh apa-apa ke anak," ucapnya.
Lebih lanjut, Bunda sebaiknya menghindari memberi Si Kecil video singkat atau potongan cerita secara terus-menerus. Menurut psikolog Saskhya, hal ini bisa membuat anak ketagihan dan kehilangan fokusnya.
"Kedua, yang perlu kita waspadai sebetulnya bukan cuma kontennya, tapi si Tung Tung Tung Sahur ini sama seperti konten lain. Menurut aku kalau kita kasih konten ke ke anak itu bentuknya yang short format kayak cuma 3 detik atau 15 detik, terus-menerus ganti konten, itu akan membuat anak jadi merangkak tanpa pikiran" katanya.
Ia menambahkan bahwa tontonan singkat juga bisa berpengaruh pada konsentrasi anak usia dini. Namun, semua kembali pada cara orang tua yang mengatur penggunaan konten tersebut.
"Kalau memang bentuknya short format, untuk anak-anak usia dini itu juga bisa bikin kerusakan otak, membuat dia jadi enggak bisa fokus atau konsentrasi. Tapi semua itu balik lagi, tergantung cara kita konsumsinya," jelasnya.
Kita juga bisa mengajak anak untuk berdiskusi setelah menonton untuk lebih memahami minat dan selera mereka. Nah, dari obrolan ini, Bunda bisa menyesuaikan pola asuh sekaligus mengajarkan hal positif lewat tontonan yang disukai anak.
"Kalau anaknya senang, berarti kita tahu tipe humornya seperti itu, dan kita jadi tahu harus melakukan apa ke anak yang bisa berguna untuknya. Misalnya, anak bisa diajak diskusi atau diminta bikin cerita sendiri tentang 'Tung Tung Tung Sahur' ini," ujar Saskhya.
"Kalau kita langsung musuhin anak karena sesuatu yang lagi trending, anak jadi males enggak sih ngomong sama kita. Jadi ya mungkin lebih baik kita pelajari dulu itu, terus didiskusikan apa yang bagus dan tidak. Nah, kalau bagi anaknya itu lucu atau menarik, apa yang bisa kita lakukan selanjutnya ya?" sambungnya.
Usia berapa anak sebaiknya menonton cerita imajinatif?
Karakter imajinatif seperti 'Tung Tung Tung Sahur' ini sebaiknya dikenalkan sesuai kesiapan kognitif anak, Bunda. Psikolog Saskhya menyarankan agar anak di bawah usia tujuh tahun belum menonton tayangan seperti ini.
"Kalau yang sifatnya sangat imajinatif, aku enggak setuju dikasih di bawah tujuh tahunan karena memang mereka itu belum siap. Misalnya, aku enggak rekomendasi buat anak-anak di bawah 7-8 tahun buat nonton film superhero karena dia bisa meniru apa yang dilakukan karakter itu, seperti meloncat. Anak usia segitu belum tahu bedanya yang konkret atau tidak," tuturnya.
Menurutnya, anak yang berusia sekitar 7-8 tahun atau bahkan enam tahun terkadang sudah mulai paham tentang konsep imajinatif. Namun untuk balita, sebaiknya tontonan seperti ini dihindari, ya.
"Nah, kalau usia biasanya 7-8 tahun dan beberapa sampai enam tahun, ada juga yang sudah ngerti. Tapi kalau balita, jangan deh," ujar Saskhya.
Itulah penjelasan dari psikolog mengenai usia yang tepat bagi anak untuk menonton karakter anomali seperti 'Tung Tung Tung Sahur'. Semoga ulasannya bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, Anak yang Kurang Menarik Bisa Kurang Diperhatikan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli
Sekolah di Jakarta Diizinkan PJJ 18 Agustus 2026, Simak Ketentuan Lengkapnya Bun!
REKOMENDASI PRODUK
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang Bermental Kuat tapi Baik Hati dari 7 Kalimat yang Sering Diucapkan
Kontraksi Braxton Hicks: Penyebab dan Cara Membedakannya dengan Kontraksi Asli
Deretan Anak Artis Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Pakai Baju Adat hingga Ikut Lomba
[TIPS RUMAH SENIN] 7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus & Berkualitas
Potret Kebersamaan Lesti Kejora & Rizky Billar Bareng Tiga Anak, Didoakan Bahagia selalu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bikin Konten Rame-Rame? Mic Wireless 4 Channel Ini Jawab Masalah Audio Grup
-
Beautynesia
5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bikin Orang Tidak Betah Ngobrol Denganmu
-
Female Daily
POP TOY SHOW Singapore 2026 Hadir dengan Koleksi Eksklusif dan Mainan yang Wajib Diburu Kolektor!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sosok Miss Peru 2026 yang Gelarnya Mendadak Dicopot, Batal ke Miss Universe
-
Mommies Daily
Jangan Langsung Marah! 7 Cara Menegur Anak Remaja Tanpa Memicu Pertengkaran di Rumah