Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

5 Dongeng Islami dengan Tema Beribadah, Kisah Nabi hingga Akhlak untuk Dibacakan Sebelum Tidur

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 08 Feb 2026 18:50 WIB

5 Dongeng Islami dengan Tema Beribadah, Kisah Nabi hingga Akhlak untuk Dibacakan Sebelum Tidur
Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak/Foto: Getty Images/DONOT6
Daftar Isi
Jakarta -

Dongeng Islami bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu sebelum Si Kecil terlelap. Selain menghibur, dongeng juga dapat menanamkan nilai-nilai beribadah sejak dini, Bunda. 

Mengutip dari buku Terampil Mendongeng oleh Kusumo Priyono, mendongeng dengan cara yang akrab bisa membuka pikiran anak. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jiwa mereka, sehingga Si Kecil pun dapat belajar memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Tak hanya sebagai pengantar tidur, dongeng Islami juga membantu anak mengenal nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan. Bunda bisa menjadikan ini sebagai momen belajar sambil mempererat kedekatan dengan Si Kecil.

Nah, kalau Bunda sedang mencari rekomendasi dongeng Islami, simak ulasan selengkapnya berikut ini, yuk.

Dongeng Islami dengan tema beribadah, kisah Nabi hingga akhlak untuk dibacakan sebelum tidur

Merangkum dari berbagai sumber, yuk simak pilihan dongeng Islami tentang beribadah, kisah para Nabi, hingga akhlak mulia yang bisa dibacakan sebelum tidur.

1. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Nuh

Mari, bacakan dongeng Islami tentang kisah Nabi Nuh yang dilansir dari buku 25 Kisah Nabi & Rasul oleh Woro Lestari dan Tim Gema Insani.

Nabi Nuh adalah manusia istimewa dari negeri Armenia. Allah memilihnya untuk menyampaikan ajaran tauhid, menyembah Allah Yang Esa. Nabi Nuh mengajarkan agama Allah selama 950 tahun. Beliau terus memberi peringatan kepada kaumnya agar tidak menyembah selain Allah SWT.

Saat itu, kaum Nabi Nuh berada dalam kesesatan, sudah melupakan Allah, dan selalu berbuat kerusakan di bumi. Meski demikian, Nabi Nuh menyayangi mereka dan tidak lelah mengingatkan mereka akan adanya azab apabila menyekutukan Allah.

Namun sayangnya, peringatan Nabi Nuh selalu dianggap angin lalu oleh kaumnya. Mereka menolak ajakan Nabi Nuh. Orang-orang zalim itu tetap ramah lingkungan pada keingkaran mereka.

Dengan sombongnya mereka menantang Nabi Nuh, "Hai, Nuh! Datangkanlah azab yang engkau ancamkan itu jika kamu memang orang yang benar!".

Betapa sedihnya hati Nabi Nuh mendengar kedurhakaan umatnya kepada Allah. Tak lama kemudian, Nabi Nuh mendapatkan wahyu dari Allah agar membuat sebuah kapal yang besar. Akhirnya, Nabi Nuh pergi meninggalkan mereka dan mulai membuat kapal bersama orang-orang yang bertakwa.

Kaum yang ingkar itu menertawakan Nabi Nuh karena membuat kapal di tengah-tengah daratan.

Nabi Nuh tetap bersabar. Beliau dan kaumnya yang beriman terus mengerjakan kapal hingga selesai.

Pada suatu hari, Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Nuh, "Masukkanlah ke dalam kapal itu hewan jantan dan betina, juga ajaklah keluargamu dan orang-orang yang beriman".

Pada hari itu, semua orang beriman dan hewan berbondong-bondong memasuki kapal besar itu. Orang-orang yang ingkar malah tertawa dan tidak mau mendekati kapal itu

Tiba-tiba, Allah mendatangkan banjir yang sangat dahsyat. Air bah menyapu kaum yang zalim itu tanpa kecuali. Sementara orang-orang beriman dan hewan yang berada di kapal besar itu selamat.

Nabi Nuh memanggil anaknya yang tidak mau beriman. Anaknya dihempaskan gelombang besar ke sana kemari.

"Wahai anakku, naiklah ke kapal bersama kami! Janganlah kamu bersama orang-orang kafir!" teriak Nabi Nuh di tengah derasnya air.

Namun, anaknya masih tetap ingkar dan sombong, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!" tolak anak Nabi Nuh.

Antara sedih bercampur marah, Nabi Nuh berteriak, "Tidak ada yang melindungimu dari membayangkan Allah pada hari ini, selain Allah Yang Maha Penyayang".

Anak Nabi Nuh tetap pada pendiriannya dan malah menjauh dari Nabi Nuh. Tiba-tiba, gelombang besar menghantam. Anaknya pun menghilang bersama gelombang itu.

Dengan berlinang air mata, Nabi Nuh memohon agar Allah menyelamatkan anaknya. Namun, Allah tidak mengabulkannya.

Akhirnya, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan kaumnya yang berada di dalam kapal. Mereka itulah orang-orang beriman yang kemudian Allah jadikan mereka khalifah di muka bumi.

2. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Idris

Dikutip dari buku Kisah Teladan 25 Nabi Menakjubkan & Penuh Hikmah karya Ariany Syurfah, yuk kita simak dongeng tentang kisah Nabi Idris.

Nabi Idris lahir di daerah Babylon, memiliki nama asli Akhnukh (Henokh). Nama asli Nabi Idris adalah Akhnukh (Henokh).

Beliau dinamakan Idris karena banyak mempelajari kitab-kitab dan mushaf Nabi Adam dan Syits. Nabi Idris adalah seorang yang sangat cerdas, pandai, dan memiliki kemauan belajar yang tinggi.

Beliau adalah manusia pertama yang menulis dengan pena dan dianugerahi berbagai kepandaian oleh Allah, di antaranya, kepandaian naik kuda, ilmu alam, tulis-menulis, dan berhitung. la pula yang menjadi orang pertama yang menjahit pakaian dan mengenakan pakaian berjahit.

Dalam berdakwah, Nabi Idris banyak mengalami hambatan. Dalam Al-Qur'an, Nabi Idris digolongkan sebagai manusia yang sabar karena ia tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan dan rintangan seberat apa pun.

Meski memiliki sifat sabar, ia dapat bertindak tegas terhadap orang kafir yang berbuat zalim. Nabi Idris diberikan gelar asadul usud (singa dari segala singa) karena keberanian yang hebat dan tidak takut akan kematian.

Selain memiliki kepandaian luar biasa, Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang baik dan saleh, tekun beribadah, tidak pernah meninggalkan perintah Allah, dan rajin berpuasa. Hal inilah yang membuat Malaikat Izrail ingin bertemu dengan Nabi Idris.

Izrail pun menyamar sebagai manusia dan berkunjung ke rumah Nabi Idris dengan membawa beberapa buah segar dari surga. Nabi Idris dengan baik melayani tamunya. Nabi Idris merasa ada yang janggal dan menemukan banyak keanehan dengan tamunya selama empat hari melakukan perjalanan bersama. la pun menanyakan siapa sebenarnya tamunya itu.

"Bolehkah saya tahu, siapakah Anda sebenarnya?" tanya Nabi Idris dengan rasa penasaran yang tinggi.

"Aku adalah Izrail," jawab Izrail dengan mantap.

Nabi Idris pun terkaget dan menanyakan apakah Malaikat Izrail akan mencabut nyawanya. Ternyata Malaikat Izrail hanya ingin menemuinya karena kagum akan kesalehan Nabi Idris.

Tiba-tiba saja. Nabi Idris berpikir tentang sesuatu yang selama ini ingin dirasakannya. la ingin Malaikat Izrail mencabut nyawanya beberapa saat, lalu mengembalikannya kembali. Malaikat Izrail sangat terkejut atas permintaan Nabi Idris tersebut. Lalu, Izrail secepat kilat menghadap Allah untuk meminta izin memenuhi permintaan tersebut.

Dengan izin Allah, Izrail pun mulai mencabut nyawa Nabi Idris dengan cara yang sangat halus. Ketika Izrail berhasil mencabut nyawa Nabi Idris, tiba-tiba saja Izrail menangis dan memohon kepada Allah untuk segera menghidupkan kembali Nabi Idris. Allah pun mengabulkan permohonan Izrail. Akhirnya Nabi Idris dapat hidup kembali.

Izrail berkata kepadanya, "Tahukah engkau, sesungguhnya aku mencabut nyawamu dengan cara yang lembut karena engkau adalah orang yang baik dan saleh. Engkau bisa membayangkan bagaimana jika nyawa yang aku cabut adalah nyawa orang yang amalannya buruk, pasti akan sangat sakit".

Tak hanya itu, Nabi Idris meminta Izrail untuk melihat surga dan neraka. Seketika Izrail pun meminta izin kepada Allah. Nabi Idris pun diberikan kesempatan melihat keduanya.

Indahnya surga membuat Nabi Idris tak ingin pergi meninggalkannya, bahkan dengan sengaja meninggalkan sandalnya dan tidak ingin keluar dari tempat ini.

Oleh karena itu, ia pun kemudian datang kepada Allah dan mengadukan kejadian tersebut. Allah pun kemudian menegaskan bahwa Idris boleh tinggal di surga karena ia memang salah seorang penduduk surga.

3. Dongeng Islami tentang kisah Nabi Sulaiman

Menilik dari buku The Leadership of Sulaiman oleh Ibnu Mas'ud, simak dongeng Islami tentang kisah Nabi Sulaiman.

Suatu ketika, Nabi Sulaiman AS beserta pasukannya yang terdiri dari kalangan manusia, jin, dan burung hendak melakukan parade. Hingga mereka pun kemudian melewati segerombolan semut.

Melihat parade pasukan Nabi Sulaiman AS dalam jumlah yang besar itu, ratu semut pun memberi komando pada gerombolannya agar segera menghindar dari jalanan dan bersembunyi dalam lubang-lubang. Tujuannya agar gerombolan mereka tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman AS dan pasukannya.

Ternyata, saat itu, Nabi Sulaiman AS mendengar dan mengerti apa yang dikatakan oleh ratu semut tersebut. Beliau pun tersenyum atas mukjizat yang dikaruniai untuknya.

Setelahnya, Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya untuk berhenti sejenak. Ia berkata, "Berhentilah sejenak. Kita memberi jalan untuk makhluk yang berlindung kepada Allah Ta'ala".

Namun, pasukan Nabi Sulaiman AS tidak melihat satu pun makhluk yang melintas dan terlihat kebingungan. Nabi Sulaiman AS lalu berkata lagi, "Sehasta di depanku ada lembah semut yang berisi jutaan semut. Mereka tengah mencari tempat perlindungan agar tidak terlindas oleh kuda kita".

Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Dalam kesempatan yang lain, Nabi Sulaiman AS juga pernah menanyakan tentang makanan para semut. Menurut sejumlah riwayat, Nabi Sulaiman AS bertanya pada seekor semut tentang rezeki yang diperolehnya.

"Wahai semut, berapa banyak engkau memperoleh rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?" ujarnya.

Beliau bertanya demikian karena mengkhawatirkan semut-semut tersebut kekurangan makanan. Kisah ini juga membuktikan bahwa Nabi Sulaiman AS sangat memerhatikan kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

"Sebesar biji gandum," jawab semut tersebut.

Untuk membuktikan jawaban semut itu, Nabi Sulaiman AS pun melakukan percobaan. Beliau memelihara semut itu di dalam sebuah botol dengan beberapa butir gandum.

Setelah setahun lamanya, Nabi Sulaiman AS kembali membuka botol tersebut dan menemukan bahwa si semut hanya memakan sebagian biji gandum saja. Lalu, beliau bertanya, "Hai semut, mengapa engkau hanya memakan sebagian dan tidak menghabiskannya?"

Lalu, semut berkata, "Dahulu aku bertawakal dan pasrah kepada Allah. Dengan bertawakal kepada Allah, aku yakin bahwa Dia tidak akan melupakanku".

Semut itu pun melanjutkan, "Ketika aku berpasrah kepadamu (Nabi Sulaiman AS), aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga bisa memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Karena itu aku harus menyisakan sebagian bekal untuk tahun berikutnya".

Selain itu, Bunda juga bisa membacakan beberapa dongeng Islami lainnya sebelum Si Kecil tidur. Dilansir dari buku 100 Kisah Islami Pilihan untuk Anak-Anak karya Salman Iskandar, berikut pilihannya:

4. Dongeng Islami tentang Akhlak Mulia Umar dan Penggembala Ternak

Suatu waktu, Umar mengadakan perjalanan dari Madinah menuju Makkah. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang menggembala kambing dalam jumlah sangat banyak.

"Anak Muda, bolehkah aku beli seekor saja hewan gembalaanmu?" tanya Umar.

"Aku ini hanya seorang budak, Tuan," jawab pemuda itu.

"Memangnya kenapa? Aku tidak peduli engkau seorang budak atau bukan. Aku ingin membeli seekor saja. Dan, aku melihat hewan gembalaanmu ini banyak sekali. Tentu, majikanmu seorang yang sangat kaya. Kehilangan seekor kambing baginya apalah artinya. Kau katakan saja bahwa seekor serigala telah memangsanya. Pasti majikanmu percaya," bujuk Umar.

Mendengar bujukan itu, pemuda tersebut memandang Umar dengan tatapan aneh.

"Benar, Tuan. Kambing ini memang sangat banyak. Jika aku berdusta, majikanku tidak akan pernah tahu dan apalah arti seekor kambing baginya. Tapi, Tuan... fa 'ainallaah, di manakah Allah?" katanya.

Umar terdiam mendengar kata si pemuda.

"Keimanan kepada Allah, itulah keyakinanku, Tuan! Demi mendapatkan keimanan ini, aku telah melalui teriknya gurun Sahara hingga telapak kaki terkelupas. Aku sudah menemani sunyi dan dinginnya malam sampai berurai air mata. Aku melakukan semua ini dengan mengorbankan sesuatu yang agung demi mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Namun, sekarang Tuan ingin membeli keimananku dengan segenggam dirham? Tuan ingin menukar keyakinan ini dengan sekeping dinar? Tidak, Tuan, tidak! Bagaimana mungkin aku sudi menukar mutiara berharga dengan sebongkah batu biasa? Sungguh, seandainya aku harus memilih antara kesenangan dunia dan keimanan ini, aku tak akan sudi menjual keimananku ini!"

Mendengar jawaban pemuda itu, tubuh Umar berguncang dan tanpa terasa air matanya menetes.

"Wahai, Anak Muda, di manakah rumah majikanmu?" tanya Umar.

Singkat cerita, Khalifah Umar diantarkan ke rumah majikan si penggembala. Sampai di rumah majikannya, Umar membeli pemuda itu dan segera memerdekakannya.

5. Dongeng Islami tentang Keyakinan dan prasangka baik

Pada dahulu kala, ada seorang murid yang mendambakan seorang guru yang mengajarinya untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Meskipun sudah berusaha keras, dia juga belum berhasil menemukan guru yang diidamkannya.

Suatu hari, ada seorang yang berkata kepadanya bahwa dia tidak akan menemukan seorang guru yang bisa mengajarinya semakin dekat dengan Allah SWT, kecuali Fulan bin Fulan yang tinggal di suatu kota.

Dia pun kemudian berangkat ke kota itu. Setelah sampai di sana, dia menanyakan tempat tinggal Fulan bin Fulan. Penduduk sekitar kota tersebut menunjukkan kepadanya seorang lelaki yang berperangai buruk dan suka bermaksiat. Dia mendatangi rumah orang tersebut dan mengetuk pintunya.

"Siapa?" tanya pemilk rumah.

"Abdullah," jawabnya.

Kebetulan Fulan bin Fulan sedang menunggu orang yang namanya sama dengan si murid. Mereka berjanji untuk berpesta dan minum-minuman keras. Dia lalu membukakan pintu karena mengira tamu itu adalah temannya.

Si murid masuk ke rumah. Ketika menatap wajah pemilik rumah, dia lalu duduk bersimpuh dan menangis. Pertemuan dengan sang calon gurunya itu begitu mengharukan sehingga dia tidak melihat minuman keras yang ada di situ.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya pemilik rumah keheranan.

"Aku ingin agar engkau mengajariku untuk semakin dekat dengan Allah SWT. Aku telah berusaha mencari guru, tetapi tidak menemukan selain Tuan," kata si murid.

Karena ingin segera terbebas dari Abdullah, lelaki itu berkata sekenanya, "Pergilah ke tempat A, di bawah gunung B! Di sana, kamu akan temukan air. Berwudhulah dengan air itu! Kemudian, beribadahlah di situ sampai Allah SWT memberimu pertolongan!"

Lantas, si murid segera melaksanakan perintah gurunya. Dia beribadah dengan sungguh-sungguh sampai akhirnya Allah SWT memberinya pertolongan. Setelah itu, dia baru mengetahui bahwa orang yang selama ini dianggap sebagai gurunya adalah seorang yang berperangai buruk dan suka bermaksiat.

Dia pun mulai banyak dikenal oleh orang-orang. Kesalehannya menjadi buah bibir masyarakat. Orang-orang mulai berdatangan untuk menuntut ilmu. Semakin lama, semakin banyak. Hingga pada suatu hari, dia jatuh sakit. Ketika penyakitnya semakin parah, murid-muridnya bertanya, "Guru, siapa yang akan engkau angkat menggantikanmu, jika guru wafat?".

"Fulan bin Fulan yang suka bermaksiat. Oleh karena itu, berdoalah agar sebelum aku wafat, Allah SWT mengubah keadaannya dengan memberinya petunjuk! karena, sesungguhnya aku tidak akan menjadi guru kalau bukan karena dia," lanjutnya.

Allah SWT pun mengabulkan doa mereka. Lelaki itu bertobat dan menjadi murid dari mantan muridnya. Dia berusaha sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT di bawah bimbingan gurunya, Sepeninggal sang guru, dia pun dipercaya untuk menggantikan kedudukannya sebagai guru bagi murid-muridnya.

Itulah kumpulan dongeng Islami tentang beribadah, kisah para Nabi, serta akhlak mulia yang bisa Bunda bacakan sebelum anak tidur.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda