HaiBunda

PARENTING

10 Ide Stimulasi Sensorik Bayi Usia 7-12 Bulan, Sederhana Dilakukan di Rumah

Kinan   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Feb 2026 14:40 WIB
Ilustrasi Ide Stimulasi Sensorik Bayi Usia 7-12 Bulan, Sederhana Dilakukan di Rumah/Foto: Getty Images/oatawa
Jakarta -

Stimulasi sensorik sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Tak sulit, ada beberapa ide stimulasi sensorik bayi yang sederhana dan bisa Bunda lakukan di rumah, lho.

Di usia 7 bulan ke atas, bayi akan semakin tertarik dan menyadari betapa luas dunia di sekitarnya. Ia juga akan segera belajar merangkak, berjalan sambil berpegangan, atau berjalan sendiri secara bertahap.

"Bermain dan berinteraksi langsung dengan bayi akan sangat baik bagi perkembangan otaknya. Perhatian, waktu, dan dan sentuhan pada bayi adalah bagian terpenting dari aktivitas perkembangan. Segalanya didasari oleh interaksi antara orang tua dan anak," ungkap penulis Let's Play and Learn Together, Roni Cohen Leiderman, Ph.D., seperti dikutip dari Parents. 


Mengapa stimulasi sensorik sangat penting untuk bayi?

Stimulasi berupa permainan sensorik adalah aktivitas yang secara langsung mengajak anak untuk mengeksplorasi dengan indranya. 

Termasuk dengan menggunakan indra sentuhan, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan pengecapan, serta menggunakan gerakan atau keseimbangan.

Secara garis besar, aktivitas sensorik umumnya cenderung tidak terstruktur, sehingga memberi anak kesempatan untuk bermain secara terbuka dengan kemampuan masing-masing. 

Stimulasi sensorik merupakan cara penting bagi bayi untuk belajar mengenal dunia di sekitar mereka, sekaligus membangun keterampilan kognitif yang terlibat dalam pemecahan masalah dan pemikiran abstrak. 

Kegiatan lain yang menstimulasi visual dan motorik bayi juga berperan dalam pengembangan keterampilan bahasa di kemudian hari.

10 Ide stimulasi sensorik bayi usia 7-12 bulan

Berikut beberapa contoh ide stimulasi sensorik bayi usia 7 sampai 12 bulan, yang bisa Bunda lakukan secara sederhana di rumah:

1. Bermain cilukba

Bunda hanya perlu menggunakan selimut, mainan kecil atau buku untuk bermain cilukba dengan Si Kecil.

Letakkan mainan atau buku di bawah selimut, dengan sebagian benda masih terlihat. Lalu tanyakan kepada bayi 'di mana ya mainan/bukunya?'. Ajak ia untuk mencarinya.

"Bayi biasanya akan berupaya meraih dan mengangkat selimutnya. Jika bayi belum melakukannya, orang tua bisa membuka lalu menutup kembali selimut tersebut," ungkap psikolog anak dan remaja, Robert Myers, Ph.D, dikutip dari laman Parents.

Nanti setelah bayi sudah mahir menemukan benda yang sebagian tersembunyi, lanjutkan dengan menyembunyikan mainan sepenuhnya di bawah selimut. Kegiatan ini menstimulasi perkembangan motorik halus dan pemahaman tentang keberadaan objek (object permanence).

2. Menyusun mainan balok

Bunda bisa menyusun mainan balok atau mainan gelas susun secara bergantian, lalu robohkan kembali. Selain itu, Bunda juga bisa membuat 'perlombaan', di mana Bunda dan bayi menyusun gelas pada waktu yang sama.

Selain memahami tentang proses sebab dan akibat, bayi juga melatih keterampilan motorik halus dari kegiatan ini.

3. Bermain jalur rintangan

Buatlah tiruan jalur rintangan di rumah menggunakan barang sehari-hari, seperti kardus, tumpukan buku besar, atau bantal. Ajak bayi untuk untuk melewati rintangan dengan merangkak atau berjalan, sambil memanggil namanya dari titik akhir.

Kegiatan ini membantu meningkatkan keterampilan motorik, navigasi, koordinasi tangan-mata, memori dan kemampuan kognitif.

4. Bermain lempar tangkap

Melempar dan menangkap dapat membantu memperkuat keterampilan motorik kasar, motorik halus, serta koordinasi otot tubuh. Gunakan bola yang besar dan ringan untuk memastikan aktivitas tersebut cukup aman untuk bayi pada usia ini. 

Jika bayi sudah bisa duduk secara mandiri, Bunda dapat memodifikasi permainan dengan duduk di lantai bersama-sama, lalu menggelindingkan bola ke arah bayi. Setelah itu, minta ia untuk kembali menggelindingkan bola ke arah Bunda. 

5. Bermain puzzle besar

Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/stevanovicigor

Di usia sekitar 10 bulan, Bunda mulai bisa memperkenalkan permainan puzzle. Pilih puzzle dengan bentuk yang besar, berbahan aman, dan gambar berwarna cerah. 

"Peragakan dan jelaskan terlebih dahulu cara memainkannya. Orang tua juga mungkin perlu membimbing tangan bayi. Bertepuk tangan dan bersoraklah saat ia berhasil," ungkap Myers. 

Untuk bayi usia 10 bulan ke bawah, Bunda dapat menggunakan puzzle balok yang terbuat dari bahan yang lebih lembut. Dari kegiatan ini, bayi belajar tentang pemecahan masalah, keterampilan motorik halus, dan keterampilan visual.

6. Melukis dengan jari

Ide stimulasi sensorik bayi selanjutnya yakni melukis dengan jari. Kegiatan ini membantu mengenalkan warna dan menstimulasi indra peraba, sekaligus meningkatkan kreativitas anak. 

Agar lebih menyenangkan, bebaskan anak untuk mencampur berbagai warna dan membuat pola-pola menarik di atas kertas.

Jika khawatir dengan bahan kimia dalam cat warna biasa, Bunda bisa membuat sendiri cat dari campuran tepung maizena, air, dan pewarna makanan sesuai keinginan.

7. Bermain alat musik

Bunda dapat membantu melatih sensorik dan indra pendengaran bayi dengan mengajaknya bermain alat musik. Tak perlu menggunakan alat musik sungguhan, Bunda bisa menggunakan barang-barang yang ada di rumah. Misalnya seperti kaleng biskuit atau kotak mainan.

Selain melatih pendengaran, permainan ini juga bisa merangsang kemampuan kognitif dan sensorik Si Kecil. 

8. Menggoyangkan botol

Isi botol plastik dengan beras atau pasta, lalu rekatkan kembali tutupnya agar bayi dapat dengan aman melihat dan mendengar apa yang terjadi saat ia menggoyangkan dan menggulirkan botol tersebut.

Dengan permainan ini, bayi bisa mendengar suara berbeda dari botol, yang sebelumnya tidak pernah mereka dengarkan. 

9. Bermain adonan tepung atau playdough

Ilustrasi/ Foto: Getty Images/travelism

Permainan lain untuk menstimulasi sensorik bayi adalah dengan menggunakan adonan tepung atau playdough. 

Jenis permainan ini dapat melatih keterampilan jari dan tangan, yang berguna untuk perkembangan motorik halus bayi.

10. Bermain bubble wrap

Manfaatkan sisa bubble wrap yang ada di rumah untuk menstimulasi sensorik bayi. Kegiatan bermain dengan bubble wrap membantu menstimulasi indra peraba dan motorik kasar.

Selain ditekan dengan jari-jari tangan, Bunda juga bisa meletakkan bubble wrap di lantai dan biarkan bayi merangkak atau duduk di atasnya.

Munculnya bunyi dari bubble wrap yang pecah akan memberikan pengalaman menyenangkan dan membuat bayi semakin tertarik bermain lagi.

Itulah penjelasan tentang ide-ide stimulasi sensorik bayi usia 7-12 bulan yang bisa dilakukan di rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bukan TV atau Gim, Ini Screen Time yang Bisa Picu ADHD pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Tempat Tidur, Waspadai Bahayanya!

Mom's Life Azhar Hanifah

10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus

Rekomendasi Produk Dwi Indah Nurcahyani

12 Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar

Parenting Nadhifa Fitrina

Jumlah Sel Telur Wanita Sejak Lahir, Usia 20-an sampai Masa Menopause

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

36 Promo Valentine 2026 Lengkap dari Cokelat, Makanan hingga Diskon Wisata Bersama Keluarga

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

13 Program Mudik Lebaran Gratis 2026, Catat Syarat dan Rutenya

10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus

10 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Tempat Tidur, Waspadai Bahayanya!

12 Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar

Benarkah Ibu Hamil Harus Waspada saat Gerhana Matahari Cincin? Simak Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK