Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Benarkah Ibu Hamil Harus Waspada saat Gerhana Matahari Cincin? Simak Faktanya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Feb 2026 15:00 WIB

A pregnant woman is silhouetted against a colorful sunset in Toledo, CM, Spain
Benarkah Ibu Hamil Harus Waspada saat Gerhana Matahari Cincin? Simak Faktanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Cavan Images
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap kali terjadi gerhana matahari, terutama gerhana matahari cincin, selalu muncul beragam pesan berantai yang bikin ibu hamil jadi cemas. Mulai dari larangan keluar rumah, anjuran pakai peniti, hingga kekhawatiran janin bisa terdampak.

Dikutip dari CNN Indonesia, gerhana matahari cincin akan berlangsung di Indonesia pada 17 Februari 2026. Tapi sebenarnya, perlukah Bunda khawatir? Yuk, kita bahas

Ibu hamil dan gerhana matahari dincin?

Dikutip dari Timeanddate, gerhana matahari cincin adalah salah satu jenis gerhana matahari yang terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi ukuran Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari. Karena itu, saat puncaknya, bagian tepi Matahari yang terang tetap terlihat seperti cincin cahaya, yang sering disebut 'cincin api.'

Fenomena ini bersifat astronomi murni dan tidak menghasilkan radiasi tambahan atau energi berbahaya. Dilansir dari Planetary, fenomena ini terjadi karena orbit Bulan berbentuk elips, sehingga kadang Bulan berada di titik yang lebih jauh dari Bumi. Ketika gerhana terjadi saat Bulan berada di titik terjauhnya (apogee), Bulan tampak sedikit lebih kecil dari Matahari di langit, sehingga tidak sepenuhnya menutupi Matahari dan menghasilkan efek cincin terang di sekelilingnya.

Mitos seputar ibu hamil dan gerhana hatahari

Setiap kali gerhana matahari terjadi, berbagai mitos lama kembali beredar di masyarakat dan kerap membuat ibu hamil merasa cemas. Salah satu yang paling sering terdengar adalah anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh keluar rumah saat gerhana karena dikhawatirkan dapat membahayakan janin. Ada pula mitos yang menyarankan ibu hamil mengenakan peniti, gunting, atau benda logam tertentu sebagai 'pelindung' dari pengaruh gerhana.

Tak sedikit pula kepercayaan yang menyebutkan bahwa gerhana matahari bisa menyebabkan bayi lahir cacat, mengalami gangguan kesehatan, atau membawa kesialan bagi ibu dan janin. Mitos-mitos ini umumnya diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya di sebagian masyarakat hingga sekarang.

Dikutip dari Times of India, berbagai kepercayaan tradisional menyarankan ibu hamil untuk tinggal di dalam rumah, menghindari paparan langsung atau menggunakan benda tertentu saat gerhana karena dianggap berbahaya bagi janin, namun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. 

penelitian lain juga menegaskan bahwa keyakinan bahwa gerhana dapat menyebabkan cacat lahir, bibir sumbing, atau masalah lain pada bayi adalah sebuah mitos, karena tidak ada dukungan penelitian yang menunjukkan hubungan antara gerhana dengan kondisi tersebut. 

Sementara itu, banyak budaya di Indonesia dan dunia memiliki mitos yang mengaitkan gerhana dengan hal-hal buruk bagi ibu hamil, tetapi para ahli dan tokoh masyarakat mengatakan bahwa gerhana adalah fenomena alam biasa dan tidak terkait dengan adat istiadat atau kesehatan kehamilan secara langsung. 

Namun secara medis dan ilmiah, tidak ada bukti yang mendukung kepercayaan tersebut. Gerhana matahari adalah fenomena alam yang berkaitan dengan pergerakan benda langit, bukan peristiwa yang memengaruhi kondisi biologis kehamilan. Meski begitu, karena kuatnya pengaruh budaya dan tradisi, mitos-mitos ini sering kali tetap dipercaya dan membuat ibu hamil merasa khawatir berlebihan.

Padahal, rasa cemas dan stres justru dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan ibu selama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memahami mana yang sekadar mitos dan mana yang benar-benar fakta, agar kehamilan tetap dijalani dengan tenang dan nyaman.

Gerhana tidak membahayakan kehamilan

Hingga saat ini, tidak ada penelitian atau bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gerhana matahari termasuk gerhana matahari cincin. Dokter kandungan menegaskan bahwa janin berada aman di dalam rahim, terlindungi oleh dinding rahim dan cairan ketuban. Gerhana tidak memengaruhi kondisi biologis kehamilan.

Bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan berada dalam rahim yang terlindungi dan dipengaruhi oleh faktor biologis seperti kesehatan ibu, nutrisi, serta kondisi medis tertentu bukan oleh peristiwa astronomi seperti gerhana. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa berada di luar rumah saat gerhana atau melihat gerhana secara tidak langsung dapat menyebabkan keguguran, cacat lahir, garis hitam di perut, atau gangguan perkembangan lainnya. 

Meski gerhana aman untuk kehamilan, ada satu hal penting yang tetap perlu diwaspadai, yaitu kesehatan mata. Penting untuk diingat bahwa paparan sinar matahari langsung tetap harus dihindari oleh siapa pun, termasuk ibu hamil, karena dapat merusak mata. Jika ingin menyaksikan gerhana, gunakan kacamata khusus gerhana atau tonton melalui siaran langsung di media terpercaya bukan dengan mata telanjang. Larangan ini berlaku untuk semua orang, bukan hanya ibu hamil.

Dengan kata lain, gerhana matahari tidak memiliki mekanisme fisik atau medis yang dapat memengaruhi janin. Yang lebih utama bagi kesehatan kehamilan adalah pola makan seimbang, cukup istirahat, pemeriksaan kehamilan rutin, dan menjaga kesehatan emosional, bukan kekhawatiran tentang fenomena astronomi. 

Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan ibu hamil saat gerhana matahari?

Bunda tidak perlu melakukan hal khusus atau pantangan berlebihan saat terjadi gerhana matahari. Ibu hamil dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, selama tetap memperhatikan kondisi tubuh dan kesehatan kehamilan.

Hal terpenting adalah menjaga pola hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup. Jika merasa lelah atau kurang nyaman, Bunda sebaiknya beristirahat, bukan karena gerhana, tetapi demi kesehatan diri sendiri dan janin.

Satu hal yang perlu diperhatikan oleh semua orang, termasuk ibu hamil, adalah tidak menatap Matahari secara langsung, baik saat gerhana maupun tidak. Paparan sinar Matahari tanpa pelindung dapat membahayakan mata. Jika ingin menyaksikan gerhana, gunakan kacamata khusus atau cukup melihatnya melalui siaran televisi dan media online.

Yang tak kalah penting, kelola rasa cemas dengan baik. Terlalu percaya pada mitos justru bisa memicu stres, sementara stres berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kehamilan. Jika Bunda merasa khawatir, tidak ada salahnya berkonsultasi langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan agar mendapatkan informasi yang akurat dan menenangkan.

Intinya, tetap tenang, jaga kesehatan, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting untuk kehamilan. Gerhana matahari hanyalah fenomena alam, bukan ancaman bagi Bunda maupun Si Kecil dalam kandungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda