Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

12 Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Feb 2026 15:20 WIB

12 Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar
Ilustrasi Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar/Foto: Getty Images/Userba011d64_201
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagai orang tua, Bunda mungkin suka merasa heran melihat anak yang mudah rewel terhadap hal-hal kecil. Perilaku ini kerap membuat kita ingin tahu, apakah ada yang salah dengan cara kita mendidik?

Tak jarang, orang tua terkadang menenangkan anaknya dengan kalimat seperti 'Berhenti menangis!' atau 'Tenang saja!'. Padahal, anak sedang belajar mengenali emosi mereka sendiri, Bunda.

Dikutip dari laman CNBC Make It, dalam sebuah penelitian, para peserta diminta melihat foto orang yang tersenyum atau terlihat sedih. Hasilnya menunjukkan bahwa otak anak sensitif memiliki respons empati paling tinggi dan mereka juga mudah tergerak untuk membantu orang lain saat sedang kesulitan.

Lebih dari itu, anak yang memiliki otak sensitif biasanya lebih sadar, terbuka, dan peka terhadap sekitarnya dibandingkan dengan teman sebayanya, Bunda.

Nah, karena anak sensitif sangat dipengaruhi oleh pengalaman mereka, dukungan dan bimbingan dari orang tua tentu saja penting. Lalu, apa saja tanda anak memiliki otak yang sangat sensitif, ya?

Tanda-tanda anak punya otak sangat sensitif menurut pakar

Menurut seorang psikolog klinis, peneliti, dan penulis asal Amerika Serikat, Elaine Aron, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak memiliki otak yang sangat sensitif, seperti dilansir dari CNBC Make It. 

Berikut adalah tanda-tanda yang dapat Bunda kenali:

  1. Anak sangat memperhatikan hal-hal kecil di sekitarnya, misalnya seragam baru guru atau posisi barang di rumah yang berubah.
  2. Suasana hati orang lain bisa sangat memengaruhi mereka. Ia mudah merasakan emosi orang lain seolah itu emosi dirinya sendiri.
  3. Anak kesulitan melepaskan perasaan yang intens, seperti marah atau cemas.
  4. Sering muncul keluhan ketika ada hal yang terasa tidak nyaman, misalnya seprai kasar, label pakaian yang gatal, atau ikat pinggang yang terlalu ketat.
  5. Lingkungan yang ramai atau berisik bisa membuat anak cepat stres dan lelah.
  6. Anak cenderung tidak suka terburu-buru dan lebih nyaman melakukan sesuatu dengan hati-hati.
  7. Anak biasanya lebih mudah paham dan belajar jika diberi koreksi dengan cara yang lembut daripada dengan aturan yang keras.
  8. Anak sering memberikan komentar yang bijaksana atau terlihat dewasa untuk usianya.
  9. Selera humor anak juga cenderung cerdas dan tajam.
  10. Anak pandai membaca orang lain dan bisa menebak apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan orang lain.
  11. Beberapa anak menolak makanan tertentu karena bau atau teksturnya.
  12. Anak mudah terkejut oleh suara tiba-tiba, seperti ketika ada yang mendekat secara diam-diam.

Cara orang tua mendukung anak sensitif untuk tumbuh dengan baik

Setelah mengenali tanda-tandanya, orang tua mungkin merasa bingung bagaimana cara mendukung anak yang sensitif supaya bisa tumbuh dengan baik. Sebagai solusi untuk Bunda, berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam keseharian.

1. Tetapkan ekspektasi sejak awal

Anak-anak yang sangat sensitif biasanya butuh waktu untuk memahami dan memproses segala sesuatu. Ketika Bunda menetapkan harapan sejak awal, anak bisa tahu apa yang akan terjadi dan melihat konsekuensi dari tindakan mereka.

Hal ini bisa dilakukan dengan memberi penjelasan sebelum melakukan kegiatan. Contohnya, Bunda bisa mengatakan, "Hari ini kita akan makan di restoran, jadi kita harus menunggu giliran, duduk di kursi, dan menyelesaikan makanan sebelum pulang".

Dengan cara ini, anak pun merasa lebih siap dan nyaman saat menghadapi situasi. Mereka juga akan lebih mudah menyesuaikan diri, Bunda.

2. Terapkan disiplin yang lembut

Anak yang sensitif biasanya punya perasaan yang halus sehingga mereka mudah merasa sedih saat ditegur. Daripada memberikan hukuman yang keras, lebih baik Bunda menggunakan cara yang lebih tenang supaya mereka tidak merasa tersinggung.

Bunda bisa buatkan 'pojok tenang' di rumah yang berisi barang favoritnya, seperti boneka atau selimut. Tempat ini bisa menjadi area bagi Si Kecil untuk menenangkan diri dan mengatur emosinya saat merasa tidak nyaman.

Setelah keadaan mulai tenang, jangan lupa berikan pelukan dan kata-kata positif untuk mereka, ya. Hal ini penting agar anak tetap merasa disayangi meski baru saja melakukan kesalahan.

3. Menjadi pendamping emosi anak

Bunda adalah guru pertama bagi anak dalam belajar mengenali dan mengatur perasaan mereka setiap harinya. Ketika Bunda tetap tenang menghadapi tantrum anak, mereka sebenarnya sedang memperhatikan dan meniru cara kita mengelola emosi.

Semakin Bunda sengaja menunjukkan cara menenangkan diri, semakin baik pula contoh yang didapatkan oleh anak. Misalnya, Bunda bisa memperlihatkan cara menarik napas dalam-dalam saat sedang merasa lelah agar anak tahu cara mengatasi rasa tidak nyaman.

4. Berikan pujian kepada anak

Bunda bisa membantu anak dengan menjelaskan sifat sensitifnya kepada guru di sekolah sejak awal tahun ajaran. Cara ini untuk mencegah adanya salah paham atau konflik yang mungkin saja muncul di dalam kelas nantinya.

Saat anak menunjukkan kepekaannya, misalnya dengan berempati pada teman yang sedang sedih, katakan padanya bahwa Bunda sangat bangga. Pujian seperti ini bisa membuat hati mereka kuat dan membuatnya merasa lebih baik.

5. Luangkan waktu untuk berbincang dengan anak

Selanjutnya, Bunda bisa menyediakan waktu untuk mengobrol atau bermain berdua saja dengan anak. Momen seperti ini tentu berharga karena anak akan merasa benar-benar diperhatikan dan lebih nyaman membuka diri kepada Bundanya.

Cobalah untuk mengajukan pertanyaan supaya percakapan lebih mengalir dan sebaiknya tidak hanya dijawab dengan kata 'Ya' atau 'Tidak'. Misalnya, Bunda bisa bertanya, "Apa hal yang paling sulit kamu rasakan hari ini?".

Itulah penjelasan mengenai beberapa tanda anak yang memiliki otak sangat sensitif menurut para pakar. Apa Si Kecil punya tanda-tandanya?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda