HaiBunda

PARENTING

Anak Baru Belajar Puasa: Perlu Dipaksa atau Dikenalkan Pelan-Pelan?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Feb 2026 12:40 WIB
Ilustrasi Anak Puasa/Foto: Getty Images/gahsoon
Jakarta -

Puasa Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari, Bunda. Ibadah puasa wajib bagi anak yang sudah mencapai usia remaja. Namun, anak yang baru belajar puasa, apakah perlu dipaksa atau dikenalkan pelan-pelan, ya?

Menahan lapar dan haus sepanjang hari memang tidak mudah bagi anak-anak, Bunda. Mereka perlu belajar puasa dengan perlahan, tanpa merasa terbebani atau takut gagal.

Sebagai orang tua, Bunda bisa menjadi teman dan pendamping selama mereka belajar berpuasa. Dukungan dan perhatian dari Bunda membantu anak merasa lebih termotivasi mencoba berpuasa.


Lalu, bagaimana sebaiknya anak yang baru belajar puasa, apakah perlu dipaksa atau dikenalkan secara bertahap? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengajarkan anak yang baru belajar puasa

Mengajarkan anak tentang syariat-syariat Allah SWT termasuk salah satu kewajiban orang tua. Tentu hal ini penting karena menjadi kebutuhan wajib anak untuk menempuh jalan menuju ketakwaan.

"Orang tua perlu membiasakan melakukannya karena itu merupakan kebutuhan wajib seorang anak yang akan menempuh jalan menuju ketakwaan menuju surga," kata seorang ustazah dari Aisyiyah, Kholifatul Fauziah, M.A, saat diwawancarai oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Salah satu syariat yang penting untuk dikenalkan sejak dini adalah puasa. Al-Qur'an menegaskan hal ini dalam surat At-Tahrim ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Lebih lanjut, seorang ustazah sekaligus psikolog, Ustazah Tika Faiza, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa anak-anak sebaiknya mulai diwajibkan berpuasa saat mereka mencapai usia akil baligh, Bunda.

"(Usia anak wajib berpuasa) Jawabannya ketika mereka sudah sampai usia akil baligh. Usia patokannya tidak mesti sama, tapi penandanya boleh jadi sama," tuturnya pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Ustazah Faiza mengatakan bahwa ketika anak perempuan memasuki masa baligh, mereka akan mulai mengalami haid. Sedangkan anak laki-laki pada masa yang sama biasanya mengalami mimpi basah.

"Apa itu? Haid atau menstruasi (untuk anak perempuan) dan kemudian mimpi basah pada anak laki-laki. Ketika momen itu tiba, maka putra-putri kita telah mendapatkan kewajiban berpuasanya. Sehingga kalau kita bicara kapan mereka harus puasa penuh, jawabannya ketika baligh itu," jelasnya.

Tips mengajarkan anak berpuasa

Selain memperhatikan usia anak, cara atau metode yang digunakan juga penting, ya. Lewat pendekatan yang tepat, mereka pun dapat lebih mudah memahami makna puasa dan belajar menahan diri.

"Dari sisi metode, mungkin memang benar kita menjelaskan kepada anak, bahwa puasa itu menahan lapar, menahan haus, menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya awalnya dipebolehkan, tapi kemudian tidak boleh dilakukan saat berpuasa dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari," tutur Ustazah Kholifatul Fauziah.

Selain itu, anak yang baru belajar puasa sebaiknya tidak langsung dipaksa menahan sepanjang hari, Bunda. Mereka bisa mulai dengan mencoba sahur bersama dan berpuasa setengah hari terlebih dahulu.

"Hanya karena sedang belajar, anak boleh nih oh ikut sahur bersama nanti karena puasanya setengah hari dulu. Ketika Zuhur, bedug Zuhur sudah mulai berbunyi, azan Zuhur sudah mulai berkumandang, anak boleh berbuka sebentar," pungkasnya.

Dengan cara bertahap seperti ini, anak pun lebih paham arti dari puasa. Mereka juga akan semangat belajar berpuasa sambil tetap menikmati proses belajarnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bukan TV atau Gim, Ini Screen Time yang Bisa Picu ADHD pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Cara Mengambil Keputusan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Instagram Bersih-Bersih, Kylie Jenner Kehilangan 14 Juta Followers

Mom's Life Angella Delvie & Muhammad Prima Fadhillah

Dokter Sebut 13 Ciri Mengkhawatirkan Bayi Beberapa Jam Setelah Dilahirkan

Parenting Indah Ramadhani

15 Resep Sate Lezat dan Empuk, Cocok Dinikmati bersama Keluarga

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian Berdasarkan Model Rambut, Orang Tulus Biasanya Punya Gaya ini

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jambu Biji untuk Ibu Hamil Disebut Berbahaya Ganggu Pencernaan, Mitos atau Fakta?

25 Playground Terdekat di Depok yang Seru & Menyenangkan, Lengkap dengan Alamat & Estimasi Harga

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Cara Mengambil Keputusan

Instagram Bersih-Bersih, Kylie Jenner Kehilangan 14 Juta Followers

Keamanan Mainan Berbasis AI untuk Anak Usia Dini, Pakar Soroti Masalah Emosi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK