HaiBunda

PARENTING

Studi Ungkap Kemampuan Membaca Anak Menurun, Terungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 23 Feb 2026 17:00 WIB
Kemampuan belajar membaca anak menurun/ Foto: Getty Images/FatCamera

Mengajari anak belajar membaca dibutuhkan metode agar cepat lancar. Mempertimbangkan hal ini, ternyata ada metode belajar membaca yang harus ditinggalkan karena sudah ketinggalan zaman.

Membaca merupakan gerbang utama untuk anak mengenal dunia dan memperoleh ilmu serta informasi yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Seiring berkembangnya zaman, metode belajar membaca anak pun perlu terus diperbarui, Bunda.

Karena menurut UNICEF, terhambatnya kemampuan membaca anak sering kali dipengaruhi oleh berbagai masalah pembelajaran, seperti keterbatasan buku, kurangnya pelatihan guru, hingga metode belajar membaca yang tidak sesuai dengan kemampuan anak.


Terlebih, jika permasalahan metode belajar membaca yang sudah tidak relevan terus dibiarkan, hal tersebut dapat merusak peluang masa depan anak serta menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara, menurut Bank Dunia (World Bank) yang dikutip dari laman Financial Times.

Studi tentang menurunnya kemampuan membaca pada anak

Sejumlah studi pun turut menunjukkan penurunan kemampuan membaca pada anak, Bunda. Salah satu laporan survei mengungkapkan bahwa tingkat literasi dasar terus menurun, meski sejumlah negara telah gencar meningkatkan anggaran dan memperluas akses pendidikan.

Studi terbaru tahun 2024 juga mengungkapkan bahwa lebih dari 500 ribu siswa pembaca awal di 48 negara dan 96 bahasa, 90 persen lebih dari siswa tersebut belum mampu mengenal huruf, bunyi huruf, atau membaca kata sederhana meski telah bersekolah selama tiga tahun.

Bahkan, penelitian lain mengatakan bahwa saat pandemi COVID-19, sekitar 57 persen anak yang berusia 10 tahun di negara tersebut belum mampu membaca dan memahami cerita yang sederhana. Nah, kini persentase tersebut  pun meningkat menjadi sekitar 70 persen.

Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya?

Berdasarkan analisis terhadap studi tersebut, ditemukan bahwa setidaknya sepertiga anak-anak yang diajarkan membaca sering kali diminta untuk belajar dalam bahasa yang tidak mereka gunakan atau pahami dengan baik.

Karena itu, banyak peneliti menilai bahwa dalam upaya meningkatkan literasi, penggunaan bahasa ibu dalam pendidikan dasar maupun saat belajar membaca merupakan hal yang sangat penting. Terlebih bila disertai dengan waktu belajar dan dukungan yang lebih intensif.

Hasil analisis tersebut juga menekankan pentingnya fokus yang lebih terstruktur pada kemampuan anak dalam mengenali fonetik, memahami hubungan antara huruf dan bunyi, serta melatih kelancaran membaca, pemahaman bacaan, dan kemampuan menulis.

Sekretaris Jenderal Education International, David Edwards, mengatakan bahwa para guru menyambut baik temuan penelitian ini dan siap bersinergi untuk memperbaiki sistem pendidikan demi mendukung proses belajar dan perkembangan siswa.

Edwards turut menegaskan bahwa sistem pendidikan juga harus mampu mendukung berbagai kebutuhan guru. Tanpa dukungan tersebut, upaya dan sinergi yang diharapkan akan sulit untuk terwujud.

“Sistem pendidikan hanya akan menciptakan kesenjangan jika guru dibiarkan kesulitan tanpa pelatihan, kelas terlalu padat, waktu persiapan mengajar kurang, hingga tidak diberikan fasilitas buku yang lengkap untuk para siswa,” tuturnya.

Metode belajar membaca pada anak yang lebih relevan

Sejak usia enam bulan, bayi sudah bisa membedakan bunyi bahasa ibu dan bahasa asing, lho. Saat anak berusia dua tahun, mereka sudah menguasai banyak fonem dan mengenal lebih dari 50 kata, dan saat usianya tiga tahun, mereka pun mulai belajar mengenali huruf.

Biasanya, memutar lagu anak-anak bertema alfabet sejak dini membuat Si Kecil lebih cepat mengenal kata-kata dan huruf, Bunda. Selain menyenangkan, metode ini juga mampu meningkatkan kesadaran bunyi, keterampilan motorik halus, hingga kemampuan menulis huruf.

Nah, selain metode tersebut, Bubun telah merangkum beberapa metode lain yang dapat dilakukan para orang tua untuk membuat proses belajar membaca anak lebih efektif dan hasilnya bertahan lama. Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Read and Spell.

1. Metode mengenal fonem

Fonem merupakan bagian terkecil dalam bahasa lisan. Pada bahasa yang menggunakan alfabet, bunyi diwakili oleh huruf atau kombinasi huruf untuk membentuk kata. Karenanya, membaca membutuhkan kemampuan menguraikan kata menjadi bunyi. 

Nah, metode fonik dinilai sangat membantu anak dalam mengenali bunyi dan huruf, serta menggabungkannya menjadi kata. Meski awalnya terasa lambat, proses ini akan membuat anak lebih memahami hubungan huruf dan bunyi sehingga membaca menjadi lebih lancar.

2. Metode pendekatan seluruh kata

Metode ini mengajarkan anak untuk mengucapkan kata dengan mengenali bentuk tulisannya. Mulailah dari memperkenalkan kata tersebut satu per satu. Setelah itu, terapkan dalam sebuah kalimat pendek hingga mereka mampu membaca dalam kalimat panjang.

Metode ini membantu anak membaca kata secara otomatis sebab mereka sering melihatnya. Dengan begitu, anak tidak perlu mengeja huruf demi huruf karena sudah mengenali bentuk katanya, kecuali ketika anak menemui kata yang benar-benar baru atau lebih sulit.

3. Metode pengalaman bahasa

Metode ini mengajarkan anak membaca dengan memanfaatkan pengalaman dari keseharian mereka, Bunda. Dengan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal dan akrab digunakan sehari-hari, proses belajar membaca terasa lebih mudah dan menyenangkan.

Guru dan orang tua dapat membantu anak membuat cerita sederhana dengan menggunakan kata-kata yang dipilihnya. Kemudian, cerita tersebut juga bisa dilengkapi dengan gambar buatan mereka, Bunda. Melalui cara ini, Si Kecil akan memahami kata-kata baru dari konteks cerita.

Tips untuk orang tua dalam membimbing anak belajar membaca

Selain menggunakan metode tertentu, Bunda juga perlu memperhatikan tips-tips berikut ini agar proses belajar membaca anak semakin efektif.

1. Bacalah sesering mungkin

Bunda bisa membuat rutinitas membaca bersama Si Kecil di pagi atau malam hari. Bacakan cerita tersebut dengan lantang dan ajaklah anak untuk berpartisipasi dengan menggerakkan jari mereka mengikuti teks.

2. Pilih bahan bacaan yang diminati anak

Jika Si Kecil memiliki benda atau hobi yang digemarinya, Bunda bisa memilihkan buku dengan penuh kosakata yang berkaitan dengan kesukaan mereka agar meningkatkan motivasi dalam belajar membaca.

3. Biarkan anak memilih bukunya sendiri

Jika Si Kecil diberi kebebasan untuk memilih bukunya, maka proses belajar akan lebih menyenangkan. Bunda bisa mengajak anak pergi ke perpustakaan atau toko buku untuk mendorong mereka bereksplorasi dan menemukan buku yang ingin mereka baca.

4. Terapkan perjenjangan dalam membaca buku

Seiring meningkatnya kemampuan membaca Si Kecil, Bunda perlu meningkatkan kesulitan bahan bacaan tersebut agar anak semakin berkembang. Mulai dari bacaan yang sederhana hingga ke kalimat yang semakin panjang. Jangan lupa perhatikan juga sudah berapa banyak kata yang dikuasai mereka, Bunda.

5. Review kembali tentang apa yang sudah dipelajari

Bunda bisa mengajak Si Kecil membuka topik tentang kata-kata yang sudah dipelajari, lalu memintanya membuat kalimat sederhana dari kata-kata bergambar tersebut. Cara ini efektif untuk menambah kosakata dan membantu anak lebih mudah mengingatnya.

6. Hindari membandingkannya dengan teman sebaya

Setiap anak memiliki tingkat kecepatan belajar yang berbeda-beda, Bunda. Membaca merupakan pengalaman seorang anak dalam memahami huruf, kata, dan kalimat, yang akan terus berkembang seiring bertambahnya usia dan kemampuan mereka.

7. Hindari terlalu memberi tekanan kepada anak

Memaksa Si Kecil ketika mereka belum siap belajar membaca justru akan memberikan dampak negatif pada perkembangan mereka. Karena itu, penting bagi Bunda untuk melihat kesiapan Si Kecil sebelum mulai belajar membaca.

8. Konsultasikan dengan guru Si Kecil

Bila Si Kecil terlihat kesulitan membedakan bunyi atau huruf, Bunda dapat berdiskusi dengan gurunya untuk mendapatkan penilaian, sekaligus solusi dan rekomendasi atas langkah selanjutnya.

Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai metode belajar membaca anak dari yang ketinggalan zaman hingga yang terbaik untuk perkembangan mereka. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Sekolah Montessori Unggulan di Jakarta dan Estimasi Biayanya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rumah Unik di Tengah Sungai, Pemandangan Bak Negeri Dongeng

Mom's Life Amira Salsabila

Amankah Ibu Hamil Pakai Retinol dalam Skincare? Simak Penjelasan Pakar

Kehamilan Annisa Karnesyia

Rumah Super Mewah Senilai Rp744 Miliar Laku Terjual, Pembelinya Punya Nama Besar

Mom's Life Natasha Ardiah

35 Ekstrakurikuler di Sekolah yang Bisa Dikuti Anak SD, SMP & SMA

Parenting Kinan

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur di Ruangan Dingin dengan Selimut Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pemain 'Ipar Adalah Maut The Series' Nicole Parham Umumkan Kehamilan, Intip Potretnya

Rumah Unik di Tengah Sungai, Pemandangan Bak Negeri Dongeng

Amankah Ibu Hamil Pakai Retinol dalam Skincare? Simak Penjelasan Pakar

35 Ekstrakurikuler di Sekolah yang Bisa Dikuti Anak SD, SMP & SMA

Keren! Film Indonesia 'Jumbo' Masuk 10 Besar Box Office Korea Selatan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK