sign up SIGN UP search


parenting

Dear Bunda, Yuk Bantu Si Kecil Belajar Membaca dengan Cara Ini

Inkana Putri Kamis, 14 Jan 2021 10:20 WIB
Vietnamese mother and little daughter girl reading a book in the morning together in the living room at home Ilustrasi anak belajar membaca/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn
Jakarta -

Mengajari Si Kecil belajar membaca memang bisa jadi hal yang cukup melelahkan ya, Bunda. Apalagi jika ia baru pertama kali belajar membaca. Meskipun begitu, Bunda tetap harus sabar karena cara belajar membaca anak pada dasarnya berbeda berdasarkan usianya.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut membaca, menulis, serta berhitung mulai diajarkan pada tahun pertama sekolah dasar. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang tua yang mulai mengajarkan anak belajar membaca sejak dini.

Apalagi saat ini banyak SD yang mengharuskan anak-anak bisa membaca agar dapat diterima di sekolah tersebut. Sebagai langkah awal, IDAI menjelaskan Bunda perlu perlu mengenal tahapan normal perkembangan membacanya.


Pada tiap tahapan, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak untuk mendorong belajar membacanya. Bagi Bunda yang masih bingung cara mengajari anak belajar membaca, simak tips berikut dilansir dari Penguin dan Today's Parent.

1. Usia prasekolah

Anak usia prasekolah 2-5 tahun biasanya sudah bisa mempelajari bahasa dengan mendengarkan orang dewasa berbicara atau bercerita. Mengajari anak belajar membaca di usia ini bisa dilakukan dengan membacakan buku cerita favoritnya.

Semakin gemar ia mendengarkan Bunda membaca maka semakin besar kemungkinan ia ingin belajar membaca sendiri. Kesenangan dan keinginan inilah yang akan membuat mereka melalui tahap pertama dalam belajar membaca.

Selain membacakan cerita untuknya, Bunda juga bisa melakukan beragam hal lain dengan bermain dengan kata, huruf dan suara. Pasalnya, salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan anak-anak saat belajar membaca adalah kemampuan untuk mendengar suara di sekitarnya.

Cobalah minta Si Kecil untuk meniru suara yang Bunda buat seperti suara anjing, kucing, mobil, angin, dan lainnya. Bunda juga bisa mulai menyuruhnya untuk menirukan suku kata sederhana atau dengan mengucapkan sepatah kata dari lagu-lagu berirama.

Di usia ini, anak pun bisa mulai diajarkan alfabet. Salah satunya dengan menyanyikan lagu alfabet bersama-sama. Bunda juga bisa berikan ia kartu, buku, atau lembaran kertas yang berisi semua huruf alfabet. Setelah anak mengetahui alfabetnya, Bunda bisa memperkenalkan bunyi huruf utama.

Sementara itu, jika ia telah menginjak usia 4-5 tahun, Bunda bisa mulai perkenalkan anak dasar-dasar membaca dan mengajarkan anak membaca kata-kata sederhana seperti bu-ku, i-bu, dan lainnya.

Happy mother and little daughter reading book, sitting on comfortable couch in living room, smiling mum teaching little girl child, family spending weekend at home together, children educationIlustrasi anak belajar membaca. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

2. Usia sekolah

Usia sekolah 6-7 tahun merupakan usia anak mulai dapat mengenali kata tanpa harus mengeja terlebih dahulu. Pada usia ini, anak pun telah bisa mengerti makna dan kalimat yang dibaca.

Bukan hanya itu saja Bunda, biasanya anak juga sudah mahir memegang pensil atau pulpen sehingga Bunda pun mulai bisa mengajarkan menulis. Lalu, apa saja yang bisa diajarkan anak di usia sekolah?

Secara garis besar, Bunda bisa mengajari anak belajar membaca menjadi dua bagian, yakni membaca kata dan memahami kata. Jika ia telah menguasai seluruh alfabet dan bisa mengeja, mulailah ajari Si Kecil membaca kata-kata rumit. Mintalah juga Si Kecil untuk membaca dengan suara yang besar sehingga Bunda bisa tahu caranya melafalkan kata per kata.

Jangan khawatir jika anak tidak bisa membaca beberapa kata, yang terpenting adalah ia harus terus berlatih. Bunda juga bisa bantu bacakan kata tersebut kepada mereka dan minta ia untuk membaca kembali kata selanjutnya. Sebaiknya, Bunda juga buat daftar kata-kata rumit yang sering menjebaknya untuk dapat mempraktikkannya kembali.

Di samping itu, peran Bunda terkait pemahaman Si Kecil dalam membaca juga penting. Di usia ini, anak seharusnya sudah harus bisa memahami apa yang dibaca. Oleh karena itu, ajaklah berdiskusi soal buku yang mereka baca, atau mintalah ia untuk menceritakan kembali buku tersebut.

3. Usia 8 tahun ke atas

Meskipun usia 8 tahun masih tergolong usia sekolah, anak biasanya sudah semakin terampil membaca. Bahkan, saat usianya menginjak remaja, jenis buku bacaannya pun akan bervariasi mulai dari fiksi hingga nonfiksi.

Di usia ini, Bunda bisa mendorong minat belajar membaca anak dengan memfasilitasi buku bacaan sesuai minatnya. Bahkan ketika anak sudah dapat membaca seluruh buku tanpa memerlukan bantuan sama sekali, Bunda bisa tetap bacakan buku untuk mereka. Dengan begitu, anak dapat menikmati membaca buku lebih lama dan lebih rumit.

Mengajari anak belajar membaca memang bisa dilakukan sedini mungkin, asalkan apa yang diajari sesuai dengan tahapan perkembangannya. Namun, Bunda juga perlu ingat bahwa setiap anak punya kemampuan dan perkembangan yang berbeda.

Selain itu, belajar membaca pun juga harus tetap menyenangkan sehingga anak tak cepat bosan. Hindari menyalahkan atau memarahi Si Kecil saat salah ketika belajar membaca ya, Bunda. Mengingat hal ini bisa membuatnya stres dan tak ingin untuk membaca lagi.

Simak juga yuk Bunda cara menumbuhkan minat anak pada membaca buku:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi