HaiBunda

PARENTING

Anak Suka Berkata Kasar & Mengumpat? Simak 8 Cara Menyikapi agar Tidak Diulangi

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 15:25 WIB
Anak suka berkata kasar dan mengumpat/ Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer

Pernahkah Bunda mendengar anak mengucapkan kata-kata kasar? Sebagian dari mereka mungkin sudah tahu artinya, tetapi ada juga yang hanya meniru dari tontonan atau percakapan teman-teman sebayanya tanpa memahami artinya.

Sebenarnya, rasa penasaran anak pada kata-kata tabu bukanlah hal baru, Bunda. Di usia sekitar 5-6 tahun, banyak anak tertarik pada kata-kata yang terdengar aneh, tidak lazim, dan membuat orang tua memberikan reaksi.

Pada usia ini, Bunda bisa mulai menjelaskan bahwa terdapat beberapa kata-kata tertentu yang hanya pantas digunakan dalam konteks atau situasi khusus, tetapi tidak untuk diucapkan sehari-hari, apalagi saat berada di sekolah.


Nah, berikut ini Bubun akan berikan bagaimana cara Bunda menyikapi anak yang mengucapkan kata-kata kasar, serta tips mendidik anak agar tidak semakin terjerumus. Yuk, simak selengkapnya!

Mengapa kita tidak boleh berkata-kata kasar

Sebelum menegur, Bunda bisa mencoba pahami terlebih dahulu alasan anak menggunakan kata-kata tersebut. Apakah sekadar meniru, marah, ingin terlihat keren, atau hanya ingin mencari perhatian? Alasan mereka akan membantu Bunda untuk menentukan cara terbaik dalam merespons.

Bagi anak usia sekolah, penjelasan yang sederhana biasanya sudah cukup menjawab. Bunda bisa tanya, “Menurut kamu, apa arti kata itu?” kemudian jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa kata tersebut tidak pantas digunakan seperti, “Itu kata yang kurang sopan dan bisa menyakiti orang lain dan kita tidak menggunakan kata seperti itu, Nak.”

Agar anak semakin memahami mengapa kita tidak boleh mengumpat dan menggunakan kata-kata kasar, Bunda dapat jelaskan kedua hal berikut ini sekaligus kembali mengingatkan mereka untuk selalu bersikap baik dan sopan kepada sesama.

1. Kata-kata kasar bisa menyakiti

Dipanggil dengan sebutan “bodoh” atau “bajingan” tentu merasa menyakitkan, bukan? Sama seperti memukul atau membully, menggunakan kata-kata kasar untuk menyakiti orang lain adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan, karena nantinya seseorang tersebut akan merasa sedih.

Selain itu, ujaran kebencian atau kata-kata yang menyerang ras, agama, jenis kelamin, atau kelompok tertentu juga bisa berdampak serius. Saat menonton TV bersama, Bunda bisa menunjukkan contoh yang saling menghina, lalu ajak anak berdiskusi tentang bagaimana mereka menangani situasi tersebut dengan cara yang berbeda.

2. Bahasa bisa mencerminkan kepribadian 

Sebagian anak-anak mungkin berpikir bahwa mengumpat akan membuat mereka terlihat keren. Padahal, orang yang sering mengumpat justru cenderung terlihat kurang dewasa dan tidak sopan.

Bunda bisa ingatkan Si Kecil bahwa penggunaan kata-kata dapat menunjukkan kepribadian mereka, termasuk saat berbicara di media sosial ataupun komunitas online, sebab apa yang ditulis mereka di internet dapat dinilai sebagai cerminan diri sendiri.

Tips untuk mendidik anak bila berkata-kata kasar

Berikut beberapa tips untuk mendidik anak bila mengucapkan kata kasar yang telah dikutip dari berbagai sumber.

1. Ajarkan anak untuk pertimbangkan waktu dan tempat 

Bunda bisa mengajarkan anak bahwa tidak semua kata cocok untuk digunakan di semua tempat. Bahasa yang dianggap santai di rumah belum tentu pantas digunakan di sekolah atau di rumah teman.

Selain itu, anak juga perlu belajar menyesuaikan cara berbicara dengan siapa yang sedang mereka ajak bicara. Pasalnya, setiap generasi memiliki norma kesopanan masing-masing dan tidak bisa disamakan, karenanya penting untuk belajar tata krama dan bahasa yang baik.

3. Perluas kosakata 

Bunda bisa membantu anak menemukan kata pengganti yang lebih baik. Saat mereka kesal, ajarkan cara lain untuk mengekspresikan perasaan, seperti “Aku kesal deh, Bunda,” atau “Ini sangat menyebalkan,” daripada langsung mengumpat.

Tentunya Bunda sendiri juga harus menjadi cerminan dan memperkaya kosakata agar mampu memberikan anak rekomendasi kata-kata yang positif. Semakin banyak kosakata yang mereka miliki, semakin mudah bagi anak untuk mengungkapkan emosi dengan cara yang lebih tepat.

4. Batasi paparan konten

Bunda dapat memperhatikan tontonan, game, dan media sosial yang diakses anak. Jika perlu, Bunda bisa mengaktifkan filter otomatis pada kolom komentar atau konten yang berpotensi menampilkan bahasa yang tidak pantas, serta pilihlah tayangan yang sesuai umur.

5. Tegur bila anak menggunakan kata-kata kasar

Terkadang, anak menggunakan kata-kata kasar agar mereka diterima dalam pergaulan. Bunda bisa menegur dan menanyakan alasan pastinya, serta bantu mereka menemukan cara lain agar tetap diterima tanpa harus ikut berkata kasar.

6. Jangan berikan reaksi yang berlebihan saat anak mengumpat

Perlu diingat bahwa reaksi Bunda dapat memberikan pengaruh padanya. Jika Bunda tertawa atau bereaksi berlebihan, anak mungkin akan mengulanginya karena merasa diperhatikan. Tetap tenang dan jelaskan dengan singkat bahwa kata tersebut tidak pantas digunakan.

7. Validasi emosi anak

Bunda dapat membantu anak mengenali emosinya melalui validasi secara halus seperti, “Bunda tahu kalau kamu kesal, wajar saja jika kamu marah.” Tegaskan perasaannya dan tetap ingatkan bahwa ada cara yang lebih baik untuk berekspresi.

8. Libatkan bantuan profesional

Jika anak terbiasa berkata kasar dan menunjukkan perilaku tidak pantas, Bunda bisa mempertimbangkan opsi untuk melakukan konsultasi dengan psikolog atau konselor sekolah. Tenaga profesional dapat menemukan penyebab serta solusi yang tepat.

Nah, demikian informasi mengenai apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi bila anak bertanya mengapa kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kasar, sekaligus tips mendidiknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Cinta Sheila Dara dan Vidi Aldiano, dari Pacaran hingga Menikah dan Maut Memisahkan

Mom's Life Annisa Karnesyia

8 Ciri Kepribadian Orang yang Beda Frekuensi, Ternyata Ini Alasan Mereka Sulit Nyambung

Mom's Life Annisa Karnesyia

11 Artis Hollywood yang Memilih Melahirkan di Rumah

Kehamilan Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Pakai Tipe Baju yang Sama Terus

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bingung Tentukan THR untuk Orang Tua? Ini Tips Mengaturnya

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ide Mainan Anak Dibawa saat Perjalanan Mudik Lebaran, Biar Enggak Rewel Bun

Kisah Cinta Sheila Dara dan Vidi Aldiano, dari Pacaran hingga Menikah dan Maut Memisahkan

8 Ciri Kepribadian Orang yang Beda Frekuensi, Ternyata Ini Alasan Mereka Sulit Nyambung

11 Artis Hollywood yang Memilih Melahirkan di Rumah

Aturan Minum Matcha saat Puasa, Jangan Salah Pilih Waktu!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK