PARENTING
Anak Suka Berkata Kasar & Mengumpat? Simak 8 Cara Menyikapi agar Tidak Diulangi
Indah Ramadhani | HaiBunda
Minggu, 08 Mar 2026 15:25 WIBPernahkah Bunda mendengar anak mengucapkan kata-kata kasar? Sebagian dari mereka mungkin sudah tahu artinya, tetapi ada juga yang hanya meniru dari tontonan atau percakapan teman-teman sebayanya tanpa memahami artinya.
Sebenarnya, rasa penasaran anak pada kata-kata tabu bukanlah hal baru, Bunda. Di usia sekitar 5-6 tahun, banyak anak tertarik pada kata-kata yang terdengar aneh, tidak lazim, dan membuat orang tua memberikan reaksi.
Pada usia ini, Bunda bisa mulai menjelaskan bahwa terdapat beberapa kata-kata tertentu yang hanya pantas digunakan dalam konteks atau situasi khusus, tetapi tidak untuk diucapkan sehari-hari, apalagi saat berada di sekolah.
Nah, berikut ini Bubun akan berikan bagaimana cara Bunda menyikapi anak yang mengucapkan kata-kata kasar, serta tips mendidik anak agar tidak semakin terjerumus. Yuk, simak selengkapnya!
Mengapa kita tidak boleh berkata-kata kasar
Sebelum menegur, Bunda bisa mencoba pahami terlebih dahulu alasan anak menggunakan kata-kata tersebut. Apakah sekadar meniru, marah, ingin terlihat keren, atau hanya ingin mencari perhatian? Alasan mereka akan membantu Bunda untuk menentukan cara terbaik dalam merespons.
Bagi anak usia sekolah, penjelasan yang sederhana biasanya sudah cukup menjawab. Bunda bisa tanya, “Menurut kamu, apa arti kata itu?” kemudian jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa kata tersebut tidak pantas digunakan seperti, “Itu kata yang kurang sopan dan bisa menyakiti orang lain dan kita tidak menggunakan kata seperti itu, Nak.”
Agar anak semakin memahami mengapa kita tidak boleh mengumpat dan menggunakan kata-kata kasar, Bunda dapat jelaskan kedua hal berikut ini sekaligus kembali mengingatkan mereka untuk selalu bersikap baik dan sopan kepada sesama.
1. Kata-kata kasar bisa menyakiti
Dipanggil dengan sebutan “bodoh” atau “bajingan” tentu merasa menyakitkan, bukan? Sama seperti memukul atau membully, menggunakan kata-kata kasar untuk menyakiti orang lain adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan, karena nantinya seseorang tersebut akan merasa sedih.
Selain itu, ujaran kebencian atau kata-kata yang menyerang ras, agama, jenis kelamin, atau kelompok tertentu juga bisa berdampak serius. Saat menonton TV bersama, Bunda bisa menunjukkan contoh yang saling menghina, lalu ajak anak berdiskusi tentang bagaimana mereka menangani situasi tersebut dengan cara yang berbeda.
2. Bahasa bisa mencerminkan kepribadian
Sebagian anak-anak mungkin berpikir bahwa mengumpat akan membuat mereka terlihat keren. Padahal, orang yang sering mengumpat justru cenderung terlihat kurang dewasa dan tidak sopan.
Bunda bisa ingatkan Si Kecil bahwa penggunaan kata-kata dapat menunjukkan kepribadian mereka, termasuk saat berbicara di media sosial ataupun komunitas online, sebab apa yang ditulis mereka di internet dapat dinilai sebagai cerminan diri sendiri.
Tips untuk mendidik anak bila berkata-kata kasar
Berikut beberapa tips untuk mendidik anak bila mengucapkan kata kasar yang telah dikutip dari berbagai sumber.
1. Ajarkan anak untuk pertimbangkan waktu dan tempat
Bunda bisa mengajarkan anak bahwa tidak semua kata cocok untuk digunakan di semua tempat. Bahasa yang dianggap santai di rumah belum tentu pantas digunakan di sekolah atau di rumah teman.
Selain itu, anak juga perlu belajar menyesuaikan cara berbicara dengan siapa yang sedang mereka ajak bicara. Pasalnya, setiap generasi memiliki norma kesopanan masing-masing dan tidak bisa disamakan, karenanya penting untuk belajar tata krama dan bahasa yang baik.
3. Perluas kosakata
Bunda bisa membantu anak menemukan kata pengganti yang lebih baik. Saat mereka kesal, ajarkan cara lain untuk mengekspresikan perasaan, seperti “Aku kesal deh, Bunda,” atau “Ini sangat menyebalkan,” daripada langsung mengumpat.
Tentunya Bunda sendiri juga harus menjadi cerminan dan memperkaya kosakata agar mampu memberikan anak rekomendasi kata-kata yang positif. Semakin banyak kosakata yang mereka miliki, semakin mudah bagi anak untuk mengungkapkan emosi dengan cara yang lebih tepat.
4. Batasi paparan konten
Bunda dapat memperhatikan tontonan, game, dan media sosial yang diakses anak. Jika perlu, Bunda bisa mengaktifkan filter otomatis pada kolom komentar atau konten yang berpotensi menampilkan bahasa yang tidak pantas, serta pilihlah tayangan yang sesuai umur.
5. Tegur bila anak menggunakan kata-kata kasar
Terkadang, anak menggunakan kata-kata kasar agar mereka diterima dalam pergaulan. Bunda bisa menegur dan menanyakan alasan pastinya, serta bantu mereka menemukan cara lain agar tetap diterima tanpa harus ikut berkata kasar.
6. Jangan berikan reaksi yang berlebihan saat anak mengumpat
Perlu diingat bahwa reaksi Bunda dapat memberikan pengaruh padanya. Jika Bunda tertawa atau bereaksi berlebihan, anak mungkin akan mengulanginya karena merasa diperhatikan. Tetap tenang dan jelaskan dengan singkat bahwa kata tersebut tidak pantas digunakan.
7. Validasi emosi anak
Bunda dapat membantu anak mengenali emosinya melalui validasi secara halus seperti, “Bunda tahu kalau kamu kesal, wajar saja jika kamu marah.” Tegaskan perasaannya dan tetap ingatkan bahwa ada cara yang lebih baik untuk berekspresi.
8. Libatkan bantuan profesional
Jika anak terbiasa berkata kasar dan menunjukkan perilaku tidak pantas, Bunda bisa mempertimbangkan opsi untuk melakukan konsultasi dengan psikolog atau konselor sekolah. Tenaga profesional dapat menemukan penyebab serta solusi yang tepat.
Nah, demikian informasi mengenai apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi bila anak bertanya mengapa kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kasar, sekaligus tips mendidiknya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pola Asuh Orang Tua Sangat Memengaruhi Sisi Kekanakan Anak saat Dewasa
Gaya Parenting Bisa Pengaruhi Popularitas Anak di Masa Depan Lho Bun
5 Dampak Buruk Karakteristik Sindrom Anak Emas, Berprestasi tapi Takut Gagal
7 Tips Mengasuh Anak Generasi Alpha , Kuncinya Good Enough Parenting
TERPOPULER
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Perempuan Kuat dan Mandiri Biasanya Memahami 10 Pelajaran Hidup Ini
5 Mitos tentang Tidur Bayi yang Bisa Memicu Kelelahan dan Stres Orang Tua
Ibu Sulit Tidur saat Hamil Ternyata Berdampak pada Berat Badan Anak Kelak
Berapa Banyak Kata Diucapkan Anak Usia 2-3 Tahun? Ketahui Faktanya Bun
REKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Tanaman Hias Pemancar Aura Positif, Bagus Ada di Rumah
5 Mitos tentang Tidur Bayi yang Bisa Memicu Kelelahan dan Stres Orang Tua
Perempuan Kuat dan Mandiri Biasanya Memahami 10 Pelajaran Hidup Ini
Tisu Basah Bayi Populer Ini Ditarik dari Peredaran, Bisa Sebabkan Infeksi Serius
Ibu Sulit Tidur saat Hamil Ternyata Berdampak pada Berat Badan Anak Kelak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kenapa Tangan Cepat Kering di Ruangan AC? Ini 3 Hand Cream untuk Dibawa ke Kantor
-
Beautynesia
7 Kebiasaan Orang dengan IQ Rendah saat Mendengarkan Teman Curhat
-
Female Daily
5 Rekomendasi Body Mist Lokal di Bawah Rp300 Ribu untuk Temani Aktivitas Sehari-hari
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Most Popular: Ikon Kecantikan Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
-
Mommies Daily
10 Bubuk Matcha untuk Matcha Latte Enak di Rumah, Gak Pakai Mahal!