PARENTING
Alasan Mengapa Anak Suka Gigit Kuku, Bunda Perlu Tahu
Asri Ediyati | HaiBunda
Jumat, 27 Feb 2026 15:08 WIBBunda sering kedapatan Si Kecil menggigit kukunya? Ternyata menggigit kuku bukan sekadar kebiasaan. Ada alasan ilmiah di baliknya, Bunda.
Ya, menggigit kuku adalah kebiasaan yang paling umum dari apa yang disebut "kebiasaan gugup," yang meliputi mengisap jempol, mengorek hidung, memutar atau menarik rambut, dan menggerinda gigi. Kebiasaan ini juga yang paling mungkin berlanjut hingga dewasa.
Menurut American Academy of Pediatrics, menggigit kuku adalah kebiasaan menenangkan diri yang umum pada masa kanak-kanak yang dapat berfluktuasi seiring waktu.
Inilah mengapa menggigit kuku dapat dianggap sebagai bentuk komunikasi. Anak memberi tahu kita sesuatu dengan tubuhnya. Mereka mungkin bosan, fokus, mencari rangsangan sensorik, atau mengelola emosi yang kuat.
Di samping kebiasaan, ada beberapa alasan mengapa anak suka gigit kuku. Apa saja alasannya? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Simak selengkapnya dalam artikel kali ini.
Alasan mengapa anak suka gigit kuku
Ada beberapa alasan mengapa anak suka menggigit kukunya. Dikutip dari Motherly, antara lain karena:
- Penenangan sensorik. Tekanan dan tekstur yang didapat dari kebiasaan gigit kuku bisa terasa menenangkan atau mengatur.
- Pengaturan diri. Anak-anak menggunakan tindakan berulang untuk mengelola stres, ketidakpastian, atau rasa kewalahan.
- Bantu anak fokus. Beberapa anak menggigit saat berkonsentrasi, mirip dengan gelisah.
- Lingkaran kebiasaan. Kebosanan atau kuku yang terkelupas memicu gigitan, yang memberikan kelegaan, yang memperkuat lingkaran tersebut.
- Meniru orang lain. Jika saudara kandung atau orang dewasa menggigit, anak-anak terkadang meniru apa yang mereka lihat.
Cara mengatasi anak suka menggigit kuku
Sebagai orang tua, mungkin kita resah melihat anak suka gigit kuku. Tidak perlu khawatir, sebab ada cara untuk mengatasi kebiasaan ini, Bunda. Berikut cara mengatasinya!
Atasi kecemasan anak lebih dahulu
"Respons awal Anda ketika anak-anak melakukan sesuatu yang membuat Anda khawatir adalah mencoba menghentikan perilaku tersebut, dan itu baik sebagai tujuan jangka panjang," kata pendidik pengasuhan anak Janis Keyser, penulis bersama buku Becoming the Parent You Want to Be, dikutip dari Baby Center.
Namun sebelum kita dapat melakukan itu, sangat penting untuk mengatasi penyebab mendasar dari perilaku tersebut dan memikirkan apakah ada stres dalam kehidupan anak yang perlu kita atasi.
Jangan mengomel atau menghukum
Kecuali anak kita benar-benar ingin berhenti menggigit kuku, kita mungkin tidak dapat berbuat banyak. Seperti kebiasaan gugup lainnya, menggigit kuku cenderung tidak disadari.
Jika anak bahkan tidak tahu bahwa ia melakukannya, mengomel dan menghukumnya adalah strategi yang sangat tidak berguna. Bahkan orang dewasa pun kesulitan menghentikan kebiasaan seperti ini.
Bantu dia ketika dia ingin berhenti
Jika teman-teman anak mengolok-oloknya, dia mungkin siap untuk berhenti dan dia akan membutuhkan bantuan kita, Bunda.
Pertama, bicaralah dengannya tentang ejekan tersebut dan dorong dia untuk memberi tahu kita bagaimana perasaannya. Yakinkan dia bahwa kita mencintainya apa pun bentuk kukunya. Kemudian lanjutkan ke solusi yang mungkin.
Bicarakan tentang menghentikan kebiasaan
Mulailah diskusi dengan anak tentang apa itu kebiasaan gugup dan bagaimana cara menghentikannya. Selanjutnya, tentukan seberapa besar keterlibatan kita dalam rencananya untuk berhenti. Apakah ia ingin kita mengingatkannya ketika ia kambuh, atau apakah itu akan membuatnya kesal? Semakin besar anak-anak, biasanya mereka lebih menyukai sedikit keterlibatan orang tua.
Bantu dia menyadari kebiasaan tersebut
Dorong anak kita untuk lebih menyadari kapan dan di mana ia menggigit kuku. Sepakati pengingat untuk saat-saat ketika ia lupa, sentuhan ringan di lengan atau kata sandi.
Beberapa anak mendapat manfaat dari pengingat fisik yang menarik perhatian mereka pada kebiasaan tersebut saat mereka melakukannya. Pilihan ini bermanfaat selama anak kita yang memilih untuk mencobanya. Jika tidak, itu hanya akan tampak menghukum.
Tawarkan alternatif
Tawarkan satu atau dua aktivitas pengganti. Misalnya berikan squishy untuk dimainkan selama perjalanan panjang di mobil. Minta anak kita untuk mempraktikkan kebiasaan alternatif tersebut selama beberapa menit sebelum sekolah. atau sebelum tidur.
Selain itu, identifikasi beberapa teknik relaksasi yang dapat dicoba ketika ia merasa ingin menggigit, misalnya, pernapasan dalam, atau mengepalkan dan melepaskan tinjunya.
Demikian ulasan mengenai alasan bayi suka menggigit kuku dan cara menghentikan kebiasaannya tersebut, Bunda. Semoga informasinya membantu ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tips Membuat Anak Tetap Tenang Meski Tanpa Gadget
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Kalimat yang Terlihat Baik tapi Justru Bikin Anak Cemas Menurut Psikolog
5 Cara Menjelaskan ke Anak tentang Bencana Alam
Psikolog Ungkap Anak Perfeksionis Lebih Rentan Cemas, Ini Cara Orang Tua Membantunya
Anak Sering Gigit Kuku Tanda Alami Kecemasan? Ini Penjelasan Psikolog
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Orang dengan Tulisan Tangan Rapi Cenderung Punya Kebiasaan Produktif Menurut Psikologi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Rekomendasi Alat Rajut Otomatis yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Rambut, Menutrisi dari Akar hingga Cegah Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Women's Active Living Festival 2026, Ada Lebih dari 20 Kelas Wellness & Lifestyle untuk Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ranjang Pasien Elektrik di Rumah, Beneran Bikin Rawat Lansia Lebih Mudah?
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Terbuka hingga Dewasa, Menurut Pakar Pengasuhan
-
Female Daily
Fresh Flawless dan Natural, Intip Makeup Athina di Prosesi Mitoni Anak Pertamanya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 22 Juli: Aries Jangan Umbar Janji, Gemini Harus Sabar
-
Mommies Daily
7 Gaya Bercinta Favorit Pasangan Setelah 10 Tahun Menikah