Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Suka Menggigit Pensil? Pahami Penyebab, Bahaya & Cara Mengatasinya

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 29 Mar 2023 21:50 WIB

Anak Suka Menggigit Pensil? Pahami Penyebab, Bahaya & Cara Mengatasinya
Ilustrasi Anak Suka Menggigit Pensil? Pahami Penyebab, Bahaya & Cara Mengatasinya. Foto: Getty Images/triloks

Setiap anak memiliki kebiasaan tertentu yang biasanya dipengaruhi oleh apa yang sedang mereka rasakan, termasuk seperti suka menggigit pensil. Apakah Si Kecil salah satunya?

Perilaku ini seringkali dianggap normal dan sesuai tahap perkembangan jika dilakukan oleh bayi dan balita, tapi tidak pada anak usia sekolah.

Ini dapat menjadi salah satu penanda bahwa ada sesuatu yang sedang dirasakan oleh anak. Misalnya mungkin karena kecemasan, stres, masalah sensorik, atau jenuh. 

"Otak terhubung sedemikian rupa, termasuk dengan mulut. Pada sebagian anak, mulut pun menjadi area penting untuk 'berinteraksi' dengan dunia. Salah satu tindakan yang diterapkan kemudian melalui menggigit atau mengunyah benda," ungkap Peter J. Smith, dari Developmental and Behavioral Pediatrics, University of Chicago.

Sementara itu menurut terapis okupasi dan co-author Raising a Sensory Smart Child, Lindsey Biel, kebiasaan menggigit benda perlu menjadi perhatian orang tua. Terutama jika sampai menimbulkan ketergantungan.

"Misalnya, masih normal jika anak suka menggigit kuku. Tapi jika kemudian kutikula kukunya sampai luka dan berdarah, maka ini perlu menjadi perhatian," ungkap Biel.

Penyebab anak suka menggigit benda

Lalu apa saja hal-hal yang mungkin menjadi penyebab anak suka menggigit benda, termasuk menggigit pensil? Berikut ulasannya seperti dilansir berbagai sumber:

1. Stres dan kecemasan

Salah satu penjelasan paling umum mengapa anak suka mengunyah pensil adalah karena stres dan/atau kecemasan. 

Menurut Dr. Pamela Cooper, PhD, seperti dikutip dari New Jersey Education Association, menggigit-gigit benda memberikan input proprioseptif ke rahang yang kemudian memicu rasa tenang. 

Saat anak sedang gugup, mereka mungkin akan terlihat mondar-mandir, menarik napas dalam-dalam, atau menggigit benda. 

2. Kebutuhan/rangsangan sensorik

Menggigit benda juga kerap dilakukan sebagai mekanisme menenangkan pada anak dengan sensory processing disorder (SPD). Kondisi ini juga dikenal sebagai disfungsi integrasi sensorik, suatu kondisi di mana integrasi multisensori tidak diproses secara memadai untuk memberikan respons sesuai lingkungan anak.

Apa lagi hal yang mungkin menjadi penyebab anak suka menggigit pensil? Simak lanjutan ulasannya di halaman berikutnya.

Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan untuk anak. Langsung aja yuk, Bun klik di sini.

Simak juga video tips menjalin komunikasi dengan anak introvert berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]




LALU APA BAHAYA JIKA ANAK SUKA MENGIGIT PENSIL?

45 Contoh Majas Hiperbola dan Artinya yang Mudah Dipahami

Ilustrasi Anak Suka Menggigit Pensil? Pahami Penyebab, Bahaya & Cara Mengatasinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/eggeeggjiew

3. Masalah oral

Sebagian anak memiliki masalah memiliki hiposensitivitas oral, yaitu sensitivitas terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali di mulut. Untuk mengompensasi penurunan sensasi tersebut, anak akan beralih mencari kegiatan lain. Termasuk dengan menggigit pensil atau benda lain. 

Selain menggigit pensil, anak dengan masalah ini juga dapat memiliki kebiasaan lain seperti suka makan makanan yang renyah dan menggertakkan gigi.

4. Menjaga konsentrasi

Menggigit benda bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan fokus, terutama karena gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang. Kegiatan ini mengaktifkan otot-otot di rahang hingga ke leher, yang memberikan stabilitas tambahan pada anak yang membutuhkannya.

Banner Resep Lauk Pauk Buka Puasa

Bahaya kebiasaan menggigit benda

Dikutip dari Chicago Parent, kebiasaan menggigit-gigit benda sebenarnya tak perlu dikhawatirkan jika tidak dilakukan terlalu sering. Namun jika ini dilakukan pada anak yang usianya lebih muda, risiko tersedak dapat terjadi.

"Selain itu, ada peningkatan risiko penyakit akibat kuman dari benda yang kotor dan tidak steril," ujar Banu Kumar, dokter anak di Children’s Hospital of Michigan.

Bahaya lain kebiasaan menggigit pensil atau benda lainnya, terutama jika terus berlanjut setelah gigi permanen mulai tumbuh, yakni masalah pada kesehatan gigi.

“Dari sudut pandang kesehatan gigi, kebiasaan mengunyah atau menggigit-gigit dapat menyebabkan efek negatif pada pembentukan gigi dan rahang,” kata kata Mina Chung, dokter gigi anak di Chicagoland's Grove Dental Associates.

Cara mengatasi kebiasaan menggigit benda

Jika anak memiliki kebiasaan menggigit pensil atau benda lain, Bunda mungkin dapat menawarkan alternatif yang sesuai dengan usia anak (yang tidak menimbulkan bahaya tersedak). Misalnya seperti makanan renyah atau minum melalui sedotan. 

"Mengunyah atau menggigit-gigit adalah perilaku pengaturan diri yang dianggap menenangkan bagi anak. Maka dari itu, penting untuk bertemu dengan dokter untuk mengetahui akar penyebab dan baru akan diketahui cara terbaik untuk mengatasinya," imbuh Kumar.

Hal terpenting, hindari malah memarahi atau bahkan memberi julukan negatif jika anak memiliki kebiasaan ini. Hal ini justru berisiko membuat anak jadi malu, yang berujung pada perilaku yang memburuk.

Demikian ulasan tentang serba-serbi anak suka menggigit pensil. Jangan lupa cari tahu penyebab dan perhatikan intensitas anak saat melakukannya juga ya, Bunda.


(fir/fir)
Loading...

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda