parenting
5 Ide Stimulasi Bayi 7 Bulan agar Cepat Merangkak
HaiBunda
Jumat, 27 Feb 2026 11:15 WIB
Daftar Isi
Menyaksikan momen pertama Si Kecil merangkak menandai tonggak perkembangan penting dalam kehidupannya. Periode ini, biasanya terjadi antara usia enam hingga sepuluh bulan. Ini menandakan anak mulai lebih mandiri melakukan aktivitasnya melalui eksplorasi.
Merangkak bukan hanya bentuk gerakan otonom pertama bayi. Dikutip dari laman Montessori Family Center, merangkak adalah fase perkembangan penting yang meningkatkan kekuatan otot, koordinasi, dan kemampuan kognitif. Tahap ini meletakkan dasar untuk keterampilan di masa depan seperti berjalan dan koordinasi yang seimbang, Bunda.
Proses belajar merangkak sebenarnya cukup kompleks. Bayi perlu mengkoordinasikan gerakan lengan dan kaki mereka, dan mengembangkan kekuatan otot di lengan, bahu, dan kaki mereka untuk menopang berat badan mereka. Itulah mengapa Bunda mungkin melihat berbagai jenis merangkak pada bayi.
Ya, proses belajar merangkak berbeda di antara bayi karena mereka menemukan cara bergerak yang unik bagi mereka. Beberapa jenis merangkak dan cara bayi belajar bergerak:
- Merangkak biasa: Ini adalah merangkak klasik dengan tangan dan lutut bergantian, tangan di satu sisi dan lutut di sisi lain untuk terus bergerak.
- Kepiting: Sama seperti gerakan kepiting, menekuk satu lutut dan meluruskan kaki yang berlawanan untuk bergerak maju.
- Komando: Bayi merangkak berbaring telentang dan menyeret dirinya ke depan menggunakan lengannya, mirip dengan merangkak beruang.
5 ide stimulasi bayi 7 bulan agar cepat merangkak
Ketika bayi sudah menguasai kemampuan untuk duduk secara mandiri, artinya mereka sudah bisa mulai distimulasi. Berikut lima ide stimulasi bayi 7 bulan agar cepat merangkak.
1. Seringlah gunakan tummy time
Bayi dapat mulai melakukan tummy time setiap hari sejak hari pertama mereka pulang ke rumah dari tempat bersalin Bunda. Dikutip dari laman Pathways, tummy time memperkuat otot leher, punggung, dan bahu bayi, yang mempersiapkan mereka untuk memasuki tahap merangkak. Ingatlah untuk melakukan tummy time di siang hari dan pastikan bayi selalu tidur telentang.
2. Orang tua beri contoh 'Push-Up'
Orang tua dapat berbaring di lantai bersama bayi dan mendemonstrasikan push-up. Bayi dapat melihat Bunda atau Ayah mengangkat diri dengan lengan dan bayi akhirnya dapat meniru gerakan tersebut. Bunda atau Ayah juga dapat membantu mereka dengan memberikan dukungan di bawah dada mereka.
3. Ajari bayi bergoyang dengan tangan dan lutut
Jika bayi sudah bisa merangkak dengan tangan dan lutut, ajari mereka cara bergoyang maju mundur agar terbiasa menyeimbangkan diri dalam posisi ini. Putar musik latar dengan ritme yang bisa mereka ikuti atau nyanyikan lagu seperti, "Row, Row, Row Your Boat"
4. Letakkan mainan di luar jangkauan bayi
Saat bayi bersiap untuk merangkak dan merayap, letakkan mainan mereka sedikit di atas lantai, misalnya di sofa atau di meja bermain. Ini mendorong bayi untuk melihat ke atas, mengangkat kepala, dan mendorong tubuh mereka ke atas dengan tangan dan lutut untuk menemukan mainan mereka. Tindakan ini membantu mereka mempersiapkan diri untuk akhirnya bergerak menuju mainan tersebut.
5. Dorong bayi untuk merangkak menuju mainan favorit mereka
Gunakan mainan yang bergerak, seperti mobil mainan atau mainan yang memiliki roda, dan letakkan sedikit di luar jangkauan bayi untuk mendorong mereka bergerak ke arahnya. Saat mereka semakin dekat dengan mainan, pindahkan sedikit lebih jauh hingga mereka merangkak atau merayap ke arahnya beberapa kali. Bunda boleh beri mereka hadiah atas usaha mereka dengan membiarkan mereka bermain dengan mainan tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan saat bayi belajar merangkak
Ingat, meskipun bayi sudah cukup mahir bergerak sendiri, mereka masih belum mampu mengikuti aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh disentuh. Jadi, sangat penting untuk memastikan rumah aman sehingga bayi memiliki tempat yang aman untuk bermain dan menjelajah.
Bunda perlu lihat potensi bahaya apa yang mungkin ada di sekitar rumah. Beberapa hal yang jelas perlu diperhatikan:
- Stopkontak listrik
- Kabel listrik
- Pintu pengaman bayi di semua tangga, atas dan bawah
- Rak tanaman (serta meja lain yang mudah terguling)
- Tanaman hias yang mudah dijangkau bayi
- Perlengkapan pembersih rumah yang beracun yang mudah dijangkau bayi
- Sudut tajam pada meja
- Barang-barang kecil yang mudah pecah yang dapat digenggam atau dijatuhkan
- Lemari, rak buku, dudukan televisi, dll. yang mudah terguling. Ketika bayi mulai merangkak, mereka sering kali akan menarik barang-barang ini dan harus diamankan ke dinding dengan braket anti-terguling.
Demikian ulasan mengenai upaya merangkak bayi dan cara menstimulasinya, agar tumbuh maksimal. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak, Harus Bagaimana?
Parenting
Kenali 6 Gaya Merangkak pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
Parenting
Merangkak pada Bayi: 5 Manfaat & Cara Stimulasinya
Parenting
Bahaya Bayi Melewati Fase Merangkak Seperti Anak Pertama Nycta Gina & Kinos
Parenting
Alasan Bayi 7 Bulan Merangkak Mundur, Bunda Tak Perlu Khawatir
7 Foto
Parenting
7 Potret Launa Putri Sabrina Anggraini & Belva Devara, Lancar Merangkak di Usia 6 Bulan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Stimulasi Dilakukan Sabrina Anggraini Latih Putrinya Lancar Merangkak di Usia 6 Bulan
5 Dampak Bayi Melewati Fase Merangkak, Bisa Pengaruhi Perkembangan Motorik
10 Tips agar Bayi Cepat Merangkak di Usia 6-9 Bulan