Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

10 Stimulasi Mudah untuk Mendukung Perkembangan Bayi di Bulan-bulan Pertama Kehidupannya

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 16 Mar 2026 07:00 WIB

Stimulasi bayi
Stimulasi bayi/ Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi

Perkembangan otak dan kemampuan motorik di beberapa bulan pertama sangat mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil, Bunda. Maka dari itu, peran stimulasi menjadi sangat penting untuk mendukung perkembangan bayi selama fase tersebut.

Seiring pertumbuhannya, aktivitas yang dilakukan bayi akan semakin beragam, sehingga penting untuk disiapkan sejak dini. Melalui stimulasi, bayi akan belajar berbagai keterampilan serta menjalin ikatan dengan orang tua atau orang terdekatnya.

Selain itu, setiap pelukan, kasih sayang, dan momen yang tercipta dapat membantu perkembangan sosial dan emosionalnya. Karena itu, Bunda perlu memaksimalkan stimulasi sejak dini, terutama pada usia 7-12 bulan agar mendapat manfaat yang berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut ini Bubun sudah merangkum beberapa rekomendasi stimulasi yang bisa dilakukan orang tua agar bayi tumbuh dan berkembang secara optimal. Yuk, simak selengkapnya, Bunda.

10 rekomendasi stimulasi mudah untuk perkembangan bayi

Melansir dari laman resmi UNICEF, berikut beberapa stimulasi yang bisa diberikan kepada bayi:

1. Eksplorasi indra saat makan

Saat makan, Bunda bisa membiarkan anak mengeksplore kelima indranya seperti:

  • Merasakan rasa makanan yang manis, asam, asin, gurih, dan pahit melalui indra pengecapnya.
  • Mengenal aroma dari makanan tersebut melalui indra penciumannya.
  • Memproses warna, bentuk, dan tampilan makanan melalui indra penglihatannya.
  • Merasakan tekstur dan suhu makanan tersebut melalui indra perabanya.
  • Menyebutkan nama dan jenis makanan agar anak mempelajari namanya melalui indra pendengarannya.

2. Memberikan lagu pengantar tidur

Saat Bunda hendak menidurkan Si Kecil, cobalah untuk menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur yang lembut dan terdengar indah. Bunda juga bisa menciptakan lagu sederhana yang berisi kosakata sehari-hari. Lakukanlah setiap kali menjelang tidur.

3. Bermain dengan benda sederhana

Bunda bisa mengajak Si Kecil beraktivitas di dalam rumah menggunakan benda-benda sederhana. Misalnya, ajak anak melakukan gerakan memukul seperti bermain drum dengan menggunakan panci plastik atau bermain petak umpet sambil menunjukkan suara-suara hewan.

4. Meniru ocehan Si Kecil

Pastinya Bunda pernah mendengar bayi bergumam dan mengeluarkan suara-suara lucu meskipun tidak ada artinya. Nah, cobalah untuk menirukan cara bicara mereka sambil menatap matanya dan anggap itu sebagai interaksi atau percakapan sederhana dengan Si Kecil.

5. Bernyanyi dengan ritme

Bunda bisa membaringkan atau membuat Si Kecil terlentang lalu nyanyikan sebuah lagu lembut sambil mengetuk-ngetuk irama lagu di kakinya dengan perlahan. Bunda juga bisa mengubah tempo lagu agar Si Kecil lebih tertarik.

6. Bermain sambil berguling dan merangkak

Baringkan atau tengkurapkan bayi di permukaan yang aman dan datar. Bunda bisa meletakkan mainan favoritnya sedikit lebih jauh dari jangkauannya, sebab Bunda akan mengajak Si Kecil untuk berusaha mengambilnya dengan berguling atau merangkak.

7. Bermain lempar-tangkap

Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk bermain lempar-tangkap dengan mainan atau benda aman lainnya. Siapkan mainan miliknya, letakkan sedikit lebih tinggi, lalu jatuhkan tepat di hadapannya atau sejajar dengan tangannya. Dorong untuk menyentuh atau menggamnya.

8. Membacakan buku

Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk membaca buku di waktu luang setiap hari. Tunjuklah gambar benda, hewan, atau tumbuhan yang ada di halaman lalu sebutkan namanya dengan jelas dan perlahan. Bunda juga bisa tirukan suara atau ekspresi hewan agar lebih menarik.

9. Meniru gerakan Si Kecil

Terkadang Si Kecil suka membuat gerakan-gerakan yang lucu untuk mendapatkan perhatian kita, Bunda. Ikutilah gerakan atau apapun yang dilakukannya sehingga Si Kecil merasa percaya diri dan diperhatikan.

10. Memberi instruksi sederhana

Bunda bisa melatih Si Kecil dengan memberikan instruksi sederhana seperti, “Tepuk tangan!” atau “Dadaah!” sambil mencontohkan gerakannya. Ulangi dengan sabar dan cobalah untuk mengajak mereka mengikuti. Bila mereka sudah mengikuti, tunjukkan rasa bahagia dan kagum melalui senyuman, pelukan, atau pujian lembut.

Manfaat dari stimulasi terhadap perkembangan bayi

Melansir dari laman resmi UNICEF, inilah manfaat yang diperoleh dari memberikan stimulasi kepada bayi:

1. Mendorong rasa ingin tahu

Semakin sering anak melakukan stimulasi dan eksplorasi terhadap kelima indranya, maka semakin banyak hal yang bisa mereka pelajari, Bunda. Stimulasi ini juga dapat mendorong rasa ingin tahu dan membantu proses belajar sejak dini.

2. Mempererat ikatan ibu dan anak

Stimulasi dengan menggunakan sebuah lagu yang dinyanyikan menjelang tidur membuat anak lebih tenang dan nyaman sehingga tidurnya lebih nyenyak. Momen ini juga mempererat ikatan antara Bunda dan Si Kecil. Lagu yang dinyanyikan pun dapat memperkaya kosakata anak meski belum mampu mengucapkannya.

3. Merangsang imajinasi 

Membuat mereka bergerak dengan memainkan benda-benda di sekitar akan merangsang imajinasi, membantu anak memahami konsep baru, serta melatih kemampuan motorik. Melalui interaksi yang tercipta juga bisa mempererat hubungan dan menambah kosakata baru bagi mereka, Bunda.

4. Mengembangkan keterampilan komunikasi dan bahasa

Interaksi dua arah seperti menirukan ocehan Si Kecil akan membantu mereka belajar mengembangkan keterampilan komunikasi dan perkembangan bahasa. Dengan melakukan kontak mata dan merespons ocehannya akan membuat Si Kecil merasa diperhatikan sekaligus mendukung perkembangan emosionalnya.

5. Mengenali suara orang terdekat dan ritme

Mengetuk telapak kaki bayi dengan mengikuti irama lagu dapat melatih kemampuan anak dalam mendengarkan dan mengenali ritme. Si Kecil akan menikmati dam mengenali suara Bunda, sementara sentuhan lembut di kakinya memberikan stimulasi sensorik yang menyenangkan.

6. Melatih motorik kasar

Mengajak anak berguling dan merangkak untuk mendapatkan mainannya dapat melatih motorik kasar, meningkatkan keaktifan gerak, serta menguatkan otot leher, bahu, dan punggung. Oleh karena itu, tubuh Si Kecil menjadi semakin kuat, Bunda.

7. Melatih motorik halus

Mengajak anak bermain lempar-tangkap dapat membuatnya bahagia sekaligus melatih motorik halus, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan menggenggam yang sangat penting untuk tahap pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di masa mendatang.

8. Mengenal berbagai kosakata

Membaca buku memiliki manfaat yang begitu banyak, termasuk dalam stimulasi perkembangan bayi di bulan-bulan pertamanya. Dengan membaca bersama dapat mempererat ikatan emosional, merangsang perkembangan bahasa, membantu stimulasi visual, serta mengenal berbagai kosakata sejak dini.

9. Memahami konsep komunikasi dua arah

Dengan Bunda menirukan gerakan-gerakannya, Si Kecil akan memahami konsep komunikasi dua arah. Hal ini sangat baik untuk perkembangan sosial dan emosionalnya. Selain itu dengan interaksi seperti ini anak menjadi lebih aktif dan senang bergerak, Bunda.

10. Melatih Si Kecil mengikuti arahan

Melatih instruksi sederhana membantu bayi belajar memahami kata-kata, mengikuti arahan, dan meningkatkan konsentrasinya secara bertahap. Tentunya hal ini sangat penting untuk perkembangannya di kemudian hari sebab akan membantunya dalam proses belajar.

Demikian tips stimulasi yang bisa dilakukan Bunda untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi di beberapa bulan pertamanya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda