Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Perkembangan Bayi Baru Lahir hingga Usia 1 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Kinan   |   HaiBunda

Kamis, 26 Feb 2026 11:45 WIB

Refleks bayi baru lahir
Ilustrasi perkembangan bayi baru lahir/Foto: Getty Images/damircudic
Daftar Isi
Jakarta -

Perkembangan bayi baru lahir hingga usia 1 bulan sering kali masih membuat orang tua baru kebingungan. Si Kecil masih dalam tahap beradaptasi dengan dunia barunya, Bunda.

Pada dasarnya, masa bayi baru lahir memang menjadi periode penting bagi pertumbuhan fisik maupun perkembangan kemampuan dasarnya.

Secara bertahap, bayi menyesuaikan diri mulai dari pola tidur, cara berkomunikasi, serta mengenal orang-orang terdekatnya.Dengan memahami tahap-tahap ini, diharapkan Bunda bisa lebih siap dalam memberikan perawatan tepat dan membangun ikatan emosional yang diperlukan.

Perkembangan bayi baru lahir

Ada beberapa tahap perkembangan, baik secara fisik atau kemampuan lain, yang terjadi pada bayi baru lahir. Seperti apa tahapan-tahapannya?

Perkembangan fisik

Bayi pada umumnya akan mengalami penurunan berat badan hingga sekitar 10 persen dari berat lahir. Kondisi ini merupakan hal yang normal pada 2-3 hari pertama setelah kelahiran.

Namun, rata-rata penurunan berat badan ini bisa dikejar kembali, bahkan sampai mencapai berat lahirnya, pada sekitar usia dua minggu.

Meskipun bayi baru lahir menghabiskan sekitar 16 jam sehari untuk tidur,  saat sedang terjaga Si Kecil bisa sangat aktif lho, Bunda.

Perkembangan kemampuan pergerakan 

Sebagian besar gerakan dan aktivitas bayi baru lahir merupakan refleks atau gerakan tidak sadar.  Dikutip dari laman University of Rochester Medical Center, refleks adalah gerakan atau tindakan yang tidak disengaja. 

Beberapa gerakan bersifat spontan dan terjadi sebagai bagian dari aktivitas normal bayi. Refleks pada bayi baru lahir meliputi:

1. Refleks mencari ASI (rooting reflex)

Ketika sudut mulut bayi disentuh, mereka akan menoleh dan membuka mulut untuk mengikuti arah sentuhan. Refleks ini membantu bayi menemukan payudara atau dot agar dapat mulai menyusu. 

2. Refleks mengisap (sucking reflex)

Dari rooting reflex, kemudian akan berlanjut pada jenis refleks mengisap atau sucking reflex. Jenis refleks ini memungkinkan bayi untuk menyusu dengan baik. 

Yang unik, refleks mengisap sudah berkembang sebelum bayi lahir. Tepatnya dimulai sekitar minggu ke-32 kehamilan dan berkembang sepenuhnya sekitar minggu ke-36.

3. Refleks Moro (Moro reflex)

Moro reflex dikenal juga sebagai startle reflex, yang terjadi saat bayi terkejut karena suara keras atau ada gerakan mendadak. Saat kaget, bayi akan menengadahkan kepala, meluruskan tangan dan kaki, kemudian menariknya kembali sambil menangis. 

4. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)

Ketika telapak tangan bayi disentuh, mereka akan menggenggam jari atau benda yang menyentuhnya dengan erat. Refleks ini biasanya bertahan hingga usia 5–6 bulan.

Perkembangan komunikasi bayi baru lahir

Pada bayi baru lahir, menangis adalah satu-satunya bentuk komunikasi yang bisa dilakukan. Pada awalnya, semua tangisan bayi terdengar serupa ya, Bunda?

Namun seiring berjalannya waktu, Bunda akan mulai mengenali berbagai jenis tangisan apakah disebabkan karena bayi lapar, tidak nyaman, lelah, bahkan sedang merasa kesepian.

Apa pun penyebabnya, merespons tangisan bayi dengan sentuhan dan kata-kata lembut sangat penting untuk membantu bayi belajar mengenal rasa aman. 

Pola tidur bayi baru lahir

Menurut National Sleep Foundation, bayi baru lahir sebaiknya mendapatkan waktu tidur sekitar 14–17 jam dalam periode 24 jam. Beberapa bayi baru lahir bahkan dapat tidur hingga 18–19 jam per hari.

Meskipun bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu dalam 24 jam untuk tidur, sebaiknya mereka tidak tidur lebih dari 5 jam sekaligus selama 5–6 minggu pertama karena masih perlu bangun setiap beberapa jam untuk menyusu.

Tips stimulasi perkembangan bayi baru lahir

Dikutip dari Raising Children, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk membantu stimulasi perkembangan bayi baru lahir. Di antaranya seperti:

1. Berinteraksi dengan bayi

Berbagai bentuk interaksi dengan bayi, seperti berbicara, bernyanyi, membacakan buku, dan bercerita merupakan aktivitas bermain yang sangat baik untuk bayi baru lahir.

Kegiatan ini membantu memperkuat ikatan antara Bunda dan bayi serta membantu perkembangan otaknya. Manfaat lainnya yakni membantu bayi mengenal suara dan kata-kata, yang menjadi dasar keterampilan bahasa dan komunikasi.

2. Tummy time

Mulailah dengan memberikan waktu tummy time selama 1–2 menit, kemudian tingkatkan secara bertahap hingga 10–15 menit beberapa kali dalam sehari. 

Aktivitas ini membantu memperkuat otot kepala, leher, dan tubuh bagian atas bayi, yang penting untuk kemampuan duduk dan berdiri di kemudian hari. Hal yang terpenting, selalu awasi bayi selama tummy time ya, Bunda.

3. Pijat bayi

Pijat bayi merupakan salah satu cara yang sangat baik untuk membangun bonding dengan Si Kecil. Selain itu, pijat juga dapat membantu bayi merasa lebih rileks dan tenang. 

Memijat punggung bayi dengan lembut juga dapat membantu bayi terbiasa berada dalam posisi tengkurap.

Perkembangan bayi usia 1 bulan

Seperti Apa Perkembangan Bayi 1 Bulan? Simak 5 Cara Menstimulasinya BunIlustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/sutlafk

Lalu seperti apa perkembangan pesat yang terjadi pada bayi usia 1 bulan? Berikut penjelasannya seperti dikutip berbagai sumber:

Perkembangan fisik

Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, bayi tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda. Rata-rata, pada usia 1 bulan berat badan bayi bertambah sekitar 0,7 hingga 0,9 kg setiap bulan dan panjang tubuh bertambah sekitar 2,5 hingga 4 cm. Lingkar kepala bayi akan bertambah sekitar 1,25 cm setiap bulan.

Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda-beda. Hal yang terpenting adalah mereka tumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu, jadi tetap perhatikan grafik pertumbuhannya.

Usahakan juga untuk tidak membandingkan kenaikan berat badan bayi Bunda dengan bayi-bayi lainnya, ya.

Perkembangan motorik

Pada usia 1 bulan, sebagian besar aktivitas bayi masih dipengaruhi oleh refleks. Si Kecil akan mengisap, menelan, serta menggenggam benda yang diletakkan di telapak tangannya (meskipun sebagian besar waktu tangan mereka tetap mengepal).

Menjelang akhir bulan pertama, sebagian besar bayi sudah dapat mengangkat kepala saat ditelungkupkan dan memutar kepala ke satu sisi.

Perkembangan kognitif

Pada usia 1 bulan, bayi mulai dapat memfokuskan kedua matanya dan seharusnya sudah mampu mengikuti benda yang bergerak dengan pandangannya.

Perkembangan sosial

Jika sejak lahir Bunda sudah sering mengajak bayi berinteraksi dengan menatap matanya, di usia 1 bulan ia kemungkinan akan mulai mengenali wajah Bunda sedikit demi sedikit.

Dalam tiga bulan pertama kehidupan bayi, perkembangan kemampuan kognitif awal dan interaksi sosialnya sedang meningkat. Misalnya, orang tua mungkin mulai melihat bayi tersenyum sebagai bentuk respons. 

"Bayi juga belajar banyak dari lingkungannya, sehingga mereka akan meniru hal-hal yang orang tua lakukan," ungkap psikolog Dr Sam Durrant, dikutip dari BBC. 

Perkembangan emosional

Menangis masih menjadi bentuk komunikasi bayi di usia ini. Ia akan menangis keras ketika lapar atau merasa tidak nyaman. Namun saat merasa senang dan tenang, mereka mungkin mengeluarkan suara kecil seperti bergumam.

Tanggapi suara bayi dengan membalasnya menggunakan suara lembut atau gumaman. Dari sini, bayi akan belajar untuk mulai berkomunikasi dengan suara selain tangisan.

Tips stimulasi bayi usia 1 bulan

Pastikan Bunda selalu meluangkan waktu untuk bermain bersama bayi sebanyak mungkin. Tatap matanya dengan penuh perhatian, untuk membantu membangun bonding dan membuatnya merasa aman.

Bunda juga bisa membacakan cerita dan bernyanyi untuk Si Kecil. Meskipun bayi tampaknya belum memahami kata-kata, ia tetap dapat menikmati suara Bunda. 

Hal yang tak kalah penting, berikan waktu untuk bayi melakukan tummy time selama 1 hingga 5 menit setiap kali. Selalu awasi bayi selama kegiatan ini ya, Bunda. 

Itulah penjelasan tentang perkembangan bayi baru lahir hingga usia 1 bulan. Bagaimana dengan perkembangan Si Kecil, Bunda?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda