PARENTING
Anak yang Selalu Ingin Membahagiakan Orang Lain Tidak akan Tumbuh Bahagia
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 17 Mar 2026 12:05 WIBKebiasaan ingin membahagiakan orang lain terlihat sebagai kelihatan baik untuk anak. Namun, kebiasaan membahagiakan orang lain yang tidak terkontrol akan membentuk anak menjadi people pleaser.
Dilihat dari sisi psikologis, kebiasaan ini bisa menjadi tidak sehat dan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak bahagia, Bunda.
Menurut seorang psikolog anak bernama Becky Kennedy, anak yang terlalu berusaha menyenangkan orang lain berisiko tumbuh menjadi orang dewasa yang cemas dan hampa. Ini disebabkan karena anak terbiasa memikirkan perasaan orang lain, dibandingkan dirinya.
“Kita menyukai anak-anak yang selalu berusaha menyenangkan orang lain karena mereka sangat peka terhadap apakah kita senang atau tidak. Tapi, sifat inilah yang sering kali membuatnya merasa cemas nantinya,” katanya dalam ajang Fast Company Innovation Festival.
Mengapa kebiasaan people pleaser perlu diwaspadai?
Menurut Kennedy, perilaku orang dewasa terkadang suka menekan anak untuk menjadi people pleaser, seperti mengecewakan diri mereka sendiri demi menyenangkan orang lain. Anak menjadi tidak puas, sementara orang lain merasa senang karena Si Kecil ‘mengalah’.
Beberapa ahli juga menemukan kebiasaan menuruti kemauan orang yang dilakukan orang dewasa, sering dikaitkan dengan penghindaran konflik, penekanan emosi, validasi untuk mendapatkan harga diri, serta sulit membangun batasan.
Akibatnya, anak-anak yang terlalu patuh karena menjadi people pleaser akan kesulitan untuk mengenal diri sendiri, kehilangan jati diri, serta sulit memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan di dalam hidupnya saat dewasa nanti.
Maka dari itu, Kennedy dalam CNBC Make It menegaskan agar orang dewasa perlu mendorong anak untuk mengenali keinginan, kebutuhan, dan identitasnya sendiri. Jika tidak, mereka akan terbiasa mengabaikan diri sendiri demi membahagiakan orang lain.
Risiko jangka panjang menjadi people pleaser
Dikutip dari laman Huffington Post, psikolog bernama Leon Seltzer menjelaskan bahwa perilaku menyenangkan orang lain bisa saja terbawa hingga dewasa. Dampaknya, anak merasa value dirinya bergantung pada seberapa besar dan sukses mereka menyenangkan orang lain.
Efek psikologis inilah yang membuat anak berisiko dimanfaatkan orang lain saat dewasa. Sekilas, mereka mungkin terlihat tumbuh menjadi pribadi yang santai dan fleksibel. Padahal, sebenarnya mereka sedang mengabaikan kebutuhan diri sendiri, Bunda.
Tanda anak berpotensi menjadi people pleaser
Berdasarkan penuturan para ahli, people pleaser dapat mempengaruhi psikis dan perkembangan anak di masa dewasa nanti. Oleh karenanya, orang tua perlu mengenali tanda anak menjadi people pleaser agar tidak terbiasa menyenangkan orang lain.
Berikut beberapa tanda anak berpotensi menjadi people pleaser:
- Anak sering meminta maaf meski tidak melakukan kesalahan.
- Anak akan terus mencari kepastian, seperti “Apakah yang aku lakukan benar?” atau “Kamu marah ya sama aku?”
- Sulit mengatakan “tidak” atau menolak meski sebenarnya mereka tidak ingin melakukannya.
- Berpura-pura menyukai sesuatu agar diterima dan diberi respon positif.
- Kesulitan menetapkan batasan dan sering merasa takut mengecewakan orang lain.
Cara membantu anak agar tidak tumbuh menjadi people pleaser
Dalam sebuah video Instagram yang diunggah pada April 2023, Kennedy membagikan tiga cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua agar mencegah anak tumbuh menjadi people pleaser. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Tegaskan bahwa rasa sayang tidak bergantung pada perilaku
Bunda bisa memberikan afirmasi positif pada anak dan sampaikan bahwa orang tua akan selalu menyayangi anaknya, sekalipun mereka sedang marah. Contohnya, “Ya, Bunda sedang marah, sayang. Tapi meskipun Bunda sedang marah, Bunda tetap menyayangimu.”
2. Hargai perbedaan pada mereka
Perbedaan pendapat atau preferensi merupakan hal yang wajar terjadi di kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki pilihan masing-masing dan kita tidak bisa memaksanya. Jika anak memilih sesuatu yang berbeda dari orang tua, maka apresiasi lah hal tersebut.
Contohnya ungkapan yang disarankan Kennedy seperti, “Bunda suka yogurt, tapi kamu tahu kamu lebih suka bagel. Bunda senang kamu tahu apa yang kamu sukai.”
3. Setiap keputusan bukan untuk membuat orang bahagia
Orang tua dapat mendorong anak untuk mengambil keputusan sendiri, sekalipun keputusan tersebut membuat orang lain merasa tidak nyaman. Ajarkan kepada mereka bahwa setiap keputusan diambil untuk bersikap adil, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, bukan hanya untuk menyenangkan orang lain.
Intinya, keinginan untuk membahagiakan orang lain bukanlah hal yang salah. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadikan anak mengorbankan kebutuhan dan value diri mereka. Tugas orang tua membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang bahagia tanpa harus menyenangkan semua orang.
Demikian informasi mengenai dampak dari kebiasaan people pleaser yang membuat anak tumbuh tidak bahagia. Semoga informasi ini menjadi pengingat dan bermanfaat bagi orang tua sekalian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Merasa YouTube Sebagai Teman Dekatnya? Ini Penjelasan Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tanda Anak Bisa Jadi People Pleaser & Cara Mengatasinya
6 Kesalahan Orang Tua yang Sebabkan Anak Menjadi People Pleaser
Orang Tua Temperamen Ciptakan Anak People Pleaser? Simak Kata Psikolog
7 Cara Ajarkan Anak Berani dan Tegas Bilang Tidak agar Tak Jadi People Pleaser
TERPOPULER
Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal
Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam
Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya
Bubun Ngereview: Baju Lebaran di Thamrin City
Bisa Dilihat dari Kencing, Ini 4 Tanda Ginjal Bermasalah
REKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ketahuan Tak Salat Jumat, Pria Muslim di Negara Ini Terancam Penjara 2 Tahun
Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya
Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal
Bubun Ngereview: Baju Lebaran di Thamrin City
Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Selamat! Adinda Thomas Umumkan Kehamilan Anak Pertama
-
Beautynesia
Si Paling Hoki, 4 Zodiak yang Dikenal Selalu Beruntung dalam Hidupnya
-
Female Daily
10 Tips Sehat Saat Mudik Lebaran: Bye Begah, Pegal, dan Mabuk Perjalanan!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Kim Garam, Mantan Personel LE SSERAFIM yang Kini Belajar Akting
-
Mommies Daily
Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta 2026, hingga Dampak yang Perlu Diwaspadai