PARENTING
Anak Belanda Jadi yang Paling Bahagia di Dunia, Ternyata Ini Kebiasaan Sehari-harinya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Senin, 16 Mar 2026 18:40 WIBBerdasarkan laporan UNICEF, anak Belanda jadi yang paling bahagia di antara beberapa anak dari negara besar lainnya, lho. Lantas, apa saja parenting yang dilakukan para orang tua mereka? Simak tipsnya berikut ini agar menjadi inspirasi para Bunda sekalian.
Tahun 2025, organisasi UNICEF mengungkapkan bahwa anak-anak bahagia di Belanda paling tinggi jumlahnya di antara 43 negara yang tergabung dalam European Union. Bahkan, sejak laporan tahun 2007, Belanda sudah menjadi contoh negara dengan kesejahteraan anak yang sangat baik.
Hal positif ini tentunya menjadi perhatian bagi orang tua di seluruh dunia. Tak sedikit dari mereka yang ingin anaknya tumbuh dengan bahagia seperti anak-anak di Belanda. Maka dari itu, ahli pola asuh kerap memberikan tips-tips parenting yang bisa diterapkan orang tua.
Agar Bunda semakin memahaminya, yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Mengapa anak Belanda jadi yang paling bahagia menurut UNICEF
Melansir dari laman CNN, salah satu kunci utama kebahagiaan anak-anak di Belanda adalah kebebasan yang diberikan oleh orang tuanya. Kebebasan ini meliputi kebebasan berekspresi, eksplorasi, dan kemandirian yang sudah diterapkan sejak dini.
Selain data dari UNICEF, survei yang diajukan kepada orang tua dari anak 9 sampai 11 tahun di Belanda menunjukkan hasil yang serupa. Sebanyak 84 persen orang tua setuju bahwa kebebasan yang diberikan akan memberikan manfaat untuk anak-anak.
Ini dibuktikan dengan anak-anak yang terbiasa bersepeda sendiri ke sekolah atau beraktivitas bersama teman-teman. Kebebasan ini membantu mereka belajar membuat keputusan dan menyelesaikan masalah mereka secara mandiri, Bunda.
Para peneliti juga menemukan bahwa kurangnya kesempatan bagi anak untuk bermain dan bergerak secara bebas, dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Usia anak-anak memang waktunya untuk bereksplorasi, bila dibatasi justru akan membuat mereka cemas dan depresi.
Untuk menambah wawasan tentang pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, buku parenting Menjadi Orang Tua yang Dibutuhkan Anak bisa menjadi referensi yang bermanfaat. Klik di sini untuk membeli bukunya.
6 tips parenting orang tua Belanda yang mendidik anak paling bahagia
Beberapa tips parenting dibagikan oleh seorang penulis buku parenting anak di Belanda sekaligus ekspatriat bernama Michele Hutchison. Melalui pengamatannya yang dituang dalam buku tersebut, berikut keenam tips yang disampaikannya, dikutip dari laman CNBC Make It.
1. Anak mendapatkan waktu tidur yang cukup
Penelitian dari European Journal of Developmental Psychology di tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak di Belanda cenderung lebih senang tertawa, tersenyum, dan ramah tamah kepada teman sebayanya di bandingkan anak dari negara lain, salah satunya Amerika.
Berdasarkan penelitian tersebut, sikap anak-anak Belanda yang bahagia ini dikaitkan dengan waktu istirahat dan jadwal tidur mereka yang teratur. Selain itu, orang tua di Belanda cenderung menekankan jadwal 8 jam tidur di malam hari dan tidak boleh dilewatkan.
2. Anak menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang tua
Budaya kerja yang diterapkan pemerintah Belanda menekankan agar orang tua bekerja paruh waktu, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga. Menurut studi OECD di tahun 2018, Belanda memiliki rata-rata 29 jam kerja dalam seminggu.
Sebagian besar Ayah di Belanda memiliki empat hari kerja penuh waktu. Inilah yang membuat Ayah di Belanda memiliki banyak waktu bermain bersama anak-anak mereka di hari libur atau weekend.
3. Anak tidak terlalu ditekan untuk berprestasi di sekolah
Pendidikan memang sangat penting untuk anak-anak, Bunda. Namun, di Belanda anak-anak tidak terus menerus ditekan untuk mendapatkan prestasi akademik di sekolah. Orang tua Belanda cenderung memfokuskan anak dalam perkembangan kepribadiannya.
Mereka percaya bahwa pendidikan merupakan sebuah jalan untuk menuju kesejahteraan dan perkembangan anak. Karenanya, terdapat beberapa pilihan sistem pendidikan di Belanda yang akan membantu anak dalam mengembangkan potensinya.
4. Orang tua mendorong anak menyampaikan pendapat
Setiap anggota keluarga memiliki kesempatan untuk berpendapat. Nah, pada keluarga Belanda, anak-anak didorong untuk mengungkapkan pendapat dan berdiskusi dengan orang tua, Bunda.
Parenting ini membantu anak belajar berani bersuara, bernegosiasi, dan mengambil keputusan. Keterampilan ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak di masa dewasa nanti. Selain itu, anak menjadi lebih terbuka dan berterus terang tentang perasaannya.
5. Sarapan bersama keluarga
Sarapan bersama keluarga menjadi rutinitas yang banyak dilakukan oleh keluarga di Belanda, Bunda. Setiap pagi mereka akan duduk, makan roti atau sereal, minum susu di dalam satu meja makan yang sama.
Setidaknya, sekitar 85 persen anak usia 11 sampai 15 tahun di Belanda akan sarapan bersama keluarganya di rumah setiap hari. Kebiasaan ini membantu memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan perkembangan emosional dan perilaku anak.
6. Orang tua membiasakan anak bersepeda
Tahukah Bunda, bahwa orang Belanda kurang menyukai mobil. Mayoritas masyarakat Belanda lebih menyukai bersepeda untuk bepergian. Menurut mereka, bersepeda jauh lebih praktis dan efisien. Karenanya, banyak anak-anak yang sudah dibiasakan bersepeda sejak kecil.
Bersepeda di berbagai situasi, kondisi, dan cuaca membuat anak-anak menjadi lebih aktif, berani, dan mandiri. Selain itu, melewati jalan yang penuh tantangan tak terduga selama bersepeda, juga akan melatih mental mereka.
Demikian informasi mengenai alasan anak Belanda paling bahagia di antara beberapa negara besar lainnya. Semoga tips parentingnya juga bermanfaat bagi Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Sembarangan Cium Bayi saat Lebaran, Ini Risikonya Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Saran Dokter Mengenai 9 Cara Membesarkan Anak agar Tumbuh Bahagia dan Sehat
Memahami Penyebab Anak Manja dan 5 Cara Menghadapinya Menurut Pakar
7 Tipe Pola Asuh Anak, Jangan Sampai Salah Pilih dan Bikin Anak Tertekan Bun
Begini Caranya Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga
TERPOPULER
Deretan Public Figure dan Mantan Suami Kompak Dampingi Anak di Kelulusan Sekolah
Apakah Perempuan Menopause masih Bisa Hamil? Simak Faktanya
Deretan Kalimat Orang Tua yang Ternyata Menyakitkan bagi Anak
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
Kenali Gejala Awal Kanker yang Terlihat dari Feses
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Deretan Public Figure dan Mantan Suami Kompak Dampingi Anak di Kelulusan Sekolah
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Apakah Perempuan Menopause masih Bisa Hamil? Simak Faktanya
Adakah Tes Calistung untuk Masuk SD 2026/2027? SImak Faktanya!
3 Gejala Prediabetes pada Perempuan yang Sering Diabaikan, Waspadai Sebelum Jadi Diabetes
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cari Anak usai Diduga KDRT Istri, Evan Marvino Dicibir Drama
-
Beautynesia
Jangan Dilewatkan! 15 Amalan Sunah untuk Menyambut Tahun Baru Islam
-
Female Daily
Balloon Pants Bisa Jadi Penyegar OOTD, Ini 4 Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tyra Banks Gugat Netflix, Sebut Bangun Narasi Palsu Soal Skandal ANTM
-
Mommies Daily
Hati-Hati CAPTCHA Palsu! Ini Cara Membedakannya dari CAPTCHA Asli