PARENTING
Imunisasi Campak Umur Berapa? Bolehkah Dikejar Jika Anak Belum Dapat Vaksin MR?
Indah Ramadhani | HaiBunda
Sabtu, 21 Mar 2026 21:30 WIBPemberian imunisasi campak merupakan salah satu langkah pencegahan agar anak tidak tertular campak yang dianggap sebagai infeksi menular. Maka, tak sedikit orang tua yang bertanya, baiknya imunisasi campak dilakukan sejak anak umur berapa?
Salah satu imunisasi yang digencarkan pemerintah adalah pemberian vaksin MR (Measles dan Rubella). Ini dilakukan untuk menekan angka penularan penyakit campak dan rubella yang kita ketahui sangat berisiko untuk kesehatan anak.
Sebagai infeksi menular yang menyerang saluran pernapasan, campak dan rubella sering kali menimbulkan komplikasi serius. Bahkan di beberapa kasus, campak dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.
Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tercatat sebanyak 11.094 kasus terkonfirmasi campak di sepanjang tahun 2025. Sementara itu, persentase balita menerima vaksin campak di tahun 2025 hanya mencapai 63,52 persen.
Melihat data tersebut, terjadi lonjakan kasus campak pada balita yang begitu pesat daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, berbagai organisasi kesehatan serta pemerintah semakin menekankan pentingnya pemberian vaksin MR pada anak-anak.
Mengenal vaksin MR
Vaksin MR merupakan kombinasi vaksin campak atau measles (M) dan rubella ( R) sebagai bentuk perlindungan terhadap penularan penyakit campak dan rubella. Namun, masih banyak orang tua yang mengkhawatirkan keamanan dari vaksin tersebut.
Padahal menurut IDAI, vaksin MR sudah mendapatkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga vaksin tersebut aman digunakan.
Kapan anak bisa menerima vaksin MR
Vaksin MR dapat diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Biasanya, pemerintah bersama Kementerian Kesehatan mengadakan imunisasi secara massal guna memutus rantai penularan penyakit campak.
Namun, sekarang pemberian vaksin tersebut sudah menjadi imunisasi rutin yang harus dilakukan setiap fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan posyandu. Pemberiannya menyasar pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.
Bagaimana bila anak telat diberikan vaksin MR? Apakah bisa mengejar?
Menurut sejumlah pakar, pemberian vaksin MR sebaiknya mengikuti periode usia anak yang tepat, Bunda. Namun, mengingat kasus campak mengalami peningkatan yang drastis, pemerintah mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka tersebut.
Oleh karena itu, pemberian vaksin MR boleh dikejar untuk anak usia 12 sampai 59 bulan yang belum menerima dosis lengkap. Program ini telah dilakukan Kementerian Kesehatan di beberapa tempat, di antaranya adalah Pulau Jawa dan Bali.
“Imunisasi kejar merupakan upaya memberikan imunisasi kepada individu dengan sebab tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari yang seharusnya diberikan. Pelaksanaanya bisa bersamaan dengan jadwal imunisasi rutin atau pada kegiatan imunisasi khusus,” tutur juru bicara kemenkes, dr. Mohammad Syahril.
Syahril turut mengimbau kepada seluruh orang tua agar segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin MR dengan tepat waktu. Imunisasi yang dilakukan sesuai jadwal dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit sehingga mencegah terjadinya wabah.
Strategi pemerintah dalam mengejar target imunisasi anak
Beberapa strategi imunisasi rutin berikut ini dilakukan demi memberikan perlindungan optimal pada anak. Sebagai berikut:
- Menambah 3 jenis imunisasi rutin: Vaksin yang ditambah adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare, vaksin PCV untuk anti pneumonia, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan pada anak kelas 5 dan 6 SD.
- Digitalisasi data imunisasi: Kemenkes menyiapkan satu aplikasi yang mencatat imunisasi secara digital, yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) sehingga tidak ada lagi pencatatan imunisasi secara manual.
- Imunisasi dengan undangan: Langkah ini menilik dari sistem vaksinasi COVID-19 yang menggunakan sistem undangan melalui aplikasi sehingga tenaga kesehatan akan mengetahui anak yang sudah dan yang belum divaksinasi.
Demikian penjelasan yang diberikan untuk menjawab pertanyaan orang tua terkait pemberian imunisasi campak sampai umur berapa. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kasus Campak Meningkat, Benarkah Bisa Diobati dengan Air Kelapa?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, Efek Samping, dan Bedanya dengan MR
Imunisasi Ganda untuk Cegah Campak, Adakah Efek Sampingnya?
Beda Vaksin MR dan MMR; Mulai dari Harga Hingga Waktu Vaksin
Amankah Anak dengan Alergi Telur Diberi Vaksinasi MMR?
TERPOPULER
Potret Oki Setiana Dewi dan Anak-anak Kembali ke Mesir usai Liburan di Indonesia
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dandelion dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Tidur Kurang dari 6 Jam dan Sering Mendengkur, Studi Ungkap Kaitannya dengan Kanker Payudara
Frisian Flag Hadirkan Tanggal Merah untuk Ibu di Bandung, Yuk Jeda Sejenak dan Ciptakan Momen Bermakna
Gejala Campak yang Sering Disangka Flu Biasa pada Anak
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Apakah Janin Sudah Bisa Mengikuti Ritme Siang dan Malam? Ini Kata Studi
Sering Tidur dengan Lampu Menyala? Waspadai Dampaknya bagi Jantung
Frisian Flag Hadirkan Tanggal Merah untuk Ibu di Bandung, Yuk Jeda Sejenak dan Ciptakan Momen Bermakna
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Dandelion dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Potret Oki Setiana Dewi dan Anak-anak Kembali ke Mesir usai Liburan di Indonesia
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Baru Mulai Hobi Trail Run? Sepatu Ini Bisa Jadi Pilihan Awal yang Nyaman
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Nyaman saat Pulang ke Rumah
-
Female Daily
Punya Wajah Bulat? Ini 5 Model Rambut yang Bikin Wajah Terlihat Lebih Panjang
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sinopsis Drama China Against the Current: Romansa Tan Songyun & Liu Xueyi
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Jepang Dewasa untuk Ditonton Bareng Pasangan, Biar Makin Intim