HaiBunda

PARENTING

Beda Arti Bonding & Attachment Bayi, Cara untuk Meningkatkan Hubungan dengan Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 14:30 WIB
Bonding ibu dan bayi/ Foto: Getty Images/travelism

Hubungan antara orang tua dan anak terbentuk sejak sebelum anak lahir. Hubungan ini seringkali disebut dengan bond atau ikatan. Dalam proses tumbuh kembang anak, bonding atau kegiatan yang membentuk ikatan ini sangatlah diperlukan.

Bicara tentang bonding, ada banyak definisi atau arti yang menggambarkan kegiatan yang membentuk ikatan ini. Secara umum, banyak yang mendefinisikan bonding sebagai hubungan intim antara dua makhluk.

Menurut associate professor di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan, São Paulo University, Brasil, Anna Maria Chiesa, Ph.D, membangun bonding sangat bergantung pada seberapa besar kemauan orang tua untuk menjalin kontak, mengenal anak, dan membangun hubungan. Sementara, anak-anak selalu sangat terbuka untuk menjalin ikatan atau bonding.


"Yang lebih penting adalah kemampuan orang dewasa untuk menyesuaikan diri dengan kesediaan anak," ungkap Chiesa, dikutip dari laman resmi Unicef.

Mengenal apa itu bonding

Bonding adalah ikatan antara orang tua dan anak. Dilansir Pregnancy Birth and Baby, bonding adalah koneksi emosional khusus antara orang tua dan anak. Bonding adalah awal dari hubungan seumur hidup antara Bunda dan bayi. Bonding ini penting untuk kesejahteraan dan perkembangan anak. Bonding dengan anak juga penting untuk kesejahteraan mental orang tua sendiri.

Ada banyak proses berbeda yang mengarah pada ikatan atau bonding antara Bunda dan anak. Misalnya pada saat melahirkan, hormon, seperti oksitosin, berperan. Ini adalah hormon yang membuat merasa dicintai dan terikat. Hormon ini juga mengurangi kecemasan. Ketika orang tua menjalin ikatan atau bonding dengan bayi, tubuh memproduksi oksitosin.

Manfaat bonding dengan anak

Memiliki bonding dengan orang tua membantu bayi tumbuh menjadi anak yang aman dan bahagia. Ikatan (bonding) membantu bayi dan anak-anak:

  • Mengelola emosi dan stres
  • Mengembangkan kesehatan mental dan fisik jangka panjang
  • Terlindung dari dampak depresi orang tua
  • Membangun kepercayaan diri jangka panjang
  • Mengembangkan hubungan yang baik hingga dewasa
  • Mendorong pembelajaran dan perkembangan verbal
  • Menjadi lebih tangguh di kemudian hari

Bagi orang tua, ikatan (bonding):

  • Meningkatkan kepercayaan diri dan transisi yang aman menuju peran sebagai orang tua
  • Melindungi kesehatan mental jangka panjang
  • Mendorong hubungan
  • Membangun rasa tanggung jawab terhadap bayi, yang dapat mempermudah pekerjaan berat dalam mengasuh anak

8 Cara meningkatkan bonding bersama anak

Ada banyak cara untuk meningkatkan bonding bersama anak yang bisa dilakukan oleh orang tua, dilansir Motherly, di antaranya:

1. Bermain dengan anak

Setiap anak suka bermain. Menggali imajinasi mereka bisa menjadi hal yang baik dan sangat menarik. Mempelajari cara mereka bermain dan ikut bermain, sangat bermanfaat bagi anak maupun orang tua. Tidak perlu permainan yang rumit, bisa juga dengan yang sederhana seperti permainan petak umpet. Interaksi dalam permainan meningkatkan bonding antara Bunda dan Si Kecil.

2. Membuat cerita bersama

Selain membaca buku, orang tua juga bisa mengajak anak untuk membuat cerita bersama. Contohnya, meminta anak membuat cerita yang menyenangkan tentang mainan yang ia sukai. Bisa juga membuat kreasi boneka dari kaus kaki atau pakaian bekas. Gunakan boneka tersebut untuk berbicara dengan anak. Gunakan suara yang berbeda untuk menceritakan kisah dan mengekspresikan suasana hati.

3. Buat waktu berbicara lebih intim dan tenang

Carilah waktu untuk beristirahat, duduk bersama anak, dan berbicaralah bersama. Pegang tangan anak, tersenyumlah, mengobrollah bersama. Dengarkan dengan baik dan tanggapi secara positif ketika anak menceritakan sesuatu kepada Bunda. Hal ini menenangkan anak, meningkatkan bonding dengan anak, dan membuat anak merasa aman.

4. Berjalan-jalan

Berjalan-jalan adalah salah satu bonding time terbaik. Berjalan bersama anak, kita dapat melakukan banyak hal yang bisa membangun kedekatan dan ikatan. Misalnya, saling bercerita dan bercanda sambil melihat sekitar.

5. Pergi makan di luar

Bunda bisa menggunakan waktu luang untuk pergi makan di luar. Bunda bisa menjemputnya dari sekolah dan membawanya makan siang di luar. Bunda bisa membiarkannya memilih apa pun yang dia inginkan dari menu dan memintanya membantu kita memilih makanan. Selain anak happy, ini juga meningkatkan bonding dengan anak.

6. Antar jemput anak sekolah

Sederhana tapi terkadang tak semua orang tua bisa melakukannya, terutama orang tua yang bekerja. Tidak ada salahnya untuk sesekali mengantar jemput anak sekolah, terlebih jika itu adalah hari pentingnya. Kehadiran orang tua di sekolah membuat anak merasa aman dan tentu meningkatkan bonding dengan mereka.

7. Membuat kerajinan tangan

Setiap anak menyukai eksperimen, pengalaman baru. Untuk memfasilitasi eksperimen tersebut, Bunda bisa membuat kegiatan di rumah seperti membuat kerajinan tangan. Ada banyak ratusan contoh kerajinan tangan sederhana sesuai usia di internet.

8. Cobalah olahraga bersama

Membangun ikatan dengan anak melalui olahraga memperkuat hubungan dan mendorong kebiasaan sehat. Aktivitas meliputi berjalan kaki atau bersepeda bersama, menari, berenang, dan permainan interaktif seperti berburu harta karun. Sesuaikan latihan dengan usia, seperti latihan kereta dorong untuk bayi yang baru belajar jalan atau beberapa challenges untuk anak yang lebih besar.

Perbedaan bonding dan attachment untuk bayi baru lahir

Apa bedanya bonding dengan attachment? Mungkin Sebagian dari kita bingung untuk membedakannya. Attachment adalah kelekatan antara bayi dan orang tuanya yang muncul secara alami. Dikutip dari Baby Centre, sejak lahir attachment bayi terhadap Bunda berkembang sebagai respons terhadap cinta dan perhatian yang didapat. 

Oleh sebab itu, mengenali dan merespons kebutuhan bayi akan pelukan, istirahat, dan asupan akan membantunya membangun attachment awal yang aman dengan Bunda. Ikatan positif yang kuat ini akan tumbuh seiring perkembangan bayi dan menjadi fondasi penting baginya. Hal ini membantu bayi merasa aman dan terlindungi dari potensi bahaya.

Secara naluri, bayi mungkin akan sering 'menguji' kekuatan attachment antara Bunda dan dirinya. Si Kecil mungkin akan tersenyum, mengoceh, menangis, atau mengulurkan tangan untuk mencari respons dari Bunda. Dari dalam lubuk hatinya, Si Kecil berharap akan mendapat balasan senyuman, kata-kata lembut, sentuhan, atau pelukan.

Sementara, bonding adalah tentang cinta, perhatian, dan kepedulian yang unik dalam hubungan antara Bunda dan bayinya. Memiliki ikatan yang kuat dengan Si Kecil umumnya akan memberikan rasa nyaman bagi Bunda.

Tanpa disadari, Bunda mungkin merasa sudah 'terikat' dengan Si Kecil bahkan sebelum mereka lahir. Mungkin karena tendangan pertamanya atau suara denyut jantungnya saat pertama kali di-USG.

Kendati demikian, hal ini tidak memang tidak selalu langsung kuat dan juga memerlukan waktu. Itu bisa terjadi saat lahir, atau kapan saja dalam tahun pertama kehidupan bayi. Bahkan faktanya, bonding tidak datang secara alami bagi semua orang. Jadi, wajar jika Bunda mungkin butuh waktu untuk merasa 'terikat' dengan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips Memperkuat Bonding dengan Anak Meski Bunda Sibuk Bekerja

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Aktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

Mom's Life Azhar Hanifah

Psikolog Ungkap 11 Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Dimanja di Masa Kecil

Parenting Nadhifa Fitrina

Cara Nabi Muhammad Rayakan Lebaran, Ternyata Tak Ada Tradisi Bagi THR

Mom's Life Annisa Karnesyia

10 Sifat Langka yang Menjadi Ciri Suami Terbaik Menurut Psikolog

Mom's Life Arina Yulistara

10 Foto Artis Bagikan Hasil USG Kehamilan, Warganet Ikut Terharu

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Resep Mie Ayam Rumahan yang Lezat dan Mudah Dibuat

Bacaan Surat Maryam untuk Ibu Hamil Ayat 1-16: Arab, Latin & Artinya

Psikolog Ungkap 11 Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Dimanja di Masa Kecil

9 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Aktifkan Mode Silent di HP Menurut Psikologi

Cara Nabi Muhammad Rayakan Lebaran, Ternyata Tak Ada Tradisi Bagi THR

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK