PARENTING
Anak Balita Disarankan Batasi Screen Time 1 Jam per Hari, Ini Alasannya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 03 Apr 2026 18:50 WIBSaat ini, gadget sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak, setuju tidak, Bunda? Banyak dari mereka yang menghabiskan waktu cukup lama di depan layar hingga sulit berhenti bermain.
Berkaitan dengan ini, ada batasan ideal agar penggunaan layar tetap aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Untuk anak di bawah dua tahun, waktu yang dihabiskan di depan layar sebaiknya dibatasi.
Mengutip dari laman The Guardian, pemerintah di Inggris belum lama ini merilis panduan resmi mengenai penggunaan layar untuk anak di bawah lima tahun. Panduan ini bertujuan agar orang tua mengatur durasi anak dengan perangkat digital.
Selain soal durasi, kualitas konten yang ditonton anak juga perlu diperhatikan, Bunda. Bicara soal ini, terdapat alasan mengapa anak balita sebaiknya dibatasi dalam penggunaan screen time setiap harinya.
Alasan screen time anak perlu dibatasi
Anak-anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak bermain gadget sendirian. Untuk anak usia dua hingga lima tahun, waktu menonton layar sebaiknya dibatasi maksimal satu jam per hari.
Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa selain tentang durasi, konten yang ditonton juga perlu diperhatikan. Video dengan tempo yang cepat atau menggunakan alat AI sebaiknya dihindari karena bisa mengurangi kemampuan anak saat berkonsentrasi.
Menilik dari laman The Guardian, 90 persen pertumbuhan otak anak balita itu terjadi sebelum usia lima tahun, Bunda. Waktu yang terlalu lama di depan gadget bisa berpengaruh pada perkembangan sosial, emosional, bahasa, dan otak mereka.
Para ahli yang menyusun pedoman ini mengakui bahwa masih ada ketidakpastian soal seberapa berbahaya layar bagi anak. Meski begitu, pemerintah memilih mengambil langkah pencegahan supaya dampak negatif bisa diminimalkan.
Seorang ahli penggunaan media digital oleh anak-anak di London School of Economics, Sonia Livingstone, mengatakan bahwa kini sudah banyak bukti menunjukkan terlalu lama screen time bisa berisiko bagi perkembangan anak.
Hal ini turut berdampak pada kemampuan bahasa mereka, Bunda. Anak-anak yang terlalu lama di depan layar cenderung mengalami keterlambatan bicara dibandingkan dengan anak-anak lain.
Kegiatan pengganti screen time untuk anak
Layar sebaiknya tidak menggantikan tidur, kegiatan fisik, atau waktu bermain anak. Membaca, bermain, dan berbincang bersama dapat membantu anak belajar bahasa, berpikir, dan memahami orang lain.
Salah satu caranya adalah Bunda menetapkan waktu tanpa layar di siang hari. Misalnya saat makan, Bunda bisa ngobrol santai sambil memberikan contoh kebiasaan yang baik.
Para ahli juga menyarankan anak-anak di bawah lima tahun bergerak setidaknya tiga jam setiap hari. Kegiatannya pun sederhana, misalnya bermain di halaman, menari, atau bermain bola.
Hati-hati juga, Bunda, karena otak anak bersifat seperti 'spons' yang mudah menyerap dan meniru kebiasaan orang tua. Jika Bunda sering bermain gadget, anak pun cenderung mengikuti dan meniru perilaku tersebut.
Kehadiran Bunda dekat anak itu perlu, lho. Saat bermain atau mengobrol, sebaiknya simpan gadget supaya kita bisa lebih fokus memperhatikan apa yang mereka lakukan.
Itulah penjelasan mengenai anak balita disarankan untuk membatasi screen time hanya 1 jam per hari. Semoga informasinya dapat membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)