HaiBunda

PARENTING

Benarkah Autisme Anak Perempuan Sering Baru Terungkap saat Remaja?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 01 Apr 2026 13:00 WIB
Ilustrasi Autisme pada Anak Perempuan Sering Baru Diketahui saat Remaja/Foto: Getty Images/NSimages
Jakarta -

Autisme pada anak perempuan sering baru diketahui saat remaja, sehingga banyak tanda awalnya kerap terlewat begitu saja. Kondisi ini membuat Bunda dan Ayah perlu lebih peka sejak dini.

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kondisi perkembangan yang memengaruhi cara anak berinteraksi, berkomunikasi, dan memiliki minat atau perilaku yang terbatas.

Selain itu, menilik dari laman Child Mind Institute, para peneliti menemukan bahwa banyak anak perempuan dengan autisme yang tampak baik-baik saja sering kali tidak terdeteksi sejak dini, sehingga baru diketahui saat memasuki usia remaja.


Mereka kerap tidak terdeteksi karena gejalanya tidak tampak jelas atau justru disalahartikan sebagai hal lain. Oleh karena itu, penting Bunda mulai mengenali ciri-ciri autisme pada anak perempuan sejak dini.

Ciri-ciri autisme pada anak perempuan

Ada beberapa ciri autisme pada anak perempuan yang sering baru disadari saat remaja. Berikut penjelasan lengkapnya seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Cenderung diam di situasi tertentu

Berbeda dari yang terlihat aktif, anak perempuan dengan autisme justru bisa memilih diam saat berada di lingkungan yang terasa asing. Mereka cenderung menutup diri dan tidak banyak berbicara.

Sikap ini membuat mereka tampak seperti anak yang tenang. Padahal, di balik itu ada rasa bingung atau kesulitan untuk menanggapi keadaan di sekitarnya. Tidak sedikit yang akhirnya dianggap hanya pemalu atau pendiam.

Bahkan, ada juga yang tampak seperti sedang melamun karena jarang terlibat dalam percakapan. Akibatnya, kondisi ini membuat proses mengenali autisme jadi lebih terlambat, Bunda.

2. Lebih sensitif terhadap sekitar

Selanjutnya, anak perempuan dengan autisme biasanya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap hal-hal di sekitarnya. Misalnya seperti merasa tidak nyaman dengan pakaian tertentu, suara keras, atau cahaya yang terlalu terang.

Hal-hal yang mungkin tampak biasa bagi orang lain bisa terasa mengganggu bagi mereka. Ternyata, reaksi ini tidak selalu langsung terlihat di luar rumah.

Banyak anak justru berusaha menahan responsnya saat berada di luar rumah. Namun ketika sudah kembali ke rumah, emosi tersebut bisa muncul sekaligus, sehingga baru terlihat jelas oleh orang tua.

3. Sulit mengatur emosi

Beberapa anak bisa mengalami ledakan emosi atau justru menarik diri saat berada di rumah. Hal ini biasanya terjadi setelah mereka seharian berkegiatan, Bunda.

Selama di luar, anak mungkin tampak baik-baik saja karena berusaha menahan perasaannya. Namun ketika sudah merasa aman, emosi yang tertahan bisa keluar sekaligus.

4. Memiliki minat yang fokus pada hal tertentu

Mengutip dari laman Autism SA, anak perempuan dengan autisme kerap menunjukkan minat yang sangat kuat pada satu hal tertentu. Mereka bisa tampak sangat antusias terhadap hobi atau ketertarikan tersebut, bahkan lebih intens dibandingkan anak seusianya.

Pada anak perempuan, minat tersebut biasanya masih terlihat umum. Misalnya seperti menyukai tokoh tertentu, hewan, atau hal lain yang juga disukai teman sebayanya.

Mereka bisa menghabiskan banyak waktu untuk hal yang disukai tersebut. Bahkan, terkadang sulit beralih ke kegiatan lain karena sudah sangat fokus pada minatnya.

5. Kemampuan berbahasa yang lebih maju

Beberapa anak perempuan dengan autisme memiliki kemampuan berbahasa yang tampak lebih maju dibandingkan anak seusianya. Kemampuan ini bisa membuat mereka terlihat lebih mandiri dalam berkomunikasi.

Namun di balik kelancaran berbicara, mereka tak jarang masih kesulitan memahami perasaan orang lain, Bunda.

Mengapa autisme pada anak perempuan sering terabaikan?

Dilansir dari Science Daily, autisme selama ini dianggap lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Hal ini membuat perhatian penelitian lebih banyak fokus pada mereka.

Namun, sebuah studi dari Swedia yang diterbitkan oleh The BMJ menunjukkan bahwa autisme bisa terjadi dengan jumlah yang hampir sama pada anak laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, dikutip dari National Institutes of Health (NIH), autisme pada anak perempuan lebih sering mengalami salah diagnosis dan penanganan yang kurang efektif, Bunda.

Tanda-tandanya pun bisa mudah terlewatkan atau disalahartikan, terutama jika anak terlihat cerdas, lancar berbicara, dan berperilaku baik di sekolah.

Itulah penjelasan mengenai autisme pada anak perempuan yang sering baru diketahui saat remaja. Sebagai orang tua, kita perlu mengenali ciri-cirinya sejak dini agar penanganannya bisa lebih tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tsania Marwa Ucap Terima Kasih Dipertemukan dengan Anak, Mantan Suami Beri Respons Mengejutkan

Mom's Life Pritadanes

Taman Nasional Komodo Dinobatkan Jadi Tempat Terindah Ke-2 di Dunia, Peringkat Pertama Curi Perhatian

Mom's Life Natasha Ardiah

Resmi! MBG Dipotong dari 6 Hari Sekolah Jadi Hanya 5 Hari

Parenting Dwi Rachmi

Annisa Pohan Melahirkan Bayi Laki-laki, AHY: Ikhtiar yang Luar Biasa

Kehamilan Annisa Karnesyia

Cari Ide Kegiatan Gratis yang Seru Bareng Teman Akhir Pekan Ini? Cek Daftar Konser April 2026

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Manfaat Mengejutkan Pilates setelah Melahirkan untuk Pulihkan Tubuh Bunda

Cari Ide Kegiatan Gratis yang Seru Bareng Teman Akhir Pekan Ini? Cek Daftar Konser April 2026

Resmi! MBG Dipotong dari 6 Hari Sekolah Jadi Hanya 5 Hari

Tsania Marwa Ucap Terima Kasih Dipertemukan dengan Anak, Mantan Suami Beri Respons Mengejutkan

Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April: Sejarah, Tema, dan Cara Merayakannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK