PARENTING
Wabah Campak Tewaskan Ratusan Anak di Negara Ini
Indah Ramadhani | HaiBunda
Jumat, 17 Apr 2026 13:00 WIBHanya dalam enam minggu, wabah penyakit campak di Bangladesh semakin memburuk. Wabah ini bahkan meluas hingga ke puluhan daerah dan menorehkan angka kematian yang begitu besar.
Menurut data kesehatan setempat yang telah dirilis baru-baru ini, setidaknya terdapat peningkatan 7.600 kasus terduga campak sejak pertengahan Maret 2026. Kondisi ini semakin diperburuk oleh meninggalnya 130 anak akibat campak dalam waktu singkat, Bunda.
Bahkan, rumah sakit di sejumlah daerah di Bangladesh pun penuh dengan anak-anak yang didiagnosis campak. Dalam sehari, terhitung hampir ratusan anak dengan penyakit campak memenuhi bangsal rumah sakit.
Melihat hal tersebut, campak bukanlah sebuah penyakit yang dapat kita anggap remeh, Bunda. Apabila sudah menjadi wabah, dampaknya akan sangat luas dan berbahaya, bahkan mengancam nyawa banyak orang dalam waktu singkat.
Penyebaran campak di Bangladesh
Melansir dari situs resmi Bangladesh Sangbad Sangstha, per-tanggal 7 April 2026 lalu, telah ditemukan 1.236 kasus baru campak di seluruh Bangladesh. Dan salah satu daerah yang penyebarannya sangat masif adalah Dhaka, bagian utara Bangladesh.
Berdasarkan data kesehatan Directorate General of Health Services atau Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DGHS) Bangladesh, terdapat 4.160 orang di Dhaka yang terduga terinfeksi campak. Dari jumlah tersebut, 846 kasus telah dikonfirmasi sebagai campak.
Sementara itu, wabah campak tersebut sendiri telah menyerang 56 dari 64 distrik di Bangladesh. Kondisi ini membuat DHGS mendesak pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk tetap waspada serta menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Upaya pemerintah Bangladesh menghadapi wabah campak
Dikutip dari laman Yeni Safak, pemerintah Bangladesh kini tengah menggencarkan kampanye vaksinasi campak-rubella (MR) darurat yang menargetkan 1,3 juta anak secara nasional. Pemberian vaksin ini diutamakan pada anak berusia enam bulan hingga di bawah lima tahun di 30 sub-distrik pada 18 distrik berisiko tinggi.
Selain itu, kampanye vaksinasi ini turut melibatkan tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk menjangkau orang-orang rentan di wilayah yang akses layanannnya terbatas. Harapannya, pemberian vaksin tersebut dapat merata dan mampu menekan angka penyebaran campak lebih cepat dan efektif.
Wabah campak yang menyebabkan kekhawatiran global
Para ahli kesehatan masyarakat di berbagai negara menanggapi kondisi tersebut. Mereka terus menegaskan bahwa campak merupakan penyakit virus yang dapat menular dengan cepat, terutama pada suatu wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah.
Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti pneumonia dan ensefalitis, serta tak jarang dapat menyebabkan kematian. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi campak-rubella (MR).
Seorang spesialis kesehatan masyarakat dari Turki, Dr. ANM Nuruzzaman menyampaikan bahwa kampanye vaksinasi yang dilakukan oleh negara memegang peranan yang sangat penting dalam menekan angka penyebaran dan kematian akibat penyakit ini.
Turki sendiri merupakan negara yang telah memperkuat program imunisasi nasional, sekaligus menjalin kerja sama kesehatan dengan negara-negara Asia Selatan. Mereka turut memberikan bantuan kesehatan dan kemanusiaan di Bangladesh, terutama bagi para pengungsi Rohingya.
Demikian penjelasan mengenai wabah campak yang menewaskan ratusan anak di Bangladesh. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Waspada Campak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Penularan Campak Mulai dari Cara hingga Waktu Muncul Gejalanya
Menyerang Segala Usia, Wabah Campak Capai 3.341 Kasus di 31 Provinsi
Roseola Infantum vs Campak, Bagaimana Membedakan Ruam yang Muncul?
Pentingnya Imunisasi Campak untuk Anak, Kapan Diberikan?
TERPOPULER
Potret Gender Reveal Kehamilan Kedua Jessica Mila, Bakal Sambut Bayi Perempuan Lagi
5 Cara Mengatasi Bayi MPASI Tidak BAB 3 Hari, Bunda Perlu Tahu
Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala
7 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata saat Sendirian
5 Resep Tempe Tahu Bacem Sederhana dengan Bumbu Meresep, Praktis Dibuat di Rumah
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Cara Mengatasi Bayi MPASI Tidak BAB 3 Hari, Bunda Perlu Tahu
Potret Gender Reveal Kehamilan Kedua Jessica Mila, Bakal Sambut Bayi Perempuan Lagi
Potret Rumah Tasya Farasya yang Direnovasi karena Banyak Alami Keretakan, Bikin Dompet Menyala
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
10 Contoh Soal Matriks, Pembahasan, dan Kunci Jawabannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kenapa Kasur Lantai Cepat Lembap Saat Musim Hujan? Ini Cara Mencegahnya
-
Beautynesia
7 Kebiasaan Orang dengan Integritas Tinggi di Lingkungan Pertemanan
-
Female Daily
Intip Penampilan Jessica Mila yang Elegan saat Gender Reveal!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Apa Itu Fizzling? Tren Kencan yang Bikin Pasangan Bingung
-
Mommies Daily
Kalau Boleh Mengulang Waktu, Ini yang Saya Ingin Ketahui Sebelum Menikah