sign up SIGN UP search

parenting

Roseola Infantum vs Campak, Bagaimana Membedakan Ruam yang Muncul?

Melly Febrida Minggu, 01 Nov 2020 13:25 WIB
a sick cute girl is measuring the temperature caption

Jakarta - Anak demam tinggi bisa disebabkan karena banyak hal. Tapi jika setelah demam anak mengalami ruam di kulit, bisa jadi karena roseola infantum. Bagaimana membedakannya dengan campak?

Roseola infantum atau yang dikenal dengan istilah Roseola dan Exanthema Subitum merupakan penyakit menular yang disebabkan virus.  Penyakit ini muncul sebagai demam diikuti dengan ruam kulit yang khas.


Dikutip dari Very Well Family, Karen Gill, M.D., dokter anak, mengatakan bahwa roseola biasanya tidak serius dan umunya menyerang anak-anak antara usia 6 bulan dan 2 tahun.

"Roseola sangat umum, sehingga kebanyakan anak mengidapnya saat mereka di taman kanak-kanak," kata Gill.

Gejala roseola infantum yang paling umum yakni demam tinggi yang tiba-tiba, diikuti dengan ruam kulit.  Demam dianggap tinggi jika suhu anak antara 38,8-40,5 ° C. Biasanya demam berlangsung selama 3-7 hari.  Dan ruam berkembang setelah demam hilang, biasanya dalam 12 hingga 24 jam.

Seperti apa bentuk ruamnya? Gill menyebutkan, ruam yang muncul di kulit berwarna merah muda dan mungkin datar atau menonjol.  Awalnya ruam muncul di perut dan kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan kaki.  


Dari jarak dekat, ruam ini tampak seperti kumpulan bintik merah muda atau merah kecil, yang dapat bergabung bersama untuk membentuk bercak yang lebih besar. Beberapa anak dengan roseola juga mengembangkan bintik Nagayama, papula merah di atap mulut atau di dasar uvula.

"Ruam yang menjadi ciri khas ini menjadi tanda bahwa virus berada di akhir perjalanannya," jelas Gill

Tidak seperti banyak ruam lain yang dialami anak-anak, ruam roseola infantum tidak gatal dan tidak pernah berlangsung lama, paling lama beberapa jam hingga beberapa hari. Dan pada saat ruam muncul, kondisi anak sudah lebih baik.

Gejala roseola infantum lainnya antara lain:

- Anak jadi cepat marah 

- Kelopak mata bengkak

- Sakit telinga 

- Nafsu makan menurun 

- Kelenjar bengkak 

- Diare ringan 

- Sakit tenggorokan atau batuk ringan

- Kejang demam, yaitu kejang karena demam tinggi 

Setelah anak terpapar virus, kata Gill, diperlukan waktu antara 5 dan 15 hari sebelum gejalanya berkembang. Namun, terkadang pada beberapa anak yang terkena virus tidak menunjukkan gejala pada umumnya.

Beberapa orang mungkin bingung membedakan antara ruam kulit roseola dengan ruam kulit campak.  Tapi sebenarnya ruam keduanya sangat berbeda.

 "Ruam campak berwarna merah atau coklat kemerahan.  Biasanya dimulai di wajah dan turun ke bawah, akhirnya menutupi seluruh tubuh dengan bercak benjolan," tambag Gill.

 Sedangkan ruam roseola infantum berwarna merah muda atau kemerahan, dan biasanya dimulai di perut sebelum menyebar ke wajah, lengan, dan kaki.

"Anak-anak dengan roseola biasanya merasa lebih baik setelah ruam muncul.  Namun, anak yang terkena campak mungkin masih merasa sakit saat mengalami ruam," katanya lagi.

Roseola paling sering disebabkan paparan virus herpes manusia (HHV) tipe enam. Penyakit ini juga bisa disebabkan virus herpes lain, yang dikenal sebagai herpes manusia tujuh. Seperti virus lainnya, roseola menyebar melalui tetesan cairan dari seseorang yang batuk, berbicara, atau bersin.

Masa inkubasi roseola sekitar 14 hari.  Artinya, anak dengan roseola infantum yang belum menunjukkan gejala dapat dengan mudah menularkan infeksi ke anak lain.

Gill mengatakan, roseola infamtum terkadang sulit untuk didiagnosis karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit umum lainnya pada anak-anak.  Selain itu, karena demam datang dan kemudian sembuh sebelum ruam muncul, roseola biasanya didiagnosis hanya setelah demam hilang dan anak merasa lebih baik.

Dokter biasanya memastikan bahwa seorang anak menderita roseola dengan memeriksa ruam tanda tangan.  Tes darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa antibodi terhadap roseola, meskipun hal ini jarang diperlukan.

"Roseola biasanya akan hilang dengan sendirinya.  Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakitnya. Dokter tidak meresepkan obat antibiotik untuk roseola karena disebabkan oleh virus.  Antibiotik hanya berfungsi untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri," jelas Gill.

Sementara itu, Lindsey Waldman, MD, RD, dokter anak dan pediatric endocrinologist, mengatakan bahwa untuk bayi yang terkena roseola terkadang memiliki ubun-ubun yang menonjol, yaitu "titik lunak" di bagian atas kepala di mana tengkoraknya belum menutup.


Menurut Waldman, meskipun ruam akibat roseola tidak berbahaya, bagi beberapa anak demam yang tinggi yang datang sebelumnya bisa membuat anak berisiko mengalami kejang. Sekitar sepertiga dari kejang akibat demam pada anak kecil diperkirakan disebabkan virus roseola.

"Jika anak Anda mengalami demam yang sangat tinggi, selalu hubungi dokter anak Anda, meskipun dia tidak memiliki gejala lain.  Selain risiko kejang, suhu tubuh yang tinggi bisa menjadi tanda penyakit selain roseola, seperti infeksi darah atau infeksi saluran kemih," kata Waldmsn.

Bunda, simak juga yuk tips mencegah anak kejang saat demam dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
fase-anak
Anak Usia 1-3 Tahun Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!