HaiBunda

PARENTING

Mad Arid Lissukun: Pengertian, Hukum, Cara Membaca & Contohnya untuk Diajarkan ke Anak

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 16 Apr 2026 18:00 WIB
Ilustrasi Mad Arid Lissukun: Pengertian, Hukum, Cara Membaca & Contohnya untuk Diajarkan ke Anak/Foto: Getty Images/golfcphoto
Jakarta -

Anak sudah mulai belajar membaca Al-Qur'an? Jika ya, Si Kecil perlu mengenal berbagai jenis hukum tajwid sejak dini, salah satunya mad arid lissukun.

Dalam proses belajar, setiap Muslim perlu memahami ilmu tajwid dalam Al-Qur'an supaya makna dan pelafalannya tidak keliru. Tajwid ini sebagai panduan agar setiap huruf bisa dibaca sesuai makhraj yang benar.

Saat mulai mendalami materi, anak perlu mengetahui mengenai mad arid lissukun berapa harakat. Selain itu, pahami juga huruf mad arid lissukun saat membaca Al-Qur'an agar tidak tertukar dengan hukum mad lainnya.


Maka dari itu, Bunda bisa menyimak pembahasan lengkap tentang mad arid lissukun, mulai dari pengertian, hukum, cara membaca, hingga contohnya yang bisa diajarkan kepada anak.

Jenis bacaan mad

Mad arid lissukun termasuk salah satu jenis bacaan mad, Bunda. Bacaan mad sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, dan setiap kelompok memiliki beberapa jenis yang berbeda.

Baca Juga : Cara Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Anak dalam Islam, Lengkap dengan 20 Contoh Ucapannya

Bacaan mad dengan panjang 2 ketukan

Bacaan mad dengan durasi sepanjang dua ketukan:

  • Mad Thabi'ii
  • Mad Badal
  • Mad Tamkin
  • Mad Iwadh
  • Mad Harf
  • Mad Shilah Qashirah

Bacaan mad dengan panjang 5 ketukan

Bacaan mad dilafalkan dengan ukuran panjang lima ketukan:

  • Mad Shilah Thawilah
  • Mad Wajib Muttashil
  • Mad Jaiz Munfashil
  • Mad Arid Lissukun
  • Mad Lin

Bacaan mad dengan panjang 6 ketukan

Bacaan mad diucapkan dengan panjang enam ketukan:

  • Mad Farqi
  • Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal
  • Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf
  • Mad Lazim Harfi Mutsaqqal
  • Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Mengenal apa itu mad arid lissukun?

Dikutip dari buku Pelajaran Ilmu Tajwid oleh Rois Mahfud, mad arid lissukun secara bahasa diartikan sebagai bacaan yang dipanjangkan. Kata "mad" sendiri bermakna panjang atau menambah sehingga berkaitan dengan cara membaca huruf yang diperpanjang.

Secara istilah, mad dijelaskan sebagai cara membaca huruf hijaiyah dengan panjang tertentu karena adanya ketentuan khusus. Hukum mad arid lissukun dibaca dengan memperpanjang suara pada huruf tertentu di antara huruf mad atau layyin saat bertemu dengan hamzah (ء) atau huruf mati/sukun (ه).

Hukum bacaan dan cara membaca mad arid lissukun

Dalam ilmu tajwid, hukum bacaan mad dibagi menjadi dua jenis utama, Bunda. Salah satunya adalah mad far'i, yaitu cabang dari mad thabi'i. Hukum bacaan mad arid lissukun ini termasuk dalam jenis mad far'i ini.

Dikutip dari laman detikcom, mad arid lissukun membuat huruf hidup di dalam kalimat terdengar seperti mati saat bertemu dengan tanda waqaf. Hal ini memengaruhi cara membaca mad arid lissukun.

Berkaitan dengan ini, ada tiga cara utama dalam membaca mad arid lissukun:

  1. Tul dibaca panjang setara 3 alif atau 6 harakat.
  2. Tawassut dibaca sedang, yakni 2 alif atau 4 harakat.
  3. Qasar dibaca pendek, sama dengan 1 alif atau 2 harakat.

Contoh bacaan mad arid lissukun dalam Al-Qur'an

Salah satu contoh mad arid lissukun dalam Al-Qur'an dapat ditemukan pada bacaan berikut:

1. Surah Al-Fil ayat 3

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Wa arsala 'alaihim tairan abaabiil (dibaca "abaabiil", bukan "abaabiila").

2. Surah An-Nas ayat 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Qul a'udzu birabbin-naas (dibaca "birabbin-naas", bukan "birabbin-naasi").

3. Surah At-Tin ayat 1

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

Wat-tiini waz-zaituun (dibaca "waz-zaituun", bukan "waz-zaituuni").

4. Surah At-Takasur ayat 4

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

Tsumma kallaa saufa ta'lamuun (dibaca "ta'lamuun", bukan "ta'lamuuna").

5. Surah At-Takasur ayat 5

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

Kallaa lau ta'lamuun 'ilmal-yaqiin (dibaca "'ilmal-yaqiin", bukan "'ilmal-yaqiini").

5 Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid Lainnya Selain Mad arid lissukun

Berikut ini terdapat beberapa pembagian hukum bacaan mad yang dilansir dari buku Pelajaran Ilmu Tajwid oleh Rois Mahfud.

Mad Thabi'i

Hukum mad thabi'i mengikuti aturan bacaan mad. Bacaan ini terjadi ketika alif (ا) muncul setelah fathah (ـَـ), ya' mati (يْ) mengikuti kasrah (ـِـ), atau wawu sukun (وْ) setelah dhammah (ـُـ), dan dilafalkan dengan panjang dua harakat.

Huruf alif (ا) setelah fathah (ـَـ):

Contohnya: بَا ، وَا ، خَا ، دَا
Dibaca dari kanan ke kiri: baa-waa-khaa-daa
Misalnya pada QS An-Nas ayat 4: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ

Huruf ya' sukun (يْ) setelah kasrah (ـِـ):

Contohnya: ليْ ، تِيْ ، فِيْ , دِيْ
Dibaca dari kanan ke kiri: lii-tii-fii-dii
Misalnya pada QS An-Nas ayat 5: فِيْ صُدُوْرِ

Huruf wawu sukun (وْ) setelah dhammah (ـُـ):

Contohnya: رُوْ ، ذُوْ ، شُوْ ، ضُوْ
Dibaca dari kanan ke kiri: ruu-dzuu-syuu-dhuu
Misalnya pada QS An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ

Mad Far'i

Istilah "far'i" berarti cabang. Jenis mad ini sendiri dibagi menjadi 14 kategori hukum yang berbeda.

Mad Wajib Muttashil

Mad wajib muttashil terjadi ketika hukum Mad Thabi'i bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Bacaan ini dilafalkan dengan dipanjangkan sekitar lima harakat, misalnya pada surah Al-Baqarah ayat 6: سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ.

Mad Jaiz Munfasil

Selanjutnya, mad jaiz munfasil terjadi ketika hukum mad thabi'i bertemu dengan huruf hamzah (ء) yang berada di kata atau kalimat yang terpisah. Bacaan mad ini dilafalkan dengan panjang lima harakat, contohnya pada surah Al-Baqarah ayat 12: اَلَآ اِنَّهُمْ.

Mad Lazim Mutsaqal Kilmi

Pada mad lazim mutsaqal kilmi, hukum mad thabi'i bertemu dengan huruf yang memiliki tasydid (ـّـ) dalam satu kata. Bacaan mad ini dipanjangkan hingga enam harakat, contohnya pada surah Al-Fatihah ayat 7: وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ.

Itulah penjelasan mengenai mad arid lissukun, mulai dari pengertian, hukum, cara membaca, hingga contohnya yang bisa diajarkan kepada anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bisakah Orang Tua Durhaka pada Anak? Ini Pandangan Islam

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh

Mom's Life Amira Salsabila

Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret Inong Ayu & Abimana Aryasatya Anniversary ke-25, Kini Dikaruniai 5 Anak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Pentingnya Cek Kolesterol Anak Sebelum Remaja untuk Cegah Serangan Jantung saat Dewasa

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi

Pentingnya Cek Kolesterol Anak Sebelum Remaja untuk Cegah Serangan Jantung saat Dewasa

Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok

10 Contoh Soal Kombinasi Beserta Kunci Jawabannya

Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK