Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Kamis, 16 Apr 2026 21:20 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok/Foto: Getty Images/iStockphoto/PIKSEL
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, pernah dengar perut hamil berbunyi aneh seperti kodok? Ternyata, pengalaman unik ini benar-benar dialami oleh seorang ibu hamil dan sempat bikin heboh di media sosial. Yuk, kita bahas kisahnya sekaligus penjelasan medisnya agar Bunda tidak panik jika mengalami hal serupa. 

Berikut kisahnya dikutip dari Boredpanda.

Perutnya bunyi aneh saat hamil

Seorang ibu hamil bernama Steph viral setelah membagikan pengalaman uniknya di media sosial. Dalam video yang ia unggah, terdengar suara aneh dari perutnya saat disentuh mirip seperti suara 'bergelembung' atau bahkan disebut netizen seperti suara kodok. 

Meskipun suara itu berasal dari tubuhnya sendiri, Steph yang berprofesi sebagai pengacara itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, membuka matanya lebar-lebar saat mendengarnya lagi.

Ibu asal Australia itu pun bertanya di internet apakah salah satu gejalanya normal. “Apakah ini normal saat hamil? Saya bertanya untuk teman,” tulis calon ibu itu.

Saat itu, usia kehamilannya sekitar 21 minggu. Ia pun sempat bertanya-tanya, apakah kondisi ini normal terjadi pada ibu hamil. Reaksi warganet pun beragam ada yang terkejut, ada juga yang mengaku pernah mengalami hal serupa.

Video tersebut telah ditonton 3,6 juta kali sejak ia membagikannya pada hari Sabtu 28 Maret.

“Anda tahu ketika Anda minum banyak dan Anda mengguncang perut Anda? ya… rasanya seperti itu, tetapi saya minta Anda berhenti,” komentar seorang penonton di TikTok pada video unggahannya.

“Perut saya juga seperti ini dan saya tidak hamil,” canda yang lain. “Mungkin jangan lakukan itu,” peringatkan orang ketiga.

“Saya punya lima anak dan saya tidak tahu, tapi Anda harus menghentikan itu sekarang juga,” timpal seseorang.

“Bayi di dalam sana seperti, 'Ya Tuhan, badai lagi!'” canda seorang pengguna, sementara penonton lain memberi selamat kepada Steph karena “memiliki katak.”

Kenapa perut bisa bunyi saat hamil?

Meski terdengar aneh, fenomena ini sebenarnya cukup masuk akal secara medis, Bunda. Dokter kandungan Steph mengklarifikasi bahwa tidak perlu khawatir, karena Steph menekan jari-jarinya di perutnya seperti yang dilakukannya dalam video tidak membahayakan bayinya.

Dr. Franziska Haydanek mengatakan bahwa suara dari tubuh Steph kemungkinan besar disebabkan oleh gas di ususnya, yang sekarang terdorong lebih tinggi di perutnya karena rahim yang membesar.

Pada pertengahan kehamilan, perut miring ke atas hampir 45 derajat, sehingga berada pada level yang hampir sama dengan usus. Saat rahim membesar dan menekan perut dan usus, orang mungkin mengalami mulas atau gangguan pencernaan.

Selain itu, menurut Cleveland Clinic, janin berlatih menelan dan bernapas dengan meminum zat seperti air tersebut, yang membantu mengembangkan otot, paru-paru, dan sistem pencernaannya. Reaksi terhadap suara yang berasal dari perutnya berkisar dari geli hingga kekhawatiran yang nyata.

Cairan ketuban mengandung nutrisi, hormon, antibodi, dan cairan lain yang ditelan janin dan kemudian dikeluarkan. Kadar cairan ketuban mencapai puncaknya pada usia kehamilan 34 hingga 36 minggu dan kemudian perlahan menurun seiring mendekatnya tanggal perkiraan kelahiran (sekitar 40 minggu).

Pada puncaknya, terdapat sedikit kurang dari 1 liter (sekitar 4 cangkir atau 1 liter) cairan ketuban dalam tubuh ibu hamil, menurut catatan klinik. Cairan tersebut jernih atau kuning muda dan tidak berbau.

Meskipun suara perut TikToker tersebut dibesar-besarkan oleh pemirsa, ada beberapa tanda peringatan selama kehamilan yang seharusnya mendorong orang untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Menurut CDC, beberapa tanda peringatan mendesak selama kehamilan termasuk sakit kepala yang tidak kunjung hilang atau semakin memburuk seiring waktu, pusing atau pingsan, perubahan penglihatan, demam, pembengkakan ekstrem di tangan atau wajah, dan kesulitan bernapas.

Berikut beberapa penyebabnya:

1. Pergerakan gas dalam perut

Saat hamil, hormon progesteron meningkat dan membuat sistem pencernaan melambat. Akibatnya:

  • Gas lebih mudah terbentuk
  • Perut terasa kembung
  • Muncul suara 'gluduk' atau bergelembung

Suara inilah yang kadang terdengar cukup jelas, apalagi saat perut ditekan.

2. Gerakan usus yang lebih aktif

Usus tetap bekerja selama kehamilan, bahkan bisa menghasilkan suara:

  • Gemuruh
  • 'Berdecit'
  • Atau bunyi seperti cairan bergerak

Ini dikenal sebagai borborygmi, yaitu suara alami dari sistem pencernaan.

3. Cairan ketuban dan gerakan janin

Walaupun tidak selalu terdengar dari luar, kombinasi antara gerakan bayi dan cairan di dalam rahim bisa menciptakan sensasi unik, yang oleh sebagian ibu dirasakan sebagai 'bunyi' atau getaran.

Ternyata gejala hamil bisa sangat beragam

Kisah ini bukan satu-satunya yang unik, lho. Banyak ibu hamil melaporkan gejala tak biasa, mulai dari perubahan nafsu makan ekstrem hingga sensitivitas terhadap bau. Bahkan, dalam satu tubuh yang sama pun, gejala kehamilan bisa berbeda antara kehamilan pertama dan berikutnya.

Selain tanda-tanda umum seperti mual, muntah, dan telat haid, banyak ibu hamil yang melaporkan gejala tak biasa, seperti yang dialami Steph dengan perut berbunyi aneh. Meski terdengar unik, kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh bisa bereaksi dengan cara yang tidak terduga selama kehamilan.

Beberapa gejala kehamilan yang tergolong tidak biasa antara lain:

  • Perubahan ukuran payudara yang tidak simetris
  • Sensitivitas ekstrem terhadap bau tertentu
  • Rasa logam di mulut (metallic taste)
  • Air liur berlebih (hipersalivasi)Perut sering berbunyi atau terasa 'bergerak aneh'

Secara medis, variasi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon, terutama progesteron dan estrogen, yang memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari pencernaan, saraf, hingga indera penciuman.

Penelitian dalam bidang obstetri juga menunjukkan bahwa tidak ada 'standar tunggal' untuk gejala kehamilan. Tubuh setiap ibu memiliki respons yang berbeda terhadap perubahan hormon dan perkembangan janin.

Jadi, selama gejala yang dirasakan tidak disertai tanda bahaya seperti nyeri hebat atau perdarahan, Bunda tidak perlu terlalu khawatir. Justru, ini menjadi bukti bahwa tubuh sedang beradaptasi dan bekerja keras untuk mendukung kehamilan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda