PARENTING
Ketahui Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak yang Jarang Disadari Orang Tua
Kinan | HaiBunda
Rabu, 27 May 2026 17:10 WIBPenyebab gagal tumbuh atau weight faltering pada anak perlu menjadi perhatian orang tua. Mulai saat ini, jangan abaikan jika kenaikan berat badan Si Kecil seret terus-menerus ya, Bunda.
Istilah weight faltering (atau disebut juga gagal tumbuh) digunakan untuk anak-anak yang memiliki berat badan jauh lebih rendah atau yang tumbuh jauh lebih lambat dibandingkan sebagian besar anak seusianya. Demikian dikutip dari laman American Academy of Family Physicians (AAFP).
Penting untuk selalu memeriksa secara berkala pertumbuhan anak. Mulai dari menimbang berat badan, mengukur panjang badan dan lingkar kepala, kemudian mengevaluasi hasil monitor setiap bulannya.
Penyebab gagal tumbuh pada anak
Gangguan pertumbuhan terjadi ketika seorang anak tidak mendapatkan cukup kalori untuk tumbuh secara normal.
Hal ini dapat disebabkan oleh masalah dalam pemberian makan atau proses makan, kebutuhan nutrisi anak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain seusianya, atau adanya masalah medis yang menyebabkan tubuh anak kesulitan menyerap nutrisi dari makanan.
Dikutip dari Cleveland Clinic, gagal tumbuh dapat terjadi kapan saja selama masa kanak-kanak. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada masa-masa peralihan, seperti ketika anak beralih dari ASI atau susu formula ke makanan keluarga.
Ada banyak faktor penyebab mengapa anak mungkin belum cukup mengonsumsi kalori yang dibutuhkan, yang bisa berbeda-beda tergantung usianya.
Untuk bayi, penyebab gagal tumbuh akibat asupan kalori rendah umumnya karena:
- Produksi ASI yang rendah pada ibu menyusui
- Kesulitan pelekatan (latch), yang memengaruhi jumlah ASI yang bisa diminum
- Tidak mengonsumsi cukup susu secara keseluruhan sepanjang hari
Sementara itu, pada anak yang usianya lebih besar asupan kalori rendah bisa terjadi karena gangguan makan. Contohnya seperti avoidant/restrictive food intake disorder atau gangguan makan lainnya.
Apa penyebab lain dari gangguan pertumbuhan?
Selain asupan kalori yang tidak memadai, penyebab lain gangguan pertumbuhan pada anak meliputi:
1. Penyerapan nutrisi yang tidak memadai
Hal ini berarti tubuh anak tidak memecah dan memproses nutrisi sebagaimana mestinya. Jadi, bukan hanya soal berapa banyak kalori yang dikonsumsi, tetapi bagaimana tubuh menggunakan kalori tersebut untuk mendukung pertumbuhan.
Berbagai kondisi medis dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, termasuk:
- Penyakit celiac
- Kelainan pada anatomi saluran pencernaan
- Fibrosis kistik
- Penyakit radang usus
- Alergi protein susu
2. Kebutuhan metabolik yang meningkat
Terjadi ketika tubuh anak membutuhkan lebih banyak kalori (energi) dari yang diharapkan untuk dapat berfungsi.
Contoh kondisi medis yang dapat meningkatkan kebutuhan energi anak meliputi:
- Penyakit jantung bawaan
- Gangguan paru-paru bawaan
- Hipertiroidisme
- Kelainan metabolisme bawaan
- Penyakit ginjal
- Tuberkulosis
Tanda dan gejala gangguan pertumbuhan anak
Tanda dan gejala gagal tumbuh yang bisa dilihat termasuk seperti:
- Tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai harapan
- Tidak bertambah panjang atau tinggi badannya
- Tidur lebih banyak dari biasanya, atau bahkan tertidur saat sedang makan
- Tidak berinteraksi dengan orang lain sebagaimana mestinya sesuai tahap perkembangan
Untuk lebih memastikan tanda dan gejala ini benar mengarah pada gagal tumbuh atau tidak, segera lakukan konsultasi ke dokter ya, Bunda.
Tips mengatasi risiko gagal tumbuh pada anak
Apa yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kemungkinan gagal tumbuh pada Si Kecil? Berikut penjelasannya:
1. Perhatikan takaran porsi serat
Serat seperti sayur dan buah-buahan memang baik dikonsumsi, tapi porsi untuk anak tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai pemberiannya justru berlebihan.
Jangan lupa bahwa komposisi MPASI perlu mengandung cukup karbohidrat, lemak, dan protein. Asupan protein utama yang berasal dari hewani. Kandungan asam amino yang terdapat di protein hewani lengkap untuk otak.
2. Rutin cek tumbuh kembang anak
Secara berkala, lakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak. Termasuk mengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala.
Dengan pengukuran yang teratur, akan lebih mudah terlihat bila terjadi penurunan berat badan atau justru kenaikan yang seret. Dengan demikian, akan bisa cepat ditindaklanjuti juga.
3. Beri porsi makan yang sesuai
Setiap anak memiliki pola makan dan porsi yang berbeda-beda. Jika anak menolak, mungkin saja ini karena porsi yang Bunda berikan terlalu banyak.
Jika demikian, coba beri porsi makan yang lebih kecil dan lebih sering, Bunda.
4. Beri menu bervariasi agar anak tak bosan
Bosan dengan menu yang itu-itu saja juga bisa membuat anak jadi tidak nafsu makan, yang berujung pada GTM alias 'gerakan tutup mulut'.
Jadi, cobalah atur variasi baru supaya anak lebih bersemangat makan. Termasuk dengan mengubah bentuk, rasa, tekstur, dan peralatan makan yang berbeda.
5. Biarkan anak bereksplorasi
Terkadang anak perlu kesempatan untuk bereksplorasi dan mencoba cara makan yang baru. Jika anak ingin coba menyentuh dan makan dengan tangan, maka sesekali biarkan saja.
Walaupun hal ini mungkin dapat membuat Bunda kewalahan membereskannya nanti, tapi anak jadi lebih semangat makan sambil belajar mengenal tekstur makanan dengan lebih baik.
Kapan harus konsultasi ke dokter?
Hubungi dokter anak jika Bunda ragu apakah Si Kecil memiliki masalah pertumbuhan atau tidak. Sebab, gagal tumbuh terkadang tidak selalu memiliki tanda atau gejala yang jelas.
Jika kontrol rutin menunjukkan bahwa kenaikan berat badan atau tinggi badan anak secara terus-menerus tidak naik, atau kurang dari yang seharusnya, segera cek ke dokter juga. Termasuk jika anak memiliki keluhan medis lain. Pemeriksaan berkala penting untuk memantau pertumbuhan anak dan menangani sesuai kebutuhan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
12 Kebiasaan yang Bisa Membuat Tubuh Anak Tinggi, Salah Satunya Lompat Tali
6 Manfaat Busy Book untuk Anak, Benarkah Bisa Tingkatkan Keterampilan Motorik Halus?
7 Mainan Ini Bikin Anak Happy saat Mandi, Bantu Ia Belajar juga Bun
3 Cara Pantau Tumbuh Kembang Anak
TERPOPULER
Rayakan Anniversary Ke-20, Nana Mirdad & Andrew White Nikmati Suasana Tenang di Norwegia
Potret Nadia Saphira Hamil Anak Kedua, Rutin Prenatal Yoga untuk Jaga Kebugaran Tubuh
Jennifer Coppen Ungkap Alasan di Balik Rencana Pernikahan Bulan Juni dengan Justin Hubner
Deretan Potret Keluarga Artis Rayakan Idul Adha, Penuh Kehangatan dan Sukacita
22 Contoh Alat Transportasi Tradisional dan Modern, Beri Tahu Si Kecil
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Browcara untuk Alis Natural Tapi Tetap Terbentuk Sempurna
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Merek Pakaian Dalam Ibu Hamil Terbaik untuk Kenyamanan Maksimal
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Memeriksa Bukaan Jelang Melahirkan di Rumah, Ini yang Perlu Diketahui
22 Contoh Alat Transportasi Tradisional dan Modern, Beri Tahu Si Kecil
Potret Nadia Saphira Hamil Anak Kedua, Rutin Prenatal Yoga untuk Jaga Kebugaran Tubuh
Rayakan Anniversary Ke-20, Nana Mirdad & Andrew White Nikmati Suasana Tenang di Norwegia
Ketahui Penyebab Gagal Tumbuh pada Anak yang Jarang Disadari Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Lahirkan Anak Ketiga, Istri Ricky Perdana Ngerasa Mau Mati
-
Beautynesia
4 Rahasia Kekuatan Pikiran dalam Membentuk Diri
-
Female Daily
New Balance Rayakan Grey sebagai Warna yang Bergerak Bersama Generasi Urban!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya 'Couture' Naomi Osaka di French Open 2026, Terinspirasi Eiffel Tower
-
Mommies Daily
15 Wisata Curug Ramah Anak di Indonesia, Cocok untuk Liburan Keluarga!