Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Kapan Anak Mulai Diberi Vaksin Influenza?

Kinan   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 16:50 WIB

vaksin anak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Userba011d64_201
Daftar Isi
Jakarta -

Imunisasi influenza perlu diberikan pada anak untuk mencegah virus flu, yang sangat mudah menular. Nah, kapan anak bisa mulai diberi imunisasi influenza?

Influenza atau yang biasanya disebut 'flu' adalah infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini memengaruhi hidung, tenggorokan, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya.

Infeksi flu termasuk sangat menular dan dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, dan gejala lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dikutip dari Kids Health, sebagian besar anak umumnya mengalami flu selama kurang dari satu minggu. Namun dalam beberapa kasus lain mungkin perlu penanganan medis lebih lanjut. 

Apa penyebab flu pada anak?

Flu disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza dibagi menjadi beberapa jenis:

1. Influenza tipe A dan B

Kedua jenis virus banyak menyerang bagian hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gejala yang dialami bisa berupa demam tinggi, batuk dan nyeri otot. Pemberian vaksin menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegahnya.

Selain itu, pastikan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin cuci tangan dan menjaga jarak.

2. Influenza tipe C

Jenis virus ini menyebabkan penyakit pernapasan yang lebih ringan. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak separah influenza tipe A dan B. Virus flu sering menyebar dari anak ke anak melalui bersin atau batuk.

Virus ini juga dapat bertahan hidup dalam waktu singkat di permukaan benda, termasuk di gagang pintu, mainan, pensil, ponsel, dan permukaan meja.

Anak dapat tertular virus flu dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka.

Faktor risiko influenza

Anak memiliki risiko lebih tinggi terkena flu jika mereka:

  • Berada di sekitar orang yang terinfeksi flu
  • Belum diberi imunisasi influenza
  • Tidak mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi

Perlu diingat, anak dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit atau mengalami komplikasi.

Risiko komplikasi influenza termasuk seperti pneumonia, dehidrasi, sinus, infeksi telinga, dan memperparah penyakit yang sudah ada (seperti penyakit jantung atau asma).

Tanda dan gejala influenza pada anak

Flu adalah penyakit pernapasan, tetapi efeknya bisa memengaruhi seluruh tubuh. Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Nyeri pada beberapa bagian tubuh
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk 
  • Hidung berair atau tersumbat

Dalam beberapa kasus, anak juga dapat mengalami gejala seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare

Sebagian besar anak dapat pulih dari flu dalam waktu satu minggu. Namun, mereka mungkin masih merasa lemas dan perlu istirahat hingga 3 sampai 4 minggu.

Namun, tidak selalu mudah untuk memastikan flu pada anak khususnya usia balita. "Influenza sering kali sulit dibedakan dari infeksi virus lainnya," kata dokter penyakit infeksi, Rachel Orscheln, MD, dikutip dari The Bump. 

Jika terdapat ketidakpastian, dokter dapat melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya influenza.

Seberapa penting imunisasi influenza untuk anak?

Vaksin flu anakVaksin flu anak/Foto: Getty Images/FatCamera

Dikutip dari laman Kemenkes RI, mengingat flu berpotensi menyebabkan komplikasi serius, maka langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting. 

Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin influenza. Dengan pemberian vaksin, risiko untuk terkena flu akan berkurang atau gejala penyakit flu yang dialami cenderung lebih ringan dibandingkan jika tidak melakukan vaksin.

Menurut sebuah studi terbaru dalam jurnal Pediatrics, pemberian vaksin flu dapat mengurangi risiko kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya sehat.

Rekomendasi baru tahun 2017–2018 dari American Academy of Pediatrics (AAP) juga mendorong orang tua untuk memenuhi jadwal vaksin flu pada anak.

Kapan anak mulai diberi imunisasi influenza?

Vaksin influenza bisa mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan, kemudian dilanjutkan setahun sekali ketika memasuki usia 18 bulan hingga 18 tahun.

Berdasarkan 'Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun dari Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024', untuk suntikan pertama vaksin influenza pertama pada usia 6 bulan sampai 8 tahun, berikan 2 dosis vaksin dengan interval 4 minggu.

Untuk usia 9 tahun ke atas cukup satu kali. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali menggunakan vaksin yang tersedia.

Efek samping vaksin influenza

Reaksi tubuh terhadap vaksinasi influenza beragam. Ada yang tidak bergejala sama sekali, ada pula yang merasakan efek samping ringan.

Apabila terjadi efek samping setelah pemberian vaksin influenza, umumnya seperti gejala influenza namun ringan dan sementara, seperti:

  • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
  • Demam ringan
  • Mual
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Itulah penjelasan tentang manfaat anak diberi imunisasi influenza. Vaksinasi influenza efektif untuk mencegah penularan, serta menekan risiko komplikasi berat. 

Selain pemberian vaksin influenza, penyakit flu dapat dicegah dengan mengurangi kontak dengan orang sakit, istirahat di rumah ketika sedang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, minum yang cukup, dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda