parenting
Anak yang Lahir di Bulan Ini Disebut Lebih Sering Terkena Flu Menurut Studi
HaiBunda
Minggu, 05 Jul 2026 15:10 WIB
Daftar Isi
Anak-anak yang lahir di bulan tertentu disebut lebih rentan terkena flu menurut penelitian. Untuk itu, penting untuk mengajak Si Kecil rutin vaksin.
Ya, vaksin flu merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak dari infeksi influenza yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi.Â
Selain itu, pastikan anak selalu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Parents, sebuah penelitian menemukan bahwa waktu kelahiran anak dapat memengaruhi potensi mereka terkena flu.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics tersebut, anak-anak yang lahir pada musim panas di Amerika Serikat (sekitar Juni hingga Agustus) lebih rentan terkena flu selama musim flu tahunan.
Hal ini karena mereka cenderung belum mendapatkan vaksin flu saat kunjungan pemeriksaan kesehatan rutin dan harus membuat janji terpisah, yang sering kali terlewat.
Sementara itu, anak yang lahir pada musim gugur (sekitar September hingga November) lebih jarang terkena flu karena kunjungan pemeriksaan rutin mereka biasanya bertepatan dengan jadwal pemberian vaksin flu. Oleh sebab itu, mereka lebih mungkin mendapatkan vaksin tepat waktu.
Lalu bagaimana di Indonesia?
Dari hasil studi dalam jurnal di AS tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa anak yang lahir pada Juni, Juli, dan Agustus lebih rentan flu.
Namun, mereka yang lahir pada September, Oktober, dan November berpotensi lebih terlindungi karena mendapatkan vaksin flu tepat waktu.
Perlu diingat ya Bunda, temuan ini berasal dari negara empat musim seperti Amerika Serikat. Di Indonesia, yang tidak memiliki musim panas dan musim gugur, bulan kelahiran tidak secara langsung memengaruhi risiko flu.Â
Hasil studi tersebut lebih menyoroti pentingnya mendapatkan vaksin flu pada waktu yang dianjurkan, bukan efek biologis secara langsung dari bulan kelahiran itu sendiri.
Seberapa penting vaksin flu untuk anak?
Mengutip laman Kemenkes RI, penyakit flu dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Maka dari itu, upaya pencegahan sangat penting.
Salah satu langkahnya adalah dengan vaksin flu. Vaksin dapat membantu menurunkan risiko terkena flu atau membuat gejala yang muncul menjadi lebih ringan, jika dibandingkan pada anak yang tidak menerima vaksin.
Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, vaksin flu terbukti dapat menurunkan risiko kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya berada dalam kondisi sehat.
Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) periode 2017–2018 juga menganjurkan orang tua untuk memastikan anak memperoleh vaksin influenza sesuai jadwal.
Kapan anak bisa mulai diberi vaksin flu?
Vaksin flu atau influenza dapat mulai diberikan ketika bayi berusia 6 bulan, lalu dilanjutkan setiap satu tahun sekali mulai usia 18 bulan hingga 18 tahun.
Mengacu pada Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun dari Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024, pemberian vaksin influenza pertama pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun dilakukan sebanyak 2 dosis dengan jarak pemberian 4 minggu.
Sementara itu, anak berusia 9 tahun ke atas cukup mendapatkan 1 dosis. Setelahnya, vaksin influenza diulang setiap satu tahun sekali menggunakan vaksin yang tersedia.
Faktor risiko influenza
Secara umum, anak lebih berisiko terkena flu apabila mereka:
- Berada di sekitar orang yang sedang terinfeksi flu
- Belum mendapatkan vaksin flu
- Tidak mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus
Anak dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk menjalani perawatan di rumah sakit.
Mereka juga lebih rentan mengalami komplikasi seperti pneumonia, dehidrasi, sinusitis, infeksi telinga, serta memperburuk penyakit yang telah diderita sebelumnya, seperti penyakit jantung atau asma.
Tanda dan gejala influenza pada anak
Flu merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, tetapi dampaknya dapat dirasakan di seluruh tubuh.Â
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi
- Nyeri di beberapa bagian tubuh
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan
- Batuk
- Hidung berair atau tersumbat
Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami gejala berupa:
- Mual
- Muntah
- Diare
Sebagian besar anak akan pulih dari flu dalam waktu sekitar satu minggu. Meski demikian, mereka mungkin masih merasa lemas sehingga memerlukan waktu istirahat hingga 3–4 minggu.
Memastikan bahwa anak benar-benar mengalami influenza, terutama pada balita, sering kali sulit
"Influenza kadang sulit dibedakan dari infeksi virus lainnya," ujar dokter spesialis penyakit infeksi Rachel Orscheln, MD, dikutip dari The Bump.
Apabila diagnosis masih belum pasti, dokter dapat melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Tips penting lain untuk cegah flu
Selain dengan vaksin, mencegah penularan virus flu pada anak juga bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:
- Rajin cuci tangan dengan sabun
- Ajarkan etika saat batuk dan bersin
- Biasakan anak untuk tidak berbagi benda pribadi dengan orang lain, termasuk seperti gelas, sendok, atau sedotan
- Biasakan anak untuk tidak menyentuh bagian wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, terutama saat beraktivitas di luar rumah
Itulah penjelasan tentang vaksin flu. Jangan lupa konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi jadwal vaksin yang sesuai usia anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
Parenting
Kapan Anak Mulai Diberi Vaksin Influenza?
Parenting
Vaksin Influenza untuk Anak Benarkah Ampuh Kurangi Flu?
Parenting
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Parenting
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Benarkah Vaksin Influenza pada Anak Bisa Cegah Pneumonia?
7 Gejala Flu Jepang pada Anak, Wabah Penyakit yang Bisa Sebabkan Pneumonia
Vaksin Bayi Baru Lahir hingga Usia 6 Bulan yang Tak Boleh Terlewatkan