Imunisasi influenza perlu diberikan pada anak untuk mencegah virus flu, yang sangat mudah menular. Nah, kapan anak bisa mulai diberi imunisasi influenza?
Influenza atau yang biasanya disebut 'flu' adalah infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini memengaruhi hidung, tenggorokan, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya.
Infeksi flu termasuk sangat menular dan dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, dan gejala lainnya.
Dikutip dari Kids Health, sebagian besar anak umumnya mengalami flu selama kurang dari satu minggu. Namun dalam beberapa kasus lain mungkin perlu penanganan medis lebih lanjut.
Apa penyebab flu pada anak?
Flu disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Influenza tipe A dan B
Kedua jenis virus banyak menyerang bagian hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gejala yang dialami bisa berupa demam tinggi, batuk dan nyeri otot. Pemberian vaksin menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegahnya.
Selain itu, pastikan untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin cuci tangan dan menjaga jarak.
2. Influenza tipe C
Jenis virus ini menyebabkan penyakit pernapasan yang lebih ringan. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat tidak separah influenza tipe A dan B. Virus flu sering menyebar dari anak ke anak melalui bersin atau batuk.
Virus ini juga dapat bertahan hidup dalam waktu singkat di permukaan benda, termasuk di gagang pintu, mainan, pensil, ponsel, dan permukaan meja.
Anak dapat tertular virus flu dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka.
Faktor risiko influenza
Anak memiliki risiko lebih tinggi terkena flu jika mereka:
- Berada di sekitar orang yang terinfeksi flu
- Belum diberi imunisasi influenza
- Tidak mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi
Perlu diingat, anak dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit atau mengalami komplikasi.
Risiko komplikasi influenza termasuk seperti pneumonia, dehidrasi, sinus, infeksi telinga, dan memperparah penyakit yang sudah ada (seperti penyakit jantung atau asma).
Tanda dan gejala influenza pada anak
Flu adalah penyakit pernapasan, tetapi efeknya bisa memengaruhi seluruh tubuh. Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai di antaranya:
- Demam tinggi
- Nyeri pada beberapa bagian tubuh
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Batuk
- Hidung berair atau tersumbat
Dalam beberapa kasus, anak juga dapat mengalami gejala seperti:
- Mual
- Muntah
- Diare
Sebagian besar anak dapat pulih dari flu dalam waktu satu minggu. Namun, mereka mungkin masih merasa lemas dan perlu istirahat hingga 3 sampai 4 minggu.
Namun, tidak selalu mudah untuk memastikan flu pada anak khususnya usia balita. "Influenza sering kali sulit dibedakan dari infeksi virus lainnya," kata dokter penyakit infeksi, Rachel Orscheln, MD, dikutip dari The Bump.
Jika terdapat ketidakpastian, dokter dapat melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya influenza.
Seberapa penting imunisasi influenza untuk anak?
Dikutip dari laman Kemenkes RI, mengingat flu berpotensi menyebabkan komplikasi serius, maka langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting.
Salah satunya adalah dengan pemberian vaksin influenza. Dengan pemberian vaksin, risiko untuk terkena flu akan berkurang atau gejala penyakit flu yang dialami cenderung lebih ringan dibandingkan jika tidak melakukan vaksin.
Menurut sebuah studi terbaru dalam jurnal Pediatrics, pemberian vaksin flu dapat mengurangi risiko kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya sehat.
Rekomendasi baru tahun 2017–2018 dari American Academy of Pediatrics (AAP) juga mendorong orang tua untuk memenuhi jadwal vaksin flu pada anak.
Kapan anak mulai diberi imunisasi influenza?
Vaksin influenza bisa mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan, kemudian dilanjutkan setahun sekali ketika memasuki usia 18 bulan hingga 18 tahun.
Berdasarkan 'Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun dari Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024', untuk suntikan pertama vaksin influenza pertama pada usia 6 bulan sampai 8 tahun, berikan 2 dosis vaksin dengan interval 4 minggu.
Untuk usia 9 tahun ke atas cukup satu kali. Selanjutnya pengulangan setiap tahun satu kali menggunakan vaksin yang tersedia.
Efek samping vaksin influenza
Reaksi tubuh terhadap vaksinasi influenza beragam. Ada yang tidak bergejala sama sekali, ada pula yang merasakan efek samping ringan.
Apabila terjadi efek samping setelah pemberian vaksin influenza, umumnya seperti gejala influenza namun ringan dan sementara, seperti:
- Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
- Demam ringan
- Mual
- Lelah
- Sakit kepala
- Nyeri otot
Itulah penjelasan tentang manfaat anak diberi imunisasi influenza. Vaksinasi influenza efektif untuk mencegah penularan, serta menekan risiko komplikasi berat.
Selain pemberian vaksin influenza, penyakit flu dapat dicegah dengan mengurangi kontak dengan orang sakit, istirahat di rumah ketika sedang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, minum yang cukup, dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Tips Menggunting Kuku Bayi yang Aman
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
Keren! Penyanyi Agatha Chelsea Kuliah di 2 Universitas Bergengsi Dunia, Harvard & MIT
6 Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Paru-paru Tetap Sehat Optimal Menurut Pakar
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Iris dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Bunda Ini Alami Pipi Bengkak setelah Jalani Operasi Caesar, Penyebabnya...
Trik Shenina Cinnamon agar Lancar DBF Meski Sudah Bekerja Kembali
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Meski Anak Sudah Menikah, Intip Momen Alya Rohali & Suami Setia Dampingi Namira Marathon di Sydney
Bunda Ini Alami Pipi Bengkak setelah Jalani Operasi Caesar, Penyebabnya...
6 Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Paru-paru Tetap Sehat Optimal Menurut Pakar
150 Nama Bayi Terinspirasi Bunga Iris dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
Keren! Penyanyi Agatha Chelsea Kuliah di 2 Universitas Bergengsi Dunia, Harvard & MIT
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Coba Kenali Cara Kerja Alat Canggih Membentuk V-Shape Wajah
-
Beautynesia
8 Kebiasaan Finansial Orang Kaya yang Bisa Kamu Tiru
-
Female Daily
Penasaran Apa Saja yang Bisa Kamu Temukan di MCM Plaza Indonesia? Intip Koleksi Autumn/Winter 2026-nya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Nasib Tragis Wanita yang Menjalani 6 Operasi Plastik Sekaligus
-
Mommies Daily
Single Parent Wajib Waspada, 7 Red Flag Kantor yang Bisa Bikin Kerja Makin Berat