HaiBunda

PARENTING

7 Fakta Kasus Daycare Little Aresha Jogja, Balita Diikat Sejak Pagi

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 28 Apr 2026 12:50 WIB
Daycare Little Aresha / Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jakarta -

Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha Jogja hingga kini masih menjadi buah bibir masyarakat. Dari berbagai fakta yang terungkap, muncul dugaan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara terencana dan berulang.

Peristiwa ini mencuat usai pihak kepolisian melakukan penggerebekan di daycare Little Aresha yang berada di Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (24/04/2026). Dalam proses tersebut, sebanyak 30 orang diamankan, dan 13 di antaranya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Eva Guna Pandia, menyampaikan bahwa seluruh tersangka yang berjumlah 13 orang tersebut merupakan perempuan. Pandia menyampaikan bahwa salah seorang tersangka, DK, diketahui sebagai Ketua Yayasan, sementara AP menjabat sebagai kepala sekolah.


Fakta kasus kekerasan anak daycare Little Aresha Jogja

Mengutip dari laman detikcom, berikut ini deretan fakta kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha Jogja.

1. Anak-anak diikat sejak pagi

Kombes Eva mengatakan bahwa anak-anak di daycare tersebut mengalami perlakuan yang tidak manusiawi dari para pengasuh. Meski tidak dijelaskan secara rinci, ia memaparkan beberapa bentuk perlakuan yang dilakukan.

"Perlakuan tidak manusiawi ini salah satunya penempatan dalam satu ruangan yang overload di mana sirkulasi udaranya sangat minim. Mengikat menggunakan kain tapi dibuat seperti tali, mengikatnya ke pintu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyebut bahwa sejauh ini ada 53 korban dari 103 anak yang terdaftar di daycare Little Aresha.

Anak-anak ini, lanjut Adrian, diikat sejak mereka tiba di daycare sampai sebelum mereka dijemput orang tuanya. Ikatan hanya dibuka pada saat tertentu, yakni saat makan dan mandi.

"(Diikat) Dari pagi hari, nanti setelah mau makan baru dipakaikan baju, difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada wali (orang tua), palingan waktu saat mandi, waktu saat makan itu dilepas," ungkap Adrian.

2. Ada korban mengalami luka lebam

Anak-anak di tempat tersebut diduga mendapatkan perlakuan serupa. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan mengalami memar di bagian pergelangan tangan maupun kaki.

"Sampai saat ini yang kita dalami, kita juga sudah melakukan visum terhadap tiga orang anak gitu ya. Itu rata-rata lukanya di pergelangan. Artinya itu mungkin luka dari ikatan tali gitu," katanya.

3. Dilakukan atas arahan ketua yayasan

Adrian mengungkapkan bahwa para tersangka mengaku melakukan tindakan tersebut karena mendapat instruksi dari pihak pimpinan yayasan, yakni DK dan AP. Perintah itu disampaikan secara lisan dan berlangsung berulang kali.

"Jadi, memang kalau untuk aturan tertulis atau tata cara itu tidak ada. Namun dari keterangan para tersangka pengasuh sebelas itu, mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh Ketua Yayasan. Namun tapi di SOP nggak ada, itu disampaikan secara lisan, secara langsung oleh Ketua Yayasan," ujarnya.

4. Dilakukan demi cuan

Selain itu, Adrian menyebutkan bahwa motif di balik kasus ini diduga berkaitan dengan faktor ekonomi. Pengelola disebut berupaya menekan jumlah pengasuh meski jumlah anak yang dititipkan cukup banyak.

"Yang disampaikan Pak Kapolresta ya benar, sangat benar, motif ekonomi. Karena masak satu orang (pengasuh) harus menjaga tujuh sampai delapan orang (anak)," katanya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kata Psikolog Saat Anak Melakukan Kekerasan, Apa yang Harus Dilakukan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Seluruh Korban Tewas Perempuan Dewasa

Mom's Life Amira Salsabila

Mengintip Salah Satu Rumah Paling Misterius, Dibangun Tanpa Henti Selama 36 Tahun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Nama Bayi Tema Alam yang Estetik & Nggak Pasaran

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Campak Ternyata Bisa Menyerang Otak Bertahun-tahun Setelah Sembuh, Bocah 7 Tahun Jadi Korban

Parenting Nadhifa Fitrina

Perjuangan Siti Badriah Jadi Pedangdut, Pernah Makan Sebungkus Mi Instan Dibagi 2

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengintip Salah Satu Rumah Paling Misterius, Dibangun Tanpa Henti Selama 36 Tahun

Campak Ternyata Bisa Menyerang Otak Bertahun-tahun Setelah Sembuh, Bocah 7 Tahun Jadi Korban

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Seluruh Korban Tewas Perempuan Dewasa

Nama Bayi Tema Alam yang Estetik & Nggak Pasaran

Perjuangan Siti Badriah Jadi Pedangdut, Pernah Makan Sebungkus Mi Instan Dibagi 2

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK